Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 2 NERS
ENI DEA DILLA DWI JEKI RAHMAD EFFAN F.M ANNIL AB DEDI URAY

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM


PONTIANAK PRODI PROFESI (NERS)
2016
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
A. LATAR BELAKANG

Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien


bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh
seorang therapist atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih (Pedoman Rehabilitasi
Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep, 2007)
Terapi aktivitas kelompok (TAK) dibagi empat, yaitu terapi aktivitas kelompok
stimulasi kognitif/persepsi, terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori, terapi aktivitas
orientasi realita, dan terapi aktivitas kelompoksosialisasi (Keliat, 2006). Terapi Aktivitas
Kelompok (TAK) stimulasipersepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai
stimulus terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan dalam
kelompok (Keliat, 2006).

B. TUJUAN
1. Klien dapat menyebutkan keuntungan patuh minum obat
2. Klien dapat menyebutkan akibat/kerugian tidak patuh minum obat
3. Klien dapat menyebutkan lima benar cara minum obat
C. PERENCANAAN
1. Pengorganisasian
Tim terapis dan uraian tugas
a. Leader :
1) Menyusun rencana TAK.
2) Mengarahkan kelompok sesuai tujuan.
3) Memfasilitasi anggota untuk mengekspresikan perasaan, pendapat, dan
umpan balik.
4) Role play.
5) Mengkaji hambatan dalam kelompok.
b. Co. Leader :
1) Membantu leader.
2) Membantu mengorganisir anggota kelompok.
3) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas klien.
4) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.
5) Mengingatkan leader tentang waktu.
c. Fasilitator :
1) Membantu leader memfasilitasi aggota untuk berperan aktif dalam
mengkonsentrasikan anggota kelompok untuk ikut dan fokus pada arahan
yang diarahkan oleh leader.
2) Membantu memotivasi dalam kelompok agar ikut dalam kegiatan terapi
aktivitas kelompok.

3) Mempertahankan kehadiran peserta Selama kegiatan TAK berlangsung


kurang lebih 30 menit.
d. Observer :
1) Mengobservasi respon klien.
2) Mengobservasi pelaksanaan TAK.

2. Waktu/ Tempat
a. Hari / Tanggal
b. Waktu
c. Tempat
d. Denah Tempat

: Sabtu, 13 Februari 2016


: 10.00 s.d 10.30
: Ruangan Melati RSK Sui. Bangkong
:

Co. L

L
F

K
K

F
Keterangan :
K
L

: Klien
: Leader
: Observer

: Fasilitator

Co. L

: Co. Leader

3. Klien O
a. Karakteristik / Kriteria
1) Pasien yang sudah kooperatif.
2) Pasien yang mampu mengikuti kegiatan sampai selesai.
b. Proses seleksi
1) Pengkajian dilakukan oleh mahasiswa.
2) Penyeleksian klien sesuai kriteria.
3) Sehat fisik dan memahami pesan yang diberikan.
c. Jumlah klien minimal 3-4 orang

d. Nama peserta
1) Ernawati
2) Mariana
3) Yuli
4) Silvia
5)
6)
D. TAK STIMULASI PERSEPSI : HALUSINAS
SESI 5 : Mencegah Prilaku Kekerasan Dengan Patuh Mengkonsumsi Obat
1. Setting
a. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.
b. Tempat tenang dan nyaman.
2. Metode
a. Dinamika kelompok
b. Bermain peran / simulasi.
c. Diskusi dan tanya jawab
3. Langkah Kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi 4.
2) Mempersipakan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
1) Salam Terapeutik
a) Salam dari terapis kepada klien.
b) Klien dan terapis menggunakan papan nama
2) Evaluasi /validasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien saat ini.
b) Menanyakan apakah ada penyebab marah, tanda dan gejala marah serta
prilaku kekerasan
c) Tanyakan apakah kegiatan fisik, intraksi social yang asertif dan kegiatan
ibadah untuk mencegah prilaku kekerasan sudah dilakukan
3) Kontrak
a) Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu patuh minum obat untuk mencegah
prilaku kekerasan
b) Menjelaskan tata aturan TAK, yaitu
Lama kegiatan 30 menit.
Setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin
kepada terapis.
c. Tahap kerja
1) Mendiskusikan macam obat yang dimakan klien, nama dan warna (upayakan
tiap klien dapat menyampaikan)
2) Mendiskusikan waktu minum obat yang biasa dilakukan oleh klien

3) Tuliskan di whiteboard a dan b


4) Menjelaskan lima besar minum obat yaitu benar obat, benar waktu, benar
minum obat, benar cara dan bnar dosis
5) Minta klien untuk menybutkan lima benar minum obat secara bergiliran
6) Berikan pujian pada kilen yang benar menyebutkan
7) Mendiskusikan peran klien sebelum minum obat (masukan dalam jadwal
kegiatan harian)
8) Mendiskusikan peran klien setelah teratur minum obat (masukan dalam jadwal
kegiatan harian)
9) Menjelaskan keuntungan patuh minum obat, yaitu salah satu cara mncegah
prilaku kekerasan
10) Menjelaskan akibat, kerugian jika tidak patuh minum obat yaitu kejadian
perilaku kekerasan
11) Minta klien mnyebutkan kembali keuntungan patuh minum obat dan kerugian
tidak patuh minum obat
12) Memberi pujian setiap kali klien benar
d. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b) Menanyakan jumlah cara pencegahan perilaku kekerasan yang telah
dipelajari
c) Terapis memberikan pujian atas jawaban yang bernar
2) Tindak lanjut
a) Menganjurkan klien menggunakan kegiatan fisik, interaksi social asertif
kegaiatan ibadah dan patuh minum obat untuk mencegah perilaku minum
obat.
b) Memasukkan minum obat pada jadwal kegiatan harian klien.
3) Kontrak yang akan datang
Mengakhiri pertemuan untuk TAK perilaku kekerasan dan di spakati jika klien
perlu TAK yang lain.

4. Evaluasi dan dokumentai


a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khusunya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK stimulasi persepsi perilaku kekerasan sesi 5, kemampuan yang
diharapkan adalah mengetahui lima benar cara minum obat, keuntungan minum obat
dan akibat tidak patuh minum obat. Formulir evaluasi sebagai berikut :

STIMULASI PERSEPSI PERILAKU KEKERASAN


SESI 5

No.

Nama klien

Menyebutkan

Menyebutkan

Menyebutkan

lima benar

keuntungan

tidak patuh

minum obat

minum obat

minum obat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama Klien
2. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan mengenal halusinasi : isi, waktu,
situasi, dan perasaan. Beri tanda centang (

) jika klien mampu dan beri tanda (

X ) jika klien tidak mampu.

DAFTAR PUSTAKA

Fitria Nita ,2012, Prinsip Dasar Dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan Dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ( LP Dan SP ), Jakarta : Salemba
Medika
Keliat Budi Anna, dkk, 2012, Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa (CMHN),
Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Keliat Budi Anna, Akemat, 2005, Keperawatan Jiwa, terapi aktivitas kelompok, Jakarta:
Buku Kedokteran EGC