Anda di halaman 1dari 7

PORTOPOLIO

MANAJEMEN KEPERAWATAN
DI RUANG PENYAKIT PARU (R.I)

Disusun Oleh:
Abang Dedi Setiyadi

PROGRAM STUDI NERS


STIKES YARSI PONTIANAK 2015/2016

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan organisasi yang sangat komplek dan merupakan
komponen yang sangat penting dalam upaya peningkatan status kesehatan bagi
masyarakat. Salah satu fungsi rumah sakit adalah menyelenggarakan pelayanan
dan asuhan keperawatan yang merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan
dengan

tujuan

memelihara

kesehatan

masyarakat

seoptimal

mungkin.

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan yang professional yang merupakan


bagian integral dari pelayanan kesehatan . Pelayanan keperawatan menjadi bagian
terdepan dari pelayanan kesehatan yang memnentukan kwalitas pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit . Keberadaan keperwatan dalam memberikan ASKEP
dalam situasi yang komplek selain 24 jam secara berkesinambungan melibatkan
klien , keluarga maupun profesi atau tenaga kesehatan yang lain .Pelayanan
keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Dalam
pelayanan kesehatan, keberadaan perawat merupakan posisi kunci, yang
dibuktikan oleh kenyataan bahwa 40-60 % pelayanan rumah sakit merupakan
pelayanan keperawatan dan hampir semua pelayanan promosi kesehatan dan
pencegahan penyakit baik di rumah sakit maupun tatanan pelayanan kesehatan
lain dilakukan oleh perawat.
Untuk meujudkan pelayanan keperawatan yang berkwalitas sesuai dengan
visi dan misi Rumah Sakit tidak terlepas dari proses manajemen , yang
merupakan satu pendekatan dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu
kegiatan organisasi. Manajemen keperawatan adalah suatu proses kerja yang
dilakukan oleh anggota staf keperawatan untuk memberikan ASKEP secara
professional . Dalam hal ini seorang manajer keperawatan dituntut untuk

melakukan limafungsi utama yaitu POAC agar dapat memberikan ASKEP yang
efektif dan efisien bagi pasien dan keluarganya ( Nursalam 2002,Gillis,
1996 ) . Proses manajemen keperawatan dilaksanakan dalam tahap tahap yaiti
pengkajian ( kajian situasional ) ,perencanaan ( strategi dan operasional ) .
implementasi dan evaluasi.
Rumah sakit dr. Soedarso Pontianak adalah Rumah sakit tipe B yang
menerima rujukan nacional. Perlu menampilkan metode pemberian ASKEP yang
tepat sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkwalitas. Keberhasilan
suatu asuhan keperawatan pada pasien sangat ditentukan oleh pemilihan metode
pemberian askep. Ada beberapa metode sistem, Mc Laughin, Thomas,
Bartenrm(1995) mengidentifikasi delapan model pemberian askep, tetapi model
yang sering digunakan di rumah sakit antara lain, asuhan keperawatan total,
keperawatan tim, dan keperawatan primer (Nursalam, 2012).

B. Tujuan
Tujuan akhir dari praktik klinik profesi kepemimpinan dan manajemen
keperawatan adalah untuk memfasilitasi permasalahan yang ada di ruang paru
bawah sehingga mampu menjadi suatu ruangan yang memiliki manajemen
ruangan yang efektif dan efisien bagi semua komponen yang ada diruangan serta
mampu memberikan pelayanan keperawatan secara tepat, cepat dan akurat. Dan
dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif, harmonis, kompak, dinamis dan
kekeluargaan di ruangan paru Rumah Sakit dr. Soedarso Pontianak.
C. Refleksi Diri
Dalam saya mengikuti praktek stase manajemen keperawatan yang
langsung terjun ke Rumah Sakit dr. soedarso selama 3 minggu proses praktik
manajemen keperawatan, selama praktik saya merasa ada peningkatan

kemampuan dari diri saya yang sebelumnya tentang keperawatan manajemen.


Salah satunya saat saya menjadi ketua tim, kepala ruangan, misalnya katim selalu
memberikan pengarahan, memimpin dalam diskusi, membuat jadwal bulanan dan
tahunan, membuat jadwal dinas setiap staff, memberi teguran kepada perawat
pelaksana dalam melaksanakan tugas, member motivasi kepada perawat pelaksana
kepada pasien pegangan masing-masing. Dalam saya mengikuti praktek
manajemen keperawatan sebagai katim, saya sangat senang mengerjakan tugas
sebagai ketua Tim karena menurut saya peran Katim sangat mempengaruhi
perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan. Beberapa peran
penting untuk mengendalikan, mengontrol, menerima laporan, dan menanyakan
rencana tindak lanjut ke anggota tim dalam memberikan asuhan keperawatan
kepada pasien.
Menurut saya berdasarkan pengalaman pada saat praktik, tugas yang
terasa susah yaitu saat memberi motivasi pada perawat pelaksana, kemudian yang
sulit untuk dilakukan perubahan yaitu dalam memberi laporan kepada dinas
berikutnya yaitu kurangnya melaporkan kondisi pasien yang berhubungan dengan
dokumentasi keperawatan, kurangnya evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang
telah dilakukan dan perencanaan pasien pulang yaitu tindak lanjut pada pasien dan
keluarga. Kemudian menurut saya berdasarkan pengalaman yang saya rasakan
tugas yang terasa sedikit berat untuk dijalankan adalah ketika mengontrol anggota
tim dalam melakukan praktek keperawatan,melakukan supervisi keanggota tim
dan membuat laporan dokumentasi dan mengevaluasinya. Saya menyukai
kegiatan pre conference dan juga post conference karena dalam kegiatan itu saya
belajar memahami fungsi dan peran seorang karu untuk memimpin suatu ruangan,
seorang ketua tim dalam memimpin tim dan juga mendiskusikan tentang masalah
apa yang dihadapi pasien serta rencana yang akan dilakukan, serta perawat

pelaksana yang dengan baik melakukan asuhan keperawatan kepada pasien secara
holistik.
Praktek manajemen keperawatan menurut saya adalah praktek yang
sangat berbeda dari praktek keperawatan lain yang saya alami, jadi perlu
pembelajaran yang sangat seius serta sumber-sumber yang dapat mendukung.
Bimbingan dari dosen pembimbing adalah salah satu metode pembelajaran yag
sangat mudah saya pahami dan saya terapkan, selain itu buku panduan praktek
profesi juga menjadi sumber pembelajaran. Sebelum saya mengikuti praktek
manajemen keperawatan saya belum memahami apa sebenarnya tujuan di
bentuknya Tim keperawatan di ruangan serta cara memimpin dan melibatkan
relasi lain dalam penyembuhan pasien, namun setelah saya mengikuti praktek
manajemen keperawatan saya menjadi lebih paham. Karena waktu yang diberikan
hanya 3 minggu bagi saya kurang untuk mempelajari manajemen secara lebih
dalam jadi masih banyak hal yang harus saya pelajari terutama dalam hal
membuat laporan hasil dan mengevaluasinya tugas dari katim dan pendelegasian
tugas dari karu sebab kedua hal tersebut masih belum saya benar-benar pahami.
Walaupun waktu yang diberikan hanya 3 minggu banyak ilmu baru yang saya
dapat saat melakukan praktek manajemen keperawtan salah satunya adalah ketika
saya belajar bagaimana berhadapan dan bekerjasama dengan kelompok atau
anggota tim untuk lebih memahami tentang manajemen keperawatan dengan
strategi yang saya miliki yaitu bersikap percaya diri serta pembekalan ilmu yang
saya pelajari terlebih dahulu. Namun adahal yang belum bisa saya pelajari yaitu
cara membuat orang-orang disekitar saya tertarik untuk mengikuti hal-hal yang
bersifat manajemen keperawatan dan itu menjadi tantangan saya kedepan.
Strategi keperawatan dalam praktik manajemen keperawatan yang dapat dibuat
untuk selanjutnya yaitu dimana dalam mempersiapkan sebelum praktik lebih di
optimalkan kembali persiapan-persiapan bahan dalam praktik.

D. KETERANGAN
1. Pembagian jadwal dinas
Jadwal dinas berdasarkan kebutuhan pasien dengan menggunakan rumus
Douglas, dengan perhitungan sebagai berikut:
Waktu dinas

Minimal

Parsial

Total

Pagi

Jumlah Px X 0,17

Jumlah Px X 0,27

Jumlah Px X 0,36

Sore

Jumlah Px X 0,14

Jumlah Px X 0,15

Jumlah Px X 0,13

Malam

Jumlah Px X 0,07

Jumlah Px X 0,10

Jumlah Px X 0,2

Total
Contoh:
Perhitungan dinas di ruangan berdasarkan kebutuhan pasien:
Waktu dinas

Minimal

Parsial

Total

Jumlah

Pagi

8 X 0,17

4 X 0,27

1 X 0,36

2,71

Sore

8 X 0,14

4 X 0,15

1 X 0,13

2,02

Malam

8 X 0,07

4 X 0,10

1 X 0,2

1,16

Total

Perhitungan jadwal dinas menurut Easter (1990) persifht sebagai berikut:


Pagi

: 47%

Sore

: 36%

Malam

: 17%

Contoh:
Dengan total perawat ruangan sebanyak 17 orang. Pembagian persifht ruangan:
47% X 17 orang = 7,99 orang = 8 orang
36% X 17 orang = 6, 12 orang = 7 orang
17% X 17 orang = 2,89 orang = 3 orang
2. Proses pre dan post conference

E. Penutup
Pernyataan ini adalah benar dan dalam penulisan portofolio ini adalah
hasil karya sendiri berdasarkan pengalaman dan analisis diruangan selama saya
mengikuti praktik manajemen di ruang Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak.