Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

PLASENTA PREVIA TOTALIS DISERTAI


PERDARAHAN BERULANG

Disusun oleh:
Nanda Dian Ningsih, S.Ked.
(712015041)
Pembimbing:
dr. Hj. Aryani Aziz, Sp.OG(K)., MARS

SMF ILMU OBSTETRI & GINEKOLOGI


RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH
PALEMBANG
FK UMP

PENDAHULUA
N

Perdarahan
pada
kehamilan

Perdarahan
pada awal
kehamilan

Usia 35 tahun 33,33%


Jumlah paritas 2-4 kali 47,14%
Riwayat seksio 2 kali 3,81%
Kehamilan ganda 0,95%
Riwayat abortus 13,33%

KET
Molahidatidosa

Perdarahan
antepartum
Darwin (2011) 210
(3,57%)
2008 108 kasus
(3,82%)
2009 102 kasus
Faktor (3,34%).
Risiko:

Abortus

Plasenta Previa
Solusio
Plasenta
Ruptur uteri

Maksud dan
Tujuan
1. Dapat
memahami kasus plasenta
previa totalis.
2. Munculnya pola berfikir kritis

Manfaat
Manfaat Teoritis

a. Institusi bahan referensi dan studi kepustakaan.


b. Penulis selanjutnya landasan untuk penulisan
lapsus selanjutnya.

Manfaat Praktis

c. Dokter muda mengaplikasikan pada kegiatan KKS


d. Dokter umum bahan masukan dan menambah
pengetahuan rujukan.
e. Pasien dan keluarga informasi

Tinjauan
Pustaka
Perdarahan ante partum perdarahan
pervaginam
Berat
janin
lebih dari 1000
gram

Umur
kehamilan
telah melebihi 28
minggu

Biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada


perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu.1

Plasenta
Previa
Plasenta previa suatu kelainan dimana plasenta
berimplantasi pada segmen bawah uterus sehingga
dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri
internum
Implantasi normal
plasenta

Macam-macam
plasenta previa

Faktor risiko

Kehamilan dengan ibu berusia lanjut


Multiparitas
Riwayat seksio sesarea sebelumnya
Vaskularisasi desidua yang tidak
memadai
Wanita yang merokok
Multifetal gestations
Plasenta yang terlalu besar
Riwayat aborsi

Diagnos
a:
1.
Anamnesis

2. P. Fisik

Perdarahan merah segar


28 minggu (Trimester
III)
Tanpa sebab
(causeless)
Tanpa nyeri
(painless)
Perdarahan bisa berulang
(recurrent)
Inspeksi: perdarahan
pervaginam berwarna merah
segar.
Fundus uteri masih rendah, sering
kesalahaan letak janin; Bagian
bawah janin belum turun bila
letak kepala kepala masih dapat
digoyang atau terapung (floating)
Auskultasi Doppler DJJ

Diagnos
a:
3. Pemeriksaan dalam bila telah direncanakan
persalinan (PDMO)
4. Inspekulo untuk mengetahui asal
perdarahan
USG

Transabdomin
al
Transvaginal

5. Penunjang
MRI

Tatalaks
ana
1.
Ekspektatif
- Tirah baring, rawat inap dan antibiotik profilaksis
- USG u/ memastikan letak plasenta
- Tokolitik bila ada kontraksi
MgSO4 4g IV dosis awal dilanjutkan 4g setiap 6 jam.
Nifedipin 3 x 20 mg/hari
Betamethason 24 mg IV dosis tunggalpematangan
paru
- Steroid pada kehamilan <32 minggu :
2 x 12 mg/24 jam I.V/IM
4 x 6 mg/12 jam I.V/IM
- Bila perdarahan berhenti, waktu untuk mencapai 37
minggu masih lama pasien BP rawat jalan
2. Aktif

Komplikasi

Perdarahan yg hebat anemia, syok kematian


maternal
Plasenta inkreta dan plasenta perkreta.
Kelainan letak janin sering diambil tindakan
operasi
Prematuritas asfiksia atau perlukaan saat lahir
kematian perinatal
SC
Abruptio plasenta
HPP
Disseminated intravascular coagulation (DIC)

Identifikasi
Pasien
Ny.S / / 32 tahun / SMP / Petani
MRS: 3 Mei 2016 (17.20 WIB)

Keluhan
Utama
Keluar darah dari kemaluan
berwarna merah segar

Riwayat Perjalanan
Penyakit
Pasien mengeluh keluar darah dari kemaluan sejak
pukul 02.00 WIB. Darah yang keluar banyak,
berwarna merah segar, gumpalan darah (-), lendir
(-), keluar air-air (-), nyeri (-), perut mules (-).
Gerakan anak masih dirasakan ibu. Riwayat trauma
(-), riwayat coitus (-), riwayat dipijat (-).

Riwayat Menstruasi

Usia Menarche: 14 tahun


Siklus haid: Teratur (1
bulan sekali)
Lama Haid: 5 hari
Nyeri haid: (-)
HPHT: 15/09/2015
TP: 22/06/2016

Riwayat
Perkawinan
Lama
menikah: 8 tahun
Usia saat menikah: 24
tahun

Riwayat
Kontrasepsi

Pasien
mengaku
belum
menggunakan alat kontrasepsi

pernah

Riwayat ANC

Selama kehamilan pasien melakukan ANC tiap


bulan di bidan. Pasien mengaku tidak pernah
disuntik imunisasi TT

Riwayat Kehamilan &


Persalinan
I
:
2008//2500g/kurang
bulan/spontan/bidan
II: Hamil ini

Riwayat Penyakit
Dahulu
Riwayat penyakit dahulu tidak ada
Riwayat Penyakit
Keluarga

Riwayat Penyakit dengan keluhan yang sama


dengan keluarga tidak ada

PEMERIKSAAN
FISIK

Fisik Umum
KU : Baik
Sens. CM
TD: 120/70
mmHg
N: 82x/m
RR: 23x/m
Temp.: 36,8C
Fisik Khusus
d.b.n

Status Obstetri
Pemeriksaan Luar
Perut membesar
sesuai usia
kehamilan
TFU 27 cm),
punggung kanan,
terbawah kepala
TBJ: 2.170 gr
DJJ 147 x/menit
HIS (-)
Pemeriksaan Dalam
tidak dilakukan
Inspekulo tidak
dilakukan

Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan Hematologi
Hemoglobin
Leukosit
LED
Trombosit
Hematokrit
Hitung Jenis
Basofil
Eosinophil
Neutofil batang
Neitrofil segmen
Limfosit
Monosit
Golongan Darah
Rhesus Factor
Clooting time
Bleeding time
Urine lengkap
Bakteri
Berat jenis
Bilirubin urine
Epitel urine
Eritrosit urine
Kejernihan
Keton urine
Kristal Amorf
Kristal Ca Oxalat
Kristal uric acid
Kristal urine
Lekosit urine
Nitrit urine
pH urine
Protein urine
Reduksi urine
Silinder urine
Urobilin urine
Warna urine

Hasil
10,8 g/dl
11.740 / uI
70
293.000 /uI
22 %

1
0
0
80
16
3

Nilai Normal
11,7 15,5 g/dl
4.000 11.000 /uI
< 15 mm/jam
200.000 400.000 / uI
37 43 %

12%
01%
35%
54 62 %
25 33 %
37%

B
+
7
2

1,010
+
7-8
Agak keruh
+++
3-4
6,5
Kuning muda

A/B/O/AB
-/+
< 15 menit
1-6 menit

Negatif
1,001 1,035
Negatif
Positif
< 2 / LPB
Jernih
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
< 5 / LPB
Negatif
4,6 8,0
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Kuning muda

Pemeriksaan
USG
Plasenta menutupi seluruh jalan lahir (Ostium
Uteri Internum)

Hasil USG 5 Mei 2016

Hasil USG 7 Mei 2016

Hasil USG 9 Mei 2016

Hasil USG 10 Mei 2016

Diagnosis
Kerja

G2P1A0 hamil 32 minggu belum inpartu dengan


Hemorargik Ante Partum et causa plasenta previa
totalis janin tunggal hidup presentasi kepala

Tatalaksana
Observasi DJJ, tanda
vital serta perdarahan
IVFD D5 gtt xv-xx/menit
MgSO4 40% 1x1 flash
Amoxicillin 3x500 mg
tab
Hystolan 2x1 tab
Dexametason 3x1 amp
Asam Traneksamat 3x1
Rencana USG

Laporan
Pembedahan

12 Mei 2016 pukul 12.30


WIB Operasi dimulai
Pukul 12.35 WIB Lahir
hidup neonatus /2.500
gr/45 cm.
Pukul 12.40 WIB
Plasenta lahir lengkap
Pukul 13.30 WIB
Operasi selesai

FOLLOW UP

Analisa Kasus

Apakah diagnosis sudah tepat?

, 32 tahun

32 minggu

HPHT 15 Sept 2015


Perdarahan
pervaginam
HAMIL

Hamil
Muda: AB, KET, Mola
Tua : PP, SP, RU

Dapat Disingkirkan

HAMIL TUA

RU

SP

PP
Perdarahan pervaginam

Perdarahan
pervaginam

Nyeri perut terus


menerus

Darah berwarna merah segar

Kontraksi
uterus (-)

Warna darah
kehitaman

Bagian terbawah belum


masuk PAP

DJJ (-)
Nyeri tekan (+)
Bagian janin
mudah diraba

DJJ (-)
Uterus tegang spt
papan
Bagian janin sulit
diraba

Tanpa Nyeri, Tanpa sebab

DJJ (+)

Plasenta Previa

Totalis
Partial

USG

Marginalis
Letak
rendah

Kesan plasenta menutupi


seluruh jalan lahir

G2P1A0 hamil 32 minggu


belum inpartu dengan
hemorragic ante partum
et causa Plasenta Previa
Totalis janin tunggal
hidup presentasi kepala

Apakah penatalaksanaan
Mochtar (2008), Cunningha
sudah tepat?
(2006), dan Prawirohardjo
IVFD D5% + MgSO4
(2008).
40% 1 flash gtt xvxx/menit
Terapi
Dexametason 3x1
Ekspektatif
amp
penderita dirawat tanpa
Asam Traneksamat
melakukan pemeriksaan
3x1
dalam melalui kanalis
Amoxicillin 3x500 mg
servikalis melainkan melalu
tab
usaha non-invasif dan
Hystolan 2x1 tab
pemantauan secara ketat
diobservasi denyut
dan baik agar janin dapat
jantung janin, keadaan
hidup di dalam kandungan
umum
dengan tujuan supaya jani
tanda vital dan
tidak terlahir prematur dan
perdarahan ibu.
mengurangi angka kematia

Terminasi kehamilan
tidak dilakukan smpai
tanggal 11 Mei 2016
dikarenakan tidak
memenuhi kriteria untuk
dilakukan terapi aktif.
Menurut Mochtar (2008),
Cunningham (2006), dan
Prawirohardjo (2008)
kriteria terapi aktif
tersebut yaitu,
perdarahan banyak,
keadaan umum jelek,
pasien syok, inpartu,
usia kehamilan >37
minggu, taksiran berat
janin >2500 gram, janin
1,3,4

Terapi Aktif
Pada tanggal 12 Mei 2016
pukul 13.30 dilakukan
terapi aktif dikarenakan
terjadi perdarahan
dengan Hb: 5,4 gr%.
Tindakan tersebut telah
memenuhi kriteria untuk
dilakukan terapi aktif.

SIMPULAN

1. Diagnosis pada kasus ini yaitu G2P1A0 hamil


32 minggu belum inpartu dengan Hemorargik
Ante Partum et causa plasenta previa totalis
janin tunggal hidup presentasi kepala.
Penulisan diagnosis sudah tepat dalam kasus
ini. namun dilembar follow up terdapat
beberapa penulisan diagnosis yang tidak
lengkap.
2. Tatalaksana pada perdarahan ante partum et
causa plasenta previa totalis diberikan
resusitasi dengan cairan melalui akses
intravena, diberikan antibiotic, antikoagulopati,
tokolitik, diobservasi denyut jantung janin,
tanda vital dan perdarahan sudah tepat. Hal ini
sesuai dengan tinjauan pustaka yang ada.

1. Rekam medic yang baik adalah rekam medic yang lengkap


SARAN
dan dapat memberikan informasi yang jelas, oleh karena
itu diharapkan agar kedepannya petugas dapat mengisi
rekam medik dengan selengkap-lengkapnya.
2. Untuk dapat menegakkan diagnosis dengan tepat
diperlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik baik umum,
khusus atau obstetric yang baik, diharapkan agar
kedepannya dapat dilakukan anamnesis yang lengkap dan
mendalam serta runut, untuk pemeriksaan benar-benar
dilakukan dan ditulis dengan lengkap.
3. Akhir dari penegakkan diagnosis adalah dapat memberikan
tatalaksana yang tepat,baik. Tepat obat, tepat dosis, dan
tepat cara pemberian, maka dari itu sebaiknya
penulisannya harus selengkap mungkin.
4. Dalam mendiagnosis dan penatalaksanaan kasus ini harus
tepat. Untuk mendiagnosis lakukan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan
laboratorium dan USG. Perlu diingat, tidak dianjurkan
melakukan pemeriksaan dalam sebelum tersedia kesiapan
untuk seksio sesarea. Pemeriksaan inspekulo dilakukan

Terima
Kasih
...