Anda di halaman 1dari 17

Corpus Alienum

VALENTINE WIJAYA (611.11.002)

Laporan

Kasus

CORPUS ALIENUM
CORPUS ALIENUM
Identitas Pasien  Nama Pasien  Usia : Tn. ES : 39 tahun : Laki-laki :
Identitas Pasien  Nama Pasien  Usia : Tn. ES : 39 tahun : Laki-laki :

Identitas Pasien

Nama Pasien

Usia

: Tn. ES : 39 tahun : Laki-laki : Islam : Jl. Salam no. 27, Tanjungpinang : Pegawai bengkel : 153909 : 15 Juni 2015

Jenis Kelamin

Agama Alamat Pekerjaan

No. RM

Tanggal Pemeriksaan

Identitas Pasien  Nama Pasien  Usia : Tn. ES : 39 tahun : Laki-laki :
Anamnesis  Keluhan Utama:  mata kiri kemasukan serpihan gerinda  Riwayat Penyakit Sekarang:  mata
Anamnesis  Keluhan Utama:  mata kiri kemasukan serpihan gerinda  Riwayat Penyakit Sekarang:  mata

Anamnesis

Keluhan Utama:

mata kiri kemasukan serpihan gerinda

Riwayat Penyakit Sekarang:

mata kiri kemasukan serpihan gerinda 2 hari yang lalu, sudah dikeluarkan 1 hari yang lalu oleh dokter lain namun sampai sekarang masih terasa sakit

Riwayat Penyakit Dahulu:

riw. penyakit mata sebelumnya disangkal, riw. alergi disangkal

Anamnesis  Keluhan Utama:  mata kiri kemasukan serpihan gerinda  Riwayat Penyakit Sekarang:  mata
Anamnesis  Riwayat Penyakit Keluarga:  di keluarga, tetangga, dan teman tidak ada yang memilki gejala
Anamnesis  Riwayat Penyakit Keluarga:  di keluarga, tetangga, dan teman tidak ada yang memilki gejala

Anamnesis

Riwayat Penyakit Keluarga:

di keluarga, tetangga, dan teman tidak ada yang memilki gejala yang serupa

Riwayat Kebiasaan:

tidak pernah menggunakan kacamata pelindung saat bekerja.

Riwayat Sosial Ekonomi:

bekerja sebagai pekerja di bengkel. Biaya ditanggung pribadi. Kesan sosial ekonomi cukup.

Anamnesis  Riwayat Penyakit Keluarga:  di keluarga, tetangga, dan teman tidak ada yang memilki gejala

Pemeriksaan Fisik

Kesadaran komposmentis Aktifitas Kooperatif Status Gizi

:

: normoaktif : kooperatif : baik

Pemeriksaan Fisik  Kesadaran komposmentis  Aktifitas  Kooperatif  Status Gizi : : normoaktif :
:
:

Vital Sign

TD : 120/80 mmHg

Nadi

Suhu

: 80 x/menit : 36, 3°C

RR : 20x/menit

Pemeriksaan Fisik  Kesadaran komposmentis  Aktifitas  Kooperatif  Status Gizi : : normoaktif :

Status Oftalmologi

Status Oftalmologi Oculi Dekstra Oculi Sinistra 6/6 Gerak bola mata bebas di segala arah, ortophori, eksoftalmos
Oculi Dekstra Oculi Sinistra 6/6 Gerak bola mata bebas di segala arah, ortophori, eksoftalmos (-) Pemeriksaan
Oculi Dekstra
Oculi Sinistra
6/6
Gerak bola mata bebas di segala arah, ortophori,
eksoftalmos (-)
Pemeriksaan
Visus
Parese/ Paralisis
6/6
Gerak bola mata bebas di segala arah, ortophori,
eksoftalmos (-)
Trikiasis (-), distikiasis (-), bulu mata rontok (-),
krusta (-)
Supersilia
Trikiasis (-), distikiasis (-), bulu mata rontok (-),
krusta (-)
Hiperemis (-), spasme (-), ptosis (-), nyeri tekan (-),
massa (-), udem (-), entropion (-), ektropion (-)
Palpebra
Hiperemis (-), spasme (-), ptosis (-), nyeri tekan (-),
massa (-), udem (-), entropion (-), ektropion (-)
Injeksi (-), hiperemis (-), corpal (-), pterygeum (-),
simblefaron (-), secret (-)
Konjungtiva
Injeksi (-), hiperemis (-), corpal (-), pterygeum (-),
simblefaron (-), secret (-)
Ikterik (-), hiperemis (-)
Sklera
Ikterik (-), hiperemis (-)
Jernih (+), defek(-), neovaskularisasi (-), udem (-),
corpal (-)
Jernih (+), defek (-), neovaskularisasi (-), udem (-),
Kornea
corpal (+)
Jernih, tindal efek (-), kedalaman cukup, hifema (-),
hipopion (-)
Kamera Okuli
Anterior
Jernih, tindal efek (-), kedalaman cukup, hifema (-),
hipopion (-)
Coklat, kripte (+), tremulan (-), neovaskularisasi (-)
Iris
Coklat, kripte (+), tremulan (-), neovaskularisasi (-)
Bulat, central, regular, diameter 3 mm, reflek
cahaya (N +)
Pupil
Bulat, central, regular, diameter 3 mm, reflek
cahaya (N +)

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang  Tes Fluoresein untuk mengetahui adakah sisa-sisa serpihan yang tertinggal di kornea.
 Tes Fluoresein untuk mengetahui adakah sisa-sisa serpihan yang tertinggal di kornea.
 Tes Fluoresein untuk mengetahui adakah sisa-sisa serpihan
yang tertinggal di kornea.
Pemeriksaan Penunjang  Tes Fluoresein untuk mengetahui adakah sisa-sisa serpihan yang tertinggal di kornea.

Diagnosis Kerja

Diagnosis Kerja  Korpus Alienum Sentral Kornea OS
 Korpus Alienum Sentral Kornea OS
 Korpus Alienum Sentral Kornea OS
Diagnosis Kerja  Korpus Alienum Sentral Kornea OS

Penatalaksanaan

Ekstraksi Korpus Alienum

C- Floxa Eye Drops 4 x 1 OS

C-Ester Tab3 x 1

Penatalaksanaan  Ekstraksi Korpus Alienum   C- Floxa Eye Drops  4 x 1 OS
Penatalaksanaan  Ekstraksi Korpus Alienum   C- Floxa Eye Drops  4 x 1 OS
Edukasi  Memberitahukan kepada pasien, mungkin tidak bisa sembuh sempurna, kemungkinan terdapat gejala sisa (sikatrik). 
Edukasi  Memberitahukan kepada pasien, mungkin tidak bisa sembuh sempurna, kemungkinan terdapat gejala sisa (sikatrik). 

Edukasi

Memberitahukan kepada pasien, mungkin tidak bisa sembuh sempurna, kemungkinan terdapat gejala sisa (sikatrik). Mengoleskan obat mata secara teratur untuk mempercepat proses penyembuhan. Menggunakan kacamata pelingdung ketika bekerja. Jangan merokok dahulu agar luka cepat sembuh

Edukasi  Memberitahukan kepada pasien, mungkin tidak bisa sembuh sempurna, kemungkinan terdapat gejala sisa (sikatrik). 

Tinjauan

Pustaka

CORPUS ALIENUM
CORPUS ALIENUM

Corpus Alienum

Etiologi:

Benda logam Benda bukan logam Benda inert Benda reaktif

Corpus Alienum  Etiologi:  Benda logam  Benda bukan logam  Benda inert  Benda
 Gejala:
 Gejala:

Nyeri Sensasi benda asing (mengganjal) Fotofobia Mata merah & berair Visus normal/menurun Adanya injeksi konjungtiva/injeksi silar

Corpus Alienum  Etiologi:  Benda logam  Benda bukan logam  Benda inert  Benda
Corpus Alienum  Diagnosis:  Anamnesis  Pemeriksaan visus  Pemeriksaan keadaan mata  Pemeriksaan oftalmoskop
Corpus Alienum  Diagnosis:  Anamnesis  Pemeriksaan visus  Pemeriksaan keadaan mata  Pemeriksaan oftalmoskop

Corpus Alienum

Diagnosis:

Anamnesis Pemeriksaan visus Pemeriksaan keadaan mata Pemeriksaan oftalmoskop Pemeriksaan slit lamp dengan fluoresein Corpal di intraocular, maka dilakukan pemeriksaan x-ray orbita

Corpus Alienum  Diagnosis:  Anamnesis  Pemeriksaan visus  Pemeriksaan keadaan mata  Pemeriksaan oftalmoskop
Corpus Alienum  Penatalaksanaan:  Tujuan: mengurangi nyeri, mencegah infeksi, dan mencegah kerusakan fungsi yang permanen
Corpus Alienum  Penatalaksanaan:  Tujuan: mengurangi nyeri, mencegah infeksi, dan mencegah kerusakan fungsi yang permanen

Corpus Alienum

Penatalaksanaan:

Tujuan: mengurangi nyeri, mencegah infeksi, dan mencegah kerusakan fungsi yang permanen

Ekstraksi Corpal Beri salep antibiotik, siklopegik Mata dibalut tekan dengan kassa steril

Pencegahan:

Gunakan APD saat bekerja

Corpus Alienum  Penatalaksanaan:  Tujuan: mengurangi nyeri, mencegah infeksi, dan mencegah kerusakan fungsi yang permanen

Corpus Alienum

Corpus Alienum  Komplikasi:  logam dapat terjadi rust ring  Sikatrik  Prognosis:  Corpal
 Komplikasi:  logam dapat terjadi rust ring  Sikatrik  Prognosis:  Corpal di ekstraokular
 Komplikasi:
 logam dapat terjadi rust ring
 Sikatrik
 Prognosis:
 Corpal di ekstraokular umumnya prognosis lebih baik
dibandingkan dengan corpal di intraokular
Corpus Alienum  Komplikasi:  logam dapat terjadi rust ring  Sikatrik  Prognosis:  Corpal

Terima Kasih

ATAS PERHATIANNYA…