Anda di halaman 1dari 39

MARAMIS 1

DISUSUN OLEH:
1. SRI LUTFIYATI
2. DEVI NOVIANTI
3. ARINAL HAQ

Berbagai Teori Kepribadian

1. Psikoanalisis Freud
Freud membagi jiwa menjadi Id, Ego
dan Superego. Gangguan kepribadian
timbul bila suatu jenis kepribadian
menonjol dan merugikan

2. Psikologi Individual Alfred Adler


perilaku individu merupakan hasil
interaksi somatis, psikologis dan sosial
yang
dinamik.
Individu
yang
bermasalah: merasa rendah diri.

3. Teori Karen Horney


individu dipandang secara holistik,
neurosis disebabkan oleh hubungan
dengan orang tua, antarpribadi yang
keliru dan ketidakcocokan antara
potensi-prestasi
4. Harry Stack Sullivan
merumuskan empat buah dalil sebagai
dasar semua teorinya yaitu: Biologis,
Fungsi manusiawi, pentingnya
kecemasan, Kelembutan hati

Stresor, stres dan


penyesuaian diri

STRESOR DAN STRES


STRESOR adalah stimulus atau
peristiwa yang menghalangi
keinginan seseorang sehingga
menimbulkan respon stres.
STRES adalah reaksi atau respon
tubuh sebagai usaha penyesuaian
diri terhadap stresor .

Sumber Stres Psikologis


Stres itu mungkin timbul pada bidang
somatis, psikologis atau sosial dan
mungkin sumbernya didalam atau
pun diluar individu.
Stresor
dapat
menimbulkan
beberapa
keadaan
yang
dapat
menjadi
sumber
stres
yaitu
Frustasi,konflik,tekanan dan krisis

Daya tahan stres


Daya tahan stres tergantung pada
penilaian individu sendiri terhadap
stresor dan stresnya.

Menghadapi stres
Untuk menghadapi stres yang utama
adalah mengenal tanda-tanda stres
seperti gelisah, merasa khawatir,
lekas marah, merasa lelah, tidak
berkonsentrasi.
Sehingga Untuk mencegah stres,
bisa dengan mengubah sikap
terhadap stressor.

Ciri-ciri menghadapi stres dengan


baik
Tidak terlalu memikirkan secara
terperinci tentang kemungkinan di
masa depan
Mengenal dan mengakui kekurangan
diri
Mempunyai kehidupan keluarga yang
hangat
Istirahat cukup dan Mengembangkan
hobi
Memiliki rasa sosial yang tinggi

Penyesuaian diri terhadap


stres

Cara Penyesuaian yang


Berorlentasi pada Tugas, bertujuan
menghadapi tuntutan secara sadar,
realistic, objektif dan rasional.
mekanisrne pembelaan ego, fantasi,
penyangkalan, rasionalisasi,
identifikasi, introyeksi, represi, regresi,
proyeksi, Penyusunan reaksi, Sublimasi,
kompensasi dan salah-pindah.

Dekompensasi Mental
Dekompensasi
adalah
Ketidakberhasilan
atau
terlalu
berlebihan
dalam
Penyesuaian
terhadap stres yang berat sehingga
menimbulakan perilaku abnormal.

Gejala Gangguan Jiwa

Normal Dan Abnormal


Normal: tidak ada perbedaan yang
signifikan dengan kelompoknya.
Abnormal: menyimpang dari yang
normal.
Untuk
menentukan
jenis
perilaku yang dianggapnormal atau
abnormal, maka memakai: penyesuaian
pribadi,
integrasi
kepribadian,
kematangan pribadi, kesejahteraan dan
kemajuan masyarakat.

Kepribadian yang Normal


1.
2.
3.
4.

Menerima dirinya sendiri


Diterima oleh orang lain
Efisiensi dalam pekerjaan atau studi
Bebas dari konflik dalam diri sendiri

GEJALA GANGGUAN JIWA


1. Gangguan penampilan dan perilaku,
2. Gangguan wicara dan bahasa,
3. Gangguan proses berpikir,
4. Sensorium Dan Fungsi Kognitif,
5. Afek dan emosi,

GEJALA GANGGUAN JIWA


6. Gangguan Persepsi.
7. Gangguan Psikomotor,
8. Gangguan kemauan kehendak,
9. Gangguan kepribadian,
10.Gangguan pola hidup,

Penyebab Umum Gangguan


Jiwa

Karena badan (somatogenik),


lingkungan sosial (sosiogenik), psike
(psikogenik) kultural (tekanan
kebudayaan) dan spiritual (tekanan
keagamaan).

Perkembangan badani yang


salah

Faktor keturunan
Faktor konstitusi
Cacat kongenital
Deprivasi dini
Pola keluarga yang patogenik
Masa remaja
Faktor
sosiologis
perkembangan yang salah

dalam

Klasifikasi Gangguan Jiwa

Tujuan Klasifikasi
Memudahkan komunikasi
Memudahkan pendidikan
Membuka jalan untuk penelitian lebih
lanjut

Cara Klasifikasi
Klasifikasi dapat dilaksanakan dengan
memahami :
Satu etiologi menimbulkan berbagai
gejala
Satu gejala dapat ditimbulkan oleh
beberapa penyebab
Dalam menimbulkan gejala itu,
kepribadian prasakit memegang peranan
lebih penting dari pada situasi stres itu

Pemeriksaan Psikiatrik

Hal yang harus diperhatikan dalam


Pemeriksaan Psikiatrik
Tujuan Pemeriksaan
Teknik Dasar Wawancara
Pemeriksaan Pasien Yang Tidak
Kooperatif
Prosedur pemeriksaan Psikiatrik
Pemeriksaan status mental
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Psikologis

Gangguan Mental Organik

Definisi
jenis-jenis gangguan mental yang
timbul karena terjadi kerusakan
pada otak yang semula normal.

Jenis Gangguan Mental Organik


1. Sindrom otak organik,
2. Delium,
3. Demensia,
4. Sindrom otak organik karena
defisiensi vitamin, gangguan
metabolisme dan intoxikasi,

Jenis Gangguan Mental Organik


5. Sindrom otak organik karena
rudapaksa (benturan kepala),
6. Aterosklerosis Otak,
7. Sindrom otak organik karena
epilepsi,
8. Sindrom otak organik karena
tumor intrakranial,

Skizofrenia

SKIZOFRENIA
Ciri khas skizofrenia adalah keretakan
jiwa atau disharmoni antara proses
berpikir, afek-emosi, psikomotor dan
kemauan. Semuanya itu ada yang
menurun dan ada yang meningkat.
Asal-usul skizofrenia yang sekarang
bayak dianut adalah teori genetik,
teori
neurokimia
dan
hipotesis
perkembangan syaraf.

GEJALA SKIZOFRENIA
Penampilan dan perilaku umum,
menelentarkan penampilan dan cenderung
menarik diri.
Gangguan pembicaraan, bicara tidak
nyambung
Gangguan perilaku, terjadi gangguan motorik
Gangguan afek, terjadi kedangkalan respon
emosi
Gangguan persepsi, terjadi halusinasi
Gangguan Pikiran, terjadi waham

JENIS-JENIS SKIZOFRENIA

Skizofrenia
Skizofrenia
Skizofrenia
Skizofrenia
Skizofrenia

paranoid
Hebefrenik
Katatonik
Simplex
Residual

DIAGNOSIS SKIZOFRENIA

PENGOBATAN SKIZOFRENIA
Tujuan pengobatan adalah
meredakan gejala-gejala dan
mencegah kekambuhan. Jenis-jenis
pengobatan adalah :
Farmakoterapi
Psikoterapi dan Rehabilitasi
Lobotomi Prefrontal

Gangguan Mood

Bentuk Gangguan Mood

Gangguan
Gangguan
Gangguan
Gangguan
Gangguan
Gangguan

bipolar
Depresi Mayor
Distimia
siklotomik
afektif musiman
mood masa kanak

Bunuh diri dan gangguan


mood
Individu dengan gangguan mood
mempunyai resiko yang lebih tinggi
untuk melakukan prilaku bunuh diri,
baik percobaan maupun
completions (berhasil).

Perspektif Pada Gangguan


Mood
1. Perspektif biologis pada
gangguan mood: faktor genetik,
faktor psikoneurimulogi dan
psikoneuroendokrinologi
2. Perspektif social dan cultural
gangguan mood: tekanan sosial,
pelecehan masa kanak,pengasuhan
tidak optimal, konflik pernikahan.