Anda di halaman 1dari 5

Petunjuk untuk Terapi Fluoride

Tujuan
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) bertujuan agar petunjuk ini dapat
membantu praktisi dan para orang tua untuk memutuskan penggunaan fluoride yang sesuai
sebagai bagian dari perawatan kesehatan mulut secara komprehensif untuk bayi, anak, orang
dewasa dan orang berkebutuhan khusus.
Metode
Sebuah tinjauan menyeluruh dari literatur ilmiah dalam bahasa inggris yang berkaitan
dengan pedoman penggunaan fluoride sistemik dan topikal telah selesai di revisi dan
diperbarui. Pencarian sumber data dilakukan dengan menggunakan istilah fluoride, fluoridasi,
gel fluoride, pernis fluoride, fluoride pasta gigi, terapi fluoride, dan fluoride topikal. Karena
lebih dari dua juta literatur telah diidentifikasi melalui pencarian secara elektronik, telah
dilakukan strategi alternatif seperti penilaian referensi yang berasal dari ulasan terbaru
berbasis bukti dan metaanalisis, yang sama baiknya dengan pencarian manual. Strategi ini
menghasilkan 105 tuliisan, terutama yang berkaitan dengan uji klinis acak dan ulasan
berbasis bukti, yang dievaluasi lebih lanjut oleh abstract. 45 naskah tersebut masing-masing
memiliki pemeriksaan dan analisis yang menyeluruh untuk merevisi pedoman ini. Selain itu
pendapat ahli dan praktik terbaik yang terkini dilakukan, juga diandalkan untuk pedoman ini.
Background
Penggunaan fluoride yang luas telah menjadi faktor utama dalam penurunan prevalensi dan
keparahan karies gigi di Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi maju lainnya. Ketika
digunakan dengan tepat, fluoride, aman dan efektif dalam mencegah dan mengendalikan
caries. Keputusan untuk memperhatikan gigi, yang bersangkutan dengan

penggunaan

fluoride didasarkan pada kebutuhan unik dari masing-masing pasien, termasuk risiko dan
manfaat (yaitu, risiko fluorosis ringan atau sedang. manfaat penurunan karies, kenaikan dan
dalam beberapa kasus mencegah dan menghancurkan penyakit gigi).
Fluoride memiliki beberapa mekanisme perlindungan dari karies. Secara topikal,
rendahnya tingkat fluoride dalam plak dan saliva menghambat demineralisasi enamel dan
meningkatkan re-mineralisasi enamel yang terdemineralisasi. Fluoride juga menghambat
karies dengan mempengaruhi aktivitas metabolik bakteri kariogenik. Tingginya kadar

fluoride, seperti yang dicapai dengan penggunaan gel topikal atau varnis, menghasilkan
lapisan sementara kalsium bahan fluoride seperti pada permukaan enamel. fluoride yang
dilepaskan ketika pH turun sebagai respon terhadap produksi asam dan menjadi tersedia
untuk remineralisasi enamel atau mempengaruhi metabolisme bakteri. Kepercayaan yg
aslinya adalah bahwa tindakan utama fluoride adalah untuk menghambat karies gigi ketika
dimasukkan ke dalam perkembangan enamel gigi (yaitu, rute sistemik), tetapi konsentrasi
fluoride dalam enamel tidak sepenuhnya menjelaskan ditandai dengan pengurangan karies
gigi. Hal ini terlalu menyederhanakan untuk menunjuk fluoride hanya sebagai sistemik atau
topikal. Fluoride yang tertelan, seperti fluoride dalam air dan suplemen makanan, dapat
menyebabkan efek topikal pada gigi yg erupsi (sebelum ditelan, serta efek topikal karena
meningkatnya saliva dan kadar fluoride sulkus gingiva). Selain itu, kadar fluoride plasma
yang tinggi dapat memperbaiki permukaan luar dengan mineralisasi penuh, pada penggunaan
terhadaqp gigi secara topikal, bukan pada gigi yg belum erupsi. Demikian pula, fluoride
topikal yang tertelan mungkin memiliki efek sistemik.
Flurodasi pada air minum masyarakat adalah metode murah yang paling efektif dan
dapat di lakukan dengan mendistribusikan flluoride kepada semua anggota masyarakat.
Fluoridasi air pada level 0,7 1,2 mg fluoride ion/ L (ppm F) telah diperkenalkan di Amerika
pada tahun 1940. Sejak terdapat fluoride dari pasokan air, sekarang menjadi sumber fluoride,
departemen kesehatan dan pelayanan manusia baru-baru ini telah meminta untuk tidak
memiliki rentang fluoride, tetapi kemudian batas bawah yang direkomendasikan adalah 0,7
ppm F. Secara rasional adalah untuk menyeimbangkan antara keuntungannya dalam
mencegah karies dan mengurangi terjadinya fluorosis.

Suplemen fluoride juga efektif dalam mengurangi prevalensi karies gigi dan harus
dipertimbangkan untuk anak-anak dengan resiko karies tinggi atau yang meminum fluoride
(kurang dari 0,6 ppm F) (lihat Tabel). Penentuan fluoride pada makanan sebelum peresepan

suplemen dapat membantu mengurangi asupan fluoride berlebih. Sumber fluoride makanan
mungkin termasuk air minum dari rumah, penitipan, dan sekolah; minuman seperti soda, jus,
dan susu formula; makanan instan; dan pasta gigi. formula bayi, terutama formula bubuk
yang telah dilarutkan dengan air fluoride, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko fluorosis.
Bayi mungkin sangat rentan karena konsumsi cairan dalam jumlah besar seperti pada tahun
pertama kehidupan, sedangkan berat badan relatif rendah. Namun, tinjauan berbasis bukti
terbaru menunjukkan bahwa mengurangi asupan fluoride dari susu formula yang dilarutkan
tidak akan menghilangkan risiko perkembangan fluorosis. Fluorosis dikaitkan dengan asupan
fluoride kumulatif selama perkembangan enamel, dengan tingkat keparahan tergantung pada
dosis, durasi, dan waktu asupan. Temuan dari survei nasional melaporkan bahwa delapan
persen dari usia 12-15 tahun memiliki fluorosis ringan dan lima persen memiliki fluorosis
moderat.
Penerapan perawatan fluoride topikal secara profesional dapat memberikan efek
dalam mengurangi prevalensi karies gigi. agen yang paling umum digunakan untuk
perawatan fluoride profesional ; lima persen sodium fluoride varnish (NaFV; 22.500 ppm F)
dan 1,23 persen yg ditambah asam fosfat fluoride (APF; 12.300 ppm F). Khasiat varnis
fluoride pada gigi sulung bila digunakan setidaknya dua kali setahun telah dilaporkan dalam
setidaknya empat percobaan terkontrol secara acak. Khasiat varnis fluoride pada gigi
permanen, diterapkan pada interval tiga atau enam bulan, juga telah dilaporkan di setidaknya
empat percobaan terkontrol acak. Meta-analisis dari 14 uji coba terkontrol plasebo
menunjukkan bahwa gel fluoride yang diterapkan pada interval tiga bulan untuk satu tahun,
berkhasiat terhadap gigi permanen. Beberapa topikal fluoride gel dan produk buih dipasarkan
dengan waktu pengobatan yang direkomendasikan kurang dari empat menit, tetapi tidak ada
uji klinis yang menunjukkan kemanjuran aplikasi dengan waktu lebih pendek dari empat
menit. Ada juga bukti terbatas bahwa busa fluoride topikal yang berkhasiat. Anak-anak
dengan peningkatan risiko karies harus menerima perawatan fluoride profesional setidaknya
setiap enam bulan. Kategori risiko dapat berubah dari waktu ke waktu, jenis dan frekuensi
intervensi pencegahan harus disesuaikan.
Produk fluoride topikal lainnya, seperti 0,2 persen sodium fluoride (NaF) obat kumur
(900 ppm F) dan sikat gel / pasta (misalnya, 1,1 persen NaF; 5.000 ppm F) juga telah terbukti
efektif dalam mengurangi karies gigi di gigi permanen. Produk fluoride yang digunakan di
rumah untuk anak-anak harus fokus pada cara yang memaksimalkan kontak topikal, pada

dosis rendah dan frekuensi pendekatan yang lebih tinggi. Meta-analisis dari lebih dari 70 uji
klinis acak atau kuasi-acak terkontrol menunjukkan bahwa fluoride pasta gigi ampuh
mengurangi prevalensi karies gigi pada gigi permanen, dengan efek meningkat pada anakanak dengan karies yang lebih tinggi dan dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari fluoride
dalam pasta gigi, dengan frekuensi penggunaan dan pengawasan yang lebih besar. Sebuah
meta-analisis dari delapan uji klinis pada tingkat karies pada anak-anak prasekolah juga
menunjukkan bahwa menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride secara signifikan
mengurangi prevalensi karies gigi pada gigi sulung. Pasta gigi fluoride digunakan tidak lebih
dari

seukuran beras untuk anak-anak kurang dari tiga tahun dapat menurunkan risiko

fluorosis. Menggunakan psta gigi berfluoride tidak lebih dari seukuran kacang cocok untuk
anak-anak berusia 3-6 (lihat Gambar). Untuk memaksimalkan efek menguntungkan dari
fluoride dalam pasta gigi, gigi harus disikat dua kali sehari, dan berkumur setelah menyikat
dimana pasta gigi tersebut harus disimpan seminimum mungkin atau dihilangkan sama
sekali.

Rekomendasi
1. Terdapat konfirimasi dari hasil penelitian bahwa penggunaan fluoride untuk
mencegah dan mengkontrol karies aman digunakan dan efektif dalam mengurangi
prevalensi karies
2. Terdapat bukti dari percobaan klinis secara acak dan penelitian yang menyatakan
bahwa konsumsi suplemen fluoride efektif dadlam mengurangi keries dan sebaiknya
dipertimbangkan untuk anak dengan resiko karies tinggi yang mengkonsumsi air
berfluoride kurang daro 0,6 ppm
3. Terdapat bukti dari percobaan klinis secara acak dan metaaanalisis bahwa TAF
profesional dengan 5 % NaFV atau 1,23 % gel F efektif dalam mengurangi resiko
karies pada anak.

4. Terdapat bukti dari penelitian dan metaaanalisis bahwa fluoridasi pasta gigi efektf
dalam mengurangi karies pada anak dengan peningkatan level yang lebih tinggi untuk
tidak terjadi karies, konsetnrasi yang lebih tinggi dari past gigi, frekuensi yang lebih
dalam penggunaannya serta pengawasan terhadapnya. Menggunakannnya tidak lebih
dari sedikit atau sebesar beras untuk anak kurang dari 3 tahun dan sebesar kacang
untuk anak 3- 6 tahun dapat mengurangi resiko karies.
5. Terdapat bukti dari percobaan klinis secara acak bahwa obat kumur 0,2 % NaF dan
1,1 % gel Pasta NaF juga efektif dalam mengurangi resiko karies pada anak.