Anda di halaman 1dari 1

Assalamualaikum

Pada hari ini saya akan menceritakan sedikit tentang keluarga saya,
tetapi yang ingin saya ceritakan kepada kawan kawan semua yaitu tentang
perjuangan kedua orang tua saya saat konflik dulu di tahun 2001 kalau saya
gak salah ingat. Ketika saya berumur 5 tahun, saya tidak tau konflik itu apa
dan kenapa, yang saya tau hanyalah peperangan dan saya pun tidak begitu
paham makna peperangan itu apa. Tetapi yang saya rasakan pada saat itu
hanyalah ketakutan yang menghantui diri saya dan keluarga saya.
Ketika saya lahir kedunia ini, yang pertama saya dengar adalah suara
azan. Tetapi ketika saya besar berumur 5 tahun saya diperdengarkan dengan
suara senjata dan suara ledakan juga kekerasan tentara yang menyiksa
masyarakat pada saat itu. Walaupun saya berumur 5 tahun, saya sudah bisa
mersakan betapa gelisahnya kedua orang tua saya saat terjadinya
peperanga antara Tentara Nasional dengan GAM. Orang tua saya terutama
ibuk saya memeluk saya dan saudara saya yang lainnya dikarnakan
ketakutan yang menhantui.
Singkat cerita, masuklah tentara kedalam rumah saya dengan suara
lantang memanggil ayah saya, tentara itu masuk dengan mendobrak pintu
depan hingga rusak. Saat itu juga ayah saya yang baru siap shalat keluar
menghadap tentara yang masuk tadi, dan ayah melihat kami yang lagi
berkumpul dan bersembunyi dikamar dengan tatapan gelisah tetapi
mencoba untuk tenang. Setelah itu tentara tersebut menyuruh kami semua
yang bersembunyi dikamar tadi keluar dari dalam rumah untuk berkumpul di
sebuah lapangan didepan menasah.Ketika saat itulah saya melihat betapa
banyaknya tentara yang bersenjata lengkap masuk kedalam kampung saya.
Setelah semua masyarakat di introgasi, lalu dibubarkan. Tetapi saya
melihat ada beberapa orang yang dibawa oleh tentara untuk dibawak naik
kegunung termasuk juga ayah saya. Dan pada saat itu secara tiba tiba saya
mendengar suara tangisan dari ibuk karna melihat ayah dibawak oleh para
tentara itu. Tapi, sekian lama ayah dibawak