Anda di halaman 1dari 6

Penyebab, jenis-jenis,

dan gejala
hiperbilirubinemia
Created by
Yudhi Andreas Hutabarat
Eko firstson Y. Simanungkalit
Icha Stephanie

Penyebab (Lihat M.Word)

Pembentukan bilirubin yang berlebihan.


Gangguan pengambilan (uptake) dan
transportasi bilirubin dalam hati.
Gangguan konjugasi bilirubin.
Penyakit Hemolitik, yaitu meningkatnya
kecepatan pemecahan sel darah merah. Disebut
juga ikterus hemolitik. Hemolisis dapat pula
timbul karena adanya perdarahan tertutup.
Gangguan transportasi akibat penurunan
kapasitas pengangkutan, misalnya
Hipoalbuminemia atau karena pengaruh obatobatan tertentu.
Gangguan fungsi hati

Jenis-jenis

1. Ikterus pre-hepatik
Bilirubin yang tidak terkonjugasi bersifat
tidak larut dalam air sehingga tidak
diekskresikan dalam urin dan tidak terjadi
bilirubinuria
tetapi
terjadi
peningkatan
urobilinogen.
2. Ikterus hepatik
Ikterus jenis ini terjadi di dalam hati karena
penurunan pengambilan dan konjugasi oleh
hepatosit sehingga gagal membentuk bilirubin
terkonjugasi.

3. Ikterus post-hepatik
Mekanisme terjadinya ikterus post
hepatik adalah terjadinya penurunan
sekresi bilirubin terkonjugasi sehinga
mengakibatkan
hiperbilirubinemia
terkonjugasi.

Gejala

Kulit berwarna kuning sampe jingga


Pasien tampak lemah
Nafsu makan berkurang
Urine pekat
Perut buncit
Pembesaran lien dan hati
Gangguan neurologik
Feses seperti dempul
Kadar bilirubin total mencapai 29 mg/dl.
Terdapat ikterus pada sklera, kuku/kulit dan
membran mukosa.

Sumber.
- Fisiologi Manusia (Lauralee
Sherwood)
- Kamus kedokteran Dorlan