Anda di halaman 1dari 13

DATABASE DESA KECAMATAN MERTOYUDAN

Korcam : Achmad Gufron Kharima


No Telpon : 081298850071
1. Desa Danurejo
Kordes : Riyandika Oktav
No Telepon : 082220258932
Kades : Eko Prasetyo
No Telepon : 082225174699
2. Desa Kalinegoro
Kordes : Adam Maulana Adhicahya
No Telepon : 081806484613
Kades : Hajid Mulyono
No Telepon :082323594777
3. Desa Bondowoso
Kordes : Aditya Pramono
No Telepon : 085647778728
Kades : Agus Romadhon
No Telepon : 085729817888
4. Desa Mertoyudan
Kordes : Oktommy Putra
No Telepon : 085770718885
Kades : Riyadi L. Supoyo
No Telepon : 085878461411
5. Desa Pasuruhan
Kordes : Afif Hana Shofia
No Telepon : 085729456759
Kades : Atik Hartiningsih
No Telepon : 081392741141

6. Desa Banjarnegoro
Kordes : Angga Satria Hutomo
No Telepon : 081234538936
Kades : Hamid Badjuri
No Telepon : 085726946212

7. Desa Jogonegoro
Kordes : Achmad Imam
No Telepon : 08156619657
Kades : Edi Muchamad
No Telepon : 081228799747
8. Desa Sukorejo
Kordes : Aviceinna El Hadi
No Telp : 085743543494
Kades : H. Mustofa
No Telepon : 08129910368
9. Desa Banyurojo
Kordes : Adi Dharma Dwi Rendrahadi
No Telp : 082133833361
Kades : Joko Priyanto
No Telp : 08122824888

10. Desa Donorojo


Kordes : Yudhistira Jatmiko
No Telp : 083838807272
Kades : Sukur Mardi Kiswoyo
No Telp : 085799055611

1. Program Monodisiplin : Penyuluhan Tilang dan Prosedurnya


Maksud dari program ini adalah untuk membantu warga dalam
mengetahui pengetahuan mengenai hukum dan penting nya surat tilang dan
bagaimana prosedurnya sebagaimana yang diketahui tidak sedikit dari mereka
yang kurang peduli akhirnya melakukan damai ditempat
Tilang adalah Bukti Pelanggaran. Fungsi TILANG itu sendiri adalah
sebagai UNDANGAN kepada pelanggar lalu lintas untuk MENGHADIRI
SIDANG di pengadilan negeri, serta sebagai TANDA BUKTI PENYITAAN
atas barang yang disita oleh Polantas dari Pelanggar.
Lalu apa saja yang boleh disita oleh Polantas?
Barang bukti yang boleh disita oleh Polantas adalah : SIM, STNK, STCK,
dan kendaraan bermotor.
Selain 4 jenis barang bukti tersebut, Polantas dilarang menyita. Misalnya
rekan-rekan tertangkap tidak membawa STNK, dan tidak memiliki SIM, maka
Polantas akan menyita kendaraan rekan-rekan. Jangan rekan-rekan merayu
Polantas untuk menyita KTP atau mungkin memberi jaminan HP ke pak
Polantas, itu salah besar.
Bagaimana proses tilang itu sendiri bekerja?
Sebagai ilustrasi kami contohkan proses yang terjadi di Unit Lantas
Polsek.

Tilang diambil oleh Bintara Tilang Polsek dari Satuan Lalu lintas

Polrestabes.
Masing-masing buku Tilang di cek kelengkapannya.

Satu buku tilang berisi 5 buah tilang


1 buah tilang terdiri dari 5 lembar warna.

Setelah

Warna MERAH untuk pelangggar


Warna BIRU juga untuk pelanggar
Warna HIJAU untuk Pengadilan
Warna KUNING untuk arsip Polisi
Warna PUTIH untuk Kejaksaan.
diperiksa,

buku

Tilang

diberi

stempel

KESATUAN

untuk

menunjukkan Tilang tersebut digunakan oleh Kesatuan mana, serta stempel Staff
untuk menandakan bahwa Tilang tersebut sah diketahui oleh Kapolsek.
Jadi apabila rekan-rekan ditilang, perhatikanlah stempel pada pojok kanan atas
tilang tersebut untuk mengetahui Polisi Satuan mana yang telah menilang rekanrekan. Hal ini berguna juga untuk menyelesaikan tilang dengan alternatif III yaitu
titip denda. Sering terjadi kesalahpahaman pelanggar dimana dia ditilang oleh
polsek lain atau anggota satlantas Polrestabes, namun datangnya ke Polsek yang
berbeda.
Apa yang harus saya lakukan saat kena tilang?
I.

Pertama rekan-rekan harus tenang, jangan panik. Atur nafas, yakinlah


bahwa tilang adalah bentuk TIPIRING atau Tindak Pidana Ringan,
dimana umumnya sanksi yang dikenakan adalah DENDA, bukan

II.

PENJARA, jadi santai aja.


Parkir kendaraan di tempat yang aman, kunci stang bagi kendaran roda
dua. Kalau saat razia banyak pelanggar yang terjaring, tangan jahil bisa
saja terjadi karena petugas polisi saat itu konsentrasi memeriksa

III.

kendaraan dan pengendara, jadi amankan kendaraan sendiri dulu.


Pastikan petugasnya membawa buku tilang. Langkah ini dibutuhkan
untuk mengenali oknum yang tidak membawa buku tilang, hanya

IV.

menakut-nakuti pelanggar akan sidang, lalu mengajak damai.


Rekan-rekan wajib mengetahui alternatif penyelesaian Tilang.

2. Program Monodisiplin Penyuluhan Pentingnya Akte Kelahiran


Maksud dari program ini adalah untuk membantu warga dalam
mengetahui pengetahuan mengenai hukum dan penting nya akta kelahiran
sebagaimana yang diketahui tidak sedikit dari mereka yang kurang peduli
terhadap identitas anak pada dasarnya sangat penting.
Akta kelahiran adalah akta catatan sipil hasil pencatatan terhadap
peristiwa kelahiran seseorang. Sampai saat ini masih banyak anak
Indonesia yang identitasnya tidak/belum tercatat dalam akta kelahiran,
secara de jure keberadaannya dianggap tidak ada oleh negara. Hal ini
mengakibatkan anak yang lahir tersebut tidak tercatat namanya, silsilah
dan kewarganegaraannya serta tidak terlindungi keberadaanya. Banyak
permasalahan yang terjadi berpangkal dari manipulasi identitas anak.
Semakin tidak jelas identitas seorang anak, maka semakin mudah terjadi
eksploitasi terhadap anak seperti anak menjadi korban perdagangan bayi
dan anak, tenaga kerja dan kekerasan. Oleh karenanya diharapkan kepada
seluruh masyarakat di Indonesia jangan takut dan enggan untuk
mendaftarkan segera kelahiran anaknya, untuk memberikan perlindungan
terbaik bagi anak dan mencegah munculnya segala bentuk eksploitasi bagi
anak, beban tugas kepada pemerintah tidaklah mudah dan harus
melibatkan semua pihak oleh karenanya harus ada kerjasama dan
koordinasi yang sinergi untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang
terbaik bagi anak-anak di Indonesia

3. Program Multidisiplin Bersama Mahasiswa Kedokteran Tentang


Bahaya Dari Sisi Kesehatan dan Hukum

Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi


masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap
orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak
didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan
bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan
empat dampak sebagai berikut:

Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
Halusinogen
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya
tidak ada).
Stimulan
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak
sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara
waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas
normal, lama-lama

saraf-sarafnya

akan

rusak

dan bisa

mengakibatkan kematian.
Adiktif
Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan
berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai
tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi
kritis (sakaw).

Segi Norma Hukum


Pada dasarnya narkotika hanya digunakan untuk pelayanan kesehatan
dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan, kecuali golongan I yang tidak
digunakan untuk pelayanan kesehatan. UU No 22 tahun 1997 tentang Narkotika

mengatur tentang produksi, penyimpanan dan pelaporan, ekspor dan impor,


pengangkutan, transito dan pemeriksaan. Lebih jauh telah diundangkan UU No 7
tahun 1997 tentang Pengesahan UN Convention against Illicit Traffic in Narcotic
Drugs and Psychotropic Substances, 1988. Pengaturan yang sama juga
diberlakukan bagi pengadaan psikotropika di dalam UU No 5 tahun 1997 tentang
Psikotropika. Lebih lanjut telah diundangkan Permenkes RI No 688/MENKES/
PER/VII/97 tentang Peredaran Psikotropika dan Permenkes RI No 785/MENKES/
PER/VII/97 tentang Ekspor dan Impor Psikotropika.
Seseorang hanya dapat menggunakan (mengkonsumsi), menyimpan,
memiliki dll, apabila ia menerima narkotika (selain narkotika golongan I dan
psikotropika golongan I) dari tenaga medis dalam kaitannya dengan upaya
pengobatan penyakitnya. Dokter, apotik dan sarana kesehatan diwajibkan untuk
melakukan pencatatan dan pelaporan atas kegiatannya yang berkaitan dengan
narkotika, pemakai narkotika harus membuktikan bahwa perolehannya dan
pemakaiannya adalah sah, dan pecandu narkotika wajib menjalani pengobatan
atau perawatan.
Pelanggaran atas ketentuan UU dan peraturan-paraturan di atas diancam
dengan sanksi pidana sebagaimana yang diatur dalam UU tentang Narkotika dan
Psikotropika. Beberapa sanksi pidana dalam UU No 22 tahun 1997 tentang
Narkotika memiliki kekhususan oleh karena tidak lagi memasukkan unsur
dengan sengaja sebagaimana terdapat dalam UU No 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan dan memberikan minimal lamanya hukuman penjara. Sanksi-sanksi
tersebut diancamkan kepada barangsiapa tanpa hak dan melawan hukum
menanam,

memelihara,

mempunyai

persediaan,

memiliki,

menyimpan,

menguasai, memproduksi, mengolah, mengekstraksi, menkonversi, merakit, atau


menyediakan, membawa, mengirim, mengangkut, mentransito, mengimpor,
mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli,
menyerahkan, menerima, menjadi perantara, menukar narkotika, dengan ancaman
pidana yang bervariasi, mulai dari satu tahun (bagi pemakai narkotika) hingga

hukuman mati. Pidana lebih berat diberikan bagi kejahatan terorganisasi dan
korporasi.

4. Program Multidisiplin Bersama Mahasiswa Teknik Informatika


Mengenai Internet Sehat

Internet adalah sebuah media yang memberikan kemudahan dalam


berinteraksi ke semua orang hanya duduk di depan komputer. Kehadiran
internet membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah. Dulu
masyarakat untuk memberi kabar atau informasi kepada kerabat memilih cara
tradisional yaitu surat dikirim melalui kantor pos. Sekarang dengan hadirnya
internet kita dimudahkan mengirim surat, hanya mengetik surat di komputer
lalu dikirim melalui internet atau sering disebut e-mail. Di dalam Internet
tidak ada aturan tertulis yang baku dan memiliki kekuatan legal yang dapat
dipakai sebagai acuan untuk memperlakukan dan mensikapi arus informasi
dan data di dalamnya. Pada titik tertentu dalam skala yang luas Internet adalah
rimba raya tak bertuan yang tidak terjangkau oleh hukum positif di manapun.
Hanya ada hukum rimba dimana yang paling tinggi penguasaan teknologi dan
informasinya dapat keluar sebagai penguasa sekaligus pemenang dalam dunia
virtual ini. Namun sebagai mahluk sosial pelaku Internet memiliki kode etik
universal sebagai acuan dalam menjaga perilaku dan kehormatan dalam
pergaulan komunitas dunia maya.
Setiap lingkungan punya nilai etika tersendiri dan tidak ada nilai baku
yang berlaku identik, tiap orang dapat memiliki interprestasi yang berbeda
terhadap prinsip yang disepakati. Karena itu siapapun bebas untuk mematuhi
peraturan yang sesuai dengan dirinya dan yang tidak menyetujui bebas
memilih untuk tetap berada di sana sebagai minoritas atau keluar dari
lingkungan tersebut. Kemungkinan lain, mereka yang merasa dipojokkan oleh
suatu komunitas Internet bisa saja membangun kekuatan perlawanan di
Internet dengan mengumpulkan sejumlah orang yang sepaham. Demokrasi
yang mungkin bisa sangat radikal, namun umumnya setiap lingkungan
(komunitas) memiliki cara tertentu dan prinsip keseimbangan yang mampu
mentolerir dan mengeliminir semua pertentangan dan perbedaan yang
mungkin terjadi. Tidak ada sanksi hukum terhadap pelanggaran etika dalam
pergaulan Internet kecuali sanksi secara moril (sosial) seperti dikucilkan
(isolasi), diblack list (ban) dari suatu lingkungan, dicabut keanggotaannya dari
suatu lembaga dan komunitas Internet. Namun tetap terbuka kemungkinan

adanya sengketa individual (flame war) yang bisa berakibat pembalasan secara
langsung (technically attack) terhadap resource yang dimiliki, misalnya mail
bombing. Hal semacam itu sering terjadi di arena diskusi (mailing list dan
newsgroup). Karena itu sangat penting untuk bersikap bijak dan moderat
dalam berdiskusi. Dalam kasus tertentu pelanggaran etika yang menjurus
kepada kriminal juga dapat diajukan ke pengadilan melalui mekanisme hukum
positif yang berlaku pada diri seseorang (warga negara) maupun lembaga
organisasi. Yang paling sering terjadi tuntutan hukum adalah menyangkut soal
pelanggaran Hak Cipta, Hak Privacy dan serangan illegal (Pirating, Hacking
maupun Cracking) terhadap suatu produk, perseorangan maupun institusi yang
dilindungi hukum positif secara internasional. Secara umum siapapun yang
merasa menjadi bagian dari suatu komunitas di Internet wajib untuk mematuhi
kode etik yang berlaku di lingkungan tersebut. Namun secara umum etika di
Internet, paling tidak selalu menyangkut beberapa hal sebagai berikut.

Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain.


Dalam menggunakan komputer kita tidak boleh merugikan
orang lain, misalnya menggunakan komputer untuk membobol
sebuah

bank,

menggunakan

komputer

untuk

membuat

virus,menggunakan komputer untuk merusak sistem keamanan

seseorang.
Jangan melanggar atau mengganggu hak atau karya komputer
orang

lain.

Bagi

pengguna

komputer,diharapkan

jangan

mengganggu dan menggunakan komputer untuk mengganggu


hak-hak orang lain,seperti melakukan pembajakan terhadap

karya orang lain,meginstal sebuah program yang tidak legal.


Jangan memata-matai file-file yang bukan haknya. Mematamatai,mengintai dan mengambil data milik orang lain yang
bukan haknya,sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan oleh
penggun komputer karna sangat merugikan orang lain dan
kegiatan ini biasa dilakukan oleh para Cracker dan Hacker yang
tidak bertanggung jawab.

Jangan menggunakan komputer untuk mencuri. Ini biasa


digunakan oleh perampok-perampok dan pencuri yang biasa
menggunakan komputer untuk membobol sistem keamanan
sebuah bank,dan digunakan oleh para teroris untuk mencari dana

dengan membobol identitas pribadi targetnya.


Jangan menggunakan komputer untuk memberikan kesaksian
palsu. Menggunakan komputer untuk menyebarkan berita-berita
palsu dan berkebalikan dengan fakta,serta mengumbar informasi
tentang seseorang yang semuanya berupa kebohongan,dan
cenderung kepada pelanggaran hukum yaitu merusak nama baik

seseorang.
Jangan menduplikasikan atau menggunakan software tanpa
membayar. Ini yang biasa dilakukan masyarakat awam dengan
cara

menduplikasi

software

atau

data

seseorang

tanpa

mencantumkan sumber yang diambil.


Jangan menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa
sepengetahuan

yang

bersangkutan.

Apabila

kita

ingin

menggunakan computer milik orang lain,kita diharapkan

meminta izin dari pemiliknya terlebih dahulu.


Jangan mencuri kekayaan intelektual orang lain. Ini seperti
menduplikatkan sebuah software lalu memperbanyak dan

kemudian dikomersilkan.
Pertimbangkan konsekuensi dari program yang dibuat atau
sistem komputer yang dirancang. Dalam membuat sebuah
program hendaknya kita menilai sisi positif dan negatifnya,
apabila program yang kita buat lebih banyak dampak buruknya

lebih baik kita menghentikan pembuatan program itu.


Selalu mempertimbangkan dan menaruh respon terhadap sesama
pengguna saat menggunakan komputer. Dalam menggunakan
komputer

kita

harus

mempertimbangkan

sisi

baik

buruknya,jangan sampai kita merugikan pihak lain. Apabila


setiap pengguna komputer maupun internet, menerapkan 10

etika dalam berkomputer dalam menggunakan komputer ataupun


internet, bisa dipastikan keamanan dan kenyamanan bagi user
maupun

penggunakomputer

atau

internet

bisa

lebih

menyenangkan.
Hati Hati Berita Hoax : Hoax adalah berita palsu yang tidak
terbukti kebenarannya yang disebarkan oleh orang-orang yang
jail. Tidak semua berita yang ada di internet semuanya benar,
jadi anda harus mencari kebenaran berita itu. Ketika anda
menemukan sebuah berita yang heboh, jangan langsung untuk di

share cari terlebih dahulu kebenaran dari isi berita tersebut.


Jangan Tebar Isu Berbau SARA : SARA singkatan dari Suku,
Agama, Ras dan Antar-golongan. Hindari postingan yang berbau
SARA, karena dengan kita menjaganya persatuan dan kesatuan

kita tetap kokoh.


Jangan Menipu : Menipu merupakan tindakan yang sangat
dibenci atau tidak disukai oleh orang banyak khususnya oleh
pengguna internet. Jangan sekali-kali anda mencoba untuk
menipu karena ini perbuatan yang haram hukumnya baik di
dunia nyata maupun di dunia maya.

DATABASE DATA KORDES DAN KADES


KECAMATAN MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG
DAN DESKRIPSI PROGRAM MONODISIPLIN SERTA MONODISIPLIN
P2KKN UNDIP

YUDHISTIRA JATMIKO
11010110120188
KKN TIM II 2016
DESA DONOROJO
KECAMATAN MERTOYUDAN
KABUPATEN MAGELANG