Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PEMBAHASAN

6.1 Distribusi Frekuensi Variabel


Balita di Desa Manukaya cenderung memiliki status gizi yang baik
berdasarkan BB/U yaitu sebesar 92,7%. Meskipun begitu angka kejadian gizi
kurang pada balita juga cukup tinggi. Angka kejadian gizi kurang mencapai
7,3%. Memang lebih kecil dari angka kejadian gizi kurang di Bali berdasarkan
data Riskesdas 2010, yaitu hanya 11,1%. Namun lebih tinggi dari angka kejadian
gizi kurang maupun buruk di desa manukaya pada tahun 2012 yaitu 2,4%. Jika
balita yang diteliti memiliki
Proporsi status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan tinggi badan normal
mendominasi sebesar 83,3% sedangkan tinggi badan pendek sebesar 16,7%.
Untuk status gizi berdasrkan BB/TB menunjukkan status gizi normal sebesar
96,9%, dan sisanya berada pada status gizi gemuk sebesar 3,1%
6.2 Gambaran Status Gizi
Berdasarkan BB/U status gizi balita yang diteliti menunjukkan status gizi
baik sebesar 92,7%. Sedangkan gizi kurang sebanyak 7,3%. Jika Balita pada
penelitian ini dibagi berdasarkan tingkat partisipasi, Balita dengan partisipasi
tinggi yang memiliki status gizi baik sebanyak 95,5% dan status gizi kurang
4,5%. Sedangkan balita dengan partisipasi rendah yang memiliki status gizi baik
sebesar 90,4% dan tinggi badan pendek 9,6%. Hal ini menunjukkan bahwa balita
dengan tingkat partisipasi rendah memiliki proporsi status gizi kurang yang lebih
besar daripada balita dengan tingkat partisipasi tinggi.
Proporsi status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan tinggi badan normal
mendominasi, yaitu sebesar 83,3% sedangkan tinggi badan pendek sebesar
16,7%. Jika Balita pada penelitian ini dibagi berdasarkan tingkat partisipasi,
Balita dengan partisipasi tinggi yang memiliki tinggi badan normal sebanyak

88,6% dan tinggi badan pendek 11,4%. Sedangkan balita dengan partisipasi
rendah yang memiliki tinggi badan normal sebesar 78,8% dan tinggi badan
pendek 21,2%. Hal ini menunjukkan bahwa balita dengan tingkat partisipasi
rendah memiliki proporsi tinggi badan pendek lebih besar daripada balita dengan
tingkat partisipasi tinggi.
Proporsi status gizi berdasarkan BB/TB menunjukkan status gizi normal
sebesar 96,9% dan yang gemuk sebesar 3,1%. Jika balita dalam penelitian ini
dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan tingkat partisipasi , pada balita dengan
partisipasi tinggi yang status gizi normal sebesar 95,2% dan yang gemuk sebesar
3,8%. Sedangkan pada balita dengan partisipasi rendah status gizi normal sebesar
97,7% dan yang gemuk sebesar 2,3%.Hal ini menunjukkan balita dengan tingkat
partisasi yang tinggi memilki proposrsi status gizi yang gemuk dibandingkan
partispasi yang rendah.
6.4 Kelemahan Penelitian
1. Metode yang dipergunakan untuk mengevaluasi status gizi balita, yaitu
perhitungan BB/U, TB/U, dan BB/TB dimana perhitungan yang penulis
lakukan, terbatas bata satu waktu saja, sehingga tidak bisa merepresentasikan
perkembangan status gizinya..
2. Penelitian ini memfokuskan variabel pada status gizi dan tingkat partisipasi,
serta tidak membahas mengenai variabel pengganggu baik dari sisi status gizi
maupun partisipasi, seperti riwayat balita dalam kandungan, riwayat BBLR,
lama pemberian asi eksklusif, tingkat pendidikan ibu balita, tingkat
pengetahuan ibu balita, tingkat persepsi ibu balita, akses menuju posyandu,
dan jadwal posyandu, sehingga kurang dapat menggambarkan faktor-faktor
yang mungkin berpengaruh didalamnya.