Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Ayu Lestari

Nim

: 2031411008

Jurusan

: Biologi 4A

Tugas

: Genetika Dasar

Regulasi Ekspresi Gen Pada penyakit Kanker


Kanker merupakan hasil mutasi gen yang mengendalikan pembelahan sel. Kanker
merupakan suatu penyakit yang mengerikan, dan sering menyebabkan kematian. kanker
adalah suatu pertumbuhan sel atau jaringan yang menyimpang dari pola awal dan mempunyai
kecepatan lebih besar dari pertumbuhan normal. penyimpangan pertumbuhan ini diakibatkan
oleh adanya ekspresi gen yang tidak terkendalikan oleh sistem yag ada.
Penjelasan pertama penyebab kanker pertama kali ditemukan pada tahun 1911, berkat
penemuan virus penyebab kaker pada ayam. perlu diingat bahwa virus merupakan DNA atau
RNA yang terbungkus oleh mantel protein serta membran. Jadi dapat dipandang sebagai suatu
paket gen. DNA virus dapat berintegrasi dengan kromosom inang sehingga menjadi sesperti
bagian dari genom inang. Salah satu gen asal virus tersebut dapat meneyebabkan terjadinya
pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Gen yang menyebabkan kanker tersebut dinamakan
onkogen, yag berarti gen yang menyebabkan terjadinya kanker.
Gen yang berpotensi meneybabakan kanker disebut proto-onkogen. Mutasi yang
mengenai onkogan akan memunculkan kanker pada suatu jaringan. Suatu sel dapat
memperoleh kanker melalui dua cara, yaitu melalui serangan virus pembawa onkogen, atau
melalui mutasi proto-onkogen yang dipunyainya.
Dari hasil penelitian Bishop dan Vermus diperoleh informasi tentang fungsi protoonkogen pada sel normal. Dari hasil penelitian berbagai proto-onkogen diketahui bahwa gen
ini berhubungan dengan faktor pertumbuhan (protein yang merangsang terjadinya yang lain
dari siklus sel. Mutasi yang terjadi pada proto-onkogen dapat menyebabkan terjadinya
kelainan dalam pertumbuhan sel, menjadi pertumbuhan yang tidak terkendali.
Disamping mutasi pada proto-onkogen kanker dapat juga terjadi akibat mutasi pada gen
lain. terdapat gen yang dalam keadaan normal protein yang disandikannya berfungsi
menenkan terjadinya pembelahan sel. Gen ini akan menekan pemebelahan sel yang terlalu
cepat akibat adanya perubahan diatas, oleh karena itu gen ini dinamakan gen supersor tumor.
Mutasi yang terjadi pada gen ini akan menyebabkan sel kehilangan kemampuan untuk

menekan pembelahan sel yag terlalu cepat akibat adanya onkogen, sehingga akan muncul
kanker.
Protein onkogen dan protein muatan gen-supresor-tumor dapat berhubungan dengan
transduksi signal
Untuk menegrti lebih dalam mengenai sumbangan onkogen dan muatan gen upresor
tumor terhadap pertumbuhan kanker, ada baiknya melihat peranan kedua gen ini dalam
keadaan normal. Kedua kelompok gen ini dapat menyandikan protein yang berpern dalam
lintasan transduksi signal.
Sel pemberi signal akan mengirimkan protein signal yang akan diterima oleh protein
reseptor yang terdapat di membran sel, yang selanjutnya signal akan dikirimkan kedalam sel
melalui lintasan transduksi untuk mengekspresikan gen penyandi protein yang berperan dalam
proses mitosis. Dalam kasus proto-onkogen protein yang dikirim sel signal akan berperan
menodorong mitosis pada sel target, sedangkan pada kasus gen-supresor-tumor protein dari
sel signal berperan untuk berperan untuk menghambat pembelahan sel. salah satu dari gen
yang berperan dalam transduksi signal baik dalam sel pemberi signal maupun pada sel target
dapat berfungsi sebagai proto-onkogen atau gen-supresor tumor. Mutasi pada proto-onkogen,
menghasilkan onkogen, menyebabkan dihasilkannya protein yang hiperaktif, sehingga akan
terjadi peningkatan ekspresi gen penentu mitosis pada sel sasaran. Hal sebaliknya terjadi pada
kasus gen-supresor tumor, mutasi pada gen tersebut menyebabkan tidak aktifnya protein yang
mencegah terjadinya itosis yang berlebihan pada sel sasaran.