Anda di halaman 1dari 7

N

DIAGNOSA

Ketidak seimbangan nutrisi kurang

TUJUAN

INTERVENSI

(NOC)

(NIC)

Adanya peningkatan

Kaji adanya alergi makanan

RASIONAL

Menentukan

dari kebutuhan tubuh

berat badan sesuai

kebutuhan diet yang

DS :

dengan tujuan.

tepat bagi pasien

Kram abdomen

Nyeri abdomen

Menolak makan

Persepsi ketidakmampuan

mengidentifikasi

kebutuhan tubuh akan

untuk mencerna makanan

kebutuhan nutrisi

nutrisi

DO :

Berat badan ideal sesuai

Jumlah kalori dan

menentukan jumlah kalori dan

nutrisi yang tepat

Mampu

nutrisi yang di butuhkan pasien

dapat memenuhi

Tidak ada tanda tanda

Pembuluh kapiler rapuh

Diare atau steatore

Kurang makan

peningkatan fungsi

Bising usus hiperaktif

pengecapan dari

malnutrisi

dengan tinggi badan.

Kolaborasi dengan ahli gizi

Anjurkan pasien mengingat intake

Fe

Zat besi berfungsi


membantu metabolism

Menunjukan

dalam tubuh
-

Anjurkan pasien untuk mengingat

protein.

Protein berperan
penting dalam

menelan

pembentukan masa

Tidak terjadi penurunan

otot.

berat badan yang berarti


(

aplikasi

Asuhan

Keperawatan
berdasarkan

Yakinkan diet yang di makan

mengandung tinggi serat untuk

tinggi serat selain

mencegah konstipasi

mencegah konstipasi

diagnose

juga membantu

medis & Nanda ,hal


133)

Makanan dengan

penyerapan nutrisi
-

Monitoring jumlah nutrisi dan


kandungan kalori

Mengevaluasi status
nutrisi dan kandungan

kalori pasien, juga


untuk memnentukan
perubahan intervensi.
-

Berikan informasi tentang

Peningkatan

kebutuhan nutrrisi

pengetahuan tentang

( aplikasi Asuhan Keperawatan

kebutuhan nutrisi

berdasarkan diagnose medis &

dapat meningkatkan

Nanda ,hal 133)

partisapasi pasien
dalam pemenuhan
nutrisi

N
O

DIAGNOSA

TUJUAN
(NOC)

INTERVENSI
(NIC)

Resiko cidera

Klien terbebas dari


cedera

Sediakan lingkungan yang aman


untuk pasien

Klien mampu
menjelaskan

RASIONAL
- Lingkungan yang aman
meminimalkan risiko
cedera

Identifikasi kebutuhan keamanan

- Menetapkan atau

cara/metode untuk

pasien, sesuai dengan kondisi fisik

menentukan tindakan

mencegah

dan fungsi kognitif pasien dan

pencegahan cedera yang

injury/cedera

riwayat penyakit terdahulu.

tepat bagi pasien

Klien mampu

berbahaya (misalnya

resiko dari

memindahkan prabotan)

Memasang side rail tempat tidur

- Mencegah terjadinya
cedera pada pasien
- Mencegah pasien terjatuh

personal

dari tempat tidur yang

Mampu memodifikasi

dapat menyebabkan

gaya hidup untuk

cedera.

mencegah injury
-

Menghindari lingkungan yang

menjelaskan factor
lingkungan/perilaku
-

Menempatkan saklar lampu di

- Memudahkan pasien

Menggunakan fasilitas

tempat yang mudah di jangkau

dalam mengontrol

kesehatan yang ada

pasien

penerangan dan

Mampu mengenali

mencegah terjadinya

perubahan status

cedera

kesehatan.

Memindahkan barang-barang yang - Mencegah terjadinya

( aplikasi Asuhan

dapat membahayakan

cedera akibat peletakan

Keperawatan

( aplikasi Asuhan Keperawatan

perabotan yang dapat

berdasarkan diagnose

berdasarkan diagnose medis &

menimbulkan cedera

medis & Nanda ,hal

Nanda ,hal 323)

323)

N
O

DIAGNOSA

TUJUAN

INTERVENSI

RASIONAL

(NOC)
3

Kurang perawatan diri (makan,

(NIC)
Mampu melakukan tugas

Pantau tingkat kekuatan dan

minum, berpakaian, Hygine)

fisik yang paling mendasar

DS : -

dan aktivitas perawatan

dari kekuatan otot dan

DO :Ketidak mampuan untuk:

pribadi secara mandiri

toleransi pasien

Menyuap makanan dari

dengan atau tanpa alat

terhada aktivitas yang

piring ke mulut

bantu

dilakukan

Mengunyah makanan

Menyelesaikan

pakaian dan berhias sendiri

penurunan kemampuan untuk

makanan

secara mandiri atau tanpa

berpakaian dan melakukan

berpakaian dan

Meletakkan makanan

alat bantu

perawatan rambut

melakukan perawatan

ke piring

Mampu mengenakan

efektif dapat dinilai

toleransi aktivitas

-Perawatan diri yang

Pantau peningkatan dan


-Kemampuan dalam

Mampu mempertahankan

rambut

Memegang alat makan

kebersihan pribadi dan

mengindikasikan

Ketidakmampuan

penampilan pribadi secara

perubuhan kebutuhan

melakukan hygiene

mandiri dengan atau tanpa

dalam perawatan diri.

eliminasi yang tepat

alat bantu

Ketidakmampuan

Pertimbangkan budaya pasien

-Budaya yang dimaksud

Mampu untuk melakukan

ketika mempromosikan

adalah kebiasaam

menyiram koloset atau

aktivitas eliminasi secara

perawatan diri

pasien dalam

kursi buang air

mandiri atau tanpa alat

perawatan diri, apakah

Ketidakmampuan

bantu

pasien mandiri atau

Mampu untuk malakukan

membutuhkan

Ketidakmampuan

aktivitas perawatan fisik

perawatan secara

manipulasi pakaian

dan pribadi secara mandiri

khusus walaupun

untuk eliminasi

atau dengan alat bantu

pasien mampu

mencapai koloset

Ketidakmampuan

Mampu untuk

melakukan perawatan

mengancing pakaian

mempertahankan kebersian

diri.

Ketidakmampuan

dan penampilan yang rapi

mengambil pakaian

secara mandiri dengan atau

(Buku saku Diagnosis

tanpa alat bantu

yang tinggi, dan

keperawatan edisi 9,

( aplikasi Asuhan

membutuhkan

tahun 2012 hal. 648,

Keperawatan berdasarkan

perhatian atau bantuan

652, dan 657).

diagnose medis & Nanda,

saat aktivitas ke toilet

hal. 254, 256, 257, dan 258)

Membantu pasien ke toilet


selang waktu tertentu

Pertimbangkan respon pasien


terhadap kurangnya privasi

-Pada lansia cenderung


mengalami risiko jatuh

-Privasi pasien yang tidak


terjaga akan
menimbulkan respon
negative dalam
bantuan pemberian
perawatan diri.

Monitoring pasien, kemampuan -Kemampuan menelan


untuk menelan

pada pasien
mengindikasikan
perubahan kebutuhan
perawaan diri (makan).

Identifikasi diet yang di


resepkan

-Mengorganisir kebutuhan
pasien dalam
pemenuhan nutrisi.
-Membantu pasien dalam

Memberikan bantuan fisik

memenuhi kebutuhan

sesuai kebutuhan

perawatan diri.

( aplikasi Asuhan Keperawatan


berdasarkan diagnose medis &
Nanda, hal. 642-661)
N
O
4

TUJUAN

DIAGNOSA

(NOC)
- Orientasi kognitif: mampu untuk

Kerusakan memori

INTERVENSI

RASIONAL
(NIC)
- Diskusikan dengan pasien dan -Mengetahui sejauh

DS : -

mengidentifikasi orang, tempat,

keluarga

DO:

dan waktu secara akurat

memori praktis yang dialami

Lupa

melakukan -

perilaku pada waktu


yang di jadwalkan
-

manakah intervensi dan


program pelatihan yang
dibutuhkan pasien

Rangsang daya ingat dengan -Merangsang daya ingat

Ingatan (memori): mampu untuk

mengulang

mendapatkan kembali secara

pikiran

mempelajari

kognitif dan menyampaikan

diperlukan

informasi baru

kembali informasi yang di simpan

pasien mendapatkan

Ketidakmampuan

sebelumnya

kembali informasi yang

Kondisi neurologis: kesadaran

disimpan sebelumnya

Ketidak

mampuan

melakukan

keterampilan
telah

yang -

dipelajari

sebelumnya
-

masalah

Konsentrasi: mampu focus pada


stimulus tertentu

beberapa

Menyatakan mampu mengingat


lebih baik
berdasarkan diagnose medis &

untuk

Nanda, hal. 290)

factual

mengingat
informasi

Berikan

terakhir

pasien,

bila

pribadi,

pelatihan

Berikan

terakhir yang dilakukan

orientasi, -Merangsang kembali daya

dan

tanggal

kesempatan

berkonsentrasi,

ingat dan orientasi klien

bila

memungkinkan.
-

dengan menanyakan hal


pasien dapat membantu

seperti menanyakan kembali data

( aplikasi Asuhan Keperawatan

Ketidakmampuan
kembali

pengungkapan

-Permainan yang
untuk
seperti

permainan pasangan kartu yang

membutuhkan
konsentrasi dapat
merangsang dan

Ketidakmampuan
untuk
kembali

(Buku

ingat klien

peristiwa

-Membantu merangsang
-

Pengalaman lupa
saku

Berikan

gambar

pengingat

memori, bila diperlukan.

memori atau daya ingat


pasien

Diagnosis

keperawatan edisi 9, tahun


2012 hal. 463).

meningkatkan daya

melihat

(baru atau lampau)


-

sesuai, bila memungkinkan.

-Melalui Program pelatihan


-

Anjurkan

pasien

untuk

memori, lansia dapat

berpartisipasi dalam kelompok

meningkatkan short

program pelatihan memori, bila

term memory-nya

memungkinkan

karena pelatihan ini

(Buku saku Diagnosis keperawatan

merupakan pelatihan

edisi 9, tahun 2012 hal. 467).

praktis yang
menggambarkan teknikteknik yang dirancang
untuk memberikan
strategi bagaimana
mengingat informasi
yang baru saja diterima.