Anda di halaman 1dari 16

PENTINGNYA RISET DALAM PERKEMBANGAN DUNIA ILMU DI

INDONESIA DAN KENDALANYA


UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH FILSAFAT ILMU

Oleh:
Rachmad Gilang Saputra
091514253027

SEKOLAH PASCA SARJANA


PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dewasa ini
memberikan begitu banyak manfaat dan membawa perubahan yang
signifikan terhadap kehidupan seluruh manusia. Berbagai macam penemuanpenemuan canggih dan mutakhir memberikan kemudahan dalam kehidupan
sehari-hari, sebut saja penemuan-penemuan modern seperti internet,
telepon selular, pesawat terbang, satelit, hingga piranti-piranti lunak yang
memungkinkan

kita

memangkas

jarak

dan

waktu

untuk

sekedar

berkomunikasi dengan lawan bicara di berbagai belahan dunia manapun.


Faktor utama penentu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
suatu negara adalah sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumber daya
manusia tersebut diharapkan dan bahkan diwajibkan untuk melakukan
inovasi dalam bidang keilmuan dan teknologi yang menjadi kunci utama
majunya suatu bangsa. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi maka akan mendorong pula kemajuan diberbagai macam bidang,
antara lain terciptanya lapangan pekerjaan, menghemat devisa negara
dengan penggunaan produk dalam negri, menciptakan devisa dengan ekspor
barang, serta majunya sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas
pendidikan. Selain itu, negara bisa dikatakan mandiri dan mampu menjawab
semua

problematika

dalam

negrinya

ketika

bertumpu

kepada

ilmu

pengetahuan dan teknologi yang maju.


Selain sumber daya manusia yang berkualitas dan berkomitmen tinggi,
untuk mencapai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan
adanya riset (penelitian) yang intensif dan benar-benar bertujuan untuk
memecahkan suatu masalah dalam bidang-bidang tertentu dan untuk
mensejahterakan orang banyak. Riset (dalam bahasa inggris disebut
research) selalu bertumpu pada permasalahan dan bukanlah hanya sebatas
mengumpulkan dan menduplikat informasi. Pada dasarnya riset dapat

diartikan sebagai suatu kegiatan mengumpulkan informasi dan data-data


terkait

permasalahan

tertentu

yang

kemudian

dianalisis

dan

diinterpretasikan secara sistematik dan dipublikasikan kepada khalayak


ramai (Paul D., Leedy: 2005).
Kendati arah kebijakan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi
telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Buku Putih Indonesia 2005-2025
(2006) tetapi pada praktiknya masih banyak kendala yang ditemui oleh para
ilmuwan dan para peneliti untuk melakukan riset. Kondisi ini pada akhirnya
mengakibatkan tidak berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di
Indonesia. Terlebih, banyak para cendekiawan dan ilmuwan Indonesia
memilih untuk hengkang dari republic ini karena tidak terfasilitasinya
kegiatan riset mereka yang notabene bertujuan untuk kemajuan bangsa.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan tingkat urgensinya dan manfaat yang besar dari riset,
maka masalah yang bisa dirumuskan adalah :
1) Apa saja manfaat dari riset ?
2) Apa saja kendala yang dialami para ilmuwan, pada khususnya di
Indonesia dalam melakukan riset ?
1.3. Tujuan Penulisan
Penulisan ini pada khususnya dibuat guna memenuhi tugas ujian
tengah semester mata kuliah Filsafat Ilmu, Sekolah Pasca Sarjana, Program
Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Universitas Airlangga Surabaya
dan juga untuk mengungkap isu-isu yang berkaitan seputar dunia riset
(manfaat, kendala, dana, dan sebagainya) di Indonesia.
1.4. Manfaat Penulisan

1) Secara Teoritis
Hasil penulisan tugas ini diharapkan dapat bermanfaat bagi
perkembangan penelitian (riset) di Indonesia dan dapat membuka
wawasan semua orang untuk lebih memahami pentingnya riset
demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2) Secara Praktis
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan pencerahan
terhadap semua orang pada umumnya dan pihak-pihak terkait yang
memiliki kewenangan dalam mengatur undang-undang IPTEK serta
para ilmuwan agar kegiatan riset di Indonesia bisa berjalan dengan
lancar dan kendala-kendala yang selama ini dihadapi dapat
dieliminasi.

BAB II
ISI

2.1. DEFINISI
2.1.1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Rangkaian kata ilmu pengetahuan dan teknologi sebenernya gabungan
dari beberapa kata ilmu,pengetahuan, dan teknologi dimana masing-masing
kata memiliki makna dan definisi yang berbeda satu sama lain.
Kata ilmu memiliki berbagai macam makna dipandang dari berbagai
sudut; ilmu dipandang sebagai proses, ilmu dipandang sebagai produk, dan
ilmu dipandang sebagai paradigma ilmu.
1) Ketika ilmu dipandang sebagai proses maka dianggap sebagai hasil
dari kegiatan sosial yang berusaha memahami alam, manusia dan
perilakunya baik secara individu maupun secara berkelompok.
2) Ketika ilmu dipandangs sebagai produk bermakna bahwa ilmu
diperoleh dari hasil metode keilmuan yang diakui secara umum dan
sifatnya universal. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya,
sehingga tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan dapat
ditumbangkan oleh teori lain pada masa yang akan datang.
3) Ilmu sebagai paradigma ilmu karena bersifat universal. Selain itu
ilmu juga bersifat komunal dan sebagai alat untuk meyakinkan
sekaligus skeptis, tidak begitu saja mudah menerima kebenaran.
Istilah ilmu yang dikemukakan di atas berbeda dengan istilah pengetahuan. Ilmu
diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah atau epistemologi. Jadi, epistemologi merupakan
pembahasan bagaimana mendapatkan pengetahuan. Epistemologi ilmu tercermin dalam kegiatan
metode ilmiah. Sedangkan pengetahuan adalah pikiran atau pemahaman di luar atau tanpa
kegiatan metode ilmiah, sifatnya dapat dogmatis, banyak spekulasi dan tidak berpijak pada
kenyataan empiris. Sumber pengetahuan dapat berupa hasil pengalaman berdasarkan akal sehat
(common sense) yang disertai mencoba-coba, intuisi (pengetahuan yang diperoleh tanpa
penalaran) dan wahyu (merupakan pengetahuan yang diberikan Tuhan kepada para nabi atau
utusan-Nya).

Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun
2005 diantaranya adalah :
a. Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan
hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut
kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
b. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional,
umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
c. Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan
konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
d. Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu
sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip
tentang hal yang sedang dikaji.
e. Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan
dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang
terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera
manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan
kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : jika .... maka .
f. Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia
mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan
kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana pengujian
kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku sistem. Kamus Besar Bahasa Indonesia
menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun
secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejalagejala tertentu.
Ilmu pengetahuan menurut Horton, P, B., dan Chester L, H merupakan upaya pencarian
pengetahuan yang dapat diuji dan diandalkan, yang dilakukan secara sistematis menurut tahaptahap yang teratur dan berdasarkan prinsip-prinsip serta prosedur tertentu sedangkan
tekonologi adalah penerapan penemuan-penemuan ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah

praktis. Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh
pengetahuan sebagai berikut:
1) Ontologis, dapat diartikan sebagai hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga
jelas ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahannya, dengan kata lain ontologis
merupakan objek formal dari suatu pengetahuan
2) Epistemologis, dapat diartikan sebagai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan
disusun menjadi tubuh pengetahuan
3) Aksiologis, merupakan asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu
pengetahuan.
Sementara kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu tekne, yang berari pekerjaan,
dan logos, berarti suatu studi peralatan, prosedur dan metode yang digunakan pada berbagai
cabang industri. Berikut ini definisi teknologi menurut para ahli :
a. Menurut Prayitno dalam Ilyas (2001), teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik
benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk
memenuhi kebutuhan manusia
b. Menurut Mardikanto (1993), teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktekpraktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh
sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya
perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
c. Menurut Jaques Ellul memberi arti teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara
rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia. Pengertian
teknologi secara umum adalah:
1. proses yang meningkatkan nilai tambah
2. produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
3. Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.
d. Menurut Iskandar Alisyahbana, teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu
karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak
awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah teknologi belum digunakan.
Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi

kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
2.1.2. Riset
Riset dapat diartikan sebagai suatu penyelidikan, pemeriksaan,
pencermatan,

percobaan

yang

membutuhkan

ketelitian

dengan

menggunakan metode/kaidah tertentuuntuk memperoleh suatu hasil dengan


tujuan tertentu. Kegiatan riset meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis,
penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang bertujuan
untuk memecahkan suatu masalah. Riset merupakan kegiatan dalam koridor
keilmiahan yang harus sesuai dengan bidang akademika atau keilmuan.
Riset

merupakan

suatu

kegiatan

yang

didasarkan

pada

objek

pembahasan tertentu, kajian yang berlatar belakang keilmuan dari objek


tersebut, penggunaan fakta sebagai dasar kajian, penggunaan metode
ataupun teknik-teknik tertentu, terdapat hasil yang mempunyai dasar &
terkaji, diperoleh dari kesimpulan akhir.
Menurut Paul Leedy dalam Practical Research, ada 8 karakteristik riset,
yaitu :
1) Riset

berasal

dari

satu

pertanyaan

atau

masalah.

Dengan

menanyakan pertanyaan kita sedang berupaya untuk stimulasi


dimulainya proses penelitian. Sumber pertanyaan atau masalah
dapat berasal dari fenomena atau kejadian disekitar kita.
2) Riset membutuhkan tujuan yang jelas. Pertanyaan tujuan ini
menjawab

pertanyaan

Masalah

apa

yang

akan

diselesaikan/dipecahkan?.
3) Riset membutuhkan rencana spesifik. Untuk melakukan penelitian
rencana kegiatan perlu disusun. Selain menetapkan tujuan dari
riset, bagaimana cara mencapai tujuan tersebut juga harus
didefiniskan dengan baik. Bagaimana dan dimana mendapatkan

data, apakah data yang diperoleh memiliki relasi dengan penelitian,


dan sebagainya.
4) Riset biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa sub
masalah. Untuk mempermudah menjawab permasalahan, biasanya
masalah yang prinsip dibagi menjadi beberapa sub masalah.
5) Riset dilakukan berdasarkan masalah, pertanyaan atau hipotesis
riset yang spesifik. Hipotesis adalah asumsi atau dugaan yang logis
yang memberikan jawaban sementara tentang permasalahan riset
berdasarkan penyelidikan awal. Hipotesis mengarahkan kita ke
sumber-sumber

informasi

yang

membantu

kita

untuk

menyelesaikan dan menjawab permasalahan riset yang sudah


ditetapkan. Hipotesis bisa lebih dari satu. Hipotesis mempunyai
kemungkinan didukung atau tidak didukung oleh data.
6) Riset mengakui asumsi-asumsi. Dalam riset asumsi merupakan hal
penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan
sehingga jangkauan riset jelas batasannya. Asumsi juga dapat
diartikan sebagai batasan sistem dimana kita melakukan riset.
7) Riset
membutuhkan
data
dan
interpretasi
data
untuk
menyelesaikan masalah yang mendasari adanya riset. Pentingnya
data tergantung pada bagaimana peneliti memberi arti dan menarik
inti sari dari data-data yang tersedia. Di dalam riset data yang tidak
dinterpretasikan/diterjemahkan tidak berarti apapun.
8) Riset bersifat siklus, seperti pada gambar 1.1.

2.2. Manfaat Riset


Korea bersama Hongkong, Taiwan dan Singapura telah maju sebagai
newly industrial countries sejak dulu dikarenakan kemajuan bidang riset
mereka, sementara Indonesia pada akhir tahun 80-an masih tertinggal jauh
dalam riset. Sementara itu, jika ditinjau secara teoritis riset memili manfaat
antara lain :
1) Dapat

mengidentifikasi

sistematik
Penelitian yang

dilakukan

suatu
dapat

masalah

atau

bermanfaat

fakta

untuk

secara

menambah

wawasan dalam memecahkan suatu masalah baik bagi para peneliti


maupun orang-orang atau instansi yang menerapkan hasil penelitian
tersebut.
2) Mengetahui sistem kerja objek yang diteliti

Manfaat penelitian bagi peneliti yang dilakukan terhadap suatu objek,


kita dapat mengetahui dengan jelas bagaimanakah sistem kerja dari
obyek-obyek yang menjadi sample penelitian. Dengan demikian, akan
dapat memudahkan sistem operasional dari obyek tersebut.
3) Menambah keyakinan dalam pemecahan suatu masalah
Hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan akan sangat membantu
dalam

menentukkan

kebijakan-kebijakan

atau

keputusan,

yang

nantinya akan diambil dalam menyelesaikan suatu masalah yang


sedang dihadapi.
4) Meningkatkan hubungan kerjasama antar team
Penelitian yang dilakukan secara berkelompok tentu saja dapat
mempererat kerjasama antar sesama anggota dari team tersebut.
Setiap anggota memiliki peranan yang saling terkait dengan anggota
lainnya,

sehingga

akan

tercipta

rasa

menyelesaikan penelitian tersebut.


5) Melatih dalam bertanggung jawab
Hasil
dari
sebuah
penelitian

bahu-membahu

nantinya

harus

dalam

dapat

dipertanggungjawabkan kebenarannya, agar hasil tersebut dapat


bermanfaat bagi yang lainnya. Untuk itu para peneliti harus bekerja
keras agar hasil dari penelitian mereka sesuai dengan yang mereka
harapkan.
6) Dapat

memberikan

program
Manfaat penelitian
memberikan

rekomendasi

bagi

rekomendasi

tentang

kebijakan

suatu

dapat

membantu

untuk

masyarakat
bagi

suatu

kebijakan,

program

yang

dicanangkan oleh sebuah dinas atau instansi maupun kelompok


masyarakat. Dimana hal tersebut dapat meningkatkan kinerja dari
para pelaksana program. Mereka akan lebih yakin untuk bekerja
karena telah ada bukti-bukti yang menjurus pada program yang
sedang dilaksanakan.
7) Menambah wawasan dan pengalaman

Dengan adanya sebuah penelitian, diharapkan mampu menambah


wawasan dan ilmu pengetahuan bagi para peneliti sendiri maupun bagi
yang lainnya.
Ditinjau dari manfaat-manfaat yang dikemukakan secara teoritis diatas
jelas bahwa manfaat sebuah riset dapat ditransformasikan kedalam bentuk
nyata untuk menjawab segala macam persoalan di berbagai sektor
kehidupan ; pendidikan, teknologi, sumber daya manusia, ketahanan
pangan, pariwisata, ekonomi, budaya, dan permasalahan lainnya di dalam
suatu negara. Namun demikian, hasil dari suatu riset tidak serta merta bisa
ditransformasikan menjadi suatu produk dengan waktu yang instan,
melainkan harus melalui proses yang panjang dan pengujian secara berulang
hingga akhirnya manfaat dari riset tersebut bisa dirasakan secara nyata oleh
banyak orang.
2.3. Kendala Riset di Indonesia
Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu kendala riset di
Indonesia adalah kecilnya anggaran negara yang didedikasikan untuk
kegiatan yang satu ini. Dibandingkan dengan negara-negara lain dilingkup
ASEAN, Indonesia tergolong masih tertinggal jauh dalam inovasinya di
bidang riset. Hal ini jelas membuktikan bahwa negara (dalam hal ini
pemerintah sebagai pengambil kebijakan) tidak memfokuskan diri dan tidak
memfasilitasi para ilmuwan untuk melakukan riset, padahal inovasi dalam
riset mampu menjawab segala persoalan suatu negara.
Republik Rakyat Tiongkok (China) belakangan ini muncul sebagai
kekuatan baru di Asia dan di dunia. Kemunculan China sebagai kekuatan
baru dunia ini tidak lain adalah karena kemajuan pesat riset mereka dalam
beberapa waktu terakhir. Sudah sejak lama China menganggarkan 20%
pendapatn negaranya untuk mendanai kegiatan riset dan setiap tahunnya
kebijakan tersebut mengharuskan anggaran untuk riset ditingkatkan.
1

Malaysia memiliki 1% alokasi dana dari pendapatn negaranya untuk


mendanai riset sedangkan Singapura telah memiliki anggaran 2,6 persen,
sementara Indonesia hingga saat ini masih tidak berkutik di 0.09%.
Sebagaimana direkomendasikan oleh UNESCO bahwasanya rasio anggaran
iptek yang memadai bagi sebuah negara adalah 2% dari PDB. Dibandingkan
dengan Singapura 80% anggaran dana riset berasal dari dunia usaha &
bisnis, sedangkan Indonesia 81,1% masih berasal dari pemerintah, 14,3%
dari swasta, dan perguruan tinggi 4,6%.
Selain masalah dana (alokasi anggaran negara) kendala lain yang
dihadapi oleh dunia riset di Indonesia adalah masalah Sumber Daya Manusia.
Dari segi kuantitas SDM, Indonesia merupakan negara dengan peringkat ke-4
di dunia yang memiliki jumlah sumber daya manusia terbanyak, sehingga
sangat ironis jika jumlah ilmuwan dan orang-orang yang mendedikasikan
dirinya untuk berinovasi melalui riset sangat sedikit jumlahnya. Berkenaan
dengan kuantitas SDM, masalah lain yang dihadapi adalah banyaknya para
peneliti Indonesia dan ilmuwan hebat yang berdomisili di luar negri.
Kurangnya perhatian dari pemerintah (baik dari segi dana, fasilitas, dan
kebijakan yang mendukung) terhadap dunia riset mengakibatkan banyaknya
peneliti dan ilmuwan yang hengkang dari Indonesia demi mendapatkan dan
mengaplikasikan keilmuan mereka di luar negri.
Ditinjau dari segi kualitas SDM, peringkat Indonesia masih berada jauh
dibawah negara-negara di dunia, atau bahkan beberapa negara di Asia.
Sebut saja Singapura, Taiwan, Jepang, dan Korea. Kualitas SDM ini berkaitan
erat dengan kualitas pendidikan di Indonesia. Masih banyak anak-anak usia
sekolah yang tidak mendapatkan hak pendidikan secara layak serta
rendahnya motivasi dan kualitas tenaga pengajar juga menjadi salah satu
faktor rendahnya kualitas SDM di Indonesia. Kondisi yang demikian ini
berdampak pada terbatasnya jumlah peneliti dan ilmuwan di Indonesia yang
seyogyanya mampu untuk melakukan inovasi melalui riset dan memberikan
perubahan besar bagi negara dan bangsa.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan bukti-bukti yang telah dipaparkan pada bab
sebelumnya mengenai manfaat dan kendala yang dialami oleh dunia riset di
Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1) Riset dapat menjadikan negara lebih mandiri karena mampu berinovasi
untuk memproduksi produk sendiri guna mencukupi kebutuhan dalam
negri.
2) Menghemat devisa negra karena impor produk menjadi berkurang
3) Menjadikan negara lebih tanggap bencana karena, khususnya bencana
alam karena mampu membaca tanda-tanda bencana di masa
mendatang serta metode penanganan bencana.
4) Meningkatkan kualitas pendidikan serta mampu mencetak peneliti dan
ilmuwan yang handal di masa mendatang
Sementara untuk kendala yang dihadapi oleh para peneliti dan ilmuwan di
Indonesia untuk melakukan riset secara garis besar dapat di bedakan
menjadi dua, yaitu masalah dana (alokasi anggaran negara) serta masalah
sumber daya manusia.
3.2. Saran
Saran dari penulis tidak hanya bagi pemerintah sebagai pengambil
kebijakan tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para
akademika

dan

mereka

yang

berkecimpung

dalam

bidang

kelimuan

hendaknya lebih berkomitmen dan termotivasi untuk berinovasi dalam riset


1

guna memberikan perubahan bagi negara, sehingga Indonesia mampu untuk


bersaing dengan negara-negara lain di dunia dalam berbagai bidang dan
mampu untuk mandiri tidak tergantung terhadap negara lain. Terlebih bagi
pemerintah untuk meningkatkan kesadaran nasional akan pentingnya riset
serta mengalokasikan anggaran negara lebih besar untuk menunjang
kemajuan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Leedy, Paul. D., Jeanne.E. Ormord. Practical Research: Planning and Design a
Research Edisi 8 (2005). Ohio : Pearson Merrill Prentice Hall.
Yusuf, Muri. 2007. Metodologi Penelitian. UNP Press.
Nazir, M. 2005. Metode Penelitian Bogor : Ghalia Indonesia.
Firchan, Arif. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Jakarta : Pustaka
Pengajar.
Keputusan

Menteri

Riset

dan

Teknologi

Republik

Indonesia

No.

193/M/Kp/IV/2010 tentang Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Ilmu


Pengetahuna dan Teknologi Tahun 2010-2014
http:// www.ristek.go.id
http:// www.bkhh.lipi.go.id