Anda di halaman 1dari 6

MACROPALEONTOLOGY LABROTARY

A. Pengertian Fosil
Fosil merupakan hal yang penting dalam bumi ini. Dengan adanya
fosil, bahkan secuil kecil saja dapat memberi banyak informasi yang dapat
dikembangkan untuk mengembangkan daerah tersebut maupun untuk ilmu
pengetahuan. Untuk mempelajarinya, dibuatlah ilmu paleontologi.
Fosil sendiri merupakan tokoh utama dalam ilmu paleontologi.
Semua hal yang ada di dalam ilmu paleontologi selalu berhubungan
dengan fosil. Fosil berasal dari bahasa latin, yaitu fossa yang berarti
menggali keluar dari dalam tanah. Lalu diubah menjadi kata benda yang
masih dari bahasa latin, yaitu fossilis yang merujuk pada setiap benda yang
didapat dari menggali tanah. Namun pengertian ini masih terlalu luas
karena tidak semua benda yang didapat dari tanah dapat dikatakan fosil
dalam paleontologi.

Hasil galian

Kata fosil mulai dipakai dalam geologi pada abad ke-16. Pada masa
itu, fosil meliputi mineral, artefak, dan semua benda asing lainnya yang
didapat dari dalam tanah. Namun, di zaman geologi modern ini, fosil
sudah terbatas pada sisa kehidupan makhluk hidup (hewan, manusia,
tumbuhan). Fosil ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu fosil tubuh dan fosil
jejak. Fosil tubuh merupakan fosil yang terbentuk dari bagian tubuh
makhluk hidup, misalnya kuku, gigi, dan tanduk. Sedangkan fosil jejak
merupakan hasil sedimentasi batuan atau tanah yang dilewati oleh
NAMA : ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO
PAGE 1
NIM
: 111 120 086
PLUG : 4

MACROPALEONTOLOGY LABROTARY

makhluk hidup, misalnya jejak kaki, bekas liang, maupun jejak tumbuhan.
Untuk menjadi fosil, sisa kehidupan makhluk hidup ini harus segera
tertutup oleh sedimen. Karena tertutup oleh sedimen, fosil pasti harus
mengikuti proses sedimentasi dan membentuk batuan sedimen. Maka dari
itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa fosil hanya terdapat pada batuan
sedimen.

Fosil tubuh & fosil jejak

Selain berasal dari makhluk hidup, fosil harus berasal dari proses
yang alami, bukan buatan. Calon fosil ini harus terawetkan karena proses
alam. Untuk dapat terawetkan menjadi fosil, calon fosil ini harus keras,
terlindung dari penguraian oleh organisme lain, terhindar dari proses
oksidasi, dan terhindar dari hal-hal lain yang dapat merusak calon fosil
dalam proses fosilisasi. Untuk dapat terawetkan, fosil tersebut harus
melewati proses fosilisasi selama 10.000 tahun atau sebelum Holocene.
Holocene merupakan bagian dari skala waktu geologi. Skala waktu
geologi ini satuan waktu yang digunakan dalam penentuan umur suatu
fosil.
Banyak hasil galian yang terawetkan yang berumur tua namun masih
tidak bisa dikatakan fosil karena beberapa alasan tertentu, misalnya artefak
karena buatan manusia, mumi karena tidak terjadi dari proses alami.
mineral karena bukan dari makhluk hidup. Dari semua batasan yang ada,
maka dapat didefinisikan bahwa fosil dalam pengertian paleontologi
NAMA : ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO
PAGE 2
NIM
: 111 120 086
PLUG : 4

MACROPALEONTOLOGY LABROTARY

merupakan sisa kehidupan makhluk hidup (dapat berasal dari hewan,


manusia dan tumbuhan) yang mengalami proses fosilisasi secara alami
yang berumur lebih dari 10.000 tahun yang lalu dan bukan berupa artefak.
B. Syarat Terbentuknya Fosil
Fosil dapat terbentuk dengan baik jika memenuhi beberapa syarat.
Beberapa syarat tersebut antara lain:
- Mempunyai bagian yang keras
Bagian yang keras ini dimaksudkan supaya fosil tidak terurai
-

oleh bakteri pengurai.


Segera terhindar dari proses kimia (oksidasi dan reduksi)
Proses kimia seperti oksidasi dan reduksi dapat menghancurkan

fosil.
Tidak menjadi mangsa dari binatang lain
Jika sudah menjadi mangsa binatang lain, maka fosil akan

tercerna dan hancur.


Terendapkan pada batuan berbutir halus
Jika pada butir kasar, fosil akan tertekan dan lama kelamaan

hancur.
Terawetkan pada batuan sedimen
Selain batuan sedimen, fosil tidak mungkin terjadi.
Terawetkan minimal sebelum holocene
Jika fosil belum mencapai 10.000 tahun, fosil masih belum
sempurna.

C. Proses Pemfosilan
1. Penggantian
Penggantian merupakan proses pemfosilan yang ditandai
dengan penggantian mineral dari bagian yang keras dari
organisme seperti cangkang. Misalnya cangkang suatu organisme
yang terdiri dari kalsium karbonat digantikan oleh silika.

NAMA : ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO


PAGE 3
NIM
: 111 120 086
PLUG : 4

MACROPALEONTOLOGY LABROTARY

Contoh hasil fosilisasi penggantian

2. Petrifaksi
Petrifikasi merupakan pross pemfosilan dimana bagian
yang lunak dari batang tumbuhan digantikan dengan presipitasi
air mineral yang terlarut dalam air sedimen.

Contoh hasil fosilisasi petrifaksi

3. Karbonisasi
Karbonisasi merupakan proses pemfosilan ketika material
tumbuhan yang jatuh ke dalam lumpur terhindar dari oksidasi.
Setelah itu terjadi diagenesis yang membuat cetakan karbon
tanpa mengubah bentuk awal.

NAMA : ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO


PAGE 4
NIM
: 111 120 086
PLUG : 4

MACROPALEONTOLOGY LABROTARY

Contoh hasil fosilisasi karbonisasi

4. Pencetakan
Pencetakan merupakan proses pemfosilan yang pada saat
diagenesis sisa binatang maupun tumbuhan terlarut dan
menghasilkan mold (cetakan).

Contoh hasil fosilisasi pencetakan

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/98989271/PENGERTIAN-FOSIL

http://id.shvoong.com/humanities/history/2189858-pengertian-fosil

http://made-dwika.blogspot.com/2012/11/pengertian-fosil.html

http://museumgeologi.wordpress.com/category/paleontologi

NAMA : ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO


PAGE 5
NIM
: 111 120 086
PLUG : 4

MACROPALEONTOLOGY LABROTARY

http://ceritageologist.blogspot.com/2012/03/fosil-dan-penjelasannya.html

http://biarkanakumenulis.blogspot.com/2010/12/proses-pemfosilan-ataufosilisasi.html

Powerpoint Fosil Geologi Dasar UPN Veteran Yogyakarta tahun


2012/2013

NAMA : ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO


PAGE 6
NIM
: 111 120 086
PLUG : 4