Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

JOB 2
KORONA

A. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah mempelajari dan melaksanakan praktikum, mahasiswa diharapkan
dapat:
Mempelajari fenomena yang terjadi dari korona.
B. TEORI DASAR
Peristiwa korona (peluahan muatan parsial di udara) terjadi karena adanya
gradien tegangan lokal yang sangat tinggi. Korona itu sendiri tidak langsung
berdampak pada kegagalan kerja peralatan. Namun apabila dibiarkan berlangsung
dalam waktu lama, maka akan berdampak pada kerusakan material komponen,
flash over di permukaan isolator, korosi pada bagian-bagian konduktif dsb,
Bila dua kawat sejajar yang berpenampang kecil (dibandingkan dengan jarak
antara kedua kawat tersebut) diberi tegangan bolak-balik, maka korona dapat
terjadi. Pada tegangan yang cukup rendah tidak terlihat tanda apa-apa. Bila
tegangan dinaikkan maka korona terjadi secara bertahap. Pertama kali, kawat
kelihatan bercahaya, mengeluarkan suara mendesis (hissing) dan berbau ozon.
Warna cahaya adalah ungu (violet) muda. Bila tegangan dinaikkan terus, maka
karakteristik diatas makin nyata kelihatan, terutama pada bagian yang kasar,
runcing atau kotor. Cahaya bertambah besar dan terang bila tegangan masih juga
dinaikkan maka terjadi busur api. Korona mengeluarkan panas hal ini dapat
dibuktikan dari pengukuran wattmeter. Dalam keadaan udara lembab, korona
menghasilkan asam nitrogen, yang menyebabkan kawat menjadi berkarat bila
kehilangan daya cukup besar.
Apabila tegangan searah diterapkan, maka pada kawat positif korona
menampakkan diri dalam bentuk cahaya yang seragam (uniform) pada permukaan
kawat, sedangkan pada kawat negatifnya hanya pada tempat-tempat tertentu saja

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

(spotty, korona terjadi karena adanya ionisasi dalam udara yaitu adanya
kehilangan elektron dari molekul udara. Oleh karena lepasnya elektron dan ion
maka apabila disekitarnya terdapat medan listrik maka elektron-elektron bebas ini
mengalami gaya yang mempercepat geraknya sehingga terjadilah tabrakan dengan
molekul lain. Akibatnya ialah timbulnya ion-ion dan elektron baru. Proses ini
berjalan terus-menerus dan jumlah elektron serta ion menjadi berlipat ganda bila
gradien tegangan cukup besar, peristiwa ini disebut korona. Ionisasi uadara
menyebabkan redistribusi gradien tegangan. Bila redistribusi sedemikian rupa,
sehingga gradien udara diantara dua kawat lebih besar dari gradien udara normal
maka terjadilah lompatan api. Bila hanya sebagian saja daripada uadara antara dua
kawat terionisasikan, maka korona merupakan sampul (envelpe) mengelilingi
kawat. Gradien tegangan seragam yang dapat menimbulkan ionisaisi komulatif di
udara nomal (25 0C, 70 mmHg) adalah 30 kV/cm.
Pengukuran Korona.
Pada pengukuran atau percobaan korona ada beberapa parameter
pengukuran ;
1. Untuk tegangan pada saat desing.
Menghitung tegangan maksimum, Vmax (KV) :
Vmax = Veff . desing x 2
Menghitung tegangan tembus sebenarnya, V bd (KV) :

Vbd = Vmax x

p( pengukuran)
P

pengukuran
273+T
273+T

Menghitung faktor koreksi, FC :

FC =
2.

Vmax
Vbd

Untuk tegangan pada saat tembus.

Menghitung tegangan maksimum, Vmax (KV) :


Vmax = Veff .Tembus x 2

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

Menghitung tegangan tembus sebenarnya, V bd (KV) :

Vbd = Vmax x

p( pengukuran)
P

pengukuran
273+T
273+T

Menghitung faktor koreksi, FC :

FC =

Vmax
Vbd

C. ALAT DAN BAHAN


a. Tabung pengujian Korona (pressure vessel)
b. Sangkar tegangan tinggi AC

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

Gambar 1.Sangkar Tegangan Tinggi

Gambar 2. Tabung pengujian korona (Aktual)

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

Gambar 3. Sumber Tegangan Tinggi AC

Gambar 4. Panel Kontrol Tegangan Tinggi

D.

RANGKAIAN PERCOBAAN

F
R 7

220 V

R 6

CST
100 kV

SW S

TO

S8
TH
F

TSM

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

Gambar 5. Rangkaian pengujian tegangan tembus minyak.

Peralatan yang digunakan :


TH

: High-Voltage tarnsformator RMS 100 kV/5 kVA

CST

: Voltage Devider RMS 100 kV/500 pF

SB

: Control Box type 273 (Including Regulation Transformer)

TSM

: Transformormer sekundary AC Current

TO

: Test Object

R6

: Damping resistor; AC Voltage

R7

: Damping Resistor; Impuls Voltage

: Arrester

Terminal Arus

Kawat
Tabung berisi udara

Barometer
Katup

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

Gambar 6. Tabung pengujian korona

10

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

E. PROSEDUR PERCOBAAN
1.

Mengambil

tabung

pressure vessel

kemudian

menambah tekanannya menjadi 5 Bar.


2.

Merangkai tabung percobaan pada sistem tegangan


tinggi dengan menggunakan sumber tegangan AC.

3.

Meng On kan control Board dan menaikkan


tegangan secara perlahan-palan hingga menyebabkan terjadinya korona.

4.

Catat tegangan dan arus sekunder, dalam hal ini


tegangan efektif yang dicatat. (Arus sekunder tidak melampaui 75 mA).

5.

Pengukuran dilakukan selama selama 2 kali dan


data percobaan dimasukkan ke dalam tabel pengamatan.

6.

Tekanan dikurangi dengan selisih 0,5 Bar dan


kemudian melakukan hal yang sama seperti pada langkah 3 5 di atas.

7.

Percobaan dilakukan terus hingga mencapai tekanan


atmosfir (0 Bar).

F. KESELAMATAN KERJA
Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan keselamatan kerja:
1.

Perhatikanlah petunjuk penggunaan alat sebelum


melakukan percobaan, tanyakanlah kepada pembimbing job apabila ada
hal yang kurang dimengerti.

2.

Gunakanlah

sepatu

berlapis

karet

untuk

menghindari electric shock bila terjadi hubung singkat atau arus bocor.

11

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

G. DATA PENGAMATAN
Tabel 1. Data hasil percobaan korona.
No.

Tek.Gas
(Bar)

Ber-desing

rata-

Percikan

rata-

VBD

rata-

rata

( 1 x)

rata

(kV)

rata

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10

Keterangan :
T = .... o C
P = .... mbar

12

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

H.

PERTANYAAN
1.

Jelaskan Apa yang dimaksud dengan korona?

2.

Sebutkan

alat

ukur

yang

digunakan

dalam

percobaan tegangan tembus korona?


3.

Urutkanlah dampak / penyebab terjadinya korona


beserta efek yang diimbulkan?

I.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Arismunandar, Teknik Tenaga Listrik

2.

Homer, M. Rusterbalk, Electric Utility Sistem &


Practice
3.

Tim Penyusun, Job Sheet Praktikum Tegangan


tinggi Makassar, Teknik Konversi Energi

4.

Zuhal, 2000, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan


Elektronika Daya, Jakarta, P.T. Gramedia

13

PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

LAMPIRAN

Alat pendeteksi Korona.

14