Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

TENTANG KELOMPOK
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dinamika Kelompok
Dosen pengampu Mulyani M.pd

Disusun oleh :
Ardiyana Tri Cahya (1115500010)

BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas perkenaNya makalah dengan tema Membuat
Keputusan Kekuasaan telah dapat kami selesaikan, meski dari sisi waktu agak mengalami
keterlambatan dari keinginan kami semula. Hal ini salah satunya karena harus terus menerus
memperhatikan dinamika perkembangan yang ada.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai pembuatan keputusan kekuasaan. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini masih banyak kekurangan sehingga jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, dan saran demi perbaikan makalah
yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat di pahami oleh orang yang membacanya.Sekiranya kami
minta maaf apabila terjadi kata kata yang kurang berkenan dan terdapat kesalahan dalam
penulisan makalah.Kami memohon kritik dan saran demi perbaikan di masa depan,Untuk itu
kami sampaikan terima kasih.

Tegal, September 2015


Penyusun

Daftar Isi
BAB I...................................................................................................................... 2
PENDAHULUAN....................................................................................................... 2
A.

LATAR BELAKANG........................................................................................ 2

B.

RUMUSAN MASALAH.................................................................................... 3

C.

TUJUAN MASALAH....................................................................................... 3

BAB II..................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN......................................................................................................... 4
A.

PENGERTIAN KELOMPOK............................................................................ 4

B.

TIPE-TIPE KELOMPOK..................................................................................5

C.

MANFAAT KELOMPOK BAGI ORGANISASI....................................................7

D.

ALASAN ORANG MEMBENTUK KELOMPOK ................................................8

E.

CIRI UTAMA KELOMPOK..............................................................................9

F.

SYARAT PEMBENTUKAN KELOMPOK.........................................................................10

BAB III.................................................................................................................. 11
PENUTUP.............................................................................................................. 11
A.

SIMPULAN.................................................................................................. 11

B.

SARAN .....................................................................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kelompok dan tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok atau group didefinisikan
sebagai dua atau lebih individu yang salin bergantung dan bekerja sama, yang secara
bersama berupaya mencapai tujuan.
Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang para anggotanya saling
berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna
membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. Kelompok
kerja tidak memiliki kebutuhan atau kesempatan untuk terlibat didalam kerja kolektif
yang memerlukan upaya abungan dari seluruh anggota tim. Akibatnya, kinerja mereka
sekedar kumpulan kontribusi parsial dari seluruh individu anggota kelompok. Tidak
ada sinergi positif yang menciptakan tingkat kinerja keseluruhan yang lebih besar
ketimbang totalitas input yang mereka berikan. Sementara itu, tim kerja
mengembangkan sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Upaya individual
mereka menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input
para individunya.

B.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian kelompok?
Apa tipe-tipe kelompok?
Apa manfaat kelompok bagi organisasi?
Apa alasan orang membentuk kelompok?
Apa ciri utama kelompok?
Apa syarat pembentukan kelompok?

C.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

TUJUAN MASALAH
Untuk mengetahui pengertian kelompok.
Untuk mengetahui tipe-tipe kelompok.
Untuk mengetahui manfaat kelompok bagi organisasi.
Untuk mengetahui alasan orang membentuk kelompok.
Untuk mengetahui ciri utama kelompok.
Untuk mengetahui syarat pembentukan kelompok.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KELOMPOK
Kelompok (group ) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua
individu atau lebih, yang berinteraksi dan salin bergantung, yang saling bergabung untuk
mencapai sasaran-sasaran tertentu. Sementara Gibson (1995) memandang kelompok dari
empat kelompok prespektif, diantaranya :
1. Dari sisi persepsi, kelompok dipandang sebagai kumpulan sejumlah orang yang
saling berinteraksi satu sama lain, dimana masing-masing anggota menerima kesan
atau persepsi dari anggota lain.
2. Dari sisi organisasi, kelompok adalah suatu sistem terorganisasi yang terdiri dari dua
atau lebih individu yang saling berhubungan dengan sistem menunjukkan beberapa
fungsi, mempunyai standar dari peran hubungan di antara anggota.
3. Dari sisi motivasi, kelompok dipandang sebagai sekelompok individu yang
keberadaannya sebagai suatu kumpulam yang menghargai individu.
4. Dari sisi interaksi, menyatakan bahwa inti dari pengelompokkan adalah interaksi
dalam bentuk interpedensi.

Dipandang dari proses kemunculannya, kelompok dapat terbentuk karena tindakan


manajerial dan karena adanya keinginan individu. Manager menciptakan kelompok kerja
untuk melaksanakam pekerjaan dan tugas yang diberikan. Kelompok juga berfungsi dan
berinteraksi dengan kelompok lain, masing-masing mengembangkan satu set karakteristik
yang unik termasuk struktur , kepaduan peran, norma-norma dan proses. Kelompok juga
menciptakan sendiri kultur mereka. Akibatnya, kelompok akan bekerja sama atau
bersaing dengan kelompok lain dan perrsaingan antara kelompok dapat memicu akan
adanya konflik.

B. TIPE-TIPE KELOMPOK

Kelompok-kelompok di dalam organisasi secara sengaja direncanakan atau sengaja


dibiarkan terbentuk oleh manajemen selaku bagian dari struktur organisasi formal.
Kendati begitu, kelompok juga kerap muncul melalui proses sosial dan organisasi
informal. Organisasi informal muncul lewat interaksi antar pekerja di dalam organisasi
dan perkembangan kelompok jika interaksi tersebut berhubungan dengan norma perilaku
mereka sendiri, kendati tidak digariskan lewat struktur formal organisasi. Dengan
demikian, terdapat perbedaan antara kelompok formal dan informal.
1. Kelompok Formal
Kelompok ini dibangun selaku akibat dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja
yang ditandai untuk menegakkan tugas tugas. Kebutuhan dan proses organisasi
menimbulkan formulasi tipe tipe kelompok yang berbeda beda.
- Kelompok Komando (Command Group) ditentukan oleh bagan organisasi. Kelompok terdiri
dari bawahan yang melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Hubungan wewenang
antara manajer departemen dengan supervisor, atau antara seorang perawat senior dan
bawahannya, merupakan kelompok komado.

- Kelompok tugas (Task Group) terdiri dari para karyawan yang bekerja sama untuk
menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan para karyawan
administrasi dalam perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan tuntutan
kecelakaan, merupakan tugas yang harus dilaksanakan.

2. Kelompok Informal

Kelompok informal adalah pengelompokan secara wajar dari orang orang dalam
situasi kerja untuk memenuhi kebutuhan sosial. Dengan perkataan lain, kelompok
informal tidak muncul karena dibentuk dengan sengaja, tetapi muncul secara wajar.
- Kelompok Kepentingan (Interest Group) Orang yang mungkin tidak merupakan
anggota dari kelompok komando atau kelompok tugas yang sama, mungkin bergabung
untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. Para karyawan yang bersama sama bergabung
dalam kelompok untuk membentuk front yang terpadu menghadapi manajemen untuk
mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan pelayan wanita yang mengumpulkan uang
persen mereka merupakan contoh dari kelompok kepentingan. Perlu diketahui juga tujuan
kelompok semacam itu tidak berhubungan dengan tujuan organisasi, tetapi tujuan itu
bersifat khusus bagi tiap tiap kelompok.
- Kelompok Persahabatan (Friendship Group) Banyak kelompok dibentuk karena
para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan, misalnya usia, kepercayaan politis, atau
latar belakang etnis. Kelompok persahabatan ini seringkali melebarkan interaksi dan
komunikasi mereka sampai pada kegiatan diluar pekerjaan.

Jika Pola gabungan karyawan dicatat, maka akan segera menjadi jelas bahwa mereka
termasuk dalam berbagai macam kelompok yang sering bersamaan. Maka diadakan
perbedaan diantara dua klasifikassi kelompok yang luar : kelompok formal dan informal.
Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa kelompok formal ( kelompok komando
dan kelompok tugas) dibentuk oleh organisasi formal dan merupakan alat untuk mencapai
tujuan, sedangkan kelompok informal (kelompok kepentingan dan kelompok
persahabatan) adalah penting untuk keperluan mereka sendiri ( artinya, mereka memenuhi
kebutuhan pokok akan berkelompok).

C. MANFAAT KELOMPOK BAGI ORGANISASI

Banyak manfaat yang dapat dipetik dari adanya kelompok baik di dalam maupun di luar
satuan organisasi, antara lain:
1. Kelompok merupakan alat perjuangan bagi anggotanya.
2. Kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas.
3. Kelompok lebih baik daripada perorangan dalam pengambilan keputusan yang
mengangkut orang banyak
4. Anggota kelompok dapat memperoleh keuntungan dari pelaksanaan pengambilan
keputusan.
5. Kelompok dapat mengendalikan dan mendisiplinkan anggotanya dibanding dengan
mereka yang tidak masuk dalam kelompok
6. Kelompok membantu menangkis pengaruh pengaruh negative dari meningkatnya
organisasi yang semakin besar.
7. Kelompok adalah fenomena alami di dalam organisasi. Perkembangannya yang
spontan tidak dapat dihalangi, dan dibutuhkan oleh para anggota sebagai alat untuk
mencapai tujuan.

D. ALASAN ORANG MEMBENTUK KELOMPOK


1. Pemuasan Kebutuhan
Hasrat untuk mendapatkan kepuasan dari terpenuhinya kebutuhan dapat merupakan daya
motivasi yang kuat dalam pembentukan kelompok.
-

Keamanan

Individu yang berada dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian.
Individu akan merasa lebih kuat, percaya diri, dan tahan terhadap ancaman.
-

Sosial

Keinginan untuk termasuk dalam kelompok dan menjadi anggota kelompok


menunjukkan kebutuhan sosial semua orang.
-

Penghargaan

Dalam lingkungan tertentu, suatu kelompok yang bergengsi tinggi karena berbagai
macam alasan (missal; keahlian, teknis, kegiatan di luar, dsb).
2. Kedekatan dan Daya Tarik
Kedekatan adalah jarak fisik antara para karyawan yang melaksanakan pekerjaan ,
sedangkan daya tarik adalah menunjukkan daya tarik orang yang satu dengan lainnya
karena mereka mempunyai kesamaan persepsi,sikap,hasil karya atau motivasi.
3. Tujuan Kelompok
Untuk mencapai tujuan kelompok dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu
atau dua orang. Ada kebutuhan mengumpulkan bakat, pengetahuan, atau kekuasaan untuk
menyelesaikan pekerjaan.
4. Alasan Ekonomi
Motif ekonomis menyebabkan terbentuknya kelompok, karena mereka menganggap akan
memperoleh keuntungan ekonomis yang lebih besar dari pekerjaan mereka, jika mereka
membentuk kelompok.

E. CIRI UTAMA KELOMPOK


Penelitian mendalam mengenai sifat-sifat dan hasil-hasil interaksi dalam kehidupan
(empat) ciri kelompok yaitu :
1. Terdapat dorongan (motif) yang sama pada individu-individu yang menyebabkan
terjadinya interaksi di antaranya ke arah tujuan yang sama.

2. Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu-individu yang satu


dari yang lain berdasarkan reaksi-reaksi dan kecakapan-kecakapan-kecakapan yang
berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya. Oleh karea itu, lambat laun
mulai terbentuk pembagian tugas serta struktur tugas-tugas tertentu dalam usaha
bersama untuk mencapai tujuan yang sama itu. Di sisi lain, terbentuk pula normanorma yang kkhas Dalam interaksi kelompok kearah tujuannya sehinggga mulai
terbentuk kelompok sosial dengan ciri-ciri yang khas.
3. Pembentukan dan penegasan strukutr (organisasi) kelompok yang jelas dan terdiri atas
peranan-peranan dan kedudukan hierarkis yang lambat laun berkembang dengan
sendirinya dalam usaha pencapaian tujuan. Terjadi pembatasan yang jelas antara
usaha-usaha dan orang yang termasuk ingroup serta usaha-usaha dan orang outgroup.
4. Terjadinya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota
kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam
merealisasikan tujuan kelompok. Norma-norma dan pedoman tingkah laku ini
sebagaiman juga struktur pembagian tugas anggotanya merupakan norma dan struktur
yang khas bagi kelompoknya itu.

F. SYARAT PEMBENTUKAN KELOMPOK


Kumpulan individu-individu yang mempunyai hubungan tertentu yang membuat mereka
saling bergantung satu sama lain dalam ukuran-ukuran yang bermakna atau dengan kata
lain memiliki hubungan tertentu yang bermakna. Sekumpulan individu dikatakan sebagai
kelompok apabila memiliki syarat - syarat sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Keanggotaan yang jelas, teridentifikasi melalui nama atau identitas lainya.


Adanya kesadaran kelompok sebagai anggota, (memiliki kesatuan persepsi).
Suatu perasaan mengenai adanya kesamaan tujuan atau sasaran.
Saling ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhan untuk mencapai tujuan.
Saling interaksi, berkomunikasi untuk bereaksi terhadap anggota lainnya.

6. Merupakan satu kesatuan organisasi yang tunggal dalam mencapai tujuan kelompok
dengan terbentuk struktur kelompok.

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Kelompok (group) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua
individu atau lebih, yang berinteraksi dan salin bergantung, yang saling bergabung untuk
mencapai sasaran-sasaran tertentu. Sementara menurut Gibson, memandang berdasarkan
4 kelompok perspektif, yaitu:(1). Dari sisi persepsi, yang mengutamakan interaksi. (2).
Dari sisi organisasi, yang menganggap kelompok adalah sistem organisasi. (3). Dari sisi
motivasi, setiap individu wajib menghargai satu sama lain. (4). Dari sisi interaksi,
penekanan pada interaksi personal yaitu komunikasi dengan cara tatp muka. Melalui
beberapa pandangan tersebut, Gibson menyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu

adalah kumpulan individu dimana perilaku dan atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh
perilaku dan atau prestasi anggota yang lainnya.
Pembentukan kelompok dalam sebuah organisasi baik sengaja ataupun tidak sengaja,
diperlukan bagi organisasi. Kelompok yang sengaja dibentuk oleh organisasi contonya
adalah kelompok formal. Kelompok formal terbentuk karena adanya struktur organisasi.
Organisasi mempunyai persyaratan teknis yang timbul dari tujuannya, pencapaian tujuan
tersebut memerlukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Akibatnya pembentukan
anggota kelompok didasarkan posisi mereka dalam organisasi. Sedangkan pembentukan
kelompok secara tidak sengaja adalah kelompok informal. Di dalam organisasi kelompok
informal muncul melalui interaksi para anggota organisasi. Perkembangan kelompok ini
berhubungan dengan norma perilaku mereka sendiri. Tipe-tipe kelompok formal adalah
(1). Kelompok Komando (commando group); (2). Kelompok Tugas (task group). Tidak
hanya kelompok formal yang memiliki tipe kelompok, kelompok informal juga terdiri
dari: (1). Kelompok kepentingan (interest group); (2) kelompok persahabatan (friendship
group).
Fungsi kelompok dibagi menjadi dua yaitu, fungsi organisasi formal dan fungsi
kebutuhan individual. Fungsi kelompok formal sebagai sarana untuk mengerjakan tugastugas. Fungsi kelompok individual yang didasarkan bahwa setiap individu memiliki
beraneka macam kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan sosial
bermasyarakat. Cirri-ciri utama yang ada pada kelompok, yaitu: (1)Terdapat dorongan
(motif); (2). Terdapat timbal balik terhadap interaksi; (3). Pembentukan dan penegasan
struktur organisasi; (4). Terjadinya penegasan terhadap norma-norma berperilaku sebgai
pedoman.
Beberapa individu yang berkumpul, bisa dikatakan sebagai kelompok bila memiliki
syarat-syarat terbentuknya kelompok. Syarat-syaratt ini antara lain: keanggotaan yang
jelas, sadar sebagai anggota kelompok, memiliki satu kesaamaan tujuan, saling
ketergantungan antar anggota lainnya, terjadinya interaksi dalam kelompok, kelompok
yang muncul berada dalam satu kesatuan tunggal organisasi. Adapun alasan mengapa
individu membentuk suatu kelompok, yaitu untuk memenuhi kebutuhan sosial.
Kebutuhan sosial ini antara lain: keamanan, sosial, penghargaan. Kelompok belum tentu
merupakan tim, namun tim pasti merupakan suatu kelompok. Robbins membedakan 4

variabel perbedaan antara kelompok dan tim, dilihat dari sisi pandang sudut pekerjaan,
yaitu: 1. Sasaran; 2. Sinergi; 3. Akuntabilitas; 4. Keahlian.

B. SARAN
Semua yg ada diatas telah dijelaskan satu persatu dan semua itu tentunya berkaitan. Dari
pengertian kelompok sampai syarat terbentuknya kelompok. Jika didalam kelompok tidak
ada salah satu dari hal itu maka kelompok tersebut belumlah sempurna. Tentunya anggota
kelompok juga berpengaruh besar pada kelompok tersebut. Jika salah satu anggota ada
yang mementingkan egonya maka akan timbul ketidak selarasan dalam kelompok
tersebut. Oleh karena itu kita sebagai kelompok hendaknya kerja sama bukan sama kerja.