Anda di halaman 1dari 4

3.

GARIS BESAR RENCANA KEGIATAN


3.1 Tahap Pra Konstruksi
1) Penetapan Lokasi dan Pembebasan Lahan
Dalam kegiatan pembangunan RSUD Kertosono ini memerlukan pembebasan
lahan di sekitar area pembangunan, mengingat lahan tersebut merupakan milik
warga. Jadi harus melakukan proses pendekatan kepada warga sekitar agar tidak
terjadi protes dan penolakan warga di kemudian hari.
2) Survey dan Pengukuran
Survey yang dilakukan antara lain survey luas lahan, survey kelayakan lahan
dan keadaan lingkungan di sekitarnya serta keadaan sosial daerah tersebut
Kegiatan pengukuran dilakukan pada awal konstruksi guna menetapkan titik
bangunan, yaitu pnempatan posisi pndasi dan kolom yang akan di pasang pada
proyek tersebut. Jadi posisi dan letak bangunan bisa sesuai dengan gambar rencana.
Alat yang digunakan dalam pengukuran yaitu, theodolite, waterpass, statif, dan roll
meter.
3) Mobilisasi Alat
Kegiatan pengangkutan material dan peralatan adalah kegiatan persiapan
bahan-bahan bangunan, transportasi keluar masuk di lokasi proyek. Kebutuhan
bahan bangunan di proyek tersebut antara lain ; batu , pasir, batu bata, kayu, besi,
semen, kapur, keramik dan genting. Bahan-bahn bangunan tersebut diambil dari
supplier di daerah Kertosono dengan pertimbangan efiensi pengangkutan dan
mencegah resiko-resiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan.

3.2 Tahap Konstruksi


1) Pembuatan Direksi Keet
Untuk mendukung pelaksanaaan konstruksi maka di lokasi areal proyek dibuat
bangunan semi permanan yang berfungsi sebagai tempat untuk rapat juga
melakukan tugas konstruksi, menyimpan material, dan alat-alat kerja yang manual.
2) Pekerjaan Pondasi
Setelah tanah bersih dan rata, dilanjutkan kemudian dengan pemancangan
tiang pondasi, yang biasa disebut dengan Tiang Pancang. Proses pemancangan ini

harus sangat diperhatikan, karena saat proses pemancangan, dapat terjadi berbagai
kesalahan. Operator mesin pancang diharapkan terus mengontrol posisi tiang
pancang. Dalamnya pondasi tiang pancang yang tertanam di dalam tanah
tergantung dari jenis dan kondisi tanah tersebut, karena pondasi tiang pancang
harus berdiri di atas tanah yang keras. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan
Pile Cap dan Sloof. Pile Cap ini berfungsi untuk membagi rata beban dari kolom
kepada beberapa pondasi dibawahnya. Dan tiap Pile Cap ini juga dihubungkan satu
sama lain oleh Sloof, sehingga semua tiang pancang mempunyai satu ikatan
struktur.
3) Pekerjaan Main Structure
Setelah pekerjaan struktur bawah, yaitu pemancangan selesai, dilanjutkan
kembali dengan pengerjaan bagian struktur atas. Struktur atas terdiri dari kolom,
balok dan pelat. Pengerjaan struktur atas dimulai dari pengerjaan kolom. Dalam
proses pengerjaan kolom, hal yang pertama dilakukan adalah pengerjaan tulangantulangan kolom seperti yang telah didisain. Sebelum pengecoran kolom, terlebih
dahulu dibuat bekisting yang dibentuk seperti kolom sehingga beton dapat dicor di
dalamnya. Bekisting harus dibuat kokoh dan kuat, sehingga hasil cor-an diperoleh
dengan baik dan bentuk kolom sesuai perencanaan. Ketika proses pengecoran
harus dilakukan teliti, dan cor-an beton yang masuk itupun harus dirojok, sehingga
cor beton dapat masuk semuanya sampai kebawah dan penuh mengisi bekisting.
Pengerjaan berikutnya adalah bagian balok dan pelat. Balok dan pelat memang
dikerjakan bersamaan, Sama seperti pengerjaan kolom, pertama kali juga dilakukan
pengerjaan bekisting. Agar waktu yang dibutuhkan seminimal mungkin,
pengerjaan bekisting dan penganyaman tulangan dapat dilakukan secara
bersamaan. Setelah pembuatan bekisting dan penulangan selesai, baru dilanjutkan
dengan pengecoran beton. Hal yang terpenting adalah semua beton yang di-cor itu
harus berada dalam satu ikatan, yang berarti proses pengecoran pelat dan balok
harus serempak selesainya dan beton pun akan kering bersamaan, sehingga
kekuatannya pun dalam satu ikatan. Begitu juga pengerjaan lantai berikutnya,
prosesnya pun sama dengan sebelumnya. Dan selama proses pengecorannya pun
juga harus dirojok, sehingga cor beton penuh mengisi bekisting.
4) Pekerjaan Struktur Atas
Setelah pekerjaan main structure selesai maka selanjutnya proses pekerjaan
struktur atas yaitu atap. Sesuai dengan Desain Struktur Rangka Atap Baja
Ringan Struktur rangka atap baja ringan akan di desain oleh tenaga ahli yang

berkompeten,

Desain harus mengikuti kaidah-kaidah teknis yang benar sesuai

karakter baja ringan yaitu dengan perancangan standar batas desain struktur baja
cetak dingin (Limit State Cold Formed Steel Structure Design). Desain struktur
rangka atap baja ringan meliputi top chord, bottom chord, web, dan jumlah screw
pada setiap titik buhul sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.
Perangkaian rangka batang dilakukan di lapangan sesuai dengan hasil
pengukuran terakhir dan sesuai dengan aktual dilapangan, Perangkaian
memperhatikan bentuk, ukuran, dan gambar desain, Permukaan ring balok beton
sudah rata dan elevasi sesuai desain, Dalam proses erection rangka atap
diperhatikan support sementara untuk menjaga stabilitas rangka atap setelah
dipasang. Support sementara ini tidak boleh dilepas sebelum rangka kuda-kuda
dinyatakan cukup kuat oleh tenaga ahli dari pabrik. Memperhatikan Jarak antar
kuda-kuda, jarak ikatan angin/bracing maksimum adalah 1.2 m.
5) Pekerjaan Arsitektur
Setelah pekerjaan struktur selesai dilaksanakan selanjutnya adalah pekerjaan
arsitektur, disini pekerjaan arsitektur meliputi pekerjaan plester dinding, acian
dinding, pemasangan keramik lantai, dan pekerjaan instalasi mekanikal elektrikal.
Untuk pekerjaan plesteran dugunakan perbandigan agregat yaitu 3 pasir : 1 semen
dan untuk pekerjaan acian dinding campuran agregatnya 1 pasir : 3 semen. Alat
yang digunakan yaitu, sendok spesi, jidaran, unting-unting, waterpass, dan
meteran. Juga yang diperlukan dalam hal ini yaitu pekerja wajib menggunakan alat
pelindung diri untuk safety, karena pererjaan ada yng di ketinggian, dan untuk
meminimalkan kecelakaan kerja.

6) Pekerjaan Finishing
Jika struktur telah berdiri kokoh, baru dapat dilanjutkan dengan pengerjaan
finishing, yaitu pengerjaan dinding, elektrikal dan sanitasi, pemasangan keramik,
pengecatan

dan

sebagainya.

Namun,

pengerjaan

finishing

inilah

yang

membutuhkan waktu paling lama, karena pengerjaannya harus hati-hati sehingga


didapat bentuk yang rapi dan sesuai perencanaan.
3.3 Tahap Pasca Konstruksi
1) Demobilisasi Peralatan dan Personil
Demoblisi peralatan dilakukan setelah perkerjaan konstruksi gedung RSUD
selesai, karena peralatan yang dipakai juga sudah tercantum durasi pemakainnya di

kontrak. Tetapi tidak semua alat dikembalikan ada beberapa yang masih di
lapangan untuk proses pemeliharaan gedung. Demikian juga dengan personil
semua dipulangkan setelah proyek telah selesai dilaksanakan
2) Pemeliharaan Gedung
Lamanya masa pemeliharaan gedung tergantung pada kesepakatan awal di
kontrak, biasanya 6 bulan masa pemeliharaan. Selama masa pemeliharaan tersebut
semua kerusakan yang terjadi pada bangunan tersebut menjadi tanggung jawab
kontraktor pelaksana. Begitu masa pemeliharaan maka selanjutnya bangunan
tersebut merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk
prosespemeliharaannya yang dananya di ambil dari APBD Kabupaten Nganjuk.

4.