Anda di halaman 1dari 12

Media Online : www.perak-online.

com

PeduliRakyat
Mengungkap Fakta Tanpa Kompromi
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 06-20 Februari 2015

Baca Juga Beritanya


www.perak-online.com

Rp5.000,- Luar Jawa + Ongkos kirim

Soal Pemecatan AS, Warga Mengeluh,


Sang Calo CPNS Tunggu Pelayanan BPJS
Keputusan Bupati Kota Cimahi Amburadul

Kejari Subang Tindaklanjuti

Kasus Korupsi
Desa Tanjungrasa
Hal

Email : red.pedulirakyat@gmail.com

Pasien Jumsih dan Eneng saat di evakuasi Rabu, 29/10/2014

Hal

Hal

10

KPK VS POLRI Babak Baru


PEDULI HUKUM
Legitimasi Kebijakan Publik (Bag2)
Oleh: Dr. Ujang Charda, S,H., M.H.
(Dekan Fakultas Hukum Universitas Subang)
bahwa antara
kebijakan yang
diambil oleh
seorang kepala
daerah dan
kejahatan yang
d i l a k u k a n
merupakan
rangkaian yang
menyebabkan
terjadinya suatu
tindak pidana. Jadi
harus terungkap,
bahwa suatu akibat
tertentu menjadi bestanddeel(bagian inti delik
untuk unsur konstitutif yang dinyatakan dengan
tegas dalam undang-undang).
Selanjutnya untuk menilai apakah suatu
kebijakan yang diambil itu merupakan suatu
kejahatan, dalam hukum pidana sejak tahun 1930
dikenal asas tiada pidana tanpa kesalahan (keine
strafe ohne schuld) hanya yang bersalah atau
perbuatan yang dipertanggungjawabkan kepada
pembuat yang dapat dipidana, hal ini menurut
Idema, bahwa kesalahan dalam hukum pidana
merupakan jantungnya, dan sejalan dengan itu
Sauer mengemukakan, bahwa dalam hukum
pidana ada tiga pengertian dasar, yaitu sifat
melawan hukum (unrecht) kesalahan (schuld),
dan pidana (strafe).
Adapun kesalahan mengandung unsur
kesengajaan, kelalaian (culpa) dan dapat
dipertanggungjawabkan. Menurut Hazewinkel ke hal 11

Akhirnya, Sebanyak
1538 CPNS Subang
Akan Diangkat
SUBANG,
(PERAK).Selama 1
(Satu) tahun,
para Calon
Pegawai Negeri
Sipil (CPNS)
Kategori II
Kabupaten
Subang yang
lulus seleksi
menunggu Surat
Keputusan (SK).
Lambatnya SK
tersebut lantaran
adanya panding-an yang sekarang sudah
diperbaiki. Sementara, 1538 orang dari 1619 yang
dinyatakan lolos, dalam waktu dekat ini akan
segera diangkat.
Demikian disampaikan oleh Kabid
Pengadaan dan Pengembangan Pensiunan
Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Subang, Drs. Heri Tantan Sumaryana saat
pelaksanaan sosialisasi CPNS yang lulus maupun
yang tidak lulus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten
Subang, Rabu (13/01/2015).
"Sosialisasi pertama saya sampaikan-

Penunjukan Sarpin Sebagai Hakim Tunggal


Praperadilan BG, Dipertanyakan?
JAKARTA, (PERAK).Pengamat hukum tata negara
mempertanyakan penunjukan hakim
yang memimpin sidang praperadilan
Komisaris Jenderal Budi Gunawan
di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,
yakni Sarpin Rizaldi. Pasalnya,
hakim madya utama itu sering
mendapatkan pengaduan dari
masyarakat.
Denny Indrayana, mantan
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, mengatakan Sarpin Rizaldi
sudah mendapatkan pengaduan
masyarakat sebanyak delapan kali,
yang membuat rekam jejaknya
semakin dipertanyakan.
"Saya dengar bahkan sudah
delapan kalau beliau mendapatkan
pengaduan. Kenapa hakim dengan
rekam jejak begitu mendapat tugas di
praperadilan strategis seperti ini,"
kata Denny saat ditemui di bilangan
Diponegoro, Ahad (1/2).
Denny menilai penunjukan
Sarpin sebagi hakim tunggal tunggal
praperadilan Budi Gunawan

memunculkan
anggapan akan
adanya praktik
mafia hukum
dalam prosesnya
nanti. Oleh
karena itu, dia
m e m i n t a
Mahkamah
Agung dan
Komisi Yudisial
u n t u k
mengawasi
s i d a n g
praperadilan
yang rencananya
akan dimulai
besok, Senin
(2/2).
Lebih jauh
lagi, Denny
sebenarnya lebih
menginginkan
jika Mahkamah Agung bisa
melakukan penggantian hakim
sebelum sidang dimulai. Namun, dia
merasa hal tersebut akan sulit terjadi

kami meminta MA dan KY untuk


mengawasi jalannya sidang," kata
Denny.ke hal 11

Skandal BPJS Rp60 Miliar


Yakin Penyidik Polda Mampu Usut Tuntas Hingga Keakar- akarnya
SUBANG, (PERAK).Terkait proses hukum dugaan
korupsi realisasi anggaran Dinas
Kesehatan (Dinkes) Subang yang
bersumber dari dana sumbangan
ke hal 11
Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) diperuntukan
pelaksanaan program Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) tahun
2014 senilai Rp40 Miliar, pihak
Dinkes menyerahkan sepenuhnya
kepada pihak Polda.
Mengenai berita diduga

penyimpangan atau apapun dalam


beberapa kegiatan itu mah sudah
menjadi hak sepenuhnya Polda. Kita
mah koopertif, dipanggil ya datang,
dimintai keterangan ya kami jelasin.
Polda yang akan menentukan siapasiapa misalnya yang memang
memberikan keterangan atau tidak,
itu baru proses, kita belum tahu,
demikian diungkapkan Kepala
Bidang Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan (P2P & PL),

Dinas Kesehatan Kabupaten Subang,


dr. Maxi, S.H, MH.Kes Selasa (3/2).
Disinggung soal isu
pengunduran diri kadis, sekdis
beserta kabid- kabid akibat proses
hukum yang menjerat dinas ini, Maxi
membantah. Mengenai isu
pengunduran diri, itu tidak benar, apa
kaitannya kita mau mundur,
ungkapnya.
Dari pantauan Perak
dilapangan, paska munculnya
kepermukaan terkait penanganan
kasus tersebut oleh Polda, beberapa

pejabat di dinkes kerap bolak- balik


ke Polda dan bahkan terlihat jarang
ngantor.
Sementara itu, Wa Dase Ketua
LSM Gerakan Aliansi Sarjana
Subang (Ganas) terus mengawal dan
menyoroti perkembangan kasus ini.
Kita terus kawal bersamasama dan percayakan penuh kepada
pihak penyidik Polda. Yakin mereka
pasti mampu mengusut tuntas kasus
ini hingga tak satu pun pelaku yangke hal 11

Diduga Kades Karanganyar Gelapkan Uang Sewa Sawah Bengkok


PANTURA (PERAK).Uang hasil sewa sawah titisara
atau bengkok Desa Karanganyar
seluas 13,5 bau atau 94.500 meter
diduga digelapkan oleh kepala
desanya, Makpud. Berdasarkan data
yang diterima Perak besarnya sewa
berkiasar Rp15-17 juta pertahun,
sehingga kalkulasinya mencapai
Rp200 jutaan pertahun.
Mengenai sawah titisara,
uang sewaannya semua diambil oleh
Kades Makpud, ungkap anggota
BPD Karanganyar Rosid (Nama
samaran) kepada Perak.
Rosid menambahkan, Kades

Makpud terkesan tertutup, jadi jika


ada dana apapun, BPD tak pernah
dibawa musyawarah. Hal ini BPD
tidak bisa mengontrol kinerja kades
sepenuhnya,
Selain itu kata Rosid, bahkan
selama dirinya menjabat anggota
BPD tidak pernah mendapat dana
tunjangan dari APBDES.
Sesuai dengan Pasal 62
Undang-undang No. 6 Tahun 2014
tentang Desa, seharusnya BPD
berhak mendapat tunjangan yang
diambil dari APBDES, terangnya.
Sekdes Karanganyar Abdul
Ghoni membenarkan ikhwal
ke hal 11

Diduga, Program Gapura Intan Dipungli 12,5%

ke hal 11

diakibatkan waktu yang terlalu


berdekatan.
"Sebenarnya, lebih baik MA
mengganti hakim tersebut tapi
tampaknya sudah terlambat. Maka,

disewakannya sawah titisara,


namun dirinya tidak tahu persis soal
hak BPD yang tidak diberikan
tersebut.
Mengenai sawah titisara yang
luasnya sekitar 9 hektar lebih itu
hal 11
disewakan, tapi sayaketidak
tahu sama
sekali itu urasan kades, ucapnya
kepada Perak di kediamannya,
Selasa (03/02/15).
Abdul menambahkan,
mengenai dana banprov, sudah ada
reaslisasi kurang lebih 60 sampai 70
truk, walaupun ada sisa berapa saya
tidak tahu apa-apa, untuk dana
gapura sudah terwujud, namun

STOP PRESS : Hubungi Kami Jika Wartawan/ti Peduli Rakyat Melakukan Pemerasan, Intimidasi, Minum Miras dan Narkoba.

pembangunan aula desa kades


pernah menyatakan belum ada
waktu, sedangkan dana untuk
menyelesaikan bangunan desa
masih ada.

ke hal 11

DAPUR REDAKSI & KPK


Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

DITERBITKAN OLEH :
CV. Pe-Rak & FORUM MASYARAKAT PEDULI
DASAR :
UNDANG-UNDANG PERS NO. 40 TAHUN 1999

Kejari Subang Tindak Lanjuti


Kasus Korupsi Desa Tanjungrasa
dugaan korupsi
sejumlah program di
Pemerintahan Desa
Tanjungrasa,
K e c a m a t a n
Ta m b a k d a h a n k e
Kejaksaan Negeri
(Kejari) Subang, Selasa
(13/01/2015).

PENDIRI :
Asep Sumarna Toha
Iis Marlyana
PENANGGUNG JAWAB :
Asep Sumarna Toha
DEWAN PENASEHAT :
HM. Nurcholid, Moch. Toha, Mr. Mind
PENASEHAT HUKUM :
Hasanudin Misilu, SH,
Abdurahman T. Pratomo, SH.,
Dr. Ujang Charda S, S.H.,M.H.

Menurut Ketua
Umum FMP, Asep
Sumarna Toha, laporan
tersebut berdasarkan
hasil investigasi dan
keterangan dari
pengurus Badan
Permusyawaratan Desa
(BPD) Tanjugrasa yang
berhasil dihimpun Tim
Investigasi FMP.

DEWAN PEMBINA :
Ir. Buddy Edyanto, Hendi Sukmayadi,
Tubagus Ade,
Drs. R. Pandu Padmasubya, M.Si.
Ki Tubagus Bias Lawu
PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN
PERUSAHAAN :
Asep Sumarna Toha
WAKIL PEMIMPIN
REDAKSI
Suryana
REDAKTUR PELAKSANA :
Dedi SM.

DESAIN/LAY OUT:
Ridwan Nurliyana
Hari Saptanaya

REDAKTUR :
Hendra Sunjaya

KEUANGAN :
Iis Marlyana.

SEKRETARIS
REDAKSI :
STAF REDAKSI :
Hari Saptanaya

SUBANG, (PERAK).-

Asep memaparkan
ada 6 (enam) item
program bantuan tahun
anggaran 2013-2014
yang diduga dikorup
mulai dari dana
pembangunan gapura,
aula, rehab kantor desa,
pos kamling dan lapang
futsal, paparnya.

Pihak Kejaksaan Negeri Subang


tengah menindaklanjuti berbagai
kasus dugaan korupsi di tubuh
birokrasi pemerintahan Desa
Ta n j u n g r a s a , K e c a m a t a n
Tambakdahan, Kabupaten Subang.

Disebutkan Asep, diduga pihakpihak yang bertanggungjawab atas


penyimpangan ini adalah, Jayartih,
S . P d . K e t u a L P M D Ta s l a n i ,
Sekretaris Desa Drs. Anda Sugiantoro
mantan Ketua BPD.

Kasus korupsi di Desa


Tanjungrasa sudah ditangani dan
kami sudah turun ke lapangan,
mengenai hasilnya nanti kami
beritahukan lagi, ujar Kasie Intel
Kejari Subang, Choki Maraden
Hutapea, S.H., saat dikonfirmasi
dikantornya, Senin (02/02/2015).

Asep merinci besaran dugaan


penyimpangan tersebut yakni untuk
pembuatan gapura desa senilai Rp50
juta diperkirakan terealisasi Rp20
juta, dana Bantuan Provinsi Rp100
juta terealisasi Rp57 juta, rehab aula
desa dari dana ADD Rp30 juta
terealisasi Rp20 juta, rehab kantor
desa dari dana ADD Rp55 juta
terealisasi Rp30 juta, Pos Kamling
dari ADD Rp5 juta terealisasi Rp2
juta dan pembangunan lapangan
futsal dari dana aspirasi dan ADD
Rp42 juta terealisasi Rp20 juta,
sehingga totalnya mencapai Rp133

DEWAN REDAKSI :
Asep Sumarna Toha,
Ir. Buddy Edyanto,
Tubagus Ade,
Hendi Sukmayadi,
Endang Muslim.

MARKETING IKLAN
/SIRKULASI :
Adih, Asep Dian,
Yetin

Ka. Biro & Wartawan


Subang Kota : Adih Rohendi, Jajat Darmatika.
Subang Selatan : Bambang Kurniawan, Subang Utara /
Pantura : Atang S., Datim, Asep Sukmara. Subang Tengah :
Suryana, Kab. Bandung : Alamta Sitepu (Ka. Biro), Asep Rahmat,
TB. Endang S. Kab. Bandung Barat : Ferry RFB (Ka. Biro), Andri
AN, Indah PP. Kota Cimahi : Harold K. Provinsi Jawa Barat /
Kota Bandung: Dedi SM. Tasikmalaya : Budi Saputra.
Karawang : Dennis F.W. Garut - Garsel : Ade Suhendi, Hidayat,
Ruhiyat, Endang Kamaludin. Perwakilan Prov. Bali : Boby
Yudha Christiyanto, Yudi Sutisna, Made Isabela, Masduki.
Kab./Kota Ciamis: Asep Akasah.
Alamat Redaksi/ Tata Usaha/ Iklan :
Jl. Palabuan, Kp. Cisugih RT/RW 02/07,
Kel. Sukamelang, Kec./Kab. Subang.
Telp: 0260416544
Hp : 08170116572 ( PU/Pimprus), 085221611968
Email : red.pedulirakyat@gmail.com
REKENING: Bank Mandiri Cab. Subang, A/n: Asep Sumarna Toha
No. Rek: 1320005655460. Bank Jabar Banten Cab. Subang, A/n:
Asep Sumarna No. Rek : 0007420331100.
Bank BRI Subang, No. Rek : 346101001976506, a/n Asep Sumarna.

STOP PRESS :
Semua Wartawan Peduli Rakyat selalu
dibekali tanda pengenal dan terdaftar dalam
Box Redaksi serta tidak diperkenankan
menerima atau meminta imbalan dalam
bentuk apapun dari narasumber

TARIF IKLAN

STOP PRESS

Asep Supriatna
Wartawan Subang
Nama tersebut sudah tidak terdaftar sebagai wartawan di
Redaksi Media Peduli Rakyat sejak berita STOP PRESS
ini dimuat, sehingga segala perilakunya diluar tanggung
jawab kami.
Tertanda
.
Pemimpin Redaksi

Seperti yang dikutip dari

www.perak-online.com ,
Divisi Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi-LSM Forum Masyarakat
Peduli (FMP) telah melakukan
pelaporan dan pengaduan terkait

jutaan.
Harapan kami dengan semakin
meleknya masyarakat, dalam arti
mereka mau berperan aktif dalam
pengawasan terhadap kinerja
didesanya masing-masing, terutama
BPD yang fungsinya sebagai
pengawasan terhadap kinerja
aparatur desa. Mudah-mudahan
tindak pidana korupsi dapat terdeteksi
secara dini dan bahkan menjadi rem
bagi para pelakunya, tukasnya.
Menurut Ketua BPD
Tanjungrasa yang baru menjabat
beberapa minggu ini, M. Yusuf Salim
mendukung upaya LSM FMP,
pasalnya selama dirinya dan anggota
lainnya terdaftar sebagai anggota
BPD tidak pernah dilibatkan dalam
pembahasan program-program
tersebut, bahkan laporan
pertanggungjawaban program pun
sama sekali tidak pernah
mengetahuinya, hanya diketahui
ketua saja, ujarnya gamblang.
Sebelumnya seperti diberitakan
Perak, bahwa dana gapura
Rp50.000.000,- di desa ini diduga
kuat dijadikan bancakan oleh oknum
Ketua LPMD. Pasalnya, jelas PJOKnya masih ditangani ketua LPMD
Jayartih, S.Pd., namun ketika
dikonfirmasi melalui telepon seluler
pada tanggal 19 November 2014,
ketua LPMD mengatakan bahwa
garapan gapura dana yang ia pegang
hanya Rp26.000.000.-.

mata salah satu anggota hansip bahwa


pemasangan pagar tembok hanya di
diletakan diatas pondasi yang lama.
Selang waktu dua hari pada
tanggal 21 November 2014 salah satu
dari anggota BPD menanyakan
kembali tentang gapura, namun
keterangan awal dan yang sekarang
tidak sinkron, kata salah satu anggota
BPD, bahkan Ketua LPM
mengatakan dengan gamblang bahwa
dana yang Rp50 juta semuanya sudah
habis. Namun salah satu dari anggota
BPD menanyakan softcopy LPJ
gapura, ujar ketua LPM semuanya
sudah diarsipkan di Kepala Desa
Tanjungrasa.
Namun
ketika Perak
mengkonfirmasi Kades Ir. Winanto,
dia mengatakan, saya mah soal
gerbang tidak tahu menahu karena
PJOK-nya juga LPM, begitu pula
rehabilitasi aula desa senilai Rp30
juta sempat terbengkalai meski dana
sudah dicairkan jauh-jauh hari,
kilahnya.

Sisanya ada di Sekdes Taslani


dan Ketua BPD, Drs. Anda
Sugiantoro sebesar Rp24.000.000,dan tidak tahu digunakan buat apa,
ujar Jayartih.

Atas mencuatnya kasus tersebut,


anehnya Winanto mengatakan
merasa risih. Dikatakannya bahwa
semenjak pemberitaan Perak, kantor
desanya sering didatangi wartawan
dan LSM, bahkan sang kades sempat
meminta agar Perak berhenti untuk
memberitakan seputar masalahmasalah didesa yang dipimpinnya itu.
Dia beralasan meski yang diberitakan
bukan dirinya yakni koleganya, tetap
saja akan berdampak pada dirinya
sebab ia pun turut menandatangani
LPJ tersebut.

Sementara, dari temuan Perak


di lapangan adanya kejanggalan,
sebab gapura tersebut hanya ada 2
logo padi, dibawahnya hanya
dipasang pondasi dan batu cor, kalau
sayap ke kiri dan kekanan masingmasing + 250 cm saja dan tidak
pasang pondasi, karena dari
keterangan yang di dapat dari saksi

Semenjak pemberitaan Perak,


di kantor saya sering banyak orang
yang datang, ya suka minta gini gitu
dah, jadi saya kadang memilih tidak
datang ke kantor, pusing saya pak,
ungkapnya di Kantor Perak barubaru ini seakan-akan kades
bersekongkol dan membela pelakupelaku yang telah dilaporkan.q Red

Diduga Tak Sesuai Bistek, TPT BRSUD Ciereng Ambrol


Pihak RS Salahkan Cuaca
SUBANG, (PERAK).Diduga tidak sesuai dengan bestek,
bangunan Tembok Penahan Tanah
(TPT) BRSUD Ciereng ambrol dan
menimpa kolam milik warga, Kamis
(29/01/2015). Anehnya, atas kejadian
kegagalan konstruksi serta
kelongsoran ini, pihak rumah sakit
justru menyalahkan cuaca.
Dari pantauan Perak di
lapangan, TPT yang berada di sebelah
barat BRSUD Ciereng, Subang ini
menempel dengan tanah milik warga
dan dibangun tanpa drainase serta
dengan posisi datar. Akibatnya,
bangunan dengan tinggi 2,5 meter
dan panjang 8 meter yang baru selesai
dibangun 3 bulan ini ambrol serta
dibagian lainnya mengalami
keretakan.
Ikin, anak bungsu dari pemilik
kolam yang terkena longsoran merasa
dirugikan sebesar Rp30 Juta untuk
penanaman benih ikan. Selain itu, ia
merasa kecewa lantaran pihak rumah
sakit tidak memakai saluran air di
bawahnya.
Padahal itu sangat berguna
sekali di saat musim begini. Ini malah
tanah rumah sakit di pas sampai batas
tanah dan tidak diberi saluran air
dibawahnya, ungkapnya kepada
Perak, Jumat (30/01/2015).
Selain itu, Ikin menyorot
pembuatan TPT yang tidak
dimiringkan dan pondasinya yang

terlihat tidak dalam serta temboknya


yang tidak memakai besi.
Saya mewakili orang tua saya
sangat kecewa, dari dulu mengapa
pihak rumah sakit membuat tembok
itu tidak digeser dulu, ya minimal 50
cm dan dibuatkan salurannya, jangan
di pas dari batas ini, tandasnya.
Dulu juga yang membuat TPT
itu bukan pihak rumah sakit,
cetusnya, tapi yang membuat orang
tua saya dan pemilik warung
minuman.
Berbeda dengan pernyataan
Ikin, Pihak BRSUD Ciereng melalui
Bagian Humas-nya Mamat beralasan
bahwa awalnya pihak pemilik tanah
tetangga sebelah disana tidak ada
yang mau pengairan kesana.
Ya kalau dipakai pengairan,
tanah kita hilang sebagian, itu juga
yang harusnya lurus. Ini malah jadi
geser kedalam, ya awalnya kita sudah
sesuai dengan perencanaan, akunya.
Pembangunan TPT itu karena
kondisi cuaca untuk bulan-bulan ini
sudah terlalu deras, sehingga debet air
kesana dan terlalu banyak, dalih
Mamat. Dengan tidak adanya saluran
air kesana, sempat komplen pihak
pemilik tanah itu karena tidak ingin
dialiri air dari rumah sakit, jadi
seolah-olah dia menolak kalau ada
saluran air kedaerah sana.
Dia juga komplen pada waktu
itu, menurutnya saya tidak mau

dialirin air yang


berasal dari rumah
sakit, akhirnya kita
bingung mau
kemana kita
membuang air, jadi
total yang tadinya
ada saluran air,
dengan begini
debet air yang
besar maka
benteng itu tidak
bisa menahan,
kilahnya.
Kalau ada
keserasian,
mungkin tidak
akan terjadi seperti
ini, aliran air yang
ada di rumah sakit
k a l a u a d a
salurannya mah
dan ini juga faktor
cuaca dan kalau
benteng itu mah
sudah sesuai
dengan perencanaan, tandasnya.
Kalau dia merasa dirugikan, itu
kan bukan faktor kesengajaan, itu
faktor cuaca. Biasanya tidak seperti
itu, sekarang banjir kan sudah di
mana-mana. Apalagi di kota kota
besar dan lagi sekarang pun kemarin
warga Perumahan Cigadung juga

kebanjiran yang mencapai 60 cm itu


yang di atasnya, apalagi rumah yang
dibawahnya bisa mencapai 1 m,
terang Mamat.
Ya memang kalau saling
menyalahkan, mengapa harus kita
yang disalahkan, ini kan faktor
c u a c a , p u n g k a s n y a
mengkambinghitamkan cuaca. q
qAdih

KPK
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Soal Pemecatan AS, Sang Calo CPNS


Tunggu Keputusan Bupati
Setiawan telah
dikirimkan ke
bupati, begitu juga
dengan Ilyas.
Sementara ini kami
m e n u n g g u
keputusan dari
bupati, ungkap
Sekretaris BKD
Sanusi kepada
Perak (26/1).
Seperti yang
dikutip dari

w w w. p e r a k online.com,

SUBANG, (PERAK).Pihak Badan Kepegawaian


Daerah (BKD) Subang telah
mengirimkan surat permohonan
pemecatan dua Pegawai Negeri Sipil
(PNS) nakal dan tak pernah ngantor,

yakni Asep Setiawan dan Eliyas ke


Bupati Subang. Kini tinggal
menunggu tindakan cepat dan nyata
dari sang pemegang kebijakan
tertinggi diKabupaten Subang.
Surat permohonan Asep

lantaran tidak
pernah ngantor dan
diduga menipu 150
CPNS, Kepala Seksi
Program Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro, Kecil dan
Menengah (Dinkop
dan UMKM)
Kabupaten Subang
Asep Setiawan (AS)
akan dipecat.
Sebelumnya,
AS oleh Inspektorat
Daerah (Irda)
Kabupaten Subang
melalui Surat No.
700/UTA/pHS,02/0
2/Irda, tentang
laporan audit atas
surat BRSUD Kelas B Kabupaten
Subang direkomendasikan untuk
dilakukan pemecatan atas Nama
Asep Setiawan yang dikirimkan ke
Badan kepegawaian Daerah (BKD)

Kabupaten Subang.
Pada pemberitaan sebelumnya,
paska praktek dugaan penipuan
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
terkuak AS menghilang bak ditelan
bumi, terbukti dalam daftar buku
absensinya sama sekali kosong.
Wo w, t i d a k m a i n - m a i n ,
menurut informasi yang dihimpun
Perak bahwa jumlah korbanya
mencapai 150 orang. Dimana
perorangnya diduga dimintai
sebesar Rp150 juta-an, sehingga
totalnya mencapai Rp22 miliaran.
Sementara, langkah yang
diambil oleh Irda dan BKD Subang
dinilai tepat. Pasalnya sudah sangat
jelas dan nyata selain ia diduga
terlibat penipuan CPNS, juga tidak
pernah ngantor alias korupsi waktu
sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah No. 53 tahun 2010
tentang Disiplin PNS, sementara AS
masih lancar menerima gaji dan
tunjangan lainnya. Sehingga akibat
tindakannya itu jika dikalkulasikan
selama 2 tahun berturut tidak
n g a n t o r, N e g a r a m e n g a l a m i
kerugian sekitar Rp100 jutaan lebih.
Menurut keterangan sumber,
sebut saja Setiawan (Nama samaran)
mengatakan kepada Perak bahwa
masalah AS tidak pernah ngantor
karena takut dengan korban CPNS
yang tidak lolos. Hampir per-CPNS
dipungut Rp150 juta per orang dan
jumlah yang dipungut itu sebanyak
150 orang, ungkap Setiawan.
qAdih

238 PNS Jarang Ngantor, Pemda Diminta Tegas


SUBANG, (PERAK).Keberadaan Pegawai
Negeri Sipil (PNS) di
Kabupaten Subang dengan
jumlah mencapai 14 ribu orang
yang masih aktif, sayangnya
sebanyak 238 orang diantaranya
jarang ngantor. Salah satu dari
mereka adalah Ayi Darajat
sebagai Staf Ahli Pemda Subang
yang hampir setahun setengah
membolos dan Asep Setiawan
sebagai Kepala Seksi Program
Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah
(Dinkop dan UMKM) selama 2
(dua) tahun tidak ngantor.
Demikian disampaikan
oleh salah satu anggota Yayasan
Gotong Royong Kabupaten
Subang Koestoyo Wiguena,
S.H., kepada Perak, Senin
(02/02/2015) bahwa tidak ada
teguran yang keras sehingga
ulah PNS nakal tersebut tidak
mempedulikan tentang tugas
pokok dan status
kepegawaiannya.
Kustoyo menambahkan,
dari hasil penelitian yang
dilakukannya pada waktu
pengisian formulir website,
sebanyak 238 PNS yang daftar
h a d i r n y a s a n g a t
memprihatinkan, malah ada
yang hampir satu setengah tahun
tidak pernah ngantor.
Pihak berkompeten tidak
bertindak apa-apa, padahal ini
sangat sangat luar biasa.
Sementara satu sisi
pengangkatan pegawai yang
baru kan mau pakai jurus setan
atau siluman, jurus apapun di

tempuh. Ini kan suatu hal yang


sangat antagonis, padahal
dengan melakukan pembinaan
yang bagus, penambahan PNS
tidak harus besar dan bisa
melakukan menaikan kinerja
mereka dengan para PNS-PNS,
ungkapnya.
Lebih lanjut Kustoyo
menegaskan, masalah ini harus
diperhatikan, tapi kalau
sekarang ratusan begini
dibiarkan, sementara itu kan
meraka lakukan tindakan
kejahatan korupsi waktu
sekaligus ini jelas korupsi.
Ini jelas harus ada tindakan
yang tegas dari pemerintah
daerah, tandas Kustoyo, para
pimpinan yang berkopeten,
semuanya harus bisa melakukan
pengawasan dan pemanggilan,
untuk melakukan suatu
pemanggilan secara paksa atau
apapun bentuknya, karena
menyangkut uang negara dan
uang rakyat, ujarnya.
Jadi harus betul-betul
harus ditekankan aturan, karena
saya kaji tenaga honorer yang
rajin dan yang lulus pun sampai
sekarang kan belum jelas. Jadi,
ini sangat memprihatinkan dan
tindakan yang bersebrangan,
disisi lain ada penerimaan PNS
yang baru, disisi lain ada PNS
yang sudah di angkat, dia
dibiarkan mereka tidak
produktif, ini kan
penghamburan uang Negara,
ungkapnya.
Menyikapi hal itu, ketua
LSM Kupas Danu mengatakan
kepada Perak bahwa harus ada

tindakan yang tegas karena


telah jelas- jelas menyalahi
aturan dan sekarang kan sudah
ada undang-undang yang baru,
itu undang-undang yang dulu
jelas, ketika 3 bulan berturut
turut harus ada pemberhentian
dan pemanggilan.
Harus ada proses
pemberhentian, kalau yang
sekarang kan 45 hari menurut
peraturan baru, jadi
menghimbau kepada
pemerintah yang punya
wewenang untuk pengawasan,
tolong nanti tindak tegas untuk
mencegah jangan sampai seenaknya saja tidak ngantor jelas
itu tindakan korupsi.
Tandasnya.
Telat Absen, PNS DKI Kena
Denda
Seperti yang di kutip dari
http://beritajakarta.com
Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
lingkungan Pemprov DKI
Jakarta kini harus bersiap-siap
menerima sanksi tegas,
khususnya bagi yang suka
terlambat masuk kantor. Sebab,
Pemprov DKI telah menyiapkan
sanksi tegas bagi pegawai yang
melakukan tindakan
indisipliner.
Kepala Inspektorat DKI
Jakarta, Lasro Marbun,
mengatakan, akan ada sanksi
individu dan sanksi kolektif
yang akan diberikan kepada
PNS. Untuk sanksi individu
akan dilihat dari absensi masingmasing pegawai. Jika terlambat
masuk, maka akan didenda

sampai Rp500 ribu.


"Ini sebagai bentuk
pengawasan kita. Pertama, akan
ada sanksi individu kalau tidak
berkinerja baik. Kalau absen
telat akan dipotong cukup besar,
sampai Rp500 ribu," tegas
Lasro, di Balaikota DKI Jakarta,
Kamis (29/1).
Kemudian untuk sanksi
kolektif berupa pemotongan gaji
hingga 10 persen selama dua
bulan berturut-turut kepada
semua PNS di satuan kerja
perangkat daerah (SKPD).
Sanksi itu akan diberikan jika
ada salah satu oknum di SKPD
yang terbukti melakukan praktik
pungutan liar, korupsi, serta
mangkir dari pekerjaan.
"Kalau untuk sanksi
kolektif misalnya salah satu
orang ada yang pungli di dalam
SKPD atau UKPD semua
dihukum, gajinya dipotong 10
persen. Kalau untuk saya sudah
gede banget tuh. Karena kan
Rp80 juta, dipotong 10 persen,
jadi Rp8 juta," tegasnya.
Dia menyebutkan, saat ini
tengah melakukan revisi
Peraturan Gubernur (Pergub)
yang mengatur sanksi terhadap
PNS tersebut. Ditargetkan
Pergub rampung direvisi pada
Februari mendatang. Sehingga
sanksi bisa langsung diterapkan.
"Pergubnya sedang direvisi,
mudah-mudahan Februari

Jual LKS, Kepsek


SDN Sukasari II
Meminta Maaf
PANTURA, (Perak).Seperti yang dikutip dari www.perakonline.com, Jumat (30/01/2015) dengan judul
Orang Tua Murid Keluhkan Penjualan Buku
LKS di SDN Sukasari II. Enar, kepala sekolah
tersebut meminta maaf melalui Media Peduli
Rakyat kepada orang tua/wali murid atas
kebijakan yang dibuatnya.
Enar berdalih, penjualan buku LKS
tersebut, atas dasar pertimbangan pembangunan
nasional dalam bidang pendidikan sebagai
upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta
meningkatkan kualitas/prestasi yang lebih
bermutu untuk menghadapi tantangan zaman
yang lebih maju, baik di bidang pengetahuan
atau akhlak kehidupan sehari-hari.
Maka atas dasar inilah sekolah dasar
negeri II Sukasari menyediakan buku tambahan
yang tidak ada di kurikulum dan itu pun tidak
memaksa untuk di beli oleh murid, ungkapnya
kepada Perak, Kamis (29/01/2015).
Saya tidak merasa mewajibkan anak didik
saya untuk membeli buku itu, saya cuma
menawarkan itu pun mau beli silahkan tidak
juga tidak apa-apa, tambah Enar. Namun jika
perkataan saya salah asumsi maka saya berjanji
tidak akan menyediakan lagi buku-buku lain,
selain buku yang hanya ada di sekolah, dan
tolong sampaikan maaf saya kepada wali murid
mungkin anak didik saya salah menyampaikan
kepada orang tua.
Sementara itu, saat Perak mendatangi
rumah kediaman Uneri (nama samaran), salah
satu orang tua/wali murid yang sempat
mengeluh karena penjualan LKS tersebut
meminta maaf kepada pihak sekolah karena
mengadukan kebobrokan sekolah tempat
anaknya belajar ke Media Perak dan
memaklumi penjualan LKS tersebut.
Mungkin anak saya karena melihat
temannya beli jadi ingin beli, walau
menyampaikan kepada kami terkesan
berbohong dan syukurlah, Pak enar sudah
berjanji seperti itu, karena yang saya tahu Enar
adalah sosok kepala sekolah yang baik dan itu
saya tahu karena anak saya yang lain adalah
lulusan SDN Sukasari II, ungkapnya sambil
tersenyum lega.
Ironis, Seperti tidak pernah makan bangku
sekolahan, jika seorang guru membeli buku
Lembar Kerja Siswa (LKS) ke penerbit.
Pasalnya, LKS harus disusun sesuai dengan
kebutuhan siswa sekaligus merupakan hal
penting, mesti dibuat oleh guru yang notabene
sudah mengeyam pendidikan selama 16 tahun.
Padahal, penggunaan LKS di sekolah akan
menjadi kebanggaan bagi siswa apabila disusun
oleh guru dari para siswanya. Memang dari segi
finansial, penyusunan LKS oleh guru ini tidak
menguntungkan bagi guru itu sendiri ataupun
kepala sekolahnya.
Namun, sangat tiak elok, ketika guru sudah
dinyatakan profesional, dinilai mampu
menyusun perangkat pembelajaran, tapi
ternyata menyusun LKS saja tidak sanggup.
Masihkah guru yang profesional masih merasa
kekurangan uang sehingga masih harus menjual
LKS. Atau, gaya hidup yang tinggi sehingga
jiwa mereka menjadi miskin.
Sebelumnya, dari pantauan Perak di
lapangan, SDN Sukasari II yang berlokasi di
Desa Sukasari RT. 13/RW 04, Kecamatan
Sukasari, Kabupaten Subang ini menjual buku
kepada anak didiknya yang ada di semester 1
sebanyak 6 (enam) buku mata pelajaran dengan
harga Rp9000 per buku. Selain itu, pada
semester 2 sebanyak 7 (tujuh) buku mata
pelajaran dengan harga Rp10.000 per buku
mata pelajaran.
Bisa dibayangkan, jika satu keluarga
mempunyai tiga orang anak masuk sekolah
tersebut, maka berapa biaya yang harus di
keluarkan oleh orang tua/wali murid.qAtang S

HUKUM & KRIMINAL


Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Diduga Stres,
Keponakan
Bacok Paman
SUBANG, (PERAK).Diduga mengalami stres, Kasram atau Oglek
warga RT. 01/RW. 02, Desa Tanjungrasa, Kecamatan
Tambakdahan, Kabupaten Subang tega membacok
pamannya sendiri, Selasa, (02/02/2015).
Akibat kejadian tersebut, sang paman Kaswin
warga RT. 01/RW. 02. Desa Tanjungrasa, Kecamatan
Tambakdahan, Kabupaten Subang mengalami luka
dibagian kepala, pundak, dan tangannya. Korban
langsung dilarikan ke RSUD Ciereng Subang oleh
keluarga dan warga setempat.
Diceritakn Kaswin, pada saat itu ia sedang
menonton tv beserta anak dan istrinya sekitar jam
20.00, tiba-tiba Kasram datang. Kemudian Kaswin
menanyakan berapa gaji hasil tandur Kasram, ia
bukan menjawab malah diam saja. Memang sih saya
tahu mengapa ia tidak menjawab, tapi mendadak dia
mengeluarkan golok dan langsung membabad saya.
Saya tidak tahu kalau dia sedang kambuh
stresnya, ungkapnya saat di konfirmasi Perak di
ruang IGD (3/2) sambil menggigil menahan sakit.
Di tambahkan Carwin, bahwa keponakannya
memang punya kelainan, ia suka sakit stres, kadang
kambuh, kadang tidak, apalagi kalau kepanasan suka
kambuh.
Sementara itu, menurut keterangan warga
sekitar, polisi datang sudah malam, karena ada
laporan warga ke Polsek Binong dan tiap harinya
pelaku bekerja disawah H. Papan, Kp. Wanajaya.
Hingga berita ini dibuat, Kasram diketahui melarikan
diri. q Adih

Misteri Kematian
Cicih S. Belum
Terungkap
PANTURA, (PERAK).Warga Desa Bojongkeding RT. 10/RW. 03,
Kecamatan Tambakdahan masih menyimpan tanda
tanya besar soal penyebab kematian Cicih Setiawati
(32) yang sempat ditemukan mengambang di Sungai
Cigadung, Minggu (01/01/2015) lalu.
Menurut keterangan Efendi (33) kakak korban,
Cicih.adalah wanita penakut dan pemalu
tak
mungkin melakukan aksi nekad.
Anehnya, tak jauh dari lokasi penemuan jasad
korban, motor yang dikendarainya masih ada dan
ditemukan polisi berada di pinggir pesawahan. Polisi
masih terus menyelidiki penyebab kematian korban.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat bunuh
diri.
"Untuk memastikan penyebab kematian korban,
kami masih menunggu hasil autopsi. Tapi hasil
penyelidikkan, tidak ditemukan tanda-tanda
kekerasan pada tubuh korban. Kami menduga,
korban meninggal karena bunuh diri," ungkap Aiptu
Rusmin Abdul Gani, M.M.Pd. kepada Perak sesaat
setelah mengevakuasi korban.
Menurut pengakuan Sunata (35), suami korban,
sebelumnya tidak ada masalah dalam rumah
tangganya dan tidak curiga saat Cicih meminta izin
untuk membeli nasi uduk karena terbiasa.
Pagi itu saya baru pulang ke rumah. Sebab
semalam suntuk tidak tidur sehabis mengairi sawah
dan meminta pada istri saya untuk tidak mengganggu
saat tidur, namun seperti biasa, setiap pagi istri saya
pergi ke warung untuk membeli nasi uduk,
terangnya.
Sementara berdasarkan keterangan salah-satu
tetangga korban, Ujang Roy Sonata, Cicih pagi itu
hendak membeli nasi uduk dengan mengendarai
motor Vario sendiri, namun entah apa yang terjadi
sampai semua yang ada di rumah terbangun dari tidur,
tapi Cicih tak kunjung datang.
Sejak Hari Jumat, (30/01/2015) Cicih tak
kunjung pulang ke rumah dan warga pun
beranggapan Cicih hilang di bawa mahluk ghaib,
bahkan warga sempat melakukan ritual secara adat di
kampung dengan keliling sambil memukul alat
dapur, tapi tak ada hasil, sedangkan keluarga korban
sempat menanyakan kepada beberapa orang pintar,
namun tidak menuai hasil juga.
Hingga akhirnya, mayat Cicih pertama kali
ditemukan oleh dua petani asal Kecamatan
Tambakdahan, yakni Wirsad (60), warga Kampung
Sukamaju, dan Sarya (35), warga Kampung
Kertajaya.
Tentang mengapa Cicih sampai meninggal,
warga pun bertanya-tanya dan itu tugas kepolisian
harus bisa mengungkap tabir kematian Cicih.
qAtang S.

Lakukan Wanprestasi,
RM Jaso Bundo Akan Diusir

SUBANG, (PERAK).Diduga Karena telah


melalaikan kewajibannya
membayar sewa kontrak dan
telah melakukan wanprestasi,
Rumah Makan Jaso Bundo
yang berada di Dusun
Warungnangka RT. 02/05,
Desa Ciasembaru, Kecamatan
Ciasem Kab. Subang akan di
usir secara paksa.
Ning Sasmito diduga
telah melakukan wanprestasi
yakni tidak sama sekali
menyelesaikan bangunan
rumah yang berada disamping

kiri rumah tinggal klien kami


sesuai perjanjian dan tidak
membayar uang sewa kontrak
lahan yang digunakan untuk
bangunan WC sejak jatuh
tempo yakni pada bulan Maret
2014 hingga sekarang, maka
dari itu kami akan mengusirnya
secara paksa, ungkap Ketua
Umum Forum Masyarakat
Peduli Asep Sumarna Toha
kepada Perak di kantornya,
Selasa (03/02/2015).
Asep menambahkan,
dalam minggu ini kita akan
melayangkan Surat Somasi III,

apabila tidak tidak tanggapi


dalam waktu 3 (tiga) hari
setelah surat dilayangkan.
Maka atas kelalaiannya, akan
kami jadikan bukti untuk
menuntut secara perdata, serta
melakukan pengusiran secara
paksa.
Dalam perjanjian kontrak
dengan klien kami H. Bunaim,
disebutkan dalam Pasal 1 pada
poin 4 menerangkan bahwa
'Mengontrakan Bangunan
Rumah yang berada disamping
kiri Rumah tinggal Pihak ke I
(Satu) dengan catatan biaya

kontrak khusus untuk


bangunan ini dipergunakan
untuk menyelesaikan
bangunan tersebut dengan
bistek yang ada hingga selesai,
namun ada 2 (Ruangan)
dibelakang pada bangunan
tersebut tidak boleh
dipergunakan oleh pihak Ke II
(Dua) karena akan digunakan
oleh Pihak ke I (Satu)',
imbuhnya.
Lanjut Asep, dalam Pasal
4, Apabila pihak ke II
melanggar pasal-pasal yang
telah disepakati yang tertera
dalam surat perjanjian ini,
maka pihak ke I memutuskan
secara sepihak mengenai
kontrak rumah makan tersebut.
Pada surat perjanjian
tertanggal 5 Juli 2013,
lanjutnya, telah disepakati
bahwa pihak ke I bersedia
mengontrakan lahan yang
dibangun diatasnya bangunan
WC kepada pihak ke II dan
pihak ke II bersedia membayar
sewa kontrak sebesar Rp12
juta/tahun dimulai bulan Maret
2013.
Berdasarkan hal tersebut,
kami memberikan solusi,
apabila RM Jaso Bundo masih
ingin melajutkan kontrak,
maka harus segera melunasi
kewajibannya, tandas Asep.
qTim

Masyarakat Diminta Kembalikan Raskin Kualitas Jelek


SUBANG, (PERAK).Masyarakat Subang
d i m i n t a u n t u k
mengembalikan Raskin
(beras miskin) kualitas buruk
ke Tim Raskin Perum Bulog
Subdivre Subang melalui
desa masing-masing atau
petugas bulog, selanjutnya
masyarakat tidak perlu
khawatir karena ongkos
pengirimannya ditanggung
bulog.
Bulog siap mengganti
dengan sesuai mekanisme
beras yang rusak melalui desa
atau menghubungi langsung
lewat petugas dan mobil siap
dari bulog, ungkap Kepala
Perum Bulog Subdivre
Subang Dedi Supriadi kepada
Perak di kantornya, Selasa
(27/01/2015).
Seperti yang dikutip dari
w w w. p e ra k - o n l i n e . c o m
(Rabu, 28/01/2015) soal
buruknya kualitas raskin dan
menuai keluhan masyarakat,
pihaknya mengaku tidak
mengetahui, pasalnya tidak
ada pengaduan dari
masyarakat yang masuk ke
Perum Bulog atau laporan
dari desa terkait.

D e d i
menerangkan,ap
abila ditemukan
Raskin yang
tidak sesuai
dengan kualitas
dan kuantitas
yang ditetapkan,
m a k a Ti m
Koordinasi
Raskin/Pelaksan
a Distribusi dapat
mengembalikan
kepada Perum
Bulog untuk
diganti dengan
kualitas dan
kuantitas yang
sesuai.
Mengenai
adanya keluhan masyarakat,
kami tidak mengetahui,
padahal pihak kami telah
melayangkan surat resmi
d e n g a n N o m o r :
B101/10F00/IX/SBG/2014
kepada masing-masing
desa/kelurahan tertanggal 8
September 2014 dan Surat
No.B99/10F00/IX/SBG/201
4 kepada pihak kecamatan
perihal Pemberitahuan

Kualitas dan Kuantitas


Raskin, tandasnya.
Mengingat riskannya
penyimpanan beras, pihaknya
akan melakukan
penyelidikan sekaligus
sosialisasi, hal itu tambahnya,
segala kemungkinan bisa saja
terjadi, seperti di titik
distribusi, kalau langsung
dibagi akan terjaga kualitas
dan kuantitasnya, namun jika
disimpan lebih dari seminggu

tanpa ada foldernya, maka


tiga tumpukan dari bawah
dapat masuk air atau uap
embun.
Nanti saya akan
melakukan penyelidikan
sekalian saya sosialisasi,
kalau mengelak karena
ketidaktahuan, maklumlah
manusia. Tapi, itu riskan
sekali, kalau pintu tidak
dibuka saja, lembab, kuning
semua beras, tandasnya.
qRed

HUKUM & KRIMINAL


Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Aneh, Tanpa Transaksi


Saldo Nasabah BRI Raib
Ironis, sekelas Bank BRI memiliki
keamanan yang lemah, sampai-sampai
uang nasabah hilang tanpa jejak dan
file CCTV-nya rusak, padahal
masyarakat sangat percaya kepada bank
milik pemerintah yang terbesar di
Indonesia itu

SUBANG, (PERAK).Saldo sebesar Rp11.000.000,00


(Sebelas juta rupiah) raib di rekening
Isep Nuryana (49), anehnya pihak
Bank BRI Unit Cisalak Cab. Subang
berkilah bahwa Isep melakukan hal
tersebut secara dipandu orang lain
(telah dihipnotis) dan hal itu diketahui
dalam CCTV, tapi ternyata filenya
tidak bisa terbuka karena sudah
tertumpuk meski baru 4 (Empat) hari.
Ironis, sekelas Bank BRI
memiliki keamanan yang lemah,
sampai-sampai uang nasabah hilang
tanpa jejak dan file CCTV-nya rusak,
padahal masyarakat sangat percaya
kepada bank milik pemerintah yang
terbesar di Indonesia itu.
Atas ketidakmampuan
melindungi nasabahnya, kemudian
pihak BRI mendesak Isep dengan
membuat kesepakatan bahwa hal
tersebut haram diceritakan kepada
pihak lain. Meski demikian, tidak ada
kejelasan soal status uang Isep yang
hilang di ATM pribadinya.
Atas kejadian tersebut, Isep
merasa diabaikan dan tidak
ditindaklanjuti secara profesional
oleh pihak Bank BRI atas raibnya
sejumlah saldo saat melakukan
transaksi ATM.
Disampaikannya kepada Perak,
sesaat setelah membuat laporan
pengaduan kepada LSM Forum
Masyarakat Peduli bahwa dirinya
merasa terombang-ambing dan tidak
mendapatkan perlindungan dari pihak
bank, padahal prosedur
pengaduannya sudah dipenuhi sesuai
dengan keinginan BRI.
Isep menerangkan, sejak 2 tahun
lalu atau pada tanggal 7 September
2012 silam, dirinya hendak
mengambil uang di rekening
pribadinya melalui ATM
Bank
Rakyat Indonesia (BRI) yang
berlokasi di Sumedang dengan sisa
saldo yang masih tersimpan
R p 11 . 4 5 1 . 5 8 7 , - t a p i
ketika
dilihat/cek saldonya telah mengurang

m e n j a d i
Rp451.587,sedangkan
d i r i n y a
m e r a s a
sedikitpun
belum pernah
melakukan
bertransaksi
sebelumnya
d e n g a n
siapapun atau

mengambil/mentransfer saldo sebesar


Rp11.000.000,-.
Setelah dua hari kejadian
kemudian pada tanggal 10 September
2012, Isep melaporkan kepada pihak
Bank BRI Unit Cisalak Cab. Subang,
dan melaporkan perihal kehilangan
saldo di rekening pribadinya tersebut
yang mana hilangnya secara siluman.
Sementara itu
jawaban dari
pihak Bank BRI Unit Cisalak Cab.
Subang bahwa hari itu juga pihak BRI
akan mengkroscek dahulu secara
teliti, dan untuk mengetahui secara
jelas
rinci hasil pengkroscekan
tersebut, Isep disarankan kembali
pada keesokan harinya.
Keesokan harinya (11/09/2012)
Isep langsung datang kembali ke Bank
BRI Unit Cisalak Cab. Subang untuk
menayakan jawaban dari pihak Bank
BRI Unit Cisalak Cab. Subang.
Bahwa Anda telah melakukan
Registrasi phone Banking ID ATM:
51378 (BRI Unit Cisalak Subang, No.
Resi: 1534786 pada tgl. (28/05/2012)
Jam 13:10 serta pernah melakukan
transaksi
menstranfer/penyetoran
sejumlah uang sebesar
Rp11.000.000,- melalui phone
Banking ke kartu kredit HSBC a/n :
Yovita Sukardi dengan No. Kartu :
4472111105004531 pada Tgl,
(07/09/2012) pada Jam 11:32.
Namun, atas jawaban pihak Bank
BRI tersebut, ada beberapa yang
membuat Isep bingung, karena hal itu
ia tidak pernah melakukan Registrasi
phone banking di ATM BRI Cisalak.
Selanjutnya menurut keterangan
Bank BRI Unit Cisalak Cab. Subang,
''Bahwa Anda melakukan hal tersebut
secara dipandu orang lain (telah
dihipnotis) di ketahui dalam CCTV''.
Dengan jawaban tersebut, Isep
langsung memohon bukti otentik
CCTV-nya. Namun, jawaban dari
pihak Bank BRI
bahwa CCTV
tersebut filenya tidak bisa terbuka
karena sudah tertumpuk.
Karena merasa belum puas,

tambah Isep, pada tanggal 12


September 2012, ia langsung
mendatangi Bank BRI Cab. Subang
dan diterima oleh Angga untuk
mempertanyakan perihal yang sama,
jawaban dari pihak Bank BRI Unit
Cisalak dan dianjurkan untuk
membuat dulu surat pernyataan
pribadi dan surat laporan kehilangan
kepada pihak yang berwajib untuk
dijadikan sebagai bahan
pertimbangan pelaporan ke BRI Pusat
p e r i h a l
pengaduan
sebagai nasabah
yang mengalami
kejadian yang
sesuai surat
terlampir,
Pada hari
itu pula saya saya
l a n g s u n g
membuat surat
pernyataan
pribadi dan surat
laporan ke pihak
kepolisian
dengan NO.
STPL/1194/X/20
12/SPKT, bukti
surat terlampir
(BST) serta
l a n g s u n g
diserahkan
kepada pihak
Bank BRI Cab.
Subang, ungkap
Isep.
Pada tangga 5 Desember 2012,
saya menerima jawaban dari pihak
BRI Pusat melalui Cab. Subang,
ternyata jawabannya hampir sama
dengan pihak BRI Cisalak dan BRI
Cab. Subang dengan memberikan
keterangan agar langsung
mengkroscek ke pihak HBSC
terdekat,
Maka Isep langsung
mengkroscek tertanggal 6 Desember
2012 ke pihak HSBC yang terdekat
yaitu Setia Budi Bandung dan
langsung mendapatkan jawaban dari
pihak HSBC, dan meminta nomor
rekening Bank BRI Isep karena
menjanjikan akan mentransfer
kembali uangnya yang telah hilang
tersebut.
Disarankan menunggu tiga hari
jam kerja, tapi usai tiga hari tetap saja
tidak ada saldo saat di kroscek oleh
Isep, dan ia langsung menghubungi
kembali pihak HSBC melalui telepon
seluler, sementara itu hasil jawaban
bahwa dana tersebut bisa di transfer ke
rekeningnya, apabila pihak Bank BRI
Cab. Subang yang meminta ke pihak
HSBC.
Selanjutnya pada tanggal 18
Desember 2012. Isep langsung
medatangi BRI Cab. Subang sesuai
yang disarankan oleh pihak HSBC
Bandung, sementara itu hasil jawaban
dari BRI Cab. Subang menyarankan
mendatangi HSBC Pusat saja.
Isep merasa terombang-ambing
hingga akhirnya mengadukan
polemik ini ke Bank Indonesia
Bandung diterima langsung oleh
Intan, disarankannya agar membuat
surat pengajuan pengaduan
(Kronologis Sengketa) secara rinci
tertulis dan surat itu agar ditembuskan
BRI Cab. Subang dan Unit Cisalak.
Merasa terombang ambing dan
dibohongi, Isep berencana
melaporkan ke pihak berwajib soal
kerugikan yang dialaminya. Lantas,
masih amankah menabung di Bank
BRI? qRed

Tugu Stoom:
Pembangunan Atau Penindasan

SUBANG, (PERAK).-

Stoom, jelas itu merusak estetika.

Pemasangan tugu stoom yang


berlokasi di perempatan Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Subang
bermakna ambigu. Minimnya
insfratruktur yang butuh perhatian
pemerintah, atau maraknya korupsi
yang jelas merupakan penindasan
rakyat.

Lokasi pembangunan tugu


yang berada dipersimpangan jalan
besar dan akses pintu masuk tol
serta jalan alternatif antar daerah,
seyogyanya dibangun tugu yang
mencirikan identitas daerah atau
nilai lebih dari Subang.

Pemimpin Subang yang diberi


amanah oleh rakyat untuk
membesarkan Kota Nanas ini hanya
tahu kepentingan pribadi dan
partainya, itu realitasnya, ungkap
Ketua Umum Forum Masyarakat
Peduli Asep Sumarna Toha kepada
Perak di kantornya, Selasa
(03/02/2015).
Asep menambahkan,
keberadaan tugu harusnya
membawa nilai karakter suatu
wilayah atau daerah dimana tugu
tersebut didirikan. Jangan
sembarang saja, seperti Tugu

Subang punya sejarah yang


besar, selain itu mempunyai karya
yang mendunia seperti sepatu
Chats, kenapa ga itu aja yang
diangkat, daripada simbol
penindasan rakyat seperti stoom
yang melindas rakyat, tandas
Asep.
Asep mengingatkan,
membangun peradaban yang
bermartabat jauh lebih penting
dibandingkan dengan duduk di
kursi kepemimpinan sebagai para
pejabat tetapi menindas rakyat.
qRed

Kerusakan Lingkungan Diduga Penyebab Banjir

Pemda Harus Tegas

SUBANG, (PERAK).Lemahnya pengawasan,


perizinan, tata ruang yang tidak
sesuai, alih fungsi lahan,
merebaknya galian C, pembuangan
sampah sembarangan, bangunan
sepanjang kali, saluran drainase
tidak maksimal merupakan
beberapa faktor penyebab banjir
yang melanda beberapa titik di
Kabupaten Subang.
Demikian disampaikan oleh
Aktivis Lingkungan, Iis Rochati saat
dikonfirmasi Perak, Selasa
(03/02/2015). Pemda harus tegas
menindak pelaku pengerusakan
lingkungan, sebab kondisinya sudah
sangat kritis, ungkapnya.
Iis menguraikan, maraknya
galian pasir dan batu khususnya di
Wilayah Subang Selatan seakan

tidak ada pengawasan. Belum lagi


alih fungsi lahan hutan menjadi
kebun sayuran yang berlokasi di
wilayah Kawasan PTPN VIII,
Ciater, Blok Cicenang menambah
wajah suram Subang akan ancaman
banjir dan pengerusakan air karena
penggunaan pestisida.
Wilayah Subang Selatan harus
dijaga kelestarian lingkungannya,
sebab merupakan daerah resapan air
dan observasi, imbuhnya.
Masalah lain menurut Iis
adalah bebatuan disungai yang
berfungsi sebagai penahan arus
diangkut menjadi bahan bangunan,
sehingga saat air turun tidak ada
hambatan, apalagi saat musim
hujan.
Saluran air yang mengalami
kedangkalan, hal itu menurut Iis
karena adanya alih fungsi lahan
hutan menjadi kebun sayuran,
dijelaskannya bahwa saat hujan tiba,
air akan membawa tanah yang ada di
kebun ke sungai, sehingga terjadi
pendangkalan sungai di Kota
Subang ditambah dengan jalur yang
terpotong oleh bangunan seperti di
Pujasera sehingga banjir melanda.
Selain itu juga bangunan-bangunan
liar di Bantaran Sungai Cimerta dan
beberapa titik lainnya yang tersebar
di wilayah Kabupaten Subang.
Padahal kalau terjadi bencana,
memakan biasa yang tidak sedikit.
Apalagi Subang tidak mempunyai
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah, tandasnya. qRed

SEPUTAR PRIANGAN
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Kekerasan Seksual Terhadap Anak


Sejak Januari 2015, Ada 20 korban
KBB, ( PERAK ).Maraknya perkara kekerasan seksual
terhadap anak kian marak terjadi di KBB. Sejak
bulan Januari 2015, Badan Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga
Berencana (BP3AKB) mencatat sedikitnya ada
empat kasus dengan jumlah korban mencapai 20
orang. Mayoritas, korban anak dibawah umur.

Warga Mengeluh,
Pelayanan BPJS Kota Cimahi Amburadul

Maraknya pengungkapan kasus kekerasan


seksual terhadap anak merupakan sebuah
keberhasilan program pemerintah dalam
memberikan sosialisasi kepada warga terkait
upaya pelaporan. Namun, di sisi lain, hal itu
dinilai ironis karena jumlah korban terus
bertambah.
Kepala BP3AKB, Asep Ilyas mengatakan,
prihatin dengan kondisi yang terjadi. Dia
mengamati, faktor ekonomi kerap jadi pemicu
tindakan kekerasan terhadap anak. Asep
menilai, aksi kekerasan sering terjadi di daerah
yang memiliki jumlah penduduk pra sejahtera
cukup banyak.
"Alhamdulilah dalam pencegahan, kita
sudah berupaya maksimal. Kita sudah ada
kerjasama yang baik dalam rangka
penanggulangan. Untuk penanganan korban,
ketika butuh tenaga medis kita fasilitasi, kita
hadirkan psikolog bagi para korban untuk
memulihkan mentalnya," tuturnya,
Namun, upaya pencegahan tetap menjadi
hal yang perlu diprioritaskan. Asep
menerangkan upaya tersebut harus melibatkan
seluruh dinas terkait dalam rangka pengentasan
kemiskinan.
"Persoalan kemiskinan itu sangat
kompleks. Perlu keterlibatan seluruh dinas dan
masyarakat juga untuk membantu sosialisasi,"
ucapnya. . qFerry/Andri/Indah PP

Pramugari AirAsia Ternyata Warga KBB

KBB, ( PERAK ).Pramugari pesawat AirAsia QZ8501


Wanti Setiawati yang mengalami kecelakaan,
tercatat sebagai warga Kabupaten Bandung
Barat. Pramugari senior ini tinggal di
Kampung Lembur Tengah RT 4/RW 5, Desa
Sariwangi, Kecamatan Parongpong.
Wanti merupakan anak bungsu dari enam
bersaudara pasangan Aam Somah dan Manah.
Sejak dikabarkan pesawat dengan rute
penerbangan Surabaya-Singapura ini,
keluarga Wanti setiap hari menggelar
pengajian secara rutin.
Namun setelah ditemukan puing-puing
pesawat dan beberapa jenazah, keluarga Wanti
menggelar tahlilan. Ketua RW 5, Mansur
mengatakan, Wanti merupakan anak soleh dan
pintar. Diwakili merupakan kepala prmaugari
pesawat tersebut.
"Sekalipun belum diketahui nasib Wanti,
tapi pihak keluarga sudah menggelar tahlilan.
Ini semata untuk mendoakan yang
bersangkutan, terlepas apapun nasib yang kini
dialaminya. Tentunya secara manusiawi kami
mendoakan agar Wanti selamat, " kata
Mansuration kepada wartawan di Parongpong,
belum lama ini. qFerry/Andri/Indah PP

KOTA CIMAHI, (PERAK).Warga keluhkan pelayanan


pendaftaran BPJS Kota Cimahi
yang amburadul. Hal ini di
ungkapkan oleh salah seorang
warga sebut saja Nana (bukan
nama sebenarnya) kepada Perak
menceritakan pengalamannya.
Ketika hendak mendaftar menjadi
peserta BPJS dia harus bangun
jam 4 pagi, karena jam 5 nya dia
sudah harus berada dikantor BPJS
untuk mengantri mendapatkan
nomor antrian dengan angka

kecil, walaupun mesin antrian


baru beroperasi jam 7 pagi.
Datang lebih awal bukan
tanpa alasan, sebab pihak BPJS
membatasi pelayanan
pendaftaran yang hanya melayani
100 nomor antrian saja. Tak
adanya petugas yang khusus
mengatur pengambilan nomor
antrian menambah buruknya
persepsi terhadap pelayanan di
BPJS. Bagaimana tidak, para
peserta harus berebut dan saling
dorong untuk mendapatkan

nomor antrian, bahkan ada juga


yang memanfaatkan momen itu
untuk mengambil nomor antrian
lebih dari satu.
Miris, melihat pemandangan
tersebut karena diantara mereka
banyak manula, ibu-ibu hamil
yang turut berebut untuk
mendapatkan nomor
antrian,seharusnya BPJS bisa
lebih professional, baiknya
nomor antrian dibuka sepanjang
waktu dengan di tunggui oleh
satpam, untuk menghindari
seorang mengambill lebih dari
satu nomer, dan tidak menutup
kemungkinan kondisi ini
dimanfaatkan oleh calo- calo
yang berkeliaran disekitar kantor
ini, ungkap sumber.
Masih kata sumber, calo- calo
tersebut biasanya menawarkan
jasa untuk memudahkan
pendaftaran, sampai pendaftar
bisa mendapatkan kartu BPJS,
dengan biaya yang cukup tinggi.
Modusnya, saat nama sudah
terdaftar dan peserta harus
membayar iuran bulanan BPJS ke
bank sebagai salah satu syarat
untuk kartu BPJS bisa
didapatkan, ternyata di bankbank yang ditunjuk BPJS mesinmesin ATM tidak bisa berfungsi

dengan baik, disinilah calo- calo


tersebut beraksi.
Biasanya sang calo
memasang tarif sebesar Rp25 ribu
per jiwa untuk jasa pembayaran
iuran ke no rekening BPJS, saya
mengambil kelas tiga karena
membayar melalui bank-bank
yang ditunjuk sulit, kasir bank
menolak, dengan berbagai alasan,
melalui kartu ATM ternyata ATM
nya tak berfungsi, akhirnya mau
tidak mau kami membayar
melalui calo, dengan imbalan
perjiwa 25 ribu, ungkap sumber.
Anehnya kalau melalui jasa
calo, pembayaran ke bank dapat
dilakukan dengan cepat, ada apa
dengan bank-bank yang ditunjuk
oleh BPJS? pungkas sumber
dengan nada kesal kepada Perak.
Terkait hal ini, Perak pun
berusaha mengkonfirmasikan
kepada pihak BPJS, menurut
salah seorang Satpam BPJS
Cimahi, tolong tulis saja no HP
bapak, nanti kalau sudah ada
kesempatan pihak BPJS akan
menelpon bapa, ungkapnya.
Namun sampai berita ini
diturunkan belum ada kabar
kapan bisa memberikan
keterangan terkait persoalan ini.
qHarold

Jika Tak Perbaiki Bekas Galian, Warga Ancam Pidanakan PT.Telkom


KOTA CIMAHI, (PERAK).Tanggungjawab PT Telkom
Kota Cimahi terkait galian-galian
kabel diwilayah Kota Cimahi
diragukan banyak pihak.
Pasalnya kerusakan- kerusakan
terhadap fasilitas umum, seperti
jalan,drainase akibat dari proyek
tersebut terlihat masih semeraut,
bahkan ada galian yang dari bulan
September 2014 sampai saat ini
belum ditutup rapi, dan realitanya
sudah ada
korban mobil
terperosok kedalam bekas galian
tersebut.
Kondisi ini tentu berbeda jauh
dengan janji PT Telkom melalui
Dadang pengawas galian
tersebut, yang akan memperbaiki
bekas galian tersebut kembali
seperti semula, bila perlu di pel
supaya bersih sehingga tidak
terlihat ada bekas galian. Ternyata
eh ternyata, janji manis sang
pengawas hanya isapan jempol
belaka.
Seperti diungkap oleh Ujang
(bukan nama sebenarnya) belum
lama ini, mencontohkan galian
kabel yang merusak saluran
drainase di depan kantor
Kelurahan Cigugur Tengah dan

sekitarnya yang diperbaiki asalasalan saja dengan tidak


memperhatikan kualitas atau pun
kondisi semula yang penting
diperbaiki, itu pun hanya
sebagian saja.
Banyaknya tanah bekas galian
yang dibiarkan begitu saja hingga
menyumbat saluran, belum lagi
sampah yang menumpuk di
beberapa sambungan drainase
yang juga luput dari perbaikan
oleh perusahaan milik BUMN itu,
alhasil saluran yang semula
lancar menjadi tak lancar, ungkap
Ujang.
Sementara itu Ketua Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat
(LPM)
Kel.Cigugur Tengah
Supriatna mengungkapkan
kepada Perak, jika pihak Telkom
tutup mata dengan keadaan yang
ada, maka pihaknya tidak akan
segan-segan untuk melaporkan
masalah ini kepada pihak yang
berwajib, karena jelas sarana
prasarana masyarakat yang di
bangun oleh Pemkot Cimahi
menggunakan uang rakyat, tapi
oleh pt Telkom di rusak begitu
saja. Dan jelas pula pekerjaan
galian PT Telkom dianggap

illegal karena
t i d a k
mempunyai
surat izin dari
p e m k o t ,
tegasnya.
Seperti
p a d a
pemberitaan
Perak edisi
sebelumnya
d a l a m
konfirmasinya
kepada pihak
Telkom Kota
C i m a h i ,
melalui pengawas pekerjaan
galian tersebut Dadang
mengungkapkan bahwa pihak
Telkom mengakui galian tersebut
belum memiliki izin dan izinnya
sedang di proses yang di bantu
oleh Dyah Kabid Fisik Bapeda
Kota Cimahi, dan untuk
pekerjaan galian Telkom yang
merusak saluran drainase di
banyak titik di lingkungan Kel.
Cigugur Tengah akan diperbaiki
secepatnya bahkan kalau perlu
bekas galian tersebut di pel
supaya bersih.
Menurut Dyah, bahwa

memang betul pihak Telkom


sedang mengajukan perizinan,
namun sampai saat ini izin
tersebut belum dikeluarkan, dan
Dyah pun akan secepatnya
menyikapi hal ini.
Ditempat terpisah, Kasie di
Bidang Bina Marga Dinas
Pekerjaan Umum Kota Cimahi,
Ainulyakin saat dikonfirmasi
Perak, mengungkapkan bahwa
memang benar bahwa galian
galian tersebut belum memiliki
izin, dan pihaknya juga akan
secepatnya menyikapi
permasalahan ini.
qHarold

KBB Selatan Paling Rawan Longsor


KBB, ( PERAK ).Potensi bencana longsor
mengancam Kabupaten Bandung
Barat (KBB). Dari data Badan
Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) KBB, merujuk
pada Peta Kerentanan Gerakan
Tanah Badan Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi
(BVMBG), wilayah Selatan
KBB merupakan kawasan paling
rawan longsor.
Dari data BPBD KBB, pada
Januari hingga Oktober 2014,

sedikitnya ada 383 bencana


longsor yang menewaskan
setidaknya tiga orang. Bahkan
pada 2012 lalu, bencana di Desa
Mukapayung Kecamatan Cililin
menjadi bencana terbesar
sepanjang sejarah KBB dengan
korban tewas mencapai 17 jiwa.
Kebanyakan, longsor di KBB
terjadi pada bulan Januari saat
intensitas hujan meningkat.
Dari peta tersebut membagi
wilayah KBB ke dalam empat
zonasi warna, hijau (kerentanan
sangat rendah), biru (kerentanan

rendah), kuning (kerentatan


sedang), dan merah (kerentanan
tinggi). Kecamatan, Cililin,
Gununghalu, Sindangkerta,
Saguling, dan Cipongkor berada
di zona merah atau kerentanan
gerakan tinggi.
Kepala BPBD KBB, Roni
Rudiana mengatakan,
Kecamatan Lembang yang
berada di wilayah Utara KBB
juga masuk ke dalam zona merah.
Meski begitu, zona tersebut tidak
bisa menjadi patokan. Pasalnya,
berdasarkan fakta lapangan,

longsoran kadang terjadi di zona


kuning belum lama ini.
Dari data yang diterima,
longsor yang murni karena
pergerakan tanah baru dua kali
terjadi, yakni di Mukapayung
Cililin dan Cipatat. Selebihnya,
longsor disebabkan faktor land
use atau kesalahan tata guna
lahan," papar Roni didampingi
Kabid Kedaruratan dan Logistik,
Muhamad Pakih, saat ditemui di
kantor BPBD KBB.
qFerry/Andri/Indah PP

KARAWANG
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Mantan Kades dan Bendahara Pasirtalaga


Kembalikan Dana Prototype
KARAWANG, (PERAK).Mantan Kepala Desa Pasir
Ta l a g a b e s e r t a b e n d a h a r a
mengembalikan uang dana prototyipe
yang telah dipinjamnya sebesar Rp40
juta kepada ketua panitia A. Suhri
Mulyana di saksikan oleh Pjs Kades
Wasam, Kepala Posko Forum
Masyarakat Peduli (FMP) Cabang
Kabupaten Karawang Dennis FW
beserta anggota dan wartawan media
lokal dan nasional, serta anggota
panitia pembangunan di desa tersebut.
Diharapkan upaya pengembalian
uang tersebut dapat menjawab

kericuhan yang terjadi di internal


perangkat desa Pasir Talaga, ungkap
Didi Maryadi, mantan Kades Pasir
Talaga kepada kepada Perak.
Pengembalian ini adalah
jawaban akan rumor yang
berkembang di tengah masyarakat
yang menuding bila uang dana
pembangunan prototype kami
korupsi, ujar Didi.
Saya tidak ingin bila desa saya
mengalami kericuhan apalagi
mendekati pemilihan kepala desa
yang akan dilaksanakan serentak dan
semua ini tidak lepas dari peran serta

Plt Bupati Karawang


Resmikan Gedung Kantor Desa Wanakerta

rekan- rekan di FMP Cab Karawang


yang berperan aktif didalam
pengembalian uang ini, tutur nya.
Kepala Posko FMP Cab
Karawang, Dennis FW mengatakan
mungkin kejadian dana pembangunan
terpakai bukan hanya terjadi di desa
Pasir Talaga saja karena tidak
menutup kemungkinan di desa lain
pun sama terjadi. Dennis mengimbau
agar desa- desa yang mengalami
kejadian yang sama agar segera
menyelesaikannya, sebelum timnya
melakukan investigasi yang
mendalam. qTim

Menteri Desa Marwan Jafar Blusukan ke Karawang

KARAWANG, ( PERAK ).Di tengah kunjungannya ke


Karawang, Jawa Barat, dalam rangka
meninjau Desa binaan Universitas
Gajah Mada, Menteri Pembangunan
Desa dan Daerah Tertinggal Marwan
Jafar menerima aduan dari sejumlah
warga setempat. Warga mengadu
hendak diusir karena tinggal di tanah
milik oleh PT Kereta Api Indonesia.
Kedatangan Marwan ke Dusun
Kerajaan Satu, Desa Gintungkerta,
Kecamatan Klari, Karawang, Jawa
Barat, Rabu (21/1/2015), siang,
disambut jajaran Muspida Kabupaten
Karawang serta masyarakat secara

h i s t e r i s .
Beberapa dari
mereka terlihat
menitikkan air
mata kala
M a r w a n
mengajak
m e r e k a
berdialog di aula
desa.
" S a y a
dapat laporan,
kalau warga
Desa ini yang
bermukim diatas
lahan milik
PT.KAI akan
digusur, ya? Sudah berapa tahun
bapak-ibu tinggal di sini?" tanya
Marwan kepada warga.
Salah seorang warga, Hadi
Kusnadi mengatakan, warga sudah
menempati dusun itu selama 10
hingga 25 tahun. Namun, sejak
beberapa waktu lalu, PT KAI
meminta agar warga di sana untuk
meninggalkan tempat itu. "Mohon
Pak Menteri, kalau bisa kami ingin
tinggal di sini. Banyak warga yang
bahkan sudah berketurunan di sini.
Kalau memang harus nyicil kami
siap," kata Hadi.

Marwan mengatakan akan segera


berkomunikasi dengan PT KAI untuk
mencari solusi terbaik dalam masalah
ini. Menurut dia, meskipun tanah
yang ditinggali warga adalah tanah
milik negara, pemerintah tidak dapat
sewenang-wenang terhadap mereka.
"Jika ada pihak-pihak yang
melakukan penggusuran dengan cara
tidak manusiawi harus dihentikan,"
katanya.
Sementara itu Plt.Bupati
Karawang dr.Cellica Nurachadiana
saat diminta tanggapannya mengenai
permasalahan yang di hadapi oleh
warga Desa Gintungkerta tersebut
mengatakan, sebagai kepala daerah
tentunya saya sangat tidak
menginginkan masyarakat Karawang
Khususnya warga Desa Gintungkerta
ini berada dalam kesusahan atau
permasalahan mengenai status tempat
tinggal mereka, oleh karena itu
pastinya pemda akan berupaya
mencari solusi yang terbaik akan hal
ini, langkah selanjutnya saya
sependapat dengan apa yang
dikatakan Pak Mentri untuk
mengadakan komunikasi dengan PT.
KAI agar warga Gintungkerta
mendapat solusi yang terbaik dari
rencana penggusuran yang akan
dilakukan oleh pihak PT. KAI,
ujarnya. qDennis

PNS Nekad Jadi Timses Kades Akan Ditindak Tegas


KARAWANG, (RAKA).Pemerintah Kabupaten
Karawang mengultimatum para
pegawai negeri sipil (PNS) agar tidak
menjadi tim sukses calon kepala desa.
Jika nekad, maka akan diberikan
sanksi tegas.
"Sekarang ini tahun panas, yang
akan dimulai Februari nanti soal
pilkades," ujar Sekretaris Daerah
K a b u p a t e n K a r a w a n g Te d d y
Rusfendi Sutisna.
Hal ini tentu menjadi ujian
paling berat bagi PNS di Karawang.
Karena tentu akan rawan adanya
kepentingan politik. Maka dari itu,
Teddy mengultimatum kepada
seluruh PNS di Karawang jangan
coba-coba menjadi tim sukses salah
satu calon. Karena hakekatnya, PNS
harus netral, tidak terlibat
kepentingan politik. "Karena itu saya
memerintahkan sebagai pimpinan
PNS, kita jangan terpengaruh apapun,
kita optimalkan kinerja," tegasnya.
Apalagi, jika terbukti PNS ikut
kampanye dalam perhelatan pilkades
mendatang. Maka tak segan-segan
dirinya akan memberikan sanksi tegas
terhadap abdi negara, yang telah
melanggar sumpah PNS. "Jangan

sekali-sekali ikut kampanye, pilkades


dan pilkada, kita disumpah untuk
netral," serunya.
Hal serupa juga ditegaskan Ketua
Korps Pegawai Republik Indonesia
(Korpri) Kabupaten Karawang Acep
Jamhuri, Menurutnya, ada empat hal
yang harus dipahami oleh seluruh
PNS di Karawang. Yang pertama
sebagai abdi negara, PNS harus
bersifat netral. "Kaitan dengan
netralitas, Korpri sebagai abdi negra,
kita bagian dari negara harus bisa
netral," kata dia.
Yang kedua, Korpri sebagai abdi
masyarakat, yaitu PNS harus
memberikan pelayanan yang
maksimal kepada masyarakat. Siapa
pun pimpinan daerahnya, itu harus
melayani masyarakat. "Kita
memberikan pelayanan kepada
masyarakat, siapapun bupatinya,"
urainya.
Acep yang juga Kepala Dinas
Bina Marga dan Pengairan ini
menegaskan, PNS sebagai abdi
pemerintah harus menjalankan
seluruh program pemerintah daerah
yang sudah dicanangkan. Maka dari
itu, kinerjanya harus maksimal.
"Meningkatkan program menjelang

Karawang kedepan," imbuhnya.


Keempat, kata Acep, PNS itu
sebagai abdi negara, abdi masyarakat
dan abdi pemerintah, harus bekerja
secara tulus dan ikhlas. Sehingga
semua tanggung jawab sebagai PNS
dapat terlaksana dengan baik. "Harus
bekerja tulus dan ikhlas untuk
beribadah," tukasnya.
Kabid Pengembangan Karir dan
Kesejahteraan Pegawai Badan
Kepegawaian dan Diklat (BKD)
Kabupaten Karawang Abas Sudrajat
menuturkan, ultimatum Sekda untuk
netral dalam perhelatan pilkades
harus ditaati oleh seluruh PNS. "Iya
betul memang, karena kalau memihak
bisa memicu konflik. Jadi harus
netral, karena PNS pada dasarnya
sebagai penyelenggara
pemerintahan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, jika PNS
tersebut masih membandel, maka
sanksi akan menantinya. "Kebijakan
pimpinan harus dipatuhi, kalau
dilanggar juga bisa kena sanksi,
tergantung berat tidaknya perbuatan
yang bisa mencemarkan atau
merugikan unit kerja atau instansi
nya," tandasnya.
qDennis

KARAWANG, ( PERAK ).Kami, Pemerintah Kabupaten


akan menyeragamkan gedung
prototype untuk kantor Pemerintah
Desa namun di satu sisi dengan
megahnya Kantor Kelurahan,
tentunya tidak berarti apa-apa,
apabila insan-insan didalamnya
tidak memiliki disiplin dan
mentalitas yang tinggi, baik dalam
menjalankan roda pemerintahan
Desa maupun saat berada ditengahtengah warga sebagai pribadi. Dan
peresmian Gedung Kantor Desa ini
sebagai upaya agar dapat
menumbuhkan suasana baru yang
dapat mendorong gairah dan
semangat kerja yang produktif
disertai pengabdian yang berpihak
kepada rakyat. Begitu Ujar Plt
Bupati Karawang dr.Cellica
menegaskan pada sela- sela acara
peresmian Gedung Kantor Desa
Wa n a k e r t a , K e c a m a t a n
Telukjambe Barat Barat, pada
Rabu (28/1).
Peresmian tersebut ditandai
dengan menandatangani Prasasti
peresmian dan gunting pita oleh
Plt Bupati Cellica dilanjutkan
dengan peninjauan ruanganruangan yang terdapat di kantor
Desa tersebut.
Lebih lanjut Cellica juga
menyampaikan bahwa setelah
pelaksanaan proses pembangunan,
Alhamdulillah gedung kantor Desa
ini telah selesai dan siap untuk
digunakan. dan Alhamdulillah pula
pada kesempatan ini, diresmikan
penggunaannya.
Plt Bupati ini juga
menyampaikan bahwa Aparatur
pemerintahan Desa sampai RW dan
RT merupakan ujung tombak dan
garda terdepan dari pemerintah
daerah dalam upaya memberikan
pelayanan kepada masyarakat. hal
ini karena baik buruknya kinerja
pemerintahan tentu akan sangat
berpengaruh terhadap baik atau
buruknya kinerja pemerintahan
pada level diatasnya, mulai dari di
tingkat kecamatan, Kabupaten,
Provinsi, dan pusat ucapnya.
Pada kesempatan ini juga
Sebagai kepala daerah
mengingatkan Kepala Desa beserta
jajarannya untuk mampu menjaga
kepercayaan yang telah diberikan
oleh pemkab dan masyarakat,
dengan memelihara gedung ini
sehingga dapat digunakan dalam
jangka waktu yang lama. Karena

membangun gedung baru lebih


mudah bila dibandingkan
dengan merawat dan
memelihara gedung sehingga
bisa terus dalam keadaan baik,
kemudian kepada perangkat
kantor kelurahan yang tersisa 7
yang belum dibangun harap
bersabar dan akan kebagian
gilirannya karena
pembangunan tidak bisa
dibangun serentak,paparnya.
Ceillica merinci,untuk
kantor desa ada sekitar 50an
desa belum dapat bantuan
pemkab karena alokasi
anggaran untuk berbagai
urusan pemerintahan secara
bertahap, ada masing-masing
persentasenya dan juga kami
akan prioritaskan dibangunnya
kantor desa yang memiliki
sertifikat tanah dalm hal ini
tanah yang tidak bermasalah,
tuturnya.
Terakhir saya
mengingatkan Kab Karawang
sebentar lagi akan ada pilkades
serentak di 177 Desa, pada 22
Februari 2015, maka saya ingin
bantuan dari seluruh pihak agar
gelaran ini berjalan lancar dan
pada akhirnya harus tetap
tercipta daerah yang kondusif,
dan juga terpilih pimpinan yang
amanah dan di inginkan oleh
Masyarakat dominan, mari
s u k s e s k a n
bersama,"ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut
turut hadir, Kabag Pem Um
Kepala OPD terkait dan Camat
Telukjambe Barat beberapa
pejabat di lingkungan pemkab
Karawang, serta jajaran
Muspika setempat.
Dalam Laporannya Lurah
Wanakerta Kanta
mengatakan,untuk rincian
pembangunan Kantor Desa
Wanakerta ini menghabiskan
600 Juta, yang notabene ada
kekurangan dari bantuan
ploating bantuan Pemkab,
namun alhamdulilah ada
bantuan tambahan dari CSR
perusahaan setempat. kantor ini
dibangun dengan berbagai
fasilitas didalamnya, yakni
ruangan untuk kades dan para
jajarannya serta ruang untuk
pelayanan masyarakat yang
lebih refresentatif,ungkapnya.
qDennis

SEPUTAR BALI
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

GAPENSI Gianyar Harus Mampu


Menjawab Segala Tantangan Kedepan

GIANYAR, (PERAK),Kian merosotnya secara


kuantitas Badan Usaha kontruksi
yang tergabung dalam keanggotaan
Gabungan Pelaksana Konstruksi
Nasional Indonesia (GAPENSI),
menimbulkan keresahan dari seluruh
pengurus dan anggota GAPENSI di
Bali atas keberlangsungan dari
o rg a n i s a s i t e r s e b u t . H a l i t u
diungkapkan Ketua Badan Pengurus
Daerah GAPENSI Bali I Wayan
Adnyana saat memberikan sambutan
dalam Musyawarah Cabang
(MUSCAB) VIII Badan Pengurus
Cabang (BPC) Kabupaten Gianyar di
Balai Budaya Gianyar.
Adnyana mengatakan,
GAPENSI sebagai wadah pengusaha
di bidang konstruksi berstatus
sebagai sebuah organisasi
masyarakat (Ormas). Untuk ukuran
tersebut, keberadaan GAPENSI
cukup dewasa dan mapan lantaran
sudah berdiri sejak 1959 silam. Akan
tetapi, seiring pekembangan zaman
yang makin modern dan tinggi daya
saing, berbagai hambatan atas
kelanggengan kepengurusan tersebut
mulai nampak. Hal ini berpotensi
melemahkan keberadaan GAPENSI.
Secara kuantitas, keanggotaan
GAPENSI di Bali mengalami
penurunan yang signifikan.
Dibandingkan tahun 2006, saat itu
jumlah Badan Usaha yang tergabung
mencapai 1500. Namun, pada tahun
2014, menukik tajam dengan hanya
tersisa 734 Badan Usaha. Di
Kabupaten Gianyar sendiri, terdapat

114 Badan Usaha pada


2006, kini hanya tinggal
58 saja.
Lebih lanjut
dijelaskan, penurunan
tersebut disebabkan
beberapa hal. Antara
lain, makin ketatnya
p e m e r i k s a a n
pengawasan dan standar
k o m p e t e n s i ,
pelaksanaan tender
sistem elektrik yang
menyulitkan. Belum
lagi ada persyaratan
lelang, serta lemahnya daya saing,
sehingga mereka memilih tidak aktif
lagi di organisasi.
Ketua GAPENSI Gianyar Pande
Made Budiana mengatakan, 95
persen yang terlibat dalam GAPENSI
Gianyar merupakan Badan Usaha
berskala kecil, 5 persen sisanya
berskala menengah. Tidaklah
berlebihan pihaknya berharap
terhadap Pemkab Gianyar untuk
memberi perhatian lebih serta
pengayoman terhadap GAPENSI.
Pandangan kami, usaha kecil ini
adalah sebuah aset berpotensi, yang
perlu dibina,harapnya.
Sementara dalam sambutan
Bupati Gianyar yang dibacakan
Asisten III Ketut Suweta
mengatakan, berlakunya MEA di
tahun 2015 ini sudah pasti berdampak
terhadap terjadinya kompetisi ketat
pada seluruh bidang pembangunan.
Termasuk dalam hal penyediaan jasa
kontruksi. GAPENSI harus mampu
menjawab tantangan dengan
menyiapkan diri sebaik- baiknya,
serta tingkatkan sinergitas dengan
semua stake holders, ujarnya.
Dalam Muscab VIII tersebut
diadakan laporan kegiatan dan
pertanggungjawaban pengurus
GAPENSI Gianyar periode 20102015, serta pemilihan pengurus
GAPENSI periode yang baru. Hadir
seluruh jajaran Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah Kabupaten
Gianyar dan seluruh pengurus
GAPENSI se-Kabupaten di Bali.
qYd

Terkait Kejelasan Pengelolaan SMA/SMK


Disdikpora Prov. Bali Ingin Koordinasikan ke Mendagri
DENPASAR, (PERAK).Sesuai dengan terbitnya
UU No. 23 Tahun 2014 Dinas
Pendidikan, Pemuda, dan
Olahraga akan berkoordinasi
dengan Kementerian Dalam
Negeri, terkait kejelasan
pengelolaan SMA/SMK yang
kini sudah termasuk dari
tanggung jawab Pemerintah
Provinsi Bali.
Selaku Kadisdikpora
Provinsi Bali Tjokorda Istri
Agung Kusuma Wardani
mengungkapkan,Kami dari
pihak Disdikpora Prov. Bali
bersama Disdikpora
Kabupaten/Kota serta
Bappeda Prov. Bali dan Bappeda
Kabupaten/Kota berencana
mengkoordinasikan ke Kemendagri
supaya bisa memberikan penegasan
apa yang harus dilakukan dengan
terbitnya UU No. 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah itu.
Selasa, (27/1) lalu.
Dengan terbitnya UU tersebut,
pengelolaan SMA/SMK yang
sebelumnya menjadi tanggung
jawab pemerintah kabupaten/kota
beralih menjadi tanggung jawab
pemerintah provinsi. Pemprov

Dugaan Korupsi BPPT Kab. Badung


BADUNG, (PERAK).Pelayanan BPPT Kabupaten
Badung dinilai paling buruk oleh
kalangan pengusaha dalam negeri dan
luar negeri di Bali dan pengurusan Izin
menghabiskan biaya mencapai ratusan
juta sampai miliar rupiah.
Hal ini terjadi karena adanya
kesengajaan tidak dicantumkan biaya
pengurusan izin tersebut pada papan
pengumuman yang dipasang di pintu
depan Kantor BPPT Kabupaten Badung.
Hanya dicantumkan lamanya proses
perizinan diselesaikan dalam waktu
1521 hari sejak dokumen diterima
lengkap oleh Kantor BPPT Kabupaten
Badung.
Pada hal telah ada
pengumuman/himbauan dari KPK yang
dipasang di Kantor BPPT untuk tidak
melakukan korupsi dan melakukan
pungutan liar oleh oknum pejabat dalam
memberi pelayanan kepada masyarakat.
Tapi
kenyataannya banyak
kasus/keluhan pengusaha dalam
pengurusan perizinan untuk membangun
usaha/hotel
di Kabupaten Badung
menghabiskan waktu 12 tahun dalam
pengurusan tidak kunjung selesai,
meskipun dokumen telah diterima dan
dinyatakan lengkap/memenuhi syarat
oleh loket/ bagian pendaftaran di BPPT.

Salah satu Pengurus Kadin


mengungkap Kasus yang paling nyata
dan membingungkan para pengusaha
adalah, kalaupun sudah ada memiliki
Izin prinsip, Amdal, namun sering tidak
diterbitkannya IMB dengan berbagai
alasan yang tidak jelas dan mengada
ngada, padahal sesuai aturan proses
setelah terbitnya Izin prinsip, Amdal
oleh BPPT, maka IMB tidak ada alasan
untuk menunda-nunda, sepanjang aturan
KDB
dan KLB
serta hitungan
konstruksi memenuhi syarat.
"Sepatutnya BPPT Tidak lagi
mengkoreksi dokumen2 persyaratan
awal/mempermasalahkan peruntukan
sertifikat dan dokumen lainnya, karena
dokumen persyaratan tersebut diperiksa
dan dinyatakan lengkap
pada saat
permohonan Izin prinsip tersebut di
terima oleh BPPT bukan saat proses IMB
(sumber-red). Jadi terkesan proses nya
maju-mundur dan agar pengusaha
menjadi resah dan menderita kerugian
baik dari segi waktu dan keuangan.
Ini tujuannya adalah agar setiap Izin
yang diterbitkan dari Izin Prinsip, Amdal,
IMB, pemohon/pengusaha wajib dan
bersedia memberikan upeti sesuai
dengan yang diinginkan oknum BPPT.
Sebaliknya, pada kasus tertentu,
oknum BPPT Kabupaten Badung yang

melabrak dan melanggar aturan yang ada


seperti menerbitkan izin membangun
dijalur hijau, bangunan yang melanggar
sepadan jalan, tebing, dan lainnya.
Melakukan pungutan liar yang patut
diduga sematamata untuk mencari
keuntungan pribadi dan tentunya sangat
b e r t e n t a n g a n d e n g a n
pengumuman/himbauan yang dipasang
oleh pihak KPK di Kantor BPPT
Kabupaten Badung.
Perilaku oknum BPPT sangat
menghambat iklim Investasi di Bali, dan
merusak Citra Indonesia sebagai tempat
tujuan Investasi No. 2 di dunia. Perilaku
Oknum BPPT sangat merusak Citra Bali
yang dikenal ramah, jujur, dan aman
untuk investasi.
Kadin Bali Mengharapkan adanya
revolusi mental para pejabat
di
Kabupaten Badung dan penindakan
oknum-oknum tersebut, baik oleh
Menteri Dalam Negeri dan aparat
penegak hukum Republik Indonesia,
khususnya KPK.
KPK dan PPATK diharapkan
mengecek harta kekayaan dan rekening
milik para pejabat di Kabupaten Badung,
yang melakukan korupsi berjemaah dan
penyimpangan pelanggaran jalur hijau
yang terjadi di Kabupaten yang terkaya
di Bali ini. qCJ/Tim

Sekda Kabupaten Tabanan:


Jadilah PNS Yang Profesional, Jangan Bekerja Setengah Hati
TABANAN, (PERAK).Menjadi Pegawai Negeri Sipil (
PNS ) mungkin menjadi idaman
bagi sebagian besar orang, namun
setelah berhasil mencapainya tidak
sedikit yang menyia-nyiakan
kesempatan ini dan bekerja dengan
setengah hati. Karenanya Sekkab
Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa
menghimbau kepada seluruh PNS
di Kabupaten Tabanan agar bekerja
secara profesional. Hal tersebut
diungkapkan dirinya saat
memberikan pengarahan kepada
CPNS dari formasi umum tahun
2014 di Kantor Bupati Tabanan,
Rabu ( 28/1).
Wirna menegaskan kepada
seluruh CPNS agar jangan
menjadikan kesempatan ini hanya
sebagai batu loncatan serta
menghimbau agar mereka bisa

mencintai pekerjaannya dimanapun


nantinya mereka ditempatkan.
Kami membuat formasi sesuai
dengan kebutuhan, jadi bagi kalian
yang lulus harus menerima
dimanapun nantinya kalian
ditempatkan. Jangan jadikan
kesempatan ini hanya sebagai batu
loncatan semata, ungkapnya.
Dirinya juga berharap para
CPNS yang baru lulus agar bisa
bekerja secara maksimal agar bisa
mengisi pembangunan di
Kabupaten Tabanan. Bekerjalah
secara maksimal, karena kita adalah
abdi negara dan abdi masyarakat.
Berikan pelayanan terbaik dan isi
pembangunan di Kabupaten
Tabanan dengan sesuatu yang
positif, imbuhnya.
Sementara Ketua BKD
Tabanan I Made Yasa mengatakan

diantara total 128 CPNS yang lulus


dari formasi umum tahun 2014,
yang tidak hadir dalam pengarahan
kali ini sebanyak 5 orang tanpa
memberikan keterangan. Bagi
yang tidak hadir tanpa keterangan
kami pertanyakan keseriusannya.
Kalau memang ingin mundur,
masih banyak yang lain yang
mengantri ingin mengisinya,
ujarnya.
Dirinya juga menegaskan bagi
semua yang hadir agar segera
melengkapi persyaratannya untuk
mempercepat proses pemberkasan.
Bagi semua CPNS yang hadir hari
ini kami mohon agar segera
melengkapi persyaratan, jika masih
ada yang kurang jelas bisa
dikoordinasikan di BKD Kabupaten
Tabanan, pungkasnya.
qYs

Terkait Hasil Survei,


Ombudsman Gelar Pertemuan Bersama Pejabat Tinggi Bali

sebelumnya hanya bertanggung


jawab mengelola operasional
Sekolah Luar Biasa (SLB).
Untuk lebih tepatnya kapan
kita berkoordinasi dengan
Kementerian Dalam Negeri, kita
masih berkoordinasi dengan Biro
Tata Pemerintahan karena beliau
yang akan langsung berkoordinasi
dengan Kementerian Dalam Negeri
terkait kapan kesiapan bisa
menerima kami. Tandas Tjok Istri
Agung Kusuma Wardani.
qTim

DENPASAR, (PERAK).Dalam beberapa acara pertemuan


yang diselenggarakan oleh pihak
Ombudsman RI Perwakilan Bali,
bersama beberapa pejabat di Bali. awal
pertemuan yang diselenggarakan oleh
pihaknya bersama seluruh Kepala
Inspektorat se-Provinsi Bali guna
membahas masalah-masalah hasil
survey pihaknya terkait kinerja di
masing-masing SKPD Kabupaten/Kota,
yang bertempat dikantor Ombudsman
RI Perwakilan Bali. Pada hari Rabu
(28/1) lalu.
Umar Ibnu Alkhatab selaku Kepala
Ombudsman RI Perwakilan Bali
mengatakan bahwa, pihaknya ingin
bekerjasama atau berpatner dalam
bekerja. Dalam artian, Ombudsman
adalah membina SKPD di masingmasing Kabupaten/Kota dalam rangka
melaksanakan pelayanan publik dan
pembinaan pengawas dilingkungan
SKPD masing-masing. Diungkapkan
pula dalam pertemuan, ada 3 Kabupaten
yang berada di zona merah diantaranya
Tabanan, Gianyar dan karangasem.
Gianyar adalah Kabupaten yang

terbanyak zona
m e r a h .
Imbuhnya.
Selanjutny
a, adapun
pertemuan lain
y a n g
diselenggaraka
n oleh pihak
Ombudsman RI
Perwakilan
Bali dengan
para pejabat
tinggi hukum
B
a
l
i
diantaranya
Kapolda Bali,
K e p a l a
K e j a k s a a n Ti n g g i B a l i , K e t u a
pengadilan Tinggi Bali, Ketua PTUN
Bali, dan Kepala Kemenkumham Bali
guna membahas terkait tindak pidana
yang selama ini terjadi di wilayah
hukum Prov. Bali. Jumat, (30/1)
kemarin.
Dalam acara tersebut, diantaranya
membahas soal kinerja yang sudah
dilakukan oleh masing-masing pejabat

hukum sesuai tugas dan wewenang.


Salah satunya kejadian tindak pidana
korupsi, tindak kejahatan, dan narkoba.
Kami dari pihak Ombudsman RI
Perwakilan Bali ingin bekerjasama
dalam kinerja masing-masing pejabat
hukum serta ikut mengawasi, ini
harapan kita selaku patner kerja.
Ungkap Umar disela-sela acara
pertemuan tersebut. qYd/Md

REGIONAL
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Akhirnya Sutan Bhatoegana Ditahan

JAKARTA, (PERAK).Politisi Partai Demokrat


Sutan Bhatoegana resmi ditahan
Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK), Senin (02/02/2014).
Sutan ditahan setelah
diperiksa sekitar 9 jam oleh
penyidik dalam perkara dugaan
tindak pidana korupsi dalam

pembahasan Anggaran Pendapatan


dan Belanja Negara Perubahan
(APBNP) tahun 2013 Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM).
Kita ikuti prosedur ya, benar
tidaknya nanti kita tunggu di
pengadilan, kata Sutan saat keluar
dari gedung KPK Jakarta.

S a a t
keluar dari
lobi gedung
KPK, Sutan
mengenakan
r o m p i
tahanan
w a r n a
oranye. Ia
kemudian
ditahan di
r u m a h
tahanan
Salemba
Jakarta
Pusat.
S B
( S u t a n
Bhatoegana)
ditahan selama 20 hari pertama di
rumah tahanan Salemba, kata
Kepala Bagian Pemberitaan dan
Informasi KPK Priharsa Nugraha.
Sutan beberapa kali diperiksa
sebagai tersangka kasus ini. KPK
menyatakan kasus Sutan adalah
salah satu kasus yang
diprioritaskan untuk segera

diselesaikan.
Saat tiba di gadung KPK
Jakarta sekitar pukul 09.54 WIB,
Sutan mengaku siap bila hari ini
dirinya ditahan.
Diperiksa sebagai tersangka,
Ini pemeriksaan lanjutan, Ia
terlihat pasrah ketika ditanya ihwal
kemungkinan dia ditahan seusai
pemeriksaan.
Sebelumnya, Wakil Ketua
KPK Zulkarnaen mengatakan
penyelesaian perkara dugaan
korupsi yang menjerat Sutan
Bhatoegana dikebut. Kami
mendesak penyidik untuk
mempercepat, ujar Zulkarnaen.
Zulkarnaen menyatakan akan
ada pengembangan penyidikan
k a s u s S u t a n i n i .
Pengembangannya ke pihakpihak terkait yang menerima aliran
dana, ujarnya. Menurut dia,
penyidikan ini berkorelasi dengan
kasus yang menjerat bekas Kepala
Satuan Kerja Khusus Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi Rudi Rubiandini.
qHari

Kadisdik: Guru Nakal Akan Diberi Sanksi Tegas Hingga Pemecatan

GARUT, (PERAK).Kepala Dinas Pendidikan


Kabupaten Garut Drs. H.

M a h m u d ,
M.Mpd, Msi.
Menegaskan
akan segera
menindak tegas
guru-guru yang
sengaja jarang
masuk atau di
katagorikan
guru yang
nakal.
Sekarang
sedang didata
kembali, yang
nantinya kalau
sudah beres
a k a n
d i
serahkan ke
M a j l i s
Pertimbangan
Peningkatan
P e g a w a i
D a e r a h
( M P 3 D ) .
Sedangkan kami pihak Disdik
tidak berwenang menindak guru

yang nakal, yang berwenang


menindak yaitu MP3D di bawah
Pak Sekda, kata H. Mahmud usai
mengikuti Tablig Akbar di lingkup
Pemkab, Sabtu belum lama ini.
Menurutnya, kendati belum
ada laporan yang resmi terkait
banyaknya guru dan kepala
sekolah yang sering tidak masuk.
Namun, kata H. Mahmud pihaknya
sudah dan sedang mendata guruguru yang nakal itu.
Saat ini pihak Disdik sendiri
sedang mengumpulkan data untuk
selanjutnya diberikan kepada
pihak MP3D. Menurut informasi
yang dihimpun, belakangan ini di
ketahui banyak guru dan kepala
sekolah yang jarang masuk kerja.
Alasannya macam-macam ada
yang beralasan telah memakai
uang tabungan murid dan tidak
mampu untuk menggantinya, ada
yang beralasan secara moral, sakit,

urusan keluarga dan alasan


lainnya. Hal ini terjadi hampir di
beberapa kecamatan, ujar H
Mahmud.
Dari beberapa kepala UPTD
yang sempat di temui mengakui
hal seperti itu. Bahkan, mereka pun
saat sekarang ini sedang
melakukan pembinaan terhadap
para guru yang nakal itu. Ya
memang betul ada guru-guru yang
nakal seperti itu, kami sekarang ini
secara bertahap sedang
membinanya, Kata Kepala UPTD
Pendidikan yang tak mau
menyebutkan namanya.
Untuk selanjutnya para guru
atau kepala sekolah yang sering
malas minimal akan di beri sanksi
maksimalnya di berhentikan dari
jabatannya atau di pindah tugaskan
ke daerah yang terpencil,
tandasnya.
qAde S

Kejagung Tahan Tersangka Korupsi TransJakarta


JAKARTA, (PERAK).Penyidik Pidana Khusus (Pidsus)
Kejagung menahan Direktur PT
Saptaguna Dayaprima, Gunawan. Ia
ditahan terkait kasus dugaan korupsi
pengadaan armada bus Busway
Articulated (Bus Gandeng) paket I dan
II senilai Rp150 miliar pada Dishub
Pemprov DKI Jakarta Tahun Anggaran
2012.
Dikatakan Kepala Pusat
Penerangan dan Hukum
(Kapuspenkum) Kejagung, Tony
Spontana bahwa terhadap Gunawan
ditahan setelah menjalani pemeriksaan
dan telah menemukan cukup bukti.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung
R I To n y T r i b a g u s S p o n t a n a
mengatakan, Gunawan. Kini,
Gunawan mendekam di Rumah
Tahanan (Rutan) Salemba cabang
Kejaksaan Agung RI.
Penyidik selanjutnya menahan
tersangka di Rumah Tahanan Negara
Salemba Cabang Kejaksaan Agung,"
ujar Tony di Kejagung, Jakarta, Selasa
(03/02/2015).
Tersangka Gunawan ditahan
selama 20 hari kedepan sejak tanggal 3

Februari 2015 hingga 22 Februari


2015. Penahanan tersangka
berdasarkan Surat Perintah
Penahanan Nomor: Print04/F.2/Fd.1/02/2015 tanggal 3
Februari 2015.
"Pemeriksaan pada pokoknya
mengenai kronologis keberadaan
PT Saptaguna Dayaprima yang
ikut dalam tender Pengadaan
Armada Bus Busway Articulated
untuk Paket II sebanyak 18 unit di
Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Tahun Anggaran 2012 hingga
menjadi pemenang lelang,
termasuk hasil pekerjaannya yang
diduga terjadi Mark Up," tutup
Tony.
Setelah dilakukan
pemeriksaan selama kurang lebih
sekitar lima jam, Gunawan keluar
dengan mengenakan baju kaos
berkerah warna merah muda dan
dikawal oleh enam petugas dari
Kejaksaan menuju mobil tahanan.
Gunawan pun enggan
berkomentar terkait penahanannya
tersebut. Saat keluar gedung
Kejaksaan, Gunawan langsung
berjalan menuju mobil tahanan

sembari
memegang
telepon
genggamnya
.
Status
tersangka
s u d a h
disandang
Gunawan
sejak Jumat
31 Oktober
2014. Kasus
y a n g
menjerat
Gunawan merupakan rentetan
perkara mantan Kadishub DKI
Jakarta Udar Pristono. Pada 23
Mei 2014, jaksa penyidik telah
menggeledah kantor PT SGDP
selaku pemenang tender di kantor
PT SGDP, Jalan Pengangsaan 2
Km 5/87, RT006/03, Kelapa
Gading, Jakarta Utara.
Selain Gunawan, Kejagung
juga telah menetapkan mantan
Kadishub DKI Jakarta Udar
Pristono sebagai tersangka pada 16
September 2014 dengan Sprindik
Nomor Print - 76/F.2/Fd1/09/2014

tanggal 16 September 2014. Dua


orang lainnya, HH merupakan
pensiunan PNS Dishub DKI
Jakarta dan GNW selaku Kepala
Seksi Rekayasa Lalu Lintas
Dishub Provinsi DKI Jakarta.
Penetapan GNW sebagai
tersangka berdasarkan Surat
Perintah Penyidikan Nomor: Print
35/F.2/Fd.1/05/2014 tanggal 16
Mei 2014. Sementara penetapan
tersangka HH berdasarkan Surat
Perintah Penyidikan Nomor: Print
36/F.2/Fd.1/05/ 2014, tanggal 16
Mei 2014.
qHari

Bupati Canangkan
Gerakan Rehabilitasi
Jaringan Irigasi

GARUT, (PERAK).Bupati Kabupaten Garut H. Rudi


G u n a w a n , S . H . , M . H . , M P. , t e l a h
mencanangkan gerakan rehabilitasi jaringan
irigasi pertanian tingkat Kab. Garut tahun
2015 yang dilaksanakan secara serentak,
bertempat di desa Mekargalih, Kecamatan
Tarogong Kidul, selasa lau.
Pencanangan gerakan rehabilitasi
jaringan irigasi itu sebagai upaya
meningkatkan swasembada pangan padi,
jagung dan kedelai. Infrastruktur pertanian
ini merupakan salah satu hal penting dalam
proses pertanian. Ketersediaan air yang
cukup akan berdampak pada kualitas dan
kuantitias pertumbuhan tanaman yang baik
pula, ujar Rudi.
Namun demikian, ungkap bupati,
infrastruktur pertanian masih menjadi salah
satu kendala terhadap pembangunan sektor
pertanian secara keseluruhan, walaupun
berdasarkan catatan sektor pertanian masih
menimbulkan sesuatu yang membanggakan.
Beberapa persolan terkait infrastruktur
pertanian adalah alih fungsi lahan serta
kondisi jaringan irigasi yang tidak berjalan
optimal karena hampir sebagian besar
mengalami kerusakan. Apabila kedua
persoalan tersebut tidak dapat segera
diperbaiki lambat laun hal ini akan
berdampak kepada menurunnya produksi
secara keseluruhan. Bupai menuturkan,
berdasarkan ketentuan, jaringan irigasi
tersier menjadi tanggungjawab para petani /
P3A.
Pada kenyataannya, massih ungkap
bupati, tidak semua petani/P3A mampu
memperbaikinya. Oleh karena itu,
pemerintah mempunyai tanggung jawab
untuk melakukan rehabilitasi terhadap
jaringan irigasi yang dianggap rusak tersebut.
Pemberian air irigasi yang baik tentunya
memerlukan sarana dan prasarana irigasi
yang memadai.
Adanya gerakan rehabilitasi jaringan
pertanian ini, tujuan akhir dalam upaya
meningkatkan produksi sekaligus
meningkatkan pendapatan petani demi
terwujudnya swasembada pangan padi,
jagung dan kedelai sehingga dapat tercapai
sesuai harapan semua, ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Tanaman
Pangan dan Holtikultura Kabupaten Garut H.
Tatang Hidayat, M.P., menuturkan sebanyak
150 irigasi pertanian di seluruh Kecamatan
se- Kabupaten Garut direncanakan akan
segera diperbaiki.
Kadis menjelaskan, untuk perluasan
areal tanam, program bantuan dari APBN
2015 meliputi kegiatan optimalisasi lahan
seluas 1000 hektar areu, pengembangan
jaringan irigasi di desa seluas 9000 hektar
areu dan bantuan alsintan.
Sementara ini, dari atau APBD baik
APBD I dan II mengikuti perkembangan
Jides seluas 500 hektar areu, pembangunan
Jides 1600 hektar areu dan bantuan alsintan.
Dari kesemua program tersebut dengan
provitas 71,58 (KU/ Hektararu) diharapkan
akan menghasilkan 103.494 ton padi
pertahun, pungkasnya. qAde S

RAGAM
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

Soal Tindak Lanjut Kasus Korupsi Pipanisasi

Kejari Sudah Tetapkan Tersangkanya


SUBANG, (PERAK).Kasus korupsi melalui tindakan
penyimpangan dan pemotongan
sebesar 20% dana proyek pipanisasi
yang bersumber dari APBD Provinsi
Jabar Tahun 2013 senilai Rp 5 Miliar
untuk sejumlah 51 desa sekabupaten
dalam penanganannya sudah ada
penetapan tersangka.
Demikian diungkapkan Kasie
Intel Kejaksaan Negeri (Kejari)
Subang, Choki Maraden Hutapea,
S.H., penanganan kasus korupsi
saluran Air Bersih (Pipanisasi) Desa
Bojongloa sudah ada tersangkanya,
inisial nama tersangkanya belum bisa
disebutkan, untuk kasus Pipanisasi
Desa buniara belum ada
tersangkanya, namun yang jelas
kasus didua desa itu adalah satu paket
penanganannya, ungkap Choki saat
ditemui dikantornya, Senin (2/2)
Seperti telah diberitakan Perak
edisi sebelumnya, Kejari Subang
sudah melakukan pemanggilan
terhadap beberapa Kepala desa
(Kades) sejumlah 51 kades seKabupaten Subang, serta
pemanggilan para pihak terkait
lainnya, guna kepentingan
pemeriksaan ditahap penyidikan.
Kasie Intelejen Kejari Subang,
Choki Maraden Hutapea, S.H.,
kepada Perak, "kasus pipanisasi

sudah tahap penyidikan dan kita


sudah periksa beberapa kades
dari 51 desa penerima manfaat
se- Kabupaten Subang juga
beberapa pihak terkait, langkah
selanjutnya, belum bisa kami
beritahukan, " ujarnya, Selasa
(19/08) diruang kerjanya.
Diantara 51 desa, ditemukan
ada dua desa yang berhasil
dihimpun Perak, yaitu dugaan
penyimpangan anggaran tersebut
telah ditemukan disala satu desa,
yaitu di Desa Bojong Loa,
Kecamatan Kasomalang,
Kabupaten Subang, selaku
Kadesnya bernama, Supena yang
juga penanggungjawab dalam
pelaksanaan program dimaksud,
melalui Aspirasi Anggota Dewan
Fraksi Partai Demokrat senilai
Rp195 juta diduga hanya
direalisasikan Rp30 juta dan
penyimpangan tersebut diduga
juga terjadi di Desa Buniara,
Sukamelang.
Dari anggaran sebesar Rp 5
Milyar yang telah direalisasikan
untuk 51 desa tersebut, masingmasing desa mendapatkan
kucuran bervariatif diantaranya
sebesar Rp100 Juta hingga
Rp200 jutaan.
qHendra/Datim

Abraham Samad Klarifikasi Foto Syur Dirinya

JAKARTA, (PERAK).Ketua Komisi Pemberantasan


Korupsi Abraham Samad
menggelar konferensi pers terkait
dengan pemberitaan yang meluas
di media massa selama beberapa
w a k t u t e r a k h i r. D i a p u n
membantah semua tudingan
termasuk foto dirinya dengan
sejumlah orang.
"Penyebaran foto-foto yang
mungkin bisa dilihat menunjukkan
foto-foto saya dengan perempuan,
itu rekayasa. Saya adalah laki-laki
yang dibesarkan di keluarga yang
menjunjung tinggi moral. Tim
forensik KPK sudah menelusuri
lebih jauh keabsahan foto-foto ini
dan berhasil mengindentifikasi
bahwa foto-foto ini adalah hasil
rekayasa," kata Samad di Gedung
KPK, Senin (2/2/2015).
Foto Abraham Samad dengan
seorang perempuan di tempat tidur
beredar di media sosial. Dalam
keterangan pers, Samad
memperlihatkan foto yang
menunjukkan ia tidur memeluk
seorang perempuan. "Ini adalah
rekayasa," kata Samad.
Tak hanya itu, Samad juga
membantah bahwa dirinya
memiliki keterkaitan dalam setiap
foto yang tersebar di media. Ia pun
menyebutkan foto saat dirinya
bersama dengan anak seorang
purnawirawan jenderal.

"Saya
sering sekali
diminta
u n t u k
melakukan
foto bersama
d a l a m
berbagai
kegiatan dan
kesempatan
y a n g
berkaitan
dengan tugas
s a y a .
Bahkan, di atas pesawat, saya
ingat ada beberapa pramugari
yang selfie sama saya, dan sulit
sekali saya menolaknya.
Bahkan, ada juga pilot saat
buang air kecil di toilet, tibatiba melihat Pak Abraham, dia
bergegas ke belakang dan
minta foto sama saya. Banyak
foto saya yang bertebaran,"
papar Samad.
Lebih jauh, Samad juga
mengklarifikasi informasi
yang dibuat oleh Plt Sekjen
PDI Perjuangan Hasto
Kristiyanto terkait pertemuan
dirinya dengan petinggi PDI-P.
Samad mengakui, dirinya
banyak bertemu petinggi
parpol.
"Pertemuan saya dengan
politisi, para elite politik, baik
dalam kegiatan formal maupun
informal. Saya tidak
membantah bahwa nama saya
sempat digadang-gadang
sebagai cawapres, tetapi sama
sekali tidak ada inisiatif dari
saya untuk mencalonkan diri.
Saya sama sekali tidak pernah
menjanjikan atau membantu
penanganan salah satu kasus
yang sedang ditangani KPK.
Ini ujian bagi integritas saya
dan integritas KPK,"
tandasnya. qHari

Soal Dugaan Pungli Camat Blanakan

FMP Dukung Polsek Usut Laporan Camat


SUBANG, (PERAK).Ironis, di era reformasi dalam
system demokrasi sekarang ini, ketika
ditemukan ada dugaan pelanggaran
dan penyalahgunaan wewenang atau
jabatan sebagai pejabat public yang
notabenenya adalah pelayan public,
digaji oleh rakyat, tentunya harus siap
mendapat kritikan atau masukanmasukan pedas bentuk apapun dari
rakyatnya. Namun, prinsip tersebut
tidak berlaku bagi pejabat satu ini,
yaitu Camat Blanakan, Nono Suparno,
melainkan dirinya merasa tidak terima
ketika mendapat kritikan dan saran
soal dugaan berbagai pelanggaran dan
penyalahgunaan wewenang yang telah
dilakukannya dari salah seorang
warganya yang juga terdaftar sebagai
anggota Forum Masyarakat Peduli
(FMP) bernama Sunarto yang
disuarakan didalam forum
pemerintahan desa. Atas dasar itulah
dirinya merasa difitnah dan
dicemarkan nama baiknya, Nono
melaporkan tindakan itu ke pihak
Kepolisian Sektor (Polsek) Blanakan.
Adapun berbagai pelanggaran
tersebut melalui tindakan Pungutan
liar (Pungli) yang diduga dilakukan
camat dimaksud diantaranya, Pungli
dana ambulance desa se- Kecamatan
Blanakan sebesar Rp 2,5 juta per desa,
Pungli dana BanGub Provinsi Jabar
oleh kades di Kantor Kecamatan
Blanakan Rp 3,5 juta, Pungli dana
BKUD/K Rp 2,5 juta, Pungli dana
kampanye Bupati Subang Rp 2 juta,
Pungli pembelian aspal dan uang
pembinaan Rp 2,5 juta, Pungli dana
ADD Rp 1 juta, Pungli pembuatan eKTP Rp 5 ribu kepada masyarakat
dilakukan oleh Pemdes untuk camat,
Konversi bantuan dari uang Rp 5 juta
ke Genset seharga Rp 4,5 juta.
Selasa (27/1) Saat dikonfirmasi
Camat Blanakan, Nono Suparno
diruang kerjanya mengungkapkan,
Benar, saya telah melaporkan Sunarto
masyarakat saya sendiri ke polisi,
karena dia tidak bisa dibina, mending
dibinasakan saja, karena sudah
memfitnah dan mencemarkan nama
baik saya. Diluaran dia sudah
menyebarkan informasi tidak benar
dihadapan umum, di Musrembang
Desa Blanakan, sedangkan saya tidak
merasa melakukan berbagai pungutan
liar apapun, mana buktinya?

ungkapnya menantang.
Lanjut Nono, perlu diketahui,
setiap anggaran yang turun, langsung
masuk ke rekening masing-masing
pemerintah desa, tidak mungkin bisa
dipotong atau dipungut, kalau memang
dia orang benar datang ke saya
klarifikasi dulu, kepala desa mana
yang merasa telah dipotong dana
bantuannya. Bahkan, seluruh
kadespun sudah saya tanya soal
pernyataan adanya pungutan itu dan
mereka menjawab tidak ada, bahkan
pernyataan tertulisnyapun ada ditanda
tangani oleh semua kades, antisipasi
jika ada tekanan dari pihak lain
terhadap para kades yang akan
memberikan kesaksian nanti
dipengadilan dalam kasus ini.
Ungkapnya.
Sementara, dihari yang
bersamaan, Ketua Ikatan Kepala Desa
(Ikades) Kecamatan Blanakan, (Kades
Jayamukti), Dartim kepada Perak
menyatakan, saya sudah ngomong ke
Sunarto, bukan menutup-nutupi dan
membela pak camat, bahwa yang
namanya pungutan itu tidak ada, tetapi
kades-kades sendiri yang mau ngasih
atas kesepakatan bersama sebesar Rp
2,5 juta, bukan dipungut, itupun hanya
dari dana BanGub saja, mengenai
pungutan pungutan lain tidak tahu dan
walaupun saya sebagai koordinator,
tidak mau ada kecemburuan, orang lain
bayar, sayapun harus bayar. Saya bisa
saja jika ingin menjatuhkan pak camat,
tetapi tergantung pada delapan desa
lain responya seperti apa. Ungkap
Dartim dirumahnya, Selasa (27/1).
Ungkapan Dartim diperkuat lagi
dengan keterangan seorang kades di
Kecamatan Blanakan yang enggan
disebutkan namanya, bukannya saya
takut membongkar tentang kasus ini,
namun butuh kekompakan dari kadeskades yang lainnya, yang jelas,
mengenai pungutan-pungutan yang
dibongkar oleh Sunarto itu benar
adanya, singkatnya tak bernyali,
hingga terkesan tidak pantas untuk
menjadi seorang pemimpin untuk
masyarakatnya.
Terkait hal itu, Kanit Reskrim
Polsek Blanakan, AIPDA Agus
Sugiarto, S.H., sudah berhasil
memanggil beberapa saksi untuk
dipintai keterangannya dan telah
memanggil terlapor pula, yaitu Sunarto

sebagai saksi pada Hari Kamis 29


Januari 2015 lalu pukul 10:00 WIB,
melalui Surat Panggilan Nomor:
SPgl/09/I/2015/Reskrim atas dasar
laporan polisi Nomor LP: B/
03/I/2015/Jabar/Res-SBG/Sek
Blanakan tertanggal 19 Januari 2015
dalam perkara tindak pidana fitnah dan
atau pencemaran nama baik sebagai
mana dimaksud dalam pasal 310 dan
atau 311 KUHP 317 KUHPidana.
Sunarto, yang juga aktiv sebagai
Anggota Tim Divisi Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi Forum
Masyarakat Peduli (PTPK FMP)
kepada Perak menandaskan,
walaupun tindakan saya ini
disalahkan dan sudah dilaporkan ke
polisi, saya tidak takut, karena
pembuktiannya nanti digelar
dipengadilan, bahwa apapun yang saya
utarakan sebuah kritikan terhadap
pelayan public yang selalu melakukan
pelanggaran dan korup, karena dalam
kontek permasalahan ini, dengan hak
saya sebagai rakyat, berhak melakukan
pencegahan menuju penyelamatan
uang Negara/ rakyat, agar tidak
dikorup dan di Pungli oleh oknum
pejabat yang tidak bertanggung jawab.
Untuk itu, bagi para kades yang merasa
didzolimi oleh oknum camat itu, mari
bangkit untuk melawannya, insya
Allah kebenaran pasti menang.
Tandasnya meyakini.
Menyikapi hal ini Asep
mendukung petugas Polsek untuk terus
laporan tersebut, karena menurutnya
pengusutan kasus ini merupakan celah
aparat penegak hukum mengusut
dugaan korupsinya.
Dikatakan Asep, perlu diketahui
oleh pejabat public bahwa Mahkamah
Agung (MA) telah memutuskan
narasumber yang membocorkan
informasi korupsi kepada wartawan
tidak bisa dipidana. Sebab yang
dilakukan oleh narasumber adalah
untuk membela kepentingan umum
dan tidak dengan maksud menista
seseorang.
Bahwa menurut pasal 310 ayat 3
KUHP, tidak termasuk menista atau
menista dengan tulisan jika ternyata si
pembuat melakukan hal itu untuk
kepentingan umum atau lantaran
terpaksa perlu mempertahankan
dirinya, tandasnya. qTim

Batching Plant PT. Bumi Karsa Kalla Group Langgar RT/RW


Pol PP Subang Tak Miliki Nyali Lakukan Penertiban

SUBANG, (PERAK).Guna penanggulangan proyek jalan


tol, Perusahaan Batching Plant PT. Bumi
Karsa- Kalla Group mendirikan
perusahaannya diareal tanah negara
lokasi Subang Kota, tepatnya dilahan
sekira seluas satu hektar dikawasan
Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam
Kabupaten Subang yang diduga
melanggar peraturan perijinan tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),
namun hingga saat ini sudah sekira satu
tahunan belum juga ada penertiban dari
aparatur pemerintahan terkait khususnya
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)

Subang selaku penegak


Peraturan daerah (Perda).
Sementara itu, tentang
masalah perijinan batching plant
sudah ditangani sejak lama,
namun diduga Pol PP tidak
memiliki nyali untuk melakukan
penertibannya. Saat
dikonfirmasi diruang kerjanya,
Penyidik PNS Sat Pol PP
Subang, Dadeng Supriatna
berdalih, kami sudah
melakukan pemanggilan
terhadap menejer batching
plant, juga sudah ada rundingan dengan
312, namun sampai saat ini belum tahu
sejauh mana perkembangannya, nanti
kita akan tindak lanjuti lagi dan
koordinasi dengan para pihak terkait,
khususnya Distarkimsih,
Seperti telah diberitakan Perak
edisi sebelumnya, bahwa Penyidik PNS
Satuan Polisi Pamong Praja Subang,
Dadeng Supriatna berkilah, berkas
tembusan itu sudah ada dikantor, yang
jelas, setiap pelanggaran wajib
ditertibkan. kilahnya.
Batching plan itu adalah anak

perusahaan besar di Makasar-Sulawesi


Selatan milik keluarga besar Kalla
termasuk seorang pengusaha bernama
Jusuf Kalla yang sekarang menjabat
sebagai Wakil Presiden RI. Pasalnya,
seperti diungkapkan salah seorang Staf
Batching Plant PT. Bumi Karsa, Tofik
dikantornya, jika batching plan ini tidak
berijin, tidak mungkin kami
melaksanakan aktivitas, mengenai siapa
pemilik perusahaan ini, memang benar
milik keluarga besar Kalla/Pak Jusuf
Kalla, namun anda tidak usah bawa-bawa
nama Pak Jusuf, karena beliau sudah
tidak ikut mengelola lagi, sudahlah tidak
usah dipermasalahakan soal ini, lebih
baik kita bermitra saja, berlanggan koran
saja, ungkapnya.
Kabid BPMP Subang, Didin
mengatakan, mengenai Batching Plant
yang berdiri diatas tanah TNI 312 Kala
Hitam itu tidak berijin dan kami tidak
akan mengeluarkan ijinnya, karena
perusahaan telah melanggar peraturan
RTRW Subang, serta pihak kamipun
dalam kejadian ini, sudah memberikan
tembusan kepada Sat Pol PP dalam hal
penertibannya, dalihnya.
qHendra/ Datim

SAMBUNGAN
Edisi: 117 Minggu I/Tahun ke VI/ 6-20 Februari 2015

PEDULI HUKUM...
<< Dari hal. 1

Suringa mensyaratkan
pengenaan pidana adalah adanya
kesalahan dan melawan hukum.
Kesengajaan atau kelalaian
merupakan dapat dilihat dari
sikap batin dari pelaku (actus
reus) Unsur actus reus ini sangat
sulit pembuktiannya, apakah
keluarnya sebuah kebijakan itu
ada indikasi sengaja atau lalai,
untuk hal tersebut dapat
digunakan teori kesalahan dan
macam-macam kesengajaan.
M e n u r u t Vo s d a n
Zevenbergen, sengaja itu tidak
mensyaratkan pelaku
mengetahui, bahwa
perbuatannya adalah melanggar
hukum. Mengetahui atau tidak
mengetahui, bahwa perbuatannya
melanggar hukum bukan syarat
adanya sengaja, begitu juga
mengetahui atau tidak
mengetahui, bahwa kelalaian
yang dilakukannya adalah suatu
perbuatan yang bertentangan
dengan hukum, bukan syarat
kelalaian.
Dalam tataran empirik hakim
tinggal membuktikan adanya
kesesuaian fakta atau bukti yang
kuat serta valid dari sebuah
kebijakan dan akibat yang
ditimbulkan terdapat penyesatan
untuk terjadinya suatu kejahatan.
Unsur yang terpenting dari suatu
tindak pidana adalah melawan
hukum (wederrechtelijke) dalam
hal ini bertentangan dengan
hukum yang pengertiannya sama
dengan Pasal 1365 BW yang
dimulai pada tahun 1919, di mana
Hoge Raad mulai menafsirkan
perbuatan melawan hukum dalam
arti luas pada perkara
Lindenbaum vs. Cohen dengan
mengatakan, bahwa perbuatan
melawan hukum harus diartikan
sebagai perbuatan atau tidak
berbuat yang bertentangan
dengan hak subjektif, kaidah
kesusilaan, kepatutan dalam
masyarakat.
Perbuatan melawan hukum
dapat dilakukan, baik oleh
individu maupun penguasa. Oleh
karena itu, kebijakan yang
diambil penguasa untuk
kepentingan umum tidak dapat
digugat, bahwa soal perbuatan
melanggar hukum oleh penguasa
di samping harus diukur dengan
undang-undang, peraturanperaturan formal yang berlaku
juga harus tetap diukur dengan
batas kepatutan dalam

Diduga...
<< Dari hal. 1

Sementara itu, Sekdes Abdul


Ghoni berniat akan mengundurkan
diri dari jabatan sebagai sekdes
karena beranggapan sudah tidak ada
kecocokan dengan kebijakan yang
diambil kepala desa. Lebih
memprihatinkan, tak ada tunjangan
sama sekali, baik dari hasil bengkok
sawah atau yang lainnya.
Jadi kami hanya menerima gaji
saja Rp3.250.000 per tahun,
mengenai ruang BPD sebetulnya
bukan tak ada ruang, tapi semua
anggota BPD tak ada keberanian
mengawasi, menanyakan dan
menegur kepala desa. Padahal itu kan
hak dan tugas BPD, mengapa tidak

masyarakat.
Untuk itu, suatu kebijakan
yang dikeluarkan oleh seorang
pejabat publik tidak boleh
melanggar hukum dalam arti
melanggar perundang-undangan
yang lain atau perundangundangan yang berlaku di
masyarakat. Pembuktian ada
tidaknya unsur melawan hukum
(dalam arti materill dan formil)
merupakan upaya perlindungan
hukum terhadap pengambil dan
pelaksana kebijakan.
Mahkamah Konstitusi dalam
Putusan Nomor 003/PUUIV/2006 menyatakan Penjelasan
Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi sebagaimana telah
diubah dengan Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2001
Nomor 134, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia
Nomor 4150) sepanjang frase
yang berbunyi: Yang dimaksud
dengan secara melawan hukum
dalam Pasal ini mencakup
perbuatan melawan hukum dalam
arti formil maupun dalam arti
materiil, yakni meskipun
perbuatan tersebut tidak diatur
dalam peraturan perundangundangan, namun apabila
perbuatan tersebut dianggap
tercela karena tidak sesuai dengan
rasa keadilan atau norma-norma
kehidupan sosial dalam
masyarakat, maka perbuatan
tersebut dapat dipidana tidak
mempunyai kekuatan hukum
mengikat.
Dalam konteks kebijakan
yang dikategorikan sebagai
tindak pidana dan terdapat
perbuatan melawan hukum, maka
kebijakan tersebut di samping
tidak boleh melanggar undangundang, juga harus sesuai dengan
asas kepatutan, proporsional, dan
memenuhi prinsip-prinsip atau
asas-asas umum pemerintahan
yang baik.
Sebuah kebijakan yang
diambil tidak boleh keluar dari
pelaksanaan kewenangan seorang
pejabat atau melampaui batas
kewenangan yang telah
ditentukan oleh undang-undang
atau peraturan, maka disitulah
telah terjadi adanya
p e n y a l a h g u n a a n
kewenangan.***

KPK VS POLRI...
<< Dari hal. 1

Denny sangat menyayangkan


penunjukan Sarpin Rizaldi sebagai
hakim sidang praperadilan Budi
Gunawan.
"Seharusnya kasus strategis
seperti ini dipegang oleh hakim yang
reputasinya dihormati semua orang,"
ujar dia.
Permintaan pengawasan
tersebut juga disampaikan oleh Tim
Advokasi Anti Kriminalisasi
(TAKTIS). Pada Jumat (3/1) lalu,
TAKTIS sempat mendatangi Komisi
Yudisial meminta lembaga tersebut
turut mengawasi jalannya sidang
praperadilan Budi Gunawan.
TAKTIS melaporkan adanya
beberapa temuan terhadap hakim
Sarpin Rizaldi, seperti diantaranya
beliau pernah dilaporkan ke KY oleh
Takai Barus, pemilik paten Boiler
320 derajat celcius karena diduga
menerima suap saat menangani
perkara tersebut.
Selain itu, Sarpin juga diduga
membebaskan terdakwa korupsi
dalam kasus waduk Rawa Babon saat
menjadi hakim di Pengadilan Negeri
Jakarta Timur di mana tuntutan jaksa
saat itu adalah tujuh tahun penjara.
Pada 2008, Sarpin juga pernah
diperiksa oleh Pengadilan Tinggi
DKI Jakarta atas dugaan pelanggaran
hukum beracara pidana dalam vonis
perkara narkoba 180 gram heroin.
Kecil Kemungkinan di Kabulkan
Sementara itu, peneliti Pusat
Studi Hukum dan Kebijakan Miko
Ginting mengatakan seharusnya
pengadilan bisa dengan mudah
memutuskan praperadilan Budi
Gunawan tersebut. "Kemungkinan
dikabulkannya kecil sekali,"
katanya.
Dia mengatakan hal tersebut
berdasarkan pengajuan praperadilan
Budi Gunawan tidak sesuai dengan
Pasal 77 Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana (KUHAP)
yang di dalamnya berisi tentang
objek yang bisa membuat seseorang
mengajukan praperadilan.
Dalam pasal tersebut pun tidak
tercantum penetapan status
tersangka bisa membuat seseorang
mengajukan praperadilan.
Terkait pengawasan sidang
praperadilan Budi Gunawan, Ketua
Komisi Yudisial Suparman Marzuki
memastikan KY akan memantau
sidang tersebut. KY juga berharap
agar hakim yang memimpin jalannya
sidang bisa memiliki integritas yang
baik.
"Kami akan hadir di sana untuk

Akhirnya...
<< Dari hal. 1

dilakukan, tandasnya.
Terkait dengan hal itu, saat
Perak mencoba meminta konfirmasi
kepada Camat Pusakajaya, Toni di
kantornya. Namun, camat sedang
tidak ada di tempat dan diterima oleh
Sekmat Adi Pranoto. No coment,
singkatnya.
Selain itu, dari informasi yang
berhasil dihimpun Perak, warga
Karanganyar pernah menginginkan
mobil operasional desa atau
ambulans desa supaya di pasang
tulisan mobil milik desa, namun
kades Makpud tak pernah
mengabulkan, terkesan mobil itu
milik pribadinya.
Terkait hal itu, Kades Makpud
ketika hendak dikonfirmasi Perak,
Selasa (3/2) sedang tidak ada
ditempat. qAtang S.

sekarang kan sudah menunggu


cukup lama proses, dari pertama
pemberkasan sampai ke
pembagian SK, Kabupaten Subang
dan BKN sudah mengadakan
verifikasi dan vailidasi,
ungkapnya.
Dari verifikasi dan vailidasi
ini, himbau Heri, kami wajib
menyampaikan kepada tenaga
honorer agar tidak resah dan
gelisah karena mendengar
kabupaten lain sudah diserahkan,
sementara Kabupaten Subang ini
belum, ucapnya di hadapan 300
orang CPNS kategori 2 yang lulus
dari 5 dinas yang ada di Kabupaten
Subang.
Pertama alasannya bahwa
Kabupaten Subang jumlahnya
cukup banyak, sedangkan di

11

Gunawan mendapatkan penjagaan


sekitar 800 personil gabungan dari
Brimob Mabes, Polda, Polres, dan
Polsek.
Sementara pengunjukrasa dari
berbagai aliansi berunjukrasa
sebelum dimulainya sidang
praperadilan Komjen Pol Budi
Gunawan di halaman Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan, Jakarta.

memantau proses persidangan," ujar


Suparman, Jumat (30/1).
Hal serupa juga diungkapkan
pengamat masalah hukum acara dari
Fakultas Hukum Universitas
Indonesia, Febby Mutiara
mengatakan, gugatan praperadilan
yang diajukan Budi Gunawan tidak
memenuhi syarat-syarat yang diatur
dalam KUHAP.
"Karena penyidikan baru
dilakukan, tidak ada penghentian
terhadap penyidikan, penangkapan
belum dilakukan, penahanan juga
tidak. Ganti kerugian juga tidak."
"Kan mesti ada dulu salah atau
tidaknya penangkapan atau
penahanan itu tadi," kata Febby
Mutiara.
Sidang ditunda satu pekan
Sidang praperadilan Komjen
Budi Gunawan ditunda hingga pekan
depan, Senin (9/2). Penundaan
dikarenakan Komisi Pemberantasan
Korupsi sebagai pihak termohon
tidak hadir dalam sidang yang
digelar di Pengadilan Jakarta
Selatan.
"Karena termohon tidak hadir,
pengadilan nenunda untuk kembali
memanggil KPK. Karena
pemanggilan disesuaikan waktu,
sidang jadi ditunda seminggu ke
depan dan akan dilanjutkan lagi pada
pekan depan," kata Hakim Sarpin
Rizaldi di ruang utama Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/2).
Menanggapi itu, salah satu
kuasa hukum dari Budi Gunawan,
Maqdir Ismail langsung meminta
agar termohon dapat dihadirkan.
"Kami meminta kepada termohon
hadir, jangan sampai termohon sudah
dipanggil secara patut malah tidak
hadir," katanya.
Dia juga meminta agar
penundaan persidangan tidak lebih
dari tiga hari. Menurutnya,
penundaan pemanggilan selama
seminggu mengulur waktu
persidangan. Selain itu, Maqdir juga
mendesak agar hakim bisa
membacakan gugatan permohonan
praperadilan hari ini juga.
Hakim Sarpin menolak
permintaan kuasa hukum Budi
Gunawan. Alasannya, jika tuntutan
dibacakan, artinya persidangan
dimulai. "Padahal termohon belum
hadir. Kita mengikuti hukum acara
pidana yang berlaku," katanya.
Ia juga akan meminta juru
sidang untuk memanggil yang
bersangkutan agar datang pada hari
persidangan yang sudah ditentukan.
"Sidang akan dimulai pukul 09.00
WIB dan diberi tolerani (telat)
selama satu jam saja," katanyanya.
Sidang praperadilan Budi

Ini Alasan KPK tak Hadiri Sidang


Praperadilan
Deputi Pencegahan KPK Johan
Budi mengatakan, perwakilan dari
KPK tidak dapat hadir dalam sidang
praperadilan Komisaris Jenderal
Budi Gunawan di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan. Johan mengatakan,
KPK baru mengetahui bahwa materi
praperadilan yang diajukan Budi
bertambah pada Kamis (29/1/2015)
malam.
"KPK hari ini tidak bisa hadir
karena ternyata materi gugatan
praperadilan dari pihak penggugat
berubah dan bertambah," ujar Johan
melalui pesan singkat, Senin
(2/2/2015).
Johan mengatakan, KPK
membutuhkan waktu lebih lama dari
waktu yang tersisa untuk
mempersiapkan jawaban atas
tambahan gugatan tersebut. Menurut
dia, alasan tersebut wajar dalam
proses praperadilan sehingga tidak
perlu dipermasalahkan.
"Jadi hari ini belum bisa hadir
karena harus menyiapkan bahan
jawaban gugatan itu," kata Johan.
Namun, Johan memastikan
bahwa KPK akan hadir dalam sidang
praperadilan berikutnya dengan
jawaban yang telah mereka
persiapkan. "Dalam sidang
berikutnya KPK siap hadir," ujar
Johan.
Seperti diberitakan sebelumnya,
sidang perdana gugatan praperadilan
yang diajukan Budi Gunawan
dimulai pada hari ini. Sidang dengan
nomor perkara 04/pid/prap/2015/PN
Jakarta Selatan itu tidak dihadiri oleh
Budi dan hanya dihadiri oleh tim
kuasa hukum. Budi menggugat KPK
atas penetapan dirinya menjadi
tersangka.
KPK menetapkan Budi
Gunawan sebagai tersangka tak lama
setelah Presiden Joko Widodo
menyerahkan nama mantan ajudan
Presiden kelima RI Megawati
Soekarnoputri itu ke Dewan
Perwakilan Rakyat. Ia dijerat Pasal
12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, dan
Pasal 11 atau 12 B Undang-Undang
Tindak Pidana Korupsi.
qAs/ Net

kabupaten lain yang sudah


dibagikan jumlahnya sedikit dan
memang di Kabupaten Subang
banyak terjadi panding-an dan
sekarang sudah diperbaiki,
Alhamdulilah, terangnya.
Adapun sosialisasi hari ini
dimaksudkan untuk memberi
pembekalan kepada CPNS agar
mengacu kepada korp pegawai
negara agar menjadi pegawai yang
berpotensi dan berkualitas serta
menjadi pegawai yang visioner.
Selanjutnya Heri
memaparkan, dalam sosialisasi ini
juga agar terbangun silaturahmi
antara BKD dengan tenaga
h o n o r e r, n i s c a y a d e n g a n
silaturahmi, maka akan banyak
mengeluarkan pendapat sehingga
semua masalah akhirnya dapat
terselesaikan.
Bagi yang belum lulus
kemarin, sambung Heri kita sudah
mengadakan pertemuan dengan

pihak deputi bahwa yang belum


lulus ada 2 kemungkinan, apa mau
di testing lagi atau mengaju ke
passing grade yang sudah
dilakukan.
Nah kebetulan kemaren dari
pihak forum nasional sudah
mendesak ke BKN dan Menpan
meminta di angkat secara bertahap
sehingga mengacu kepada passing
grade yang ada. Maka bagi yang
belum lulus ada harapan untuk di
angkat menjadi PNS, terangnya.
Heri menandaskan, penetapan
NIP sudah diterima dari BKN juga
Provinsi Jawa Barat hanya
sistematikanya, sementara
pihaknya sudah menginventarisasi pengajuan ke Kabag
Hukum Pemda nominatif kolektif
untuk diproses dan untuk diketahui
bahwa Kabupaten Subang yang
dinyatakan lulus dan penetapan
sudah disiapkan. qAdih

Banyak Pihak Termasuk Istana Sarankan Budi Gunawan Mundur

JAKARTA, (PERAK).Menteri Sekretaris Negara,


Praktikno menyatakan Presiden Joko
Wi d o d o s e g e r a m e n g u m u m k a n
kepastian nasib calon kapolri, Komjen
Pol Budi Gunawan, yang menjadi
tersangka kasus korupsi oleh KPK.
"Presiden menghadapi realita calon
kapolri disetujui oleh parlemen. Tapi
kenyataannya yang bersangkutan
berstatus tersangka. Dua dilema ini tidak
mudah dicari solusinya," kata dia di

Istana Negara,
S e l a s a
(3/2/2015).
"Akan lebih
indah kalau pak
B G m u n d u r.
Kalau tidak maka
dilema ini harus
diselesaikan.
Pada akhirnya
presiden segera
putuskan."
Intinya,
ungkap Pratikno,
Presiden Jokowi mengikuti proses
hukum yang berlaku dan berharap
semua pihak juga mendukung
terlaksananya proses tersebut. Sejauh ini
Presiden Jokowi belum mengambil
keputusan atas nasib calon Kapolri
terpilih Komjen Pol Budi Gunawan.
Presiden pada Kamis (29/1/2015)
bertemu dengan sejumlah pihak untuk
mendengarkan aspirasi soal
disharmonisasi KPK-Polri dan
pelantikan Budi Gunawan.

Tim Independen yang dibentuk


Presiden Jokowi telah
merekomendasikan Presiden tidak
melantik Budi Gunawan. Namun
kepastian pelantikan Komjen Pol Budi
Gunawan, yang belakangan ditetapkan
sebagai tersangka kasus dugaan
kepemilikan rekening gendut oleh KPK,
ada di tangan Jokowi selaku pemegang
hak prerogratif.
Sementara itu Menko PMK Puan
Maharani yang merupakan politikus
PDIP menyerahkan keputusan soal itu
ke Jokowi.
"Boleh saja pernyataan seperti itu.
Tapi kan mekanisme dan hal-hal lain
harus menjadi pertimbangan. Apakah
nanti, bagaimana nanti, yang
memutuskan presiden. Kita tunggu
saja," kata Puan di Gedung DPR,
Senayan, Jakarta Pusat, Selasa
(3/2/2015).
PDIP selama ini menjadi motor
pendukung jalan Komjen Budi menjadi
Kapolri. Lalu, bagaimana sikap PDIP
dan Mega apabila mantan ajudan
Megawati itu tak dilantik Jokowi?

"Tanya PDIP kalau urusan politik, dan


(tanya) Bu Mega," jawab mantan
anggota DPR ini.
Saat ini, sinyal-sinyal pembatalan
pelantikan Komjen Budi dirasa kuat.
Mensesneg Pratikno yang ditanya soal
pelantikan Komjen Budi secara tersirat
meminta mantan ajudan Megawati itu
mengundurkan diri.
Calon Kapolri Budi Gunawan
telah diloloskan Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) dalam paripurna. Namun,
status tersangka dari Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) masih
terus disandangnya hingga saat ini.
Atas kondisi tersebut, mantan
Wakil Presiden BJ Habibie pun angkat
bicara. Dirinya menyarankan Budi
untuk melangkah mundur dari
pencalonan Kapolri yang diusung oleh
Presiden Joko Widodo.
"Begini, kalau saya bilang Kapolri
ada dua, siap menghadapi hukum dan
politik," ucap Habibie seusai melayat
Bob Sadino di Jalan Cireundeu Raya,
Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa

(19/1/2015) malam.
Habibie melihat, jalan yang tepat
ditempuh oleh Budi yaitu menyatakan
ketidaksediaan untuk menjadi Kapolri
menggantikan Jenderal Sutarman, ke
DPR dan Presiden.
"Saya berpendapat, sebaiknya
(Budi) menyampaikan terima kasih atas
kepercayaan di DPR untuk mesupport
jadi Kapolri. Saya (Budi) tidak bersedia
melaksanakan tugas (jadi Kapolri)
seperti disarankan kalian (DPR)," tutur
Habibie.
Namun, ketika Budi
menyampaikan hal tersebut. Budi pun
harus menyakinkan kepada semua pihak
bahwa dirinya tidak bersalah dan
berusaha membuktikan kebenaran yang
terjadi, apakah melakukan tindakan
korupsi atau tidak.
"Tapi saya (Budi) berusaha dan
yakin tidak bersalah, saya akan
menghadapi secara hukum dan
kepercayaan DPR benar. Kalau itu
diucapkan budi, akan bagus dan jadi
panutan," ujarnya. qAs/ Net

Pengurus Posko FMP Cabang Karawang Disumpah

KARAWANG, (PERAK).Kepedulian organisasi


kemasyarakatan menyoroti berbagai
persoalan di Kabupaten Karawang
sangat ditunggu masyarakat. Peranan
LSM memberikan masukan yang positif
sebagai alat kontrol sosial ditengah
masyarakat. Terlebih menyangkut
kinerja pemerintahan daerah yang harus
disoroti pelaksanaannya supaya tidak
merugikan kepentingan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua
Umum Forum Masyarakat Peduli
(FMP) Asep Sumarna Toha yang
bermarkas di Subang, saat acara

pengukuhan sekaligus
pengambilan sumpah
Kepala Posko Cabang
Karawang beserta
jajarannya di Dusun
Sentul RT02/02, Desa
Cikampek, Kecamatan
Cikampek Selatan,
Kabupaten Karawang,
Sabtu (31/01/2015).
Menurut Asep,
peranan FMP ditengah
masyarakat harus
menjunjung tinggi nilainilai keberpihakan
kepada masyarakat. Kita
harus jadi garda
terdepan untuk
membantu masyarakat,
apalagi menyangkut
nasib masyarakat yang
tidak berdaya secara
hukum yang pasti perlu
adanya pendampingan.
Peranan FMP harus benar-benar
sesusai dengan visi dan misi organisasi.
Kehadiran kita ditunggu masyarakat.
Banyak sekali permasalahan ditengah
masyarakat yang perlu kita bantu. Oleh
karena itu, saya himbau jaga nama baik
FMP ditengah masyarakat. Lahirnya
FMP semata-mata hanya untuk
kepentingan masyarakat, ujarnya.
Dia juga menegaskan setelah
dikukuhnya para pengurus di Cabang
Karawang ini harus bisa menjalankan
roda organisasi yang sesuai dengan

AD/ART organisasi. Jaga nama baik


FMP jangan sampai mengecewakan
masyarakat, karena kita lahir dari
masyarakat untuk masyarakat.
Jaga nama baik FMP ditengah
masyarakat. Dampingi masyarakat
ketika masyarakat tidak berdaya secara
hukum atau dirugikan hak-haknya. Kita
harus membela sampai mereka
mendapatkan haknya, tegas Asep.
Turut hadir dalam agenda tersebut
rekan Lsm dan wartawan se- Karawang,
srikandi- srikandi yang merupakan
pengurus posko pusat, tak lupa juga Ibu
Negara yang setia mendampingi Ketua
Umum, yakni Bunda Iis Marlyana
Sumarna.
Sementara itu, Dennis F.W selaku
Kepala Posko Cabang Karawang.
Setelah dirinya dikukuhkan selaku
pimpinan cabang. Akan mengamankan
kebijakan organisasi. Kehadiran FMP di
Karawang akan tetap kritis terhadap
Pemerintahan Daerah (Pemda) dan
proses penegakan hukum di Karawang.
Guna menyampaikan koreksi terhadap
kebijakan penyelenggaraan negara
terhadap kepentingan seluruh
masyarakat Karawang.
Jalannya pemerintahan Karawang
dalam menjalankan kebijakannya untuk
kepentingan publik. Tetap harus disoroti
agar pelaksanaan pembangunan dapat
dilaksanakan sesuai dengan APBD
Karawang, ujarnya.
Hal senada juga disampaikan
Dadang Aripudin, Wakil Ketua FMP

Cabang Karawang bukan hanya


mengkritisi kebijakan Pemda
Karawang. Lahirnya FMP juga harus
jadi garda terdepan buat kepentingan
masyarakat yang tak berdaya yang
termarginalkan oleh kebijakan, apalagi
menyangkut nasib warga masyarakat.
Ketika masyarakat memerlukan
pendampingan secara hukum. Harus kita
dampingi. Salah atau tidaknya
seseorang. Terkait masalah hukum, nanti
keputusan pengadilan yang berhak
memutuskannya. Ini pembelajaran bagi

kita semua warga. Sebab dihadapan


hukum, kita punya hak membela dan
dibela, singkatnya.
Pengukuhan tersebut berdasarkan
Surat Keputusan Pimpinan FMP Nomor:
057/KEP/LSM-FMP/I/2015 tertanggal
1 Jnuari 2015. Berikut nama- nama
pengurus Posko FMP Cabang
Karawang, Dennis FW (Ka Posko),
Dadang Aripudin (Waka), Asep Entus
(Sekretaris), Annisa (Bendahara), Suma
(Kadiv Biro Jasa) dan Tedi Syaripudin
(Kadiv Sosial). qTim

Propam Akan Tindak Tegas Aiptu TGN

KARAWANG, ( PERAK ).Seksi Profesi dan Pengamanan


(Propam) Polres Karawang
menyampaikan akan menindak tegas
oknum polisi berinisial AIPTU TGN di

U n i t I
Krimum
P o l r e s
Karawang
yang diduga
t e l a h
menyalahgu
n a k a n
wewenang.
Demik
i
a
n
disampaika
n Kasie
Propam
P o l r e s
Karawang
I p t u
Hasanudin
Baharmelal
ui melalui
Kepala Sub Seksi Tim Pengamanan
Internal (Paminal) Aiptu H. Oyon
Sudahyat saat menerima laporan dari
Posko FMP Cabang Karawang

bernomor: 001/LP-FMP/KRW/I/2015.
Terima kasih kepada FMP yang
sudi menjadi sosial kontrol kinerja
kepolisian dan saya juga berjanji akan
menindaklajuti permasalahan ini agar
dikemudian hari tidak terjadi hal seperti
ini lagi, ucapnya kepada Perak di
ruangannya, (03/02/2015).
H. Oyon menandaskan, apabila
benar terbukti terjadi pelanggaran yang
dilakukan anggota, maka Paminal akan
menindak tegas dan kami tidak akan
pandang bulu demi tegaknya supremasi
hukum di Negara Kesatuan Republik
Indonesia tercinta ini.
Kepala Posko Cabang Karawang
Dennis F.W turut mengapresiasi niat
baik Propam dalam upaya pelaksanakan
pembinaan teknis pengamanan internal
Polres Karawang. Pasalnya, sikap yang
ditunjukan Aiotu TGN sudah tidak bisa
ditolerir.
Dalam penerapan Pasal 335,
Aiptu TGN terkesan mengada-ada

bahasa yang digunakan sewaktu


melaksanakan BAP dan terkesan
mengintimidasi secara kedinasan
terlapor, ungkapnya kepada Perak.
Dennis menerangkan dugaan
penyalahgunaan wewenang yang
dilakukan oknum penyidik di wilayah
hukum Polres Karawang yang berinisial
AIPTU TGN itu saat menerima laporan
dengan Pasal 335 KUPidana dengan
mencantumkan
perbuatan tidak
menyenangkan terhadap seorang
jurnalis koran lokal berinisial Dag (40).
Frase
Perbuatan tidak
menyenangkan sebenarnya sudah
dihapuskan oleh MK, tetapi masih saja
diterapkan oleh oknum tersebut,
tandasnya.
Lanjut Dennis, dirinya berharap
institusi Polri khususnya di wilayah
hukum Polres Karawang agar bekerja
lebih profesional dalam menangani
kasus, jangan ada keterpihakan dan
penyidik agar selalu mengikuti

perkembangan di bidang hukum dan


jangan sampai menerapkan pasal
karet untuk menjerat seseorang
menjadi tersangka, apalagi frase-nya
sudah dihapus oleh MK sejak 2 tahun
silam.
FMP berjanji akan terus
mengawal kasus ini sampai oknum
yang meng-intimidasi wartawan dan
pelaku kriminalisasi kasus tersebut
diberi sanksi tegas sesuai dengan
peraturan yang berlaku, pungkasnya.
Terkait dengan hal itu, Kapolres
Karawang AKBP Dady Hartadi
melalui pesan singkatnya mengatakan
bahwa "Frase perbuatan tidak
menyenangkan sudah di hapus
dalam Pasal 335, akan tetapi 335
dapat diterapkan bila ada tindakan
atau ancaman kekerasan . Itu pun bila
cukup unsur, bila tidak ya tidak bisa
diteruskan, ungkapnya.
qTim