Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MANAJEMEN PANGAN HALAL

Laporan Ketidaksesuaian Dalam Sistem Jaminan Halal


dan Analisa Titik Kritis Produk Pangan
CHOCOLATOS

Disusun oleh :
Intan Mulia Rahayu

H0914042

ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2016

Gery Chocolatos merupakan Chocolate Wafer Stick yang dipadu dengan


coklat yang penuh dengan cita rasa tersendiri sehingga membuat para pecinta
Chocolatos menjadi ketagihan. Coklat wafer stick ini sudah sangat populer di
semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak. Di toko, harga Gery
Chocolatos dibandrol dengan harga Rp 500/pcs. Hampir di semua toko menjual
produk GarudaFood yang satu ini.
Chocolatos Wafer Roll Cokelat yang memiliki berat 10,5 Gram dengan
komposisi Chocolatos wafer roll coklat, sebagai berikut: Gula, Tepung terigu,
Minyak nabati, Bubuk coklat, Dekstrosa monohidrat, Susu bubuk, Whey bubuk,
Lemak reroti (mengandung antioksidan bha), Tepung tapioka, Pengemulsi nabati,
Pewarna makanan karamel, Garam, Perisa vanila.

Foto: Dokumentasi pribadi

Titik Kritis Produk Makanan ini meliputi


a. Titik Kritis bahan nabati
Yakni : Tepung terigu, minyak nabati, tepung tapioka, gula, bubuk
coklat,
pengemulsi nabati

Sumber : PANDUAN UMUM SISTEM JAMINAN HALAL


LPPOM MUI (2008)
Catatan :
TK : Titik Kritis
Non TK : Tidak Kritis
Bahan nabati yang di periksa dalam penetapan titik kritis
ini adalah bahan nabati yang status awalnya halal, bukan
bahan nabati yang sudah mendapat status keharaman
terlebih dahulu, seperti ganja, kokain, opium, dan lain-lain.

b. Titik Kritis Hewani


Yakni : Susu Bubuk

Sumber : PANDUAN UMUM SISTEM JAMINAN HALAL


LPPOM MUI (2008)

c. Titik kritis bahan lain


Yakni Dekstrosa monohidrat, Lemak reroti, Pewarna makanan karamel,
Garam, Perisa vanila

Sumber : PANDUAN UMUM SISTEM JAMINAN HALAL


LPPOM MUI (2008)

d. Titik kritis produksi dan penyimpanan

Sumber : PANDUAN UMUM SISTEM JAMINAN HALAL


LPPOM MUI (2008)
Catatan :

1. LP POM MUI merekomendasikan agar perusahaan yang


mengajukan
sertifikat halal mensertifikat selmua produknya pada semua
pabrik dan
lini produksi yang dimilikinya.
2. Perusahaan harus menjaga agar produk yang disertifikasinya
tidak tercemar dengan barang haram dan janis.
3. Jika perusahaan hanya mensertifikasi sebagain produknya,
maka produk
yang tidak disertifikasi tidak boleh menggunakan merek yang
sama dengan produk yang disertifikasi, tidak mengandung
babi atau bahan turunan dari babi.
4. Lini produksi, tempat penyimapanan bahan atau produk yang
disertifikasi dan yang tidak disertifikasi harus terpisah secara
nyata.
5. TK1 adalah kontaminasi dari lingkungan (hewan piaraan,
burung, cicak
dan lain-lain) dan karyawan (katering, makanan, minuman).
6. Untuk TK1 Perlu dilakukan pencegahan dengan cara :
a. Penutupan tempat-tempat terbuka yang memungkinkan
terjadinya kontaminasi.
b.

Karyawan

dilarang

untuk

membawa

makanan

dan

minuman ke ruang
produksi.
7. TK2 adalah kontaminasi silang dari bahan-bahan yang tidak
disertifikasi (bahan-bahan haram atau najis selain babi).
8. Untuk TK 2 perlu dilakukan pencegahan melalui pemisahan
secara fisik dan administrasi antara bahan untuk produk yang
disertifikasi halal dan yang tidak.

e. Titik kritis distribusi

Sumber : PANDUAN UMUM SISTEM JAMINAN HALAL


LPPOM MUI (2008)
Catatan :
1. Jika distribusi dilakukan oleh pihak ketiga harus dibuat sistem distribusi yang
bisa menjamin bahwa distribusi dilakukan terpisah antara produk yang
disertifikasi dan nonsertifikasi.
2. TK 1 adalah dimana kondisi produk dalam keadaan curah, sehingga harus
menggunakan wadah yang dapat mencegah terjadinya kontaminasi silang.
3. TK 2 dapat dicegah dengan penggunaan kemasan distribusi yang dapat
mencegah kontaminasi silang.

Pengecekan produk di website MUI

Pengecekan produk di website BPOM

Nomor BPOM RI MD
Foto: Dokumentasi Pribadi

Logo HALAL MUI


Foto: Dokumentasi Pribadi

DAFTAR IDENTIFIKASI TITIK KRITIS BAHAN DAN TINDAKAN PENCE


No
.

Nama Bahan

Titik Kritis

Informasi Kunci

Tepung Terigu

Asal-usul Pemerkaya (LSistein, Vitamin)

Sertifikat Halal

2.

Gula

Bahan yang digunakan


untuk proses pemurnian
(Arang aktif, Resin)

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

3.

Susu Bubuk

Bahan Tambahan

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

4.

Dekstrosa

Bahan Tambahan (Enzim)


Penggunaan Arang Aktif

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

5.

Cokelat Bubuk

Bahan Tambahan

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

6.

Pewarna makanan
karamel

Bahan matriks/pelapis
Pelarut
Bahan pengemulsi

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

7.

Pengemulsi Nabati

Bahan Tambahan (Enzim)

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

Garam

Bahan Tambahan (Anti


Kempal)

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

Whey bubuk

Penggumpal susu
Sumber liquid whey

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

Perisa Vanila

Fasilitas produksi
Sumber bahan flavor
Sensory profile

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

1.

8.

9.

10.

Tindakan Korektif
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal
Tolak bahan jika
informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal

11.

Minyak Nabati

Karbon aktif

Flowchart Proses
atau Sertifikasi Halal

Tolak bahan jika


informasi di kemasan
tidak sesuai dengan
sertifikat halal

No
.

1.

2.

3.

4.

Proses Produksi

Titik Kritis

Informasi Kunci

Penambahan Bahan

Asal usul bahan

Bahan harus sesuai


dengan matriks yang
telah diketahui oleh
LPPOM MUI

Pemilihan Alat (Tangki Mixing)

Tidak menggunakan lini


atau tangki yang
didedikasikan halal

Harus menggunakan
tangki yang
didedikasikan untuk
produksi halal

Pencampuran Bahan

Kemungkinan adanya
bahan tidak halal

Identitas Produk (ID


Product), Daftar
bahan

Residu dari produk


Pembersihan Alat
Residu Produk
tidak halal
DAFTAR IDENTIFIKASI TITIK KRITIS PROSES PRODUKSI DAN
TINDAKAN PENCEGAHANNYA

H
b
d
B
t
K
y
d
y
d
H
m
y
d
p
C
y
g
h
p

B
k