Anda di halaman 1dari 24

ANTIBODI

MONOKLONAL & POLIKLONAL


SRI DWI WULANDARI
GEETTRUIDA STEFANNI
NIKEN
ROULI
RANOLDUS
SARAS

1443057006
1443057008
14430570
14430570
15430570
15430570

Pendahuluan
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang
homogen atau mempunyai sifat yang spesifik
karena dapat mengikat 1 epitop antigen dan
dapat dibuat dalam jumlah tidak terbatas.
Antibodi monoklonal dibuat dengan cara
penggabungan atau fusi dua jenis sel yaitu sel
limfosit B yg memproduksi antibodi dengan
sel kanker (sel mieloma) yang dapat hidup
dan membelah terus menerus. Hasil fusi
antara sel B dengan sel kanker secara in vitro
disebut dengan Hibridoma.

Pendahuluan
Pd tahun 1975 Kohier dan Milstein
memperkenalkan cara baru utk membuat
antibodi dg mengimunisasi hewan
percobaan kemudian sel limfositnya
difusikan dg sel mieloma,shg sel hibrid dpt
dibiakan terus menerus (immortal) dan
membuat antibodi yg homogen yg
diproduksi oleh satu klon sel hibrid.

Tahap-tahap pembentukan Ab
Monoklonal
1. Imunisasi mencit dengan antigen yang
akan dibuat Ab monoklonalnya
2. Limpa mencit diambil dan dibuat
suspensi termasuk sel B yg mengandung
Ab terhadap Ag yang disuntikan
3. Fusi sel limpa dengan sel mieloma
4. Seleksi sel dengan membiakkan sel
dalam media selektif, dimana hanya sel
hibrid saja yang bisa tumbuh
5. Sel hibrid berproliferasi membentuk klon
yang disebut Hibridoma
6. Seleksi sel hibridoma unggul yang
menghasilkan Ab monoklonal.

Pembentukan & Seleksi Sel


Hibrid
Hybridoma: Sel limfosit B X sel myeloma
Dihasilkan menggunakan polyethylene glycol
(PEG) untuk terjadi fusi sel
Sel myeloma : mempunyai kemampuan
pertumbuhan yang tidak ada hentinya
Sel B : membantu memberikan informasi
genetik untuk sintesis antibodi spesifik
Seleksi dilakukan dengan medium HAT
(hypoxanthine, aminoprotein, and thymidine)
Sel Myeloma tidak dapat tumbuh
Sel B cells dapat survive, namun tdiak dalam
waktu lama

Aplikasi terapi Antibodi


monoklonal

Induksi imunisasi pasif


Diagnostik imaging. Antibodi monoklonal
dapat digunakan untuk melihat protein
tertentu dalam tubuh, misal antibodi
monoklonal dikonjugasikan dengan logam
inert
pasien yang dirontgen. Dari hasil
rontgen tersebut dapat dikenali protein
tertentu
yang terlibat dalam penyakit.
Cara ini juga diterapkan dalam melihat
metastasis sel kanker.

Diagnostik molekular. Antibodi monoklonal


dapat diaplikasikan untuk identifikasi penyakit
yang lebih dikenal dengan imunologikal
diagnostik. Di mana deteksi imunologik
merupakan deteksi imunologik merupakan
sistem deteksi yang sensitif, spesifik, dan
sederhana. Misal: membedakan DHF dan tifus.
Monitoring terapi obat (untuk live-saving
drug)
Sistem penghantaran obat (Drug delivery
system/DDS)
Isolasi dan atau purifikasi obat baru

Terapi kanker. Para ahli bisa membuat


antibodi monoklonal yang mampu
bereaksi dengan antigen spesifik berbagai
jenis sel kanker. Dengan ditemukannya
lebih banyak lagi antigen kanker, berarti
akan semakin banyak antibodi monoklonal
yang bisa digunakan untuk terapi berbagai
jenis kanker.Bila antibodi berikatan dengan
antigen tumor spesifik yang terdapat di
permukaan sel, maka ia juga bisa
menginduksi sel mengalami apoptosis.

ANTIBODI MONOKLONAL
GENERASI BARU
1. Chimaric monoclonal antibodies
Antibodi ini dibuat melalui teknik rekayasa genetika
untuk menciptakan suatu mencit atau tikus yang
dapat memproduksi sel hibrid mencit-manusia.
Bagian variabel dari molekul antibodi, termasuk
antigenbindingsiteberasaldarimencit,sedang
kanbagianlainnyayaitubagianyang
konstan
berasal dari manusia. Salah satu contohnya
antibodimonoklonal yang struktur molekulnya
terdiri dari 67% manusia adalah Rifuximab

2. Humanized monoclonal
antibodies
Antibodi ini dibuat sedemikian rupa
sehingga bagian protein yang berasaldari
mencit hanya terbatas pada antigen
binding
site
saja.
Sedangkanbagian
yanglainya
yaitubagian
variabeldan
bagiankonstan
berasaldari
manusia.
Antibodi
monoklonal
yang
struktur
molekulnya terdiri dari90% manusia
diantaranyaadalah Alemtuzumab

3. Fully human monoclonal


antibodies
Antibodi ini merupakan antibodi yang paling
ideal untuk menghindari terjadinya respon
imun
karena
protein
antibodi
yang
disuntikkan kedalam tubuh seluruhnya
merupakan protein yang berasal dari
manusia. Salah satu pendekatan yang
dilakukan untuk merancang pembentukan
antibodi ini adalah dengan teknik rekayasa
genetika
untuk
menciptakan
mencit
transgenik yang membawa gen yang berasal
dari
manusia.
Sehingga
mampu
memproduksi antibodi yangdiinginkan

Contoh lain Ab monoklonal :


Trastuzumab (herceptin) digunakan untuk
kanker payudara stadium lanjut
Cetuximab digunakan untuk terapi
kankerkolorektal metastatik.
Gemtuzumab ozogamicin Acute
Myelogenous Leukimia (AML)
Ibritumomab tiuxetan Limfoma NonHodgkin
Tositumomab Limfoma Non-Hodgkin
Bevacizumab Kanker kolon.

Penggunaan antibodi monoklonal


untuk terapi kanker dibagi dalam 2
tipe yaitu :

1. Antibodi monoklonal murni tanpa


dikombinasikan dg senyawa lain.
- Trastuzumab menyerang protein HER2
merupakan protein yang terdapat
dalam jumlah besar pada sel kanker
payudara

2. Antibodi monoklonal yang dikombinasikan


dengan beberapa senyawa lain
(Conjugated monoclonal antibodies)
antara lain kemoterapi, toksin dan
senyawa radioaktif.
obat ini berperan sebagai wahana yang
akan menghantarkan substansi2 obat,
racun, dan materi radioaktif menuju
langsung ke sasaran yakni sel kanker.

Ab monoklonal yg dikombinasikan dg obat


kemoterapi chemolabeled
Ab monoklonal yg dikombinasikan dg
senyawa radioaktif
Radioimmunotherapy (RIT)
Ab monoklonal yg dikombinasikan dg
racun immunotoksin

Antibodi poliklonal
Antibodi poliklonal adalah adalah
campuran antibodi heterogen yang
berikatan terhadap berbagai epitopes dari
antigen sama.

Antibodi poliklonal diproduksi pada kelinci dengan


cara mengimunisasi kelinci dengan antigen (juga
dikenal sebagai immunogen) menggunakan dosis
yang berkisar 10 ug-200 ug. Imunisasi biasanya
dilakukan secara intradermal atau subkutan, tetapi
juga dapat dibuat ke dalam telapak kaki,
intamuskular atau intaperitonial. Antigen dapat
disiapkan dengan atau tanpa adjuvant lengkap
seperti Freund`s atau Incomplete adjuvant yang
dapat meningkatkan respon imun.

Untuk immunogenic protein atau peptide yang


lebih kecil, immunogen juga dapat digabungkan
ke pembawa protein seperti keyhole limpet
hemocyanin (KLH), bovine serum albumin (BSa),
ovalbumin (oVa) dan protein murni turunan dari
tuberculin (PPd). Periode imunisasi bertahan 3
sampai 8 bulan dan hewan biasanya dibantu
dengan suntikan immunogen dua kali
seminggu. Darah dikumpulkan dari telinga
kelinci, (vena jugularis) atau dari jantung kelinci
tersebut (Boenisch ,2009).

Serum disiapkan dengan memisahkan selsel dari darah melalui sentrifugasi dan
persiapan antibodi poliklonal dapat
digunakan dalam bentuk antisera yang
distabilkan atau lebih lanjut dimurnikan.
Pemurnian immunoglobulin; untuk
menghilangkan serum protein lain dan
dapat dilakukan melalui pengendapan
amonium sulfat dan kromatografi
pertukaran ion, juga dengan isolasi afinitas
atau pemurnian Protein A atau G.

Aplikasi antibodi poliklonal


Dalam pengobatan penggunaan paling umum
dari antibodi poliklonal adalah pemberian
kekebalan pasif terhadap penyakit tertentu.
Penggunaan medis lain untuk antiserum adalah
sebagai antitoksin atau antivenin. Persiapan ini
berisi antibodi spesifik untuk racun dari reptil
beracun, arakhnida dan serangga. Mereka
digunakan untuk mengobati orang-orang yang
telah digigit atau disengat oleh hewan-hewan
ini. karena racun bertindak terlalu cepat dalam
tubuh sistem kekebalan tubuh tidak punya
waktu untuk meningkatkan pertahanan sendiri.

Perbedaan antibodi monoklonal dan


poliklonal
Antibodi Poliklonal
Tidak mahal dalam produksinya

Antibodi Monoklonal
Mahal dalam produksinya

Tidak butuh teknologi yang terlalu


canggih

Membutuhkan teknologi yang


sangat canggih

Waktu produksi relatif singkat

Waktu produksi lama karena harus


membentuk hibridoma

Menghasilkan antibodi
nonspesifik dalam jumlah banyak

Menghasilkan antibodi spesifik


dalam jumlah banyak

Mengenal beberapa epitop pada


antigen

Hanya mengenal satu epitop pada


antigen

Kumpulan yang terbentuk bervariasi

Setelah hibridoma dibuat konstan dan


sumber yang terbarukan dan semua
kumpulan akan sama

Kerugian antibodi monoklonal dan poliklonal

Antibodi Poliklonal

Antibodi Monoklonal

Memproduksi antibody non spesifik


dalam jumlah yang besar yang
sewaktu-waktu dapat memberikan
efek samping pada beberapa
aplikasi.

Memproduksi antibody spesifik


dalam jumlah yang besar tetapi
sifatnya bisa menjadi terlalu

Beberapa epitopes membuatnya


penting untuk memeriksa
immunogen urutan untuk setiap
cross-reactivity.

Lebih rentan terhadap


hilangnya Epitop melalui
perawatan kimia antigen
daripada antibodi poliklonal