Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perusahaan merupakan suatu sistem, sistem yang dikelola dengan menggunakan
sumber daya. Dimana sistem tersebut dikendalikan oleh manajemen dengan menggunakan
informasi untuk mencapai tujuan dari perusahaan. Informasi merupakan salah satu sumber
daya yang tersedia bagi manajer . Informasi tersebut dapat dikelola seperti halnya sumber
daya yang lain dan mempunyai dua pengaruh. Pertama, bisnis telah menjadi rumit, dan kedua
computer telah mencapai kemampuan yang lebih baik.
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik,
akan tetapi sumber daya virtual ternyata juga dapat memainkan peranan yang besar. Michael
E. Porter diakui sebagai orang yang paling banyak mengungkapkan konsep keunggulan
kompetitif dan mengontribusikan pemikiran-pemikiran mengenai rantai nilai (value chain)
dan sistem nilai (value system), yang setara dengan melihat sesuatu secara sistem atas
perusahaan dan lingkungannya. Para eksekutif perusahaan dapat menggunakan informasi
tersebut untuk mendapatkan keunggulan strategis, taktis, dan operasional.
Sumber daya informasi sebuah perusahaan meliputi piranti keras, piranti lunak,
spesialis informasi, pengguna, fasilitas, basis data (database), dan informasi. Informasi
memiliki empat dimensi yang sangat penting: relevansi, akurasi, ketetapan waktu, dan
kelengkapan. Eksekutif perusahaan melakukan perencanaan strategis untuk keseluruhan
organisasi, area bisnis, dan sumber daya informasi. Chief Information Officer (yang disebut
juga Chief Technology Officer) memainkan peranan penting dalam semua jenis perencanaan
strategis. Sebuah rencana strategis untuk sumber daya informasi akan mengidentifikasikan
tujuan-tujuan yang harus dipenuhi oleh sistem informasi perusahaan di tahun-tahun
mendatang dan sumber daya informasi yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan
tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat ditarik permasalahan yang ingin
dibahas, yaitu sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi dan teknologi informasi ?
2. Apa yang dimaksud dengan perusahaan dengan lingkungannya?
3. Bagaimana aliran sumber daya fisik pada rantai penawaran manajemen?
4. Apa dan bagaimana keunggulan kompetitif sistem informasi?
5. Apa sajakah yang menjadi dimensi penting dari sebuah keunggulan kompetitif?
6. Tantangan apakah yang mungkin muncul dari pesaing global?
7. Apa saja yang menjadi tantangan dalam pengembangan sistem informasi global?
1

8. Bagaimanakah perencanaan strategis untuk sumber daya informasi?


1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui definisi dari sistem informasi dan teknologi informasi
2. Untuk mengetahui pengertian perusahaan dan lingkungannya.
3. Mengetahui aliran sumber daya fisik pada rantai penawaran manajemen.
4. Mengetahui keunggulan kompetitif sistem informasi.
5. Untuk mengetahui dimensi penting dari sebuah keunggulan kompetitif
6. Untuk mengetahui tantangan apa yang mungkin muncul dari pesaing global
7. Untuk mengetahui tantangan dalam pengembangan sistem informasi global.
8. Mengetahui perencanaan strategis untuk sumber daya informasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang
yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang
sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara
orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan
2

untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan
komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini
dalam mendukung proses bisnis.
Teknologi

Informasi (TI),

atau

dalam

bahasa

Inggris

dikenal

dengan

istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang
membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau
menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi
untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer
pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam
modern (misalnya ponsel).
Dalam konteks bisnis, Information Technology Association of America menjelaskan
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik
oleh mikroelektronika berbasis

kombinasi komputasi dan telekomunikasi. Istilah

dalam

pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan
dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa
"teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya
teknologi informasi (TI). Beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah
generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi
global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.
2.2 Perusahaan dan Lingkungannya
Perusahaan adalah suatu sistem fisik yang dikelola melalui penggunaan sebuah sistem
virtual. Sistem fisik perusahaan merupakan suatu sistem terbuka di mana perusahaan/instansi
berhadapan dengan lingkungannya. Sebuah perusahaan memperoleh sumber daya dari
lingkungannya, mengubah sumber daya tersebut menjadi produk dan jasa, dan
mengembalikan sumber daya yang telah diubah kembali ke lingkungan. Ada delapan elemen
lingkungan perusahaan yakni :
1) Pemasok disebut juga vendor memasok bahan, mesin, jasa, pekerja, dan informasi
bahwa perusahaan menggunakan untuk menghasilkan produk dan jasa
2) Pelanggan
3) Serikat buruh adalah serikat pekerja yang terampil dan tidak terampil untuk industri
dan perdagangan tertentu
4) Masyarakat keuangan terdiri atas institusi-institusi seperti bank dan lembaga
peminjam lainnya yang mempengaruhi sumber daya keuangan yang dibutuhkan
perusahaan
3

5) Pemegang saham/pemilik adalah orang yang menginvestasikan uangnya/modalnya di


perusahaan; mereka adalah pemilik utama perusahaan
6) Pesaing termasuk semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasar
7) Pemerintah secara nasional, negara bagian atau provinsi dan juga daerah lokal,
biasanya ada kendala dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga
memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi dan dana bagi perusahaan.
8) Masyarakat global adalah daerah geografis tempat perusahaan mendirikan usahanya.
Perusahaan menunjukan tanggungjawabnya terhadap masyarakat global dengan
menjaga lingkungan, menyediakan produk dan jasa yang memberikan kontribusi
terhadap kualitas hidup masyarakat dan menjalankan operasinya dengan etika yang
benar
2.3 Aliran Sumber Daya Fisik-Rantai Penawaran Manajemen
Sumber daya fisik sebuah perusahaan meliputi pegawai, bahan baku, mesin, dan uang.
Pegawai dipekerjakan oleh perusahaan, diubah ke tingkat keahlian yang lebih tinggi melalui
pelatihan dan pengalaman, dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. Bahan baku
memasuki perusahaan dalam bentuk input mentah dan diubah menjadi barang jadi, yang
kemudian dijual kepada para pelanggan perusahaan. Mesin dibeli, digunakan dan pada
akhirnya dijual dalam bentuk penerimaan penjualan investasi pemegang saham, dan pinjaman
lalu diubah menjadi pembayaran kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan
pengembalian kepada para pemegang saham. Ketika berada di dalam perusahaan, sumber
daya fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan
kepada para pelanggannya.
2.4 Keunggulan Kompetitif
Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya,
perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya.
Satu hal yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga
akan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui sumber daya virtualnya. Di dalam sistem
informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan
informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar.
2.5 Dimensi Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan
strategis, taktis, maupun operasional. Tiga tingkat keunggulan kompetitif tersebut akan
bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan
memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara
4

substansial. Pada tingkat manajerial yang tertinggi adalah tingkat perencanaan strategis,
sistem informasi dapat digunakan untuk mengubah arah sebuah perusahaan untuk
mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat manajemen kontrol (menengah), manajer
dapat

memberikan

spesifikasi

mengenai

bagaimana

rencana

strategis

akan

diimplementasikan, sehingga menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat manajemen


operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai
pengumpulan data dan penciptaan informasi yang akan memastikan efisiensi operasi,
sehingga mencapai keunggulan operasional.
a. Keunggulan Strategis
Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak
fundamental dalam bentuk operasi perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk
menciptakan suatu keunggulan strategis. Sebagai contoh, sebuah perusaahn dapat
memutuskan untuk mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung
standar (seperti alat penghubung browser web) untuk memungkinan berbagi dengan rekanrekan bisnis dan pelanggannya.
Basis data yang terstandardisasi dan dapat diakses melalui browser Web
mencerminkan pergeseran posisi perusahaan secara strategis. Strategi ini menyebabkan
operasi perusahaan akan dipengaruhi oleh beberapa cara secara fundamental, yaitu :
1. Akses yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui piranti lunak komputer buatan
perusahaan sendiri, sehingga perubahan tersebut akan menyebabkan perusahaan harus
mempertimbangkan untuk membeli piranti lunak pelaporan standar dari vendor luar
atau mempekerjakan perusahaan luar untuk merancang dan mengembangkan suatu
sistem pelaporan baru. Mobilitas akses laporan juga akan ikut terpengaruh, karena
para pengguna tidak lagi membutuhkan akses laporan, karena para pengguna tidak
membutuhkan akses langsung ke sumber daya komputer perusahaan. Setiap
sambungan ke internet akan memungkinkan pengguna menggunakan sebuah browser
Web untuk mengakses laporan dari hampir seluruh tempat di manapun di dunia ini.
2. Para pemasok dan pelanggan potensial di manapun di seluruh dunia akan memiliki
potensi akses atas tingkat persediaan bahan baku dan barang jadi perusahaan,
sehingga akan mempercepat transaksi pembelian dan penjualan perusahaan.
3. Keamanan juga tidak dapat diabaikan dalam contoh terjadinya perubahan sistem
informasi secara strategis ini. Dengan semakin besarnya keuntungan yang terkait
dengan akses Web kepada informasi perusahaan maka tingkat bahayanya pun akan
semakin besar pula. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan,
5

namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu
strategi yang menyadari arti penting dari keamanan.
b. Keunggulan Taktis
Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika
perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para
pesaingnya. Sebagai contoh, layanan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menawarkan
kepada pelanggan akses langsung ke informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan
pelanggan, karena kepuasan pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian.
Perusahaan mendapatkan keunggulan taktis dalam beberapa hal, yaitu :
1.

Pelanggan melihat potongan harga sebagai alasan untuk terus membeli produk dari
perusahaan. Potongan itu sendiri merupakan insentif bagi pelanggan, namun juga
dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi perusahaan.

2.

Sistem informasi dapat menyarankan produk mana yang mungkin ingin dibeli oleh
pelanggan. Perusahaan tidak hanya akan mendorong kesetiaan pelanggan, namun juga
dapat meningkatkan keuntungan dari penjualan.

c. Keunggulan Operasional
Keunggulan Operasional

(Opertional

Advantage)

adalah

keunggulan

yang

berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Disinlah sistem informasi akan
berinteraksi secara langsung dengan proses.
Suatu situs Web yang mengingat pelanggan dan kegemaran mereka dari transaksitransaksi masa lalu akan mencerminkan suatu keunggulan operasional. Browser sering
memiliki cookies, file-file kecil berisi informasi yang terdapat di dalam komputer pengguna,
yang dapat menyimpan nomor akun, kata sandi, dan informasi lain yang berhubungan
dengan transaksi pengguna. Ini merupakan kemudahan yang berharga bagi pelanggan,
bahwa para pelanggan yang menggunakan Web untuk menempatkan pembelian mereka
akan menghemat beban perusahaan membayar seorang juru tulis untuk memasukkan data,
tetapi ini hanyalah keuntungan yang bersifat minor saja.
Data yang dimasukkan oleh pengguna kemungkinan besar akan lebih akurat. Karena
data tidak dikomunikasikan secara lisan kepada orang lain, maka tidak akan terjadi
6

kesalahpahaman di dalam komunikasi. Ketika informasi (nama, alamat, dan seterusnya)


dapat diambil dari catatan sebelumnya, data tersebut bahkan akan memiliki atas data yang
dimasukkan oleh pengguna. Jika data tidak akurat, pengguna tidak akan menyalahkan
perusahaan. Karena berbagai alasan operasional, akses Web ke sistem informasi perusahaan
akan dapat meningkatkan hubungan dengan pelanggan.
2.6 Tantangan Dari Pesaing-Pesaing Global
Perusahaan multinasional (Multinational Corporation-MNC) adalah perusahaan yang
beroperasi lintas produk, pasar, negara, dan budaya. Perusahaan multinasional terdiri atas
perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak perusahaan-anak perusahaan
tersebut dapat tersebar secara geografis, dan masing-masing dapat memiliki sasaran,
kebijakan dan prosedurnya sendiri.
Perusahaan hendaknya tidak membatasi pemikiran akan pesaing-pesaing global hanya
untuk organisasi-organisasi lain saja. Kalangan profesional dan staf yang bekerja di negara
lain yang bersaing untuk pekerjaan yang sama seperti yang terjadi di negara tuan rumah juga
dapat dianggap sebagai pesaing.
Alasan utama melakukan outsource adalah ekonomi. Namun, oustourcing juga
memiliki kelemahannya sendiri. Satu hal yang khususnya sangat penting bagi oustourcing TI
adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang di beberapa negara tidak
mendapat perlindungan yang memadai. Satu cara untuk mengatasi masalah HAKI adalah
dengan mengakuisisi perusahaan outsourcee asing.
Sebagai contoh, di tahun 2004 IBM membeli Daksh eServices, salah satu perusahaan
call-center terbesar di India. Pada saat itu, IBM memiliki lebih dari 9.000 karyawan di India
yang mengembangkan sistem piranti lunak dengan membeli Daksh eService memungkinkan
IBM mengakuisisi perusahaan sehingga masalah-masalah HAKI dengan perusahaan
outsourcing akan dapat dihindari.
2.7 Tantangan dalam Pengembangan Sistem Informasi Global
Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan, tetapi
ketika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya harus
mengatasi beberapa kendala yang unik. Istilah sistem informasi global (Global Information
System-GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang
melintasi batas negara. Berikut adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembang
GIS, yaitu :
a. Kendala-Kendala Politis
Pemerintah nasional di suatu negara di tempat anak perusahaan berada dapat
menerapkan beragam pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami kesulitan
7

untuk memasukkan anak perusahaan tersebut ke dalam jaringan. Pembatasan yang umum
adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi. Karena infrastruktur telepon
biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dan bukannya perusahaan swasta, hal ini
dapat menjadi suatu rintangan yang cukup berat.
b. Rintangan Budaya dan Komunikasi
Interaksi dengan teknologi dapat sangat bervariasi di beberapa budaya. Antarmuka
(interface) GIS harus tetap konsisten meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda.
Sebagai akibatnya, kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik dan icon untuk
berinteraksi dengan pengguna dan tidak terlalu bergantung pada perintah yang diketikkan ke
dalam bidang-bidangnya. Selain itu, masalah rancangan GIS juga dapat diselesaikan dengan
menawarkan beragam format yang memiliki fungsionalitas yang sama. Jika sebuah
perusahaan memutuskan untuk membuat GIS, ia harus bersedia untuk mengadaptasi berbagai
kebutuhan populasi global ke dalam sistemnya.
Rintangan budaya juga dapat memengaruhi rancangan suatu GIS. Di dalam beberapa
masyarakat tertentu, penggunaan teknologi dianggap sebagai suatu pekerjaan yang tidak
membutuhkan keahlian, sedangkan di masyarakat lainnya dipandang sebagai suatu pertanda
tingkat sosial.
c. Pembatasan Pembelian dan Impor Piranti Keras
Pemerintah nasional mencoba untuk melindungi pabrikan lokal dan merangsang
investasi asing pada produksi lokal dengan menentukan bahwa hanya peralatan yang
diproduksi atau dirakit di negara itu yang dapat dipergunakan. Ketentuan seperti ini dapat
mempengaruhi pengoperasian berbagai sistem piranti keras dan lunak yang berbeda.
d. Pembatasan Pemrosesan Data
Kebijakan nasional dapat mengatur bahwa data harus diproses di dalam negeri, bukan
dikirimkan ke luar negeri dan diproses di tempat lain.
e. Pembatasan Komunikasi Data
Pembatasan komunikasi data yang paling banyak dipublikasikan adalah pembatasan
yang dikenakan pada aliran data antarnegara. Aliran data antarnegara (Transborder Data
Flow-TDF), adalah pergerakan data yang dapat dibaca oleh mesin melintasi batas negara.

f. Masalah-Masalah Teknologi
MNC sering kali didera dengan masalah yang berhubungan dengan tingkat teknologi
yang terdapat di negara-negara anak perusahaannya. Di beberapa negara, sumber listrik yang
dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi
gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan
kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk. Piranti lunak juga bisa menjadi
masalah. Karena banyak negara tidak memperhatikan hak cipta atas piranti lunak dan
membiarkan pasar tersembunyi (black market), beberapa vendor peranti lunak menolak untuk
berbisnis di beberapa negara tertentu.
g. Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan
Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa
merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat
bantuan, dan mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu
hal yang tidak perlu. Beberapa manajer anak perusahaan mendapat imbalan berdasarkan
profitabilitas, dan mereka akan berusaha untuk menghambat solusi korporat yang mereka
anggap akan dapat mengurangi pendapatan mereka. Manajemen kantor di luar negeri juga
dapat melihat GIS sebagai salah satu jenis pengawasan dari Big Brother. Para manajer
tingkat menengah mungkin merasa takut dilewati oleh rantai informasi baru yang
menghimpun data operasional kepada perusahaan induk.
Dengan segala kemungkinan masalah di atas, adalah mukjizat kecil jika MNC
mencoba untuk mengembangkan GIS. Meskipun menghilangkan seluruh masalah di atas
adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan, pengaruh MNC dapat diminimalkan dengan
mengikuti strategi yang terencana dengan baik yang dituangkan ke dalam rencana strategis
sumber daya informasi.
2.8 Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi
Perusahaan-perusahaan pertama pengguna komputer menempatkan tanggung jawab
pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas para
profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi (Infomation ServiceIS), dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden. Praktik
yang diterima pada masa sekarang adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area
bisnis utama dan memuaskan manajer puncaknya di dalam kelompok eksekutif senior, seperti

komite eksekutif, yang melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting bagi


perusahaan.
a. Chief Information Officer dan Chief Technology Officier
Chief Information Officer (CIO) atau Chief Technology Officer (CTO) adalah
manajer dengan tingkat tertinggi di layanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan
keahlian manajerial dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan
dengan layanan informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lain. Chief
Information Officer atau Chief Technology Officer memaikan peran penting dalam
perencanaan strategis suatu usaha, area bisnis, dan sumber daya informasi. Sebuah rencana
strategis untuk sumber daya informasi akan mengindetifikasikan tujuan-tujuan yang harus
dipenuhi oleh sistem informasi perusahaan di tahun-tahun mendatang dan sumber daya
informasi yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
CIO dan CTO dapat menjadikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital
dalam struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini :

Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis.

Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen Jangan
tunggu sampai Anda diundang!

Fokus pada perbaikan proses bisnis.

Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis

Membangun kredibilitas dengan memberikan jasa IS yanng dapat diandalkan.

Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidang IS

b. Perencanaan Strategis bagi Perusahaan


Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu
komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis
bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat paling minimum, komite eksekutif terdiri atas
presiden atau wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan
rencana bisnis strategis organisasi.
10

Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaan sepanjang


tahun dan jika dibutuhkan mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, rencana
dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil
inisiatif pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran
(goals) perusahaan akan tercapai.
c. Rencana Strategis untuk Area Bisnis
Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada
perencanaan strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis
untuk mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis akan merinci
bagaimana area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran
strategisnya.
Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah agar setiap area
membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi, pendekatan
seperti ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja sama dengan baik.
Selama beberapa tahun terakhir, unit IS mungkin telah mendedikasikan sebagai besar
perhatian mereka pada perencanaan strategi dari kebanyakan area bisnis yang lain. Istilah
yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini adalah perencanaan strategis untuk
sumber daya informasi (Strategic Planning For Information Resource-SPIR)
Pendekatan perencanaan strategi untuk sumber daya informasi (Strategic Planning
For Information Resource-SPIR) adalah pengembangan rencana strategis secara paralel bagi
layanan informasi dan perusahaan sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan
dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi. Rencana IS akan mencerminkan
permintaan dukungan sistem di masa mendatang dan sumber daya informasi yang akan
dibutuhkan. Kunci SPIR adalah mengembangkan rencana strategis bagi perusahaan dan bagi
sumber daya informasi pada waktu yang bersamaan.
d. Pendekatan SPIR Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi
Pendekatan SPIR Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi adalah
pengembangan rencana strategis secara paralel bagi layanan informasi dan perusahaan
sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh
layanan informasi. Rencana IS akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa
mendatang.
Rencana strategis sumber daya informasi (Strategic Plan for Information ResourcesSPIR) telah

dikembangkan untuk

mendukung Rencana Strategis

Bisnis

dengan

menggabungkan dan menerapkan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan-tujuan strategis. SPIR disusun dalam empat bagian, yaitu :
11

1. Pernyataan Misi Teknologi Informasi


Misi teknologi informasi adalah untuk memberikan layanan informasi dengan kualitas
terbaik di dalam suatu lingkungan pendukung yang akan mempromosikan kreativitas,
perkembangan pribadi, interaksi, keberagaman, dan pengembangan profesional sehingga
perusahaan dapat memanfaatkan teknologi guna membantu mencapai tujuan-tujuan
korporat.
2. Sasaran Teknologi Informasi
a. Membangun suatu keunggulan kompetitif dalam penggunaan teknologi informasi
b. Mengembangkan sistem informasi yang memenuhi kebutuhan karyawan di seluruh
tingkat organisasi dan juga para mitra lingkungan bisnis
c. Tetap mengikuti perkembangan teknologi informasi sehingga dapat memenuhi
kebutuhan para pelanggan
d. Mempertahankan stabilitas operasional dan keandalan bagi seluruh sumber daya
informasi yang ada, orang, data, fasilitas, peranti keras, dan piranti lunak
e. Menjaga kesinambungan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk
meraih penggunaan seluruh sumber daya informasi secara efisien dan efektif
BAB III
KESIMPULAN

Model sistem umum perusahaan akan dapat menjadi contoh pola yang baik untuk
menganalisa sebuah organisasi. Dalam hal yang sama , model delapan unsur lingkungan
sebuah perusahaan dapat menjadi satu cara yang baik untuk memahami kompleksitas dari
bagaimana perusahaan akan berinteraksi dengan lingkungannya.
Pada halnya bahwa sebuah perusahaan adalah suatu sistem fisik yang dikelola melalui
pengguna sebuah sistem virtual. Sebuah perusahaan mengambil sumber daya dan
lingkungannya, mengubah sumber daya tersebut menjadi produk dan jasa, dan
mengembalikan sumber daya yang diubah kembali kelingkungan.
Koordinasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar global.
Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di seluruh
dunia dan mengelolanya dengan cara yang terkooordinasi secra global,tidak akan dapat
meraih kesuksesan dalam peekonomian internasional.

12

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Yana. 2013. Sistem Informasi untuk Keunggulan Kompetitif. http://yanaanggraini.blogspot.co.id/2013/02/sistem-informasi-untuk-keunggulan.html.

(Diakses

pada

tanggal 3 Juni 2016)


Claudia, Ervina Susilawaty. 2013. Sistem Informasi untuk Keunggulan Kompetitif.
https://www.academia.edu/5256067/SISTEM_INFORMASI_UNTUK_KEUNGGULAN_K
OMPETITIF. (Diakses pada tanggal 3 Juni 2016)
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi. (diakses pada tanggal 3 juni 2016)
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi. (diakses pada tanggal 3 juni 2016)
Ryan, Hedys. 2013. Penggunaan teknologi informasi untuk keunggulan kompettitif.
https://www.academia.edu/4660589/Penggunaan_Teknologi_Informasi_untuk_keunggulan_
Kompetitif. (Diakses pada tanggal 3 Juni 2016)

13