Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


MELATIH KEGIATAN POSITIF YANG KLIEN MILIKI

DISUSUN OLEH:
ANNIL
8322132002

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM


PONTIANAK PRODI PROFESI (NERS)
TAHUN 2015/2016

A. LATAR BELAKANG
Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien
bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh
seorang therapist atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih (Pedoman Rehabilitasi
Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep, 2007)
Terapi aktivitas kelompok (TAK) dibagi empat, yaitu terapi aktivitas kelompok
stimulasi kognitif/persepsi, terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori, terapi aktivitas
orientasi realita, dan terapi aktivitas kelompoksosialisasi (Keliat, 2006). Terapi Aktivitas
Kelompok (TAK) stimulasipersepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai
stimulus terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan dalam
kelompok (Keliat, 2006).
Penilaian negative seseorang terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan
secara langsung maupun tidak langsung (Shult dan Videbeck, 1998)
Perasaan negative terhdap diri sendiri, hilangnya percaya diri dan harga diri,
merasa gagal mencapai keinginan (Keliat, 1998)
B. TUJUAN
1. Klien dapat menilai hal positif diri yangdapat digunakan.
2. Klien dapat memilih hal positif diri yang akan dilatih.
3. Klien dapat melatih hal positif diri yang telah dilatih
4. Klien dapat menjadwalkan penggunaan kemampuan yang telah dilatih
C. PERENCANAAN
1. Pengorganisasian
Tim terapis dan uraian tugas
a. Leader :
1) Menyusun rencana TAK.
2) Mengarahkan kelompok sesuai tujuan.
3) Memfasilitasi anggota untuk mengekspresikan perasaan, pendapat, dan
4)
5)
6)
7)

umpan balik.
Role play.
Mengkaji hambatan dalam kelompok.
Mengkaji konflik interpersonal.
Mengkaji sejauh mana anggota kelompok mengerti dan melaksanakan
kegiatan.

b. Co. Leader :
1) Membantu leader.
2) Membantu mengorganisir anggota kelompok.
3) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas klien.

4) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.


5) Mengingatkan leader tentang waktu.
c. Fasilitator :
1) Membantu leader memfasilitasi aggota untuk berperan aktif dalam
mengkonsentrasikan anggota kelompok untuk ikut dan fokus pada arahan
yang diarahkan oleh leader.
2) Membantu memotivasi dalam kelompok agar ikut dalam kegiatan terapi
aktivitas kelompok.
3) Mempertahankan kehadiran peserta Selama kegiatan TAK berlangsung
kurang lebih 20 menit.
d. Observer :
1) Mengobservasi respon klien.
2) Mengobservasi pelaksanaan TAK.
2. Waktu/ Tempat
a. Hari / Tanggal : Rabu, 10 Februari 2016
b. Waktu
: 09.00 s.d 09.30
c. Tempat
: Ruangan Melati RSK Sui. Bangkong
d. Denah Tempat :

Co. L

L
F
K

K
K

Keterangan :

F
K

F
K
L

: Klien
: Leader
: Observer

: Fasilitator

Co. L

: Co. Leader

3. Klien O
a. Karakteristik / Kriteria
1) Pasien yang sudah kooperatif.
2) Pasien yang mampu mengikuti kegiatan sampai selesai.
b. Proses seleksi
1) Pengkajian dilakukan oleh mahasiswa.
2) Penyeleksian klien sesuai kriteria.
3) Sehat fisik dan memahami pesan yang diberikan.
c. Jumlah klien minimal 3-4 orang
d. Nama peserta
1) Ramayana
2) Dina

3) Gow sai tjeng


D. TAK STIMULASI PERSEPSI : HALUSINAS
SESI 2 : Melatih hal positif yang ada pada diri
1. Setting
a. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.
b. Sesuaikan dengan kemampuan yang dilatih
c. Tempat tenang dan nyaman.
2. Metode
a. Diskusi dan tanya jawab
b. Bermain peran / simulasi.
3. Langkah Kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi.
2) Mempersipakan alat dan tempat.
b. Orientasi
1) Salam Terapeutik
a) Salam dari terapis kepada klien.
b) Klien dan terapis menggunakan papan nama
2) Evaluasi /validasi
Terapis menanyakan perasaan klien saat ini.
3) Kontrak
a) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu melatih hal positif paad klien.
b) Menjelaskan tata aturan TAK, yaitu
Lama kegiatan 20 menit.
Setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin
kepada terapis.
c. Tahap kerja
1) Terapis meminta smua klien membaca ulang daftar kemempuan positif pada
sesi 1 an memilih satu untuk dilatih.
2) Terapis meminta klien menyebutkan pilihannya dan ditulis di kertas.
3) Terapis meminta semua klien untuk memilih satu dari daftar satu dari daftar
dikertas. Kegiatan yang paling banyak dipilih untuk dilatih.
4) Terapis melatih cara pelaksanaan kegiatan atau kemampuan yang dipilih
dengan cara berikut.
a) Terapis memperagakan
b) Klien memperagakan ulang (semua klien dapat giliran)
c) Berikan pujian sesuai dengan keberhasilan klien
5) Kegiatan 1-4 dapat diulang untuk kemampuan atau kegiatan yang berbeda.
d. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
2) Tindak lanjut

Terapis meminta klien memasukkan kegiatan yang telah dilatih pada jadwal
kegiatan harian.
3) Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati TAK yang akan datang untuk hal positif lain.
2) Menyepakati waktu dan tempat tempat sampai aspek positif selesai dilatih.
4. Evaluasi dan dokumentasi
a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khusunya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK simulasi persepsi harga diri rendah sesi 2, kemampuan yang diharapkan
adalah memiliki satu hal positif yang akan dilatih dan meperagakanya. Formulir
evaluasi sebagai berikut :

Sesi 2
Stimulasi persepsi: harga diri rendah
Kemampuan melatih kegiatan positif

No

Nama klien

Menulis pengalaman

Menulis hal positif

Memperagakan

yang tidak

diri sendiri

kegiatan positif

menyenangkan

Petunjuk :
1) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama.
2) Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan menulis pengalaman yang
tidak menyenangkan dan aspek psitifndiri sendiri. Beri tanda jika klien
mampu dan tanda X jika klien tidan mampu.
b. Dokumentasi

Dokumentasikan semua kemampuan yang klien miliki saat TAK pada catatan
proses keperawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti sesi 1, TAK stimulasi
persepsi harga diri rendah. Klien mampu menuliskan tiga hal pengalaman yang tidak
menyenangkan, mengalami kesulitan meyebutkan hal positif diri. Anjurkan klien
menulis kemampun dan hal positif dirinya ndan tingkatkan reinforcement (pujian).

DAFTAR PUSTAKA

Fitria Nita ,2012, Prinsip Dasar Dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan Dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ( LP Dan SP ), Jakarta : Salemba
Medika

Keliat Budi Anna, dkk, 2012, Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa (CMHN),
Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Keliat Budi Anna, Akemat, 2005, Keperawatan Jiwa, terapi aktivitas kelompok, Jakarta:
Buku Kedokteran EGC