Anda di halaman 1dari 1

1.

2.

3.
4.

5.

6.

7.

8.

TPH merupakan bidang studi yang mempelajari pembentuka peraturan perundang-undangan dan
keputusan.
Peraturan perundangan adalah peraturan tertulis yg memuat norma hukum yg mengikat secara umum
dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yg berwenang melalui prosedur yg
ditetpkan dalam peraturan perundangan.undangan, Keputusan adalah keputusan administratif yang
dikeluarkan oleh lembaga atau pejabat yang berwenang untuk mengatur atau memberikan keputusan
kepada subyek tertentu.
Peraturan perundangan disahkan, keputusan ditetapkan
Keputusan bersifat individual dan concrete, peraturan bersifat general dan abstract
Keputusan pengujiannya melalui peradilan TUN, peraturan perundan ke MA, UU ke MK
Keputusan bersifat enmahlig ( sekali selesai), peraturan berlaku terus menerus (dauerhaftig)
Contoh peraturan perundangan UU no 14 th 1992 ttg lalu lintas dan angkutn jalan, contoh
keputusan, Keputusan gubernur NTB no 5 thn 2009 ttg penunjukan SKPD
Dahulu keputusan dapat bersifat mengatur secara umum, setelah UU no 10/2004 jika bersifat mengatur
secara umum harus berbentuk peraturan, dulu ada dibawah peraturan pemerintah diatas perda
Hierarki
Undang-Undang Dasar 1945
TAP MPR
Undang-Undang/ peraturan pemerintah pengganti UU
Peraturan Pemerintah
Peraturan Presiden
Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi
Peraturan Pemerintah Kab / Kota
Hal diatas diatur dalam Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-Undangan.
Ketetapan MPR sementara dan ketetapan MPR yg masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam pasal 2
dan pasal 4, ketetapan MPR RI nomor = 1/MPR/2003 tentang peninjauan terhadap materi dan status
hukum keteapan MPR sementaran dan Ketetapan MPR thn 1960 s/d tahun 2002, tanggal 7 agustus
2003
Yang sesuai dengan UU no 10 thn 2004 tentang pembentukan peraturan perundangan khususnya pasal
5 dan 6 yaitu mempunyai kejelasan tujuan, kelembagaan atau organ pembentuk yg tepat, kesesuaian
antara jenis dan materi muatan, dapat dilaksanakan, ke daya gunaan dan kehasilgunaan, kejelasan
rumusan, keterbukaan, pengayoman, kemanusiaan, kebangsaan, kekeluargaan, kenusantaraan, bhinneka
tunggal ika, keadilan, kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, ketertiban dan kepstian
hukum, keseimbangan, keserasian dan keselarasan.
Proses pembentukan
Perencanaan :Prolegnas Perencanaan PP;Perencanaan Perpres; perda prolegda
Penyusunan :Naskah Akademik Teknik: Pasal 64 dan lampiran II penuangan dalam pasal
Pembahasan : DPR Presiden ; DPRD Kepda
Pengesahan/Penetapan : ditandatangani
Pengundangan : pemuatan dalam tempat pengundangan resmi negara Lembaran daerah/
lembaran negara RI