Anda di halaman 1dari 12

PP MATA CAKAP (Masa Taaruf Calon

Annggota Keluarga
Ambalan Penegak)
3 1 J A N U A R Y 2 0 1 0 B Y I N D R A KU R N I A WA N

SURAT KEPUTUSAN
KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN CIAMIS
NOMOR : 29 TAHUN 2001
TENTANG
PEDOMAN PENYELENGGARAAN
MASA TAARUF CALON ANGGOTA KELUARGA AMBALAN PENEGAK
( MATA CAKAP )
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis,
Bahwa pola pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega perlu
dijabarkan dalam bentuk-bentuk yang lebih terperinci yang
disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan zaman.
Bahwa pengenalan/orientasi kepenegakan di Wiayah Kerja
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis diberi nama Masa
Taaruf Calon Anggota Keluarga Ambalan Penegak disingkat Mata
Cakap.
Bahwa dalam upaya memberikan pedoman dalam
menyelenggarakan orientasi dipandang untuk segera mengukuhkan
Menimbang

pedoman penyelenggaraannya.

Keputusan Presiden RI Nomor : 238 Tahun 1961 jo. Nomor : 34


Tahun 1999 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor : 107 Tahun 1999
tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 080 Tahun 1988
tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan
Pandega.
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 022 Tahun 1991
tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan
Mengingat

Memperhatikan

Pandega.

Hasil Loka Karya PLPK dan Pertemuan Pemangku Adat tanggal 2-4 Juni
2001 di Ciamis.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

Mencabut Surat Keputusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka


Kabupaten Ciamis Nomor : 02 Tahun 1987 jo Nomor : 02 Tahun 1991
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemusatan Latihan Pengenalan
Pertama

Kepenegakan (PLPK).
Mengesahkan Pedoman Penyelenggaraan Masa Taaruf Caon Anggota
Keluaraga Ambalan Penegak ( MATA CAKAP ) sebagaimana terlampir

Kedua

dalam surat keputusan ini.

Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka SeKabupaten Ciamis untuk segera menyesuaikan dalam
Ketiga

penyelenggaraan Mata Cakap.

Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, dengan catatan apabila


ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam surat keputusan
Keempat

Ditetapkan di

ini maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

: Ciamis

Pada Tanggal : 15 Juli 2001


Kwartir Cabang Kabupaten Ciamis,
Ketua,
Drs. WAWAN SF. ARIFIEN
Tembusan disampaikan kepada :
1.

Yth. Ketua Kwarda Jawa Barat

2.

Yth. Bupati Ciamis selaku Ketua Mabicab

3.

Yth. Camat se-Kabupaten Ciamis selaku Ketua Mabiran

4.

Yth. Ketua Kwarran se-Kabupaten Ciamis

5.

Yth. Ketua Mabigus SLTA se-Kabupaten Ciamis


KEPUTUSAN KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN CIAMIS
NOMOR : 29 TAHUN 2001
TENTANG
PEDOMAN PENYELENGGARAAN
MASA TAARUF CALON ANGGOTA KELUARGA AMBALAN PENEGAK
( MATA CAKAP )
BAB I
MUQODDIMAH
Pasal 1
Maksud
Pedoman penyelenggaraan ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman bagi Dewan
Ambalan dalam menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatan orientasi / pengenalan bagi
Pramuka Penggalang yang telah habis masa usianya dan atau pemuda yang telah berusia
16 tahun sebagai calon Penegak di Wilayah Kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka
Kabupaten Ciamis.
Pasal 2
Tujuan
Pedoman penyelenggaran ini beryujuan untuk mengatur dan memberikan arah serta untuk
meningkatkan penyelenggaraan kegiatan orientasi / pengenalan bagi calon anggota
Penegak dan Ambalan yang berada di Wilayah Kerja Kwartir Cabang Gerakan pramauka
Kabupaten Ciamis.
Pasal 3
Dasar

1.

Keputusan Presiden RI Nomor : 238 Tahun 1961 jo. Nomor : 34 Tahun 1999 tentang
Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

2.

Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor : 107 Tahun 1999 tentang Anggaran
Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

3.

Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 080 Tahun 1988 tentang Pola dan
Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

4.

Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 022 Tahun 1991 tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.

5.

Hasil Loka Karya PLPK dan pertemuan Pemangku Adat tanggal 2-4 juni 2001 di
Ciamis.
Pasal 4
Ruang Lingkup
Pedoman Penyelenggaraan ini meliputi :

1.

Pengertian, Tujuan dan Target

2.

Fungsi dan Kedudukan

3.

Penyelenggara dan Pelaksana

4.

Mekanisme Kegiatan

5.

Kurikulum Kegiatan

6.

Etika Kegiatan

7.

Penutup
BAB II
PENGERTIAN, TUJUAN DAN TARGET
Pasal 5
Pengertian
Masa Taaruf Calon Anggota Keluarga Ambalan Penegak, disingkat MATA CAKAP adalah
kegiatan orientasi / pengenalan kepenegakan bagi Pramuka Penggalang yang telah habis
masa usianya dan atau pemuda yang telah berusia 16 tahun, sebagai calon Penegak.
Pasal 6
Tujuan
Tujuan diselenggarakannya Mata Cakap adalah untuk memperkenalkan kepenegakan serta
memberikan motivasi kepada para tamu Penegak agar mempunyai keinginan untuk
memasuki Ambalan penegak / menjadi anggota Pramuka Penegak.
Pasal 7
Target
1)

Target utama kegiatan Mata Cakap adalah tumbuhnya minat peserta untuk menjadi

anggota Ambalan Penegak secara suka dan rela.


2)

Menumbuh kembangkan kualitas dan kuantitas Gerakan Pramuka di Gugus Depan /

Ambalan.
BAB III
FUNGSI DAN KEDUDUKAN
Pasal 8
Fungsi
Kegiatan Mata Cakap berfungsi :
1)

Sebagai sarana promosi bagi Gugus Depan untuk memperkenalkan Ambalan Penegak

kepada tamu Penegak.


2)

Sebagai masa orientasi tamu Penegak yang memasuki Ambalan yang berdangukutan.

3)

Sebagai sarana untuk menempuh masa tamu bagi calon Penegak.

4)

Sebagai arena latihan kepemimpinan diri bagi Anggota Ambalan.

5)

Sebagai kesempatan awal untuk membangun hubungan antara anggota Ambalan

dengan tamunya, antara tamu yang satu dengan tamu yang lain.
Pasal 9
Kedudukan
Penyelenggaraan Mata Cakap berkedudukan :
1)

Diselenggrakan oleh Dewan Ambalan

2)

Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus sebagai pemegang kebijakan di sekolah tempat

pangkalan Gugus Depan merupakan fasilitator dalam penyelenggaraan Mata Cakap.


3)

Organisasi lain yang ada pada Gugus Depan yang bersangkutan berkedudukan

sebagai mitra untuk kelancaran penyelenggaraan Mata Cakap.


BAB IV
PENYELENGGARA DAN PELAKSANA
Pasal 10
Penyelenggara
1)

Penyelenggara Mata Cakap adalah Gugus Depan c.q. Dewan Ambalan dengan

membentuk Sangga Kerja Pelaksana.


2)

Sangga Kerja berasal dari Dewan Ambalan atau Anggota Ambalan penug (T. Bantara

dan T. Laksana)
Pasal 11
Sangga Kerja
Sangga Kerja teridiri dari :
Penasehat

: Ketua Mabigus

Penanggungjawab
1)

Umum

2)

Penyelenggara

: Pembina Gugus Depan


: Pradana

Sangga Kerja Pelaksana


1)

Ketua

2)

Wakil Ketua

: dipilih dalam rapat

3)

Sekretaris

: dipilih dalam rapat

4)

Wakil Sekretaris

: dipilih dalam rapat

5)

Bendahara

: dipilih dalam rapat

6)

Seksi-seksi :

1.

Seksi Kesekretariatan

2.

Seksi Giat Materi

3.

Protokoler

: dipilih dalam rapat

4.

Seksi Saranan dan Prasarana

5.

Seksi Humas

6.

Seksi Kesehatan

7.

Seksi Konsumsi

8.

Seksi Keamanan
Pasal 12
Struktur Sangga Kerja

Keterangan Garis :
:

Garis Konsultasi

Gasris Pertanggungjawaban

Garis Koordinasi

Garis Komando

Pasal 13
Uraian Tugas Sangga Kerja
1)

Penasehat : memberikan nasehat-nasehat yang diperlukan baik diminta / tidak.

2)

Penanggungjawab

1.

Umum

: mempertenggungjawabkan seluruh kegiatan.

2.

Penyelenggara

: bertanggungjawab atas terselenggaranya kegiatan.

3)

Ketua Sangga Kerja

1.

Mengelola seluruh tekhnis pelaksanaan kegiatan

2.

Bertanggungjawab kepada Pradana


4)

1.

Wakil Ketua
Bersama-sama denga ketua memimpin dan atau mewakili ketua dalam mengelola

tekhnis kegiatan.
2.

Bertanggungjawab kepada Pradana.


5)

1.

Sekretaris
Membantu dan mewakili tugas-tugas ketua.

2.

Mengadakan perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan yang bersifat konsepsi


dan administrasi umum

3.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


6)

Wakil Sekretaris

1.

Membantu dan mewakili tugas-tugas ketua.

2.

Bersama-sama dengan sekretaris umum mengadakan perencanaan, pelaksanaan


dan penyelesaian yang bersifat konsepsi dan administrasi umum

3.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


7)

Bendahara

1.

Menyusun anggaran biaya kegiatan

2.

Melaksanakan pengelolaan keuangan

3.

Menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan berdasarkan sistem akuntansi


keuangan.

4.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


8)

Seksi Kesekretariatan

1.

Mengadakan setiap berbagai kebutuhan setiap sangga kerja yang bersifat


administrasi dan yang berhubungan dengan administrasi.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


9)

Seksi Giat Materi

1.

Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi seluruh kegiatan Mata Cakap.

2.

Sejumlah sangga kerja akan dibentuk menjadi anggota sangga yang mempunyai misi
melaksanakan seluruh kegiatan bersama-sama dengan peserta disangganya masingmasing.

3.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


10) Protokoler

1.

Membantu Pemangku Adat merencakana, mempersiapkan dan melaksanakan


berbagai upacara.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


11) Seksi Sarana dan Prasarana

1.

Menyediakan segala kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan Mata Cakap.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


12) Seksi Humas

1.

Melaksanakan fungsi dan komunikasi dengan pihak lain.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


13) Seksi Kesehatan

1.

Memberikan pelayanan kesehatan.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


14) Seksi Konsumsi

1.

Mengadakan perencanaan dan pelaksanaan pelayanan konsumsi.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


15) Seksi Keamanan

1.

Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

2.

Bertanggungjawab kepada ketua sangga kerja.


BAB V
MEKANISME KEGIATAN
Pasal 14
Sekenario Kegiatan
1)

Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Mata Cakap diawali dengan uapacara pembukaan secara resmi dan dilanjutkan
dengan upacara penerimaan tamu Ambalan yang disesuaikan dengan Adat Ambalan yang
bersangkutan.
2)

Kegiatan inti, meliputi :

1.

Pengenalan Gugus Depan

2.

Pengenalan Kepenegakan

3.

Pengenalan Ambalan
3)

Kegiatan Penutup : Penerimaan Anggota Keluaraga Ambalan.

Kegiatan Mata Cakap diakhiri dengan upacara penutupan sekaligus penerimaan tamu
menjadi calon anggota Ambalan sesuai dengan Adat Amabalan.

Pasal 15
Organisasi Peserta
1)

Untuk organisasi peserta didasarkan pada pembetukan sangga yang terdiri dari 5-10

orang dan diantaranya terdapat anggota dari Penegak.


2)

Setiap 2-4 Sangga dibentuk satu Ambalan.

Pasal 16
Seragam Peserta
Peserta Kegiatan Mata Cakap diharuskan menggunakan seragam Pramuka Penggalang
lengkap sesuai asal pangkalan masing-masing dan bagi tamu yang berasal dari luar anggota
Pramuka berpakaian bebas tapi sopan.
Pasal 17
Tata Tertib Peserta
1)

Bagi pangkalan yang dengan alasan tertentu tidak bisa melaksanakan kegiatan Mata

Cakap secara terpisah, peserta putera tidak boleh mendatangi peserta puteri atau
sebaliknya tanpa izin panitia penyelenggara.
2)

Peserta tidak boleh meningglkan lokasi kegiatan selama kegiatan berlangsung tanpa

izin panitia penyelenggara.


3)

Peserta tidak membawa benda yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

4)

Peserta dilarang melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

5)

Peserta harus berada dilokasi 5 menit sebelum acara dimulai.

6)

Setiap peserta wajib memelihara lingkungan dan hubungan dengan masyarakat.

7)

Semua peserta wajib mentaati tata tertib yang berlaku dan bagi yang melanggar

peraturan tersebut dapat dikenakan sanksi berupa pemberitahuan, petunjuk/nasihat,


peringatan sampai diberhentikan dari semua kegiatan.
BAB VI
KURIKULUM KEGIATAN
Pasal 18
Bentuk Kegiatan
1)

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk perkemahan secara kontinue (dari pembukaan

sampai penutupan dilaksanakan secara terus menerus).


2)

Pelaksanaan dengan sistem satuan terpisah dilaksanakan secara optimal.

Pasal 19
Materi Kegiatan
1)

Materi Kegiatan meliputi :

1.

Pokok-pokok Gudep

2.

Pokok-pokok Kepenegakan

3.

Pokok-pokok Ambalan
2)

Materi kegiatan seperti termaksud pada ayat 1 pasal ini, hanya bersifat pengenalan

yang memungkinkan peserta memperoleh gambaran dunia Penegak dan merasa tertarik
menjadi anggota.
Pasal 20

Penyajian Materi Kegiatan


1)

Penyajian materi kegiatan yang disajikan bersifat kreatif, rekreatif dan edukatif dalam

suasana kekeluargaan.
2)

Materi-materi seperti yang termaksud pada ayat 1 pasal 19disajikan dalam 2 (dua)

pendekatan, yaitu :
1.

Formal sebagai sesi terjadwal

2.

Melekat pada acara-acara dari awal sampai akhir (hiden kurikulum)


Pasal 21
Waktu Kegiatan
1)

Mata Cakap dilaksanakan pada awal tahun pelajaran

2)

Mata Cakap dilaksanakan selama 2 hari 3 malam dengan jadwal umum terlampir.
BAB VII
ETIKA KEGIATAN

Pasal 22
Umum
1)

Segala pedoman hanya mengacu pada pedoman Mata Cakap serta norma-norma

yang ada pada Ambalan dan Gugus Depan.


2)

Kegiatan dan atau perlakuan yang mengandung unsur perpeloncoan atau tekanan

(teror) fisik dan atau mental terhadap pribadi-pribadi peserta dilarang adanya.
Pasal 23
Khusus
1)

Setiap Penegak atau sangga kerja dilarang melakukan hal-hal berikut :

1.

Tindakan yang dapat mempermalukan peserta.

2.

Melakukan tindakanyang bersifat balas dendam.

3.

Bersikap diskriminatif terhadap peserta.

4.

Memberikan contoh yang negatif kepada peserta.


2)

Persyaratan yang dituntut dari peserta berdasarkan kesepakatan antara Mabigus,

Pembina dan Penegak.


Pasal 24
Sanksi
Jika pelaksanaan Mata Cakap melanggar etika kegiatan sebagaimana yang termaksud pada
pasal 22 dan 23 dan telah diperingatkan selama 3 (tiga) kali maka Mbigus berhak
membubarkan kegiatan Mata Cakap.
BAB VIII
PENUTUP
Hal-hal yang berkenaan dengan pedoman Masa Taaruf Calon Anggota Keluarga Ambalan
Penegak (Mata Cakap) yang belum diatur dalamPpedoman Penyelenggaraan ini akan diatur
kemudian.
Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Ciamis
:

Juli 2001

Kwartir Cabang Kabupaten Ciamis,


Ketua,

Drs. WAWAN SF. ARIFIEN


GARIS BESAR POKOK-POKOK KEGIATAN
MASA TAARUF CALON ANGGOTA KELUARGA AMBALAN PENEGAK
( MATA CAKAP )
No

Tujuan

Uraian Materi

Waktu

Kegiatan

(Menit)

Sekenario Kegiatan
Dilaksanakn sebagai pra
mata cakap ( bisa sehari

PENDAHULUAN

dalam pelaksanaan).

1.1

Dalam setiap sangga ada

Peserta

mengenal sangga

penegak bantara yang

sebagai satuan terkecil PENDAHULUAN


dalam keanggotaan

1.1 Pembentukan

Ambalan

anggota

harus menciptakan
suasana kekeluargaan dan
120

memperihatkan jati diri


penegak.

1.2

Kegiatan

Dilaksanakan dalam

dibuka secara resmi

bentuk upacar resmi

oleh pejabat yang

1.2 Upacara

berwenang (Mabigus)

pembukaan

sesuai dengan petunjuk


60

pelaksanaan upacara.
Acara ini dimodifikasi
sesuai adat ambalan
dalam memperlakukan
seorang tamu. Diciptakan

1.3 Peserta merasa

suasana riang dengan

kehadirannya diakui

tetap memperhatikan

secara resmi dan

akhlak dan sopan santun

merasa diperlakukan

sebagai pribumi (bagi

sebagai seorang tamu

1.3

pada suatu keluarga

penerimaan tamu

besar Ambalan.

ambalan

II

Upacara

penegak) dan sebagai


seorang tamu (bagi
90

peserta)

KEGIATAN INTI
2.1 Pengenalan
Organisasi Gugus
Depan
2.1.1 Kedudukan
KEGIATAN INTI

Gugus Depan

Disajikan secara formal

2.1 Peserta mengenal disekolah

melalui metode ceramah

kedudukan dan

variatif dibantu dengan

struktur organisasi

2.1.2 Struktur

alat peraga seperlunya.

Gugus Depan di

Organisasi Gudep dan

Pengenaan pengurus

pangkalan sekoah.

pengurusnya

langsung dengan

2.2.Peserta mengenal

2.2 Pengenalan

120

orangnya.

30

Inti kegiatan ini adalah

lingkungan pangkalan, lingkungan pangkalan

observasi. Dilaksanakan

Gudep secara

secara integratif selama

Gudep

langsung hingga

kegiatan mata cakap

menggambar sketsa

berlangsung. Selama itu

denah pangakalan.

diupayakan peserta
pernah menempati,
melewati, dan
memperhatikan areal
kampus. Menjelang akhir

kegiatan peserta diminta


menggambarkan denah
lengkap (waktu 30menit
maksudnya untuk
menggambarkan denah)
Disajikan secara formal
melalui metode deramah
2.3 Alur keanggotaan

variatif dibantu dengan

penegak

alat peraga seperlunya.

2.3 Peserta

2.3.1 Tahapan

Untuk memantapkan

mengetahui tahapan

kenggotaan penegak

pemahaman peserta pula

alur keanggotaan

penjelasan dalam acara

penegak sebagai salah 2.3.2 Prosedur


satu fase keanggotaan kenaikan tingkat

informal didalam tenda


oleh penegak anggota

pramuka dari masa

keanggotaan Penegk

sangga yang bersangkutan

tamu hinga penegak

(pengenalan SKU)

dengan gaya promosi yang

laksana

90

menarik.
Kegiatan ini dilakukan
dalam bentuk praktek
lapangan dapat berupa

2.4 Peserta mengenal

wide game, geladi

ciri khas kegiatan

tangguh, debating, diskusi

penegak sebagi

2.4 Pengenalan

dll. Pelaksanaan tetap

manusia yang mulai

kegiatan khas

memperhatikan asas

beranjak dewasa.

penegak

240

promosi dan kekeluargaan.

2.5 Pengenalan
ambalan

Kegiatan ini dilakukan

2.5.1 Pengertian

dalam bentuk informasi

ambalan

dengan alat peraga


lengkap, dalam bentuk

2.5.2 Pengenalan

demonstrasi dalam

struktur dan dewan

upacara-upacara adat

ambalan

serta integral dalam


pengorganisasian peserta

2.5 Peserta mengena

2.5.3 Pengenalan

dan berbagai kegiatan

ambalan dan segala

perangkat ambalan

selama mata cakap

perangkatnya.

120

berlangsung.
Kegiatan ini dilakukan
dalam bentuk informasi
dengan alat peraga
lengkap, dalam bentuk

2.6 Peserta mengenal,

demonstrasi dalam

dan mengapresiasi

upacara-upacara adat

Adat Ambalan sebagai

serta integral dalam

suatu kebiasaan yang

pengorganisasian peserta

positif dan sangat

dan berbagai kegiatan

bermanfaat untuk

2.6 Pengenalan adat

pembinaan diri.

istiadat ambalan

selama mata cakap


90

berlangsung.

PENUTUP
3.1 Peserta dapat

Peserta mengisi formulir

menyatakan minatnya

permohonan menjadi

untuk menjadi anggota

anggota ambalan yang

keuarga Ambalan

sudah disiapkan oleh


30

sangga kerja.
Acara ini dimodifikasi
sesuai adat ambalan
dalam memperlakukan

3.2 Peserta yang

anggota keluarga baru.

berminat menjadi

Diciptakan suasana yang

anggota ambalan

khidmat, terharu dan

merasa diterima dan

gembira karena

diakui secara sah

bertambahnya saudara

sebagai anggota

baik Penegak, maupun

keluarga ambalan

90

bagi calon Penegak.


Dilaksanakan dalam

III

3.3 Kegiatan

bentuk upacara

dinyatakan berakhir

umumsesuai petunjuk

secara resmi.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

60

pelaksanaan upacara.

: Ciamis
: 15 Juli 2001

Kwartir Cabang Kabupaten Ciamis,


Ketua,
Drs. WAWAN SF. ARIFIEN
JADWAL UMUM KEGIATAN MATA CAKAP
HARI KE

WAKTU

ACARA

10.00-11.30

GIAT I

11.30-13.00

ISOMA

13.00-15.00

GIAT II

15.00-16.00

SHOLAT

16.00-17.15

GIAT III

17.15-20.00

ISHOMA, CERAMAH AGAMA, TADARUS

20.00-22.00

GIAT IV

22.00 ..

TIDUR

04.00-07.30

SHOLAT, KULTUM, OLAHRAGA, MAKAN, DLL.

07.30-11.30

GIAT V

11.30-13.00

ISHOMA

13.00-15.00

GIAT VI

15.00-16.00

SHOLAT

16.00-17.15

GIAT VII

1
2

KET

17.15-20.00

ISHOMA, CERAMAH AGAMA, TADARUS

20.00-22.00

GIAT VIII

22.00 ..

TIDUR

04.00-07.30

SHOLAT, KULTUM, OLAHRAGA, MAKAN, DLL.

07.30-11.30

GIAT IX

3
Keteraangan;
Pengaturan jadwal Giat sepenuhnya diatur sangga kerja dengan memperhitungkan alokasi
waktu sesuai silabus.