Anda di halaman 1dari 4

ARTIKEL MASALAH PELAYANAN KESEHATAN

DI SUSUN OLEH :
NAMA : SANDHY ENDRA JAYA
NIM : 15.086
TINGKAT : I (B)

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH


KABUPATEN KONAWE
2015/2016

ARTIKEL MASALAH PELAYANAN KESEHATAN


masalah pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia ini. Kebanyakan dari mereka
lebih banyak menyorot permasalahan seperti politik, hukum, pendidikan, ataupun ekonomi.
Padahal, permasalahan-permasalahan tersebut seperti tidak ada habisnya. Mereka melupakan
bagaimana kualitas pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia selama ini.
Disini kami akan sedikit membahas masalah pelayanan kesehatan di Indonesia.
Masalah pelayanan kesehatan disini yang akan kami bahas adalah pelayanan kesehatan dari
tingkat primer, atau yang mendasar. Contohnya ialah pelayanan kesehatan di puskesmas.
Puskesmas adalah suatu persatuan kesehatan fungsional merupakan, pusat pengembangan
kesehatan masyarakat disamping juga membina peran serta masyarakat, memberikan
pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam
bentuk kegiatan pokok. Oleh karena itu puskesmas diharapkan dapat menjadi tempat untuk
memperbaiki kesehatan masyarakat Indonesia.
Tetapi dalam kenyataannya puskesmas tidak dapat memenuhi fungsinya dengan
baik. Apalagi puskesmas yang berada di desa-desa kecil. Banyak keluhan masyarakat desa
yang mengatakan tentang masalah pelayanan, tenaga medis serta manajemen puskesmas yang
masih buruk dan tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat
Indonesia.
Masalah yang muncul di tingkat pelayanan kesehatan primer
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan ujung tombak pelayanan
kesehatan bagi masyarakat karena cukup efektif membantu masyarakat dalam memberikan
pertolongan pertama dengan standar pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang dikenal
murah seharusnya menjadikan Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan utama bagi
masyarakat, namun pada kenyataannya banyak masyarakat yang lebih memilih pelayanan
kesehatan pada dokter praktek swasta atau petugas kesehatan praktek lainnya. Kondisi ini
didasari oleh persepsi awal yang negatif dari masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas,
misalnya anggapan bahwa mutu pelayanan yang terkesan seadanya, artinya Puskesmas tidak
cukup memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dilihat dari sarana
dan prasarananya maupun dari tenaga medis atau anggaran yang digunakan untuk menunjang
kegiatannya sehari-hari.
Sehingga banyak sekali pelayanan yang diberikan kepada masyarakat itu tidak sesuai
dengan Standar Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. sikap tidak disiplin
petugas medis pada unit pelayanan puskesmas juga menjadi sebuah masalah. Masyarakat
selalu diperlakukan kurang baik oleh para petugas medis yang dinilai cenderung arogan,
berdalih terbatasnya persediaan obat-obatan pada puskesmas telah menyebabkan banyak
diantara pasien terpaksa membeli obat pada apotik. Tidak hanya hal-hal yang telah
diungkapkan di atas, lebih dari itu, masih ada permasalahan yang muncul di lingkup
puskesmas, misalnya: Jam kerja Puskesmas yang sangat singkathanya sampai jam 12.00 WIB
dan tambahan waktu lembur sampai jam 14.00 WIB, kemampuan keuangan daerah yang
terbatas, puskesmas yang kurang memiliki otoritas untuk memanfaatkan peluang yang ada,
puskesmas belum terbiasa mengelola kegiatannya secara mandiri, serta kurangnya

kesejahteraan karyawan yang berpengaruh terhadap motivasi dalam melaksanakan tugas di


puskesmas.
Penyebab terjadinya maslah di puskesmas
Pelaksanaan manajemen yaitu merupakan hal penting yang menentukan dalammencapai
tujuan yang efisien dan efektif dari tujuan Puskesmas. Dapat dikatakan juga bahwa
kurangnya pengetahuan para Kepala Puskesmas dan rendahnya disiplin/etos kerja staff,
menjadikan unsur manajemen ini tidak berjalan. Tentu hal ini menghambat kinerja.
Sarana dan prasarana di puskesmas di Indonesia terkesan tidak diperhatian oleh pemerintah
dengan alasan wilayah geografis yang sulit untuk dijangkau, sehingga sarana dan prasarana
yang ada di dalam Puskesmas sangat terbatas, baik berupa alat medis maupun obat-obatan.
Hal ini terjadi akibat dari sumber keuangan yang dimiliki Puskesmas terbatas sehingga mutu
pelayanan puskesmas pun menjadi rendah karena tidak sesuai dengan standart kesehatan.
Tenaga medis: Jumlah tenaga medis yang sangat sedikit mengakibatkan ketidakmampuannya
melaksanakan
program
dari
Dinas
Kesehatan.

Solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada di puskesmas


Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan yang terinstitusionalisasi mempunyai
kewenangan yang besar dalam menciptakan inovasi model pelayanan kesehatan di daerah.
Untuk itu dibutuhkan komitmen dan kemauan untuk meningkatkan atau meratakan kualitas
dan kuantitas pelayanan kesehatan dengan melakukan revitalisasi sistem kesehatan dasar
dengan memperluas jaringan yang efektif dan efisiensi puskesmas,peningkatan jumlah dan
kualitas tenaga kesehatan atau revitalisasi kader PKK,pembentukan standar pelayanan
kesehatan untuk kinerja sistem kesehatan yang komperehensif,serta memperbaiki sistem
informasi pada semua tingkatan pemerintah.
Dari banyak kasus yang terjadi di banyak daerah,jelas bahwa puskesmas memiliki
pencitraan yang rendah pada saat sekarang,terutama jika dilihat dari sarana,puskesmas tidak
memilki fasilitas yang lengkap walaupun sudah mendapat dana dari dinas kesehatan.
Selain itu dari semua masalah yang muncul persoalan pertama yang harus diatasi
adalah masalah manajemen puskesmas dengan cara penempatan SDM kesehatan yang
memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni, sehingga tidak terkendala dalam
penjabaran fungsi-fungsi Puskesmas yang terintegrasi dengan visi dan misi pembangunan
kesehatan.
Semua program puskesmas dengan manajemen yang sudah di perbaiki terlebih dahulu
tersebut, yang selanjutnya harus dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip-prinsip nondiskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan. Artinya, kita harus membuka akses seluasluasnya kepada masyarakat tanpa kecuali untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. dengan
mengutamakan upaya pereventif, promotif, tanpa harus mengabaikan upaya rehabilitatif dan
kuratif.
Kepada masyarakat, tetap kita berharap mereka memelihara dan menjaga perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya prioritas yang harus dibudayakan, sehingga
kita berharap fungsi-fungsi Puskesmas lebih fokus kepada upaya preventif dan rehabilitatif.

Namun sebagai upaya kita untuk mendekatkan dan membuka akses pelayanan
kesehatan dasar seluas-luasnya yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, setiap hari kerja baik di
Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan, kita memiliki petugas yang siap melayani. Karena
itu masyarakat tidak perlu ragu untuk datang, baik itu melakuakan pemerikasaan kesehatan,
pengobatan maupun konsultasi masalah kesehatan yang mereka hadapi.