Anda di halaman 1dari 2

RESTRAIN

PENGERTIAN
Restrain secara umum mengacu pada suatu bentuk tindakan menggunakan tali untuk
mengekang atau membatasi gerakan ekstremitas individu yang berperilaku diluar
kendali yang bertujuan memberikan keamanan fisik dan psikologi individu. Restrain
merupakan alternative terakhir intervensi jika dengan intervensi verbal, chemical
restrain mengalami kegagalan.
INDIKASI RESTRAIN
Perilaku kekerasan yang membahayakan diri sendiri dan lingkungannya
Perilaku agitasi yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan
Klien yang mengalami gangguan kesadaran
Klien yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan rasa aman dan
pengendalian diri
Ancaman terhadap integritas tubuh berhubungan dengan penolakan klien
untuk istirahat, makan dan minum.
TATALAKSANA
1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien intruksi restrain / terapi
psikofarmakoterapi
2. Siapkan team
3. Siapkan alat-alat
4. Siapkan lingkungan yang aman
5. Siapkan medikasi bila perlu sesuai advis dokter
Diazepam injeksi 1 ampul (IM/IV)
Haloperidol 1 ampul (IM/IV)
6. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
7. Jelaskan dan lakukan kontrak prosedure, tujuan, lamanya di restrain kepada klien dan
keluarga bila perlu kontrak sepihak.
8. Berbicara secara meyakinkan kepada pasien untuk menghentikan perilakunya
9. Ulangi penjelasan jika tidak menghentikan perilakuya akan dilakukan pengikatan
10. Tawarkan untuk menggunakan medikasi daripada dilakukan pengikatan
11. Jangan membiarkan pasien berfikir tentang keraguan kita melakukan pengikatan
12. Staf yang akan melakukan pengikatan sudahharus ada ditempat. Susunan tim terdiri
dari 5-6 orang
Empat orang menahan anggota gerak
Satu mengendalikan kepala
Satu melakukan prosedure pengikatan
13. Siapkan peralatan dan medikasi
14. Lakukan pengikatan
Satu anggota gerak satu ikatan
Ikatan pada posisi sedemikian rupa agar tidak mengganggu aliran cairan IV
jika diperlukan
Posisi kepala lebih tinggi untuk menghindari aspirasi
Lakukan pemeriksaan vital sign setiap 30 menit sekali
15. Manset / restrain diperiksa setiap 60 menit demi kenyamanan
16. Merubah posisi setiap 60 menit
17. Kolaborasi dengan dokter untuk medikasi antipsikotik potensi tinggi dengan interval
30-60 menit (contoh : haloperidol 5-10 mg peroral / injeksi IM)

18. Observasi gejala ekstra piramidal sindrome (EPS) dalam 24 jam pertama. Pada
umumnya berespon sebelum diberikan total dosis 50 mg, bila EPS terapi
Trihexuypenidil 2mg dan diphenhydramin 50mg (IM/IV)
HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
Pada kondisi gawat darurat restrain/seklusi dapat dilakukan tanpa order dokter.
Sesegera mungkin (<1jam) setelah melakukan restrain / seklusi perawat
melaporkan kepada dokter untuk mendapatkan legalitas tindakan baik secara
verbal ataupun tertulis.
Intervensi restrain / seklusi dibatasi waktu : 4 jam untuk klien yang berusia
>18 tahun, 2 jam untuk anak-anak dan usia 9-17 tahun.
Waktu minimal reevaluasi oleh dokter adalah 8 jam untuk usia >18tahun, dan
4 jam untuk usia <17 tahun.
Selama restrain / seklusi pasien diobservasi tiap 10-15 menit, fokus observasi
yaitu :
1. Tanda-tanda cedera yang berhubungan dengan restrain
2. Nutrisi dan hidrasi
3. Sirkulasi dan range of motion ekstrimitas
4. Vital sign
5. Hygiene dan eliminasi
6. Status fisik dan psikologi
7. Kesiapan pasien untuk dibebaskan dari restrain dan seklusi