Anda di halaman 1dari 42

MANAJEMEN LIMBAH

Disampaikan pada pelatihan


Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit
RS.SURYA HUSADHA, 21- 23 OKTOBER 2010

Faktor-faktor terjadinya
infeksi
Agent
Cross infection
Enviroment infection
Self infection

Host

Enviroment

Tujuan Pelatihan
Pada Akhir sesi peserta akan dapat:
Memahami jenis-jenis limbah RS
Memahami cara pengelolaan limbah RS
Mencegah terjadinya kontaminasi
melalui limbah RS
Meningkatkan citra RS

Materi pelatihan
Pendahuluan
Pengertian dan kode limbah
Penangan limbah
Perencanaan
Prosedur pelaksanaan
Penanganan akhir limbah

Penangan limbah cair


Penanganan limbah benda tajam

- Penampungan
- Prosedur pelaksanaan
- Prosedur luka tusuk jarum
- Manajemen pelaporan luka tusuk jarum
Kesimpulan

PENDAHULUAN
Pencegahan dan pengendalian infeksi

bertujuan untuk melindungi pasien, petugas


dan pengunjung serta masyarakat sekitar
dari penularan infeksi
Manajemen limbah merupakan salah satu
bagian dari kewaspadaan standar
Limbah rumah sakit terkontaminasi dan
tidak terkontaminasi.
85 % limbah umum rumah sakit tidak
terkontaminasi dan tidak berbahaya bagi
petugas kesehatan
Limbah terkontaminasi berbahaya harus
ditangani dengan baik dan benar.

Pengertian
Limbah (menurut PP NO 12, 1995)

Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan


atau proses produksi
Limbah rumah sakit
semua limbah yang dihasilkan oleh seluruh
kegiatan rumah sakit
Jenis limbah RS adalah limbah INFEKSIUS
DAN NON INFEKSIUS, Limbah benda Tajam,
Limbah Zat Kimia, limbah cair, limbah
radio aktif

PRINSIP PENANGANAN LIMBAH


LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN LIMBAH

BERDASARKAN :
PERENCANAAN, PEMISAHANAN, PENGUMPULAN,
TRANSPORTASI,
PENYIMPANAN, TREATMEN DAN PENANGANAN
AKHIR
PEMISAHAN LIMBAH DIDASARKAN PADA KATEGORI
JENIS LIMBAH
KODE WARNA KANTONG SESUAI KODE
INTERNASIONAL DAN
DILETAKAN PADA KONTAINER SEBAGAI LOGO
SIMBOL BIOHAZARD
KONTAINER BENDA TAJAM (PRINSIP TAHAN AIR,
TAHAN TUSUKAN)
DILETAKAN PADA AREA RUANG TINDAKAN
( TROLLEY INJECTION,

Sumber-sumber limbah
Ruang perawatan
Ruang farmasi
Laboratorium
Perkantoran
Rumah tangga
Gizi
Dapur

Pemrosesan
limbah

Identifikasi
Pemisahan
Labeling
Packing
Penyimpanan
Pengangkutan
Treatment
Disposal

1.Identifikasi limbah
Jenis limbah
Limbah padat:
Infeksius
Non infeksius

Limbah cair
Infeksius
Non infeksius

Limbah benda tajam

Limbah padat
Limbah yang berasal dari pelayanan klinis,
infeksius
perawatan, laboratorium dan atau semua
benda yang sudah terkontaminasi dengan
darah atau cairan tubuh pasien

Limbah padat non infeksius


Limbah rumah tangga atau
pembungkus alat medik yang
tidak terkonaminasi
dengan darah atau cairan tubuh
pasien

Limbah benda tajam


Semua benda yang mempunyai
permukaan tajam yang dapat
melukai / merobek permukaan tubuh

Penanganan benda tajam


Jangan recapping jarum bekas pakai (kategori IB),
Dilarang mematahkan jarum, melepaskan,
membengkokkan jarum bekas pakai.
Gunakan cara yang aman
bila memberikan benda
tajam

2-14

Pemisahan limbah
Pemisahan dimulai dari awal penghasil

limbah
Pisahkan limbah sesuai dengan jenis
limbah
Tempatkan limbah sesuai dengan
jenisnya
Limbah cair segera dibuang ke
wastafel di spoelhoek

Pemisahan limbah

Limbah benda tajam

Sampah Infeksius Kantong Kuning


Semua
benda
yang
mempunyai
Dresing bedah,kasa,verband,kateter,masker,sarung
permukaan
tajam
yang
dapat
tangan dan semua
sampah
yang terkontaminasi
darah
melukai
merobek
dan cairan/tubuh
pasien permukaan tubuh

Sampah non infeksius : Kantong Hitam


Kertas,plastik,kardus,kayu,kaleng,sisa makanan atau
sampah yang tidak terkontaminasi darah dan cairan
tubuh pasien

Sampah benda tajam Kotak berwarna kuning


Jarum suntuk, pisau cukur,stilet,pecahan ampul, objek
gelas, sampah yg memiliki permukaan/ujung yg tajam

Labeling

Kode warna pembungkus


Kuning

SampahInfeksius
Hitam
Non infeksius
Merah
Radioaktif
Ungu
Cytotoksik
Kotak kuning
Limbah benda
tajam tahan tusukan dan tahan air

Contoh label
Sampah Medis ( Infeksius ): Kantong Kuning
Dresing bedah,kasa,verband,kateter,
plester,masker,sarung tangan dan semua sampah yang
terkontaminasi dgn cairan tubuh pasien
Sampah non Medis( Domestik ): Kantong Hitam
Kertas,plastik,kardus,kayu,kaleng,sisa makanan atau
sampah yang tidak terkontaminasi dhn cairan tubuh
pasien
Sampah benda tajam : Kotak berwarna kuning
Jarum suntuk, pisau cukur,stilet,pecahan ampul, objek gelas,
sampah yg memiliki permukaan/ujung yg tajam

Packing/Penempatan
Limbah
Tempatkan dalam wadah limbah

tertutup
Tutup mudah dibuka, sebaiknya bisa
dengan menggunakan kaki
Kontainer dalam keadaan bersih
Kontainer terbuat dari bahan yang kuat,
ringan dan tidak berkarat
Tempatkan setiap kontainer limbah
pada jarak 10 20 meter
Ikat limbah jika sudah terisi 3/4 penuh
Kontainer limbah harus dicuci setiap
hari

Perkiraan mutu limbah


Unit penghasil limbah
Jenis limbah terbanyak
Tehnik pembuangan
Alat yang digunakan
SDM

Penanganan limbah
Pemisahan dimulai oleh penghasil

limbah pertama
Penampungan sesuai kode kantong
Dibuang 2 X sehari atau 2/3 kantong
terisi dengan mengikat leher kantong
dengan tali
Tersedia saluran air untuk limbah cair
Beri label yang jelas

Menggunakan kereta dorong khusus

Kokoh & kuat


Mudah dibersihkan
Khusus untuk mengangkut limbah
Trolly harus tertutup

Dibersihkan & di disinfeksi secara rutin


Menggunakan lift tersendiri

Pembuangan limbah
Landfilling
Incenerator
Autoclaving
Microwaving
Chemical disinfection
Irradiation process
Endcapsulasi

PROSES PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT

Pewadahan

Pengumpulan

Pemusnaha
n

Pengangkutan

Incenerator

Prosedur penanganan
limbah
Siapkan kantong beserta trolly dan

peralatan lainya sesuai standar.


Gunakan APD sesuai kebutuhan
Kumpulkan limbah sesuai jenis
Ganti kantong & bersihkan tempat sampah
bila perlu gunakan cairan disinfektan
Pengangkutan limbah dengan trolly khusus
dengan posisi ikatan dibagian atas.
Pastikan kantong terikat rapat tampa
kebocoran
Lakukan penanganan prosedur akhir sesuai
limbah
Bersihkan tempat penanpungan akhir
minimal 1X seminggu

Pengumpulan limbah
Tertutup & bersih
Terbuat dari bahan kuat, ringan,tahan karat,

kedap air dan mempunyai permukaan yang


halus
Mempunyai tutup dan mudah dibuka tampa
mengotori tangan
Jarak setiap radius 10- 20 meter
Tempat sampah infeksius dicuci dan di
disinfeksi jika akan dipergunakan kembali
Fasilitas pencucian & saluran limbah yang
baik
Pest kontrol
Suhu 2 - 7 jika > 72 jam

Tempat Penampungan sampah:


Tempat penampungan sementara ( TPS )

Tempat penampungan tidak permanet

Terletak pada lokasi mudah dijangkau

Dikosongka sekurang-kurangnya 24 jam.

Tempat pembuangan akhir ( TPA )

Sampah infeksius dimusnahkan di insenerator

Sampah Domestik ke TPA milik PEMDA

Sampah farmasi dikembalikan ke distributor atau


incenerator

Sampah bahan kimia berkonsuLtasi ke instansi


berwenang atau di daur ulang

Penanganan limbah cair


Cairan tubuh

Secreta
ke dalam wastafel/zink

Sisa Cairan Infus


Ke dalam Wastafel/zink

Sisa obat cair


kedalam wastafel/zink

Feces dan urine


ke dalam closet
lalu gelontor dengan banyak air/ air yang
mengalir, hindari cipratan dengan menggunakan
jarak yang aman

Unit Pengolahan limbah cair :


1. Waste Waste Stabilization Pund Systim (Kolam
stabisasi air limbah )
2. Oxidation Dicth Treatment systim ( Kolam
oksidasi air limbah )
3. Anaerobic filter treatment systim ( melalui
proses pembusukan anaerob )
4. Septik tank ( paling sederhana )

Benda tajam:

semua benda yang dapai melukai/memotong jaringan


permukaan kulit atau bagian tubuh sehingga menyebabkan
luka.

Penyebab luka:

Disposible syringes ( 32 % )

Suture needles ( 19 % )

Winged steel needles ( 12 % )

Scapel blades ( 7 % )

Intravenous catheter stylets ( 6 % )

Plebotomy needles ( 3 % )

Penanganan benda
tajam

Selalu dibuang sendiri oleh si pemakai


Semua benda tajam harus digunakan

sekali pakai, tidak boleh didaur ulang


atas pertimbangan penghematan
Tindakan beresiko terpajan benda tajam,
tempatkan operator pada posisi
lapangan pandang yang luas dan cahaya
yang cukup
Lindungi jari dengan menggunakan
penjepit/ pinset
Tidak menyarungkan kembali, mematahkan
atau menekukan jarum suntik bekas pakai

Pengelolaan Limbah Tajam


Tersedia Wadah yang tidak mudah

tembus oleh benda tajam / tusukan


( jerigen bekas, kardus yang tahan
benda tajam) dan tertutup berlabel
biohazard yang kuning
Tahan bocor dan tahan tusukan
Harus mempunyai pegangan
yang dapat dijinjing dengan satu
tangan
Mempunyai penutup yang tidak
bisa dibuka kembali
Ditutup dan diganti setelah teris
2/3 bagian limbah

Tempat
benda
tajam

Gunakan sarung tangan tebal


Gunakan kertas koran /tebal untuk
mengumpulkan pecahan tersebut kemudian
bungkus dengan kertas
Masukan dalam kotak tahan tusukan
kemudian beri label
Jika pecahan kaca tersebut terkontaminasi
cairan tubuh lakukan dekontaminasi

Contoh pengelolaan jarum setelah dipakai


Jangan memasukan kembali

jarum bekas suntikan


dengan dua tangan
Jangan mematahkan jarum
yg telah dipakai
Segera buang jarum/
needle ke dalam wadah yg
telah ditentukan dan
dibuang oleh sipemakai

LAKUKAN
PENANGANAN BENDA
TAJAM BEKAS PAKAI
DENGAN BAIK DAN
BENAR

Penanganan
pecahan/benda tajam
Gunakan sarung tangan tebal
Gunakan kertas koran untuk

mengumpulkan pecahan benda tajam


tersebut, kemudian bungkus dengan kertas
Masukkan dalam kontainer tahan tusukan
beri label

Selalu menggunakan plastik sampah yang

kuat & tidak mudah robek


Selalu dibuang setiap hari atau setelah 2/3
bagian terisi & diikat kuat pada bagian atas
menggunakan tali (Staples tidak
diperbolehkan )
Tempat sampah diberi lebel tempat
penghasil limbah yang jelas atau kode
departement
Mengangkat plastik sampah dengan
memegang leher plastik dengan posisi
ikatan dibagian atas
TPS sementara harus di area terbuka,
mudah dijangkau, aman, tdk menjadi
tempat berkumpulnya serangga/ tikus dan
dibersihkan setiap hari atau jika perlu serta

Trolly pengangkut limbah harus kuat, aman &

didisinfeksi setiap hari atau setelah dipakai.


Pengangkutan limbah yang menggunakan lift
tidak boleh sama dengan lift pasien.
Semua petugas penanganan limbah harus pernah
dilatih dalam PIN dan di evaluasi.
Semua petugas yang menangani limbah harus
menggunakan Alat Pelindung Diri(APD).
Percikan limbah dilantai harus ditangani sesuai
asal cairan ( air, darah, cairan tubuh )
Semua kejadian kecelakaan dalam penanganan
limbah harus di catat, di tindak lanjuti & diketahui
atasan ybs

Classification of hospital waste


and methods of treatment
Hospital Waste

Hazardous

Non Hazardous

Hazard

Clinical Waste

Biodegradable

Cytotoxic drugs,chemical,
radioactive waste strored
in cement tanks until half
life is over

( infection)

( kithen, landscape)

To compost

Inorganic

Recyclable

To market
Sharps
Steam sterilize, shred
deep burial
encapsulation,
incineration

Non
Sharps
Clinical waste
from patient care

Laboratory

Other

Hospital Waste ( 2)
Non Sharps

Clinical waste from patient


care

Plastic,
disposables,
syringes IV
sets catheters
ETT
Steam
sterilize and
shred or
Incineration
Landfill

Non Plastic,
cotton,gauze dressing
contaminated with
blood,purulentexudate
, secretions, excretions

Steam
sterilize and
shred or
Incineration
Landfill

Laboratory

Specimen

Blood, body
fluids,secret
ion,excretio
n

Mikrobiolog
y lab

Steam sterilize
and shred

Sewer or
Landfill

Animal

Incineratio
n/
Cremation

Landfill

Kesimpulan
Limbah RS dikelola sesuai dengan
pengelompokan jenis limbah.
Penanganan limbah sesuai tatanan
dengan tehnik cost effektif
Penanganan limbah benda tajam yang
benar mencegah terjadinya luka tusuk
yang dapat menimbulkan cross infeksi
dan memerlukan tindakan lebih lanjut.