Anda di halaman 1dari 6

MACROPALEONTOLOGY LABORATORY

Stromatoporoidae merupakan sisa kehidupan di masa lalu yang cukup


tersebar luas. Fosil ini cukup terkenal karena banyak ditemukan sebagai menjadi
penyusun dari batuan sedimen karbonat yang disebut gamping. Stromatoporoidae
ini terdapat pada gamping non-klastik, artinya dia hasil perombakan koral.
Bentuknya juga cukup beragam, mulai dari kerucut, seperti jamur, tabung, atau
kecil kurus seperti alang-alang. Fosil stromatoporoidae seringkali ditemukan
bersama stromatolit yang kemungkinan menjadikan nama stromatoporoida.

Stromatoporoidae terkenal sebagai penyusun utama dari batu karang dari


masa paleozoik tengah sampai mesozoik akhir. Lebih tepatnya, fosil ini berumur
dari zaman ordovisian tengah sampai karbon akhir. Setelah itu menghilang dan
muncul lagi pada masa mesozoik. Namun, akhirnya stromatoporoidae punah di
zaman kapur akhir. Beberapa juga mengatakan bahwa mungkin saja
stromatoporoidae ini masih hidup sampai sekarang. Stromatoporoidae ini
termasuk dalam kelompok hewan invertebrata marin, artinya stromatoporoidae
termasuk kelompok hewan yang tidak punya tulang belakang dan tergolong
hewan perairan laut.

NAMA

NIM : 111 120 086


PLUG : 4

: ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO

MACROPALEONTOLOGY LABORATORY

Stromatoporoidae pembentuk karang


Stromatoporoidae dimasukkan dalam urutan taksonomi namun masih
diperdebatkan.. Stromatoporoidae termasuk dalam kingdom animalia/ metazoa
karena memiliki struktur yang mirip hewan lainnya. Tubuhnya yang berpori
membuat stromatoporoidae masuk di dalam filum porifera. Namun, banyak juga
ilmuan yang berpendapat bahwa stromatoporoidae termasuk dalam filum
coelenterata karena kemiripan-kemiripan tertentu. Sedangkan stromatoporoidae
sendiri

merupakan

kelas.

Banyak

juga

yang

menyebutkan

bahwa

stromatoporoidae termasuk dalam kelas stromatoporata. Karena masih dalam


perdebatan, akan dijelaskan filum porifera dan coelenterata.
Porifera berasal dari 2 kata, yaitu porus yang berarti berlubang kecil, dan
faro yang berarti mempunyai atau memiliki. Dengan demikian, porifera dapat
diartikan hewan yang memiliki lubang-lubang atau pori-pori. Hewan porifera ini
sangat sederhana untuk

organisme multiseluler yang tidak banyak bergerak.

Umumnya anggota dari filum porifera dikenal dengan sebutan spons. Spons
sendiri adalah hewan yang hidup di perairan dangkal bebas polusi. Di dunia ini
terdapat 10.000 spesies spons dan hanya 100 spesies saja yang hidup di perairan
tawar. Spons hidup secara sesil, artinya spons hanya menempel pada batu,
cangkang, dan benda-benda keras lainnya.

NAMA

NIM : 111 120 086


PLUG : 4

: ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO

MACROPALEONTOLOGY LABORATORY

Porifera
Umunya hewan-hewan porifera ditandai dengan banyak pori. Selain itu,
porifera mempunyai bentuk tubuh asimetri, namun beberapa spesies memiliki
tubuh yang berbentuk simetri radial. Porifera tersebar luas di perairan dunia.
Walaupun ada yang di air tawar, kebanyakan porifera hidup di laut, mulai dari
perairan pantai sampai ke dasar laut yang kedalamannya 5,5 km. Rongga utama
pada tubuhnya biasa disebut spongosol. Spongosol ini cukup berguna bagi si
porifera. Dalam kehidupannya, binatang pada filum porifera mengalami daur
hidup. Yang pertama saat porifera masih dalam fase larva. Bentuknya disebut
polip di mana porifera dalam bentuk polip ini dapat berenang bebas di dalam air.
Setelah itu, fase kedua adalah fase sesil di mana si spons sudah hidup menetap
(menempel) di suatu tempat.

Daur hidup porifera


Porifera memiliki struktur tubuh yang sangat sederhana. Permukaannya
terbentuk dari sel-sel tebal dan pipih yang disebut pinakosit. Pinakosit ini
merupakan pelindung dari spons. Di pinakosit ini terdapat lubang pori-pori tempat
masuknya zat-zat yang dibutuhkan oleh spons. Pori-pori ini merupakan saluran
menuju spongosol tempat air yang mengandung makanan dan oksigen diserap.
NAMA

NIM : 111 120 086


PLUG : 4

: ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO

MACROPALEONTOLOGY LABORATORY

Makanannya berasal dari fagositosis hewan diatom yang terbawa oleh air yang
melewat tubuhnya. Stromatoporoidae dikatakan termasuk dalam filum porifera
karena bentuk fisik yang sama dan cara hidup yang sama.
Coelenterata berasal dari kata koilos/hollow yang berarti cekung, dan
enteron/intestine yang berarti dalam. Maka, coelenterata dapat diartikan binatang
yang memiliki cekungan di dalamnya. Binatang yang tergolong coelenterata
umunya hidup di perairan marin. Coelenterata memiliki beberapa ciri khas yakni
lubang di bagian bawah yang berfungsi sebagai mulut, bentuknya seperti kantong
yang dilapisi endoderm, punya jaringan yang tipis, dan punya alat pengumpul
makanan (semacam tangan bagi coelenterata).

Coelenterata
Coelenterata makan dengan mengumpulkan, lalu mencerna makanannya
dengan memasukan makan tersebut ke dalam kantong tubuhnya dari lubang
gastrovaskular dengan bantuan alat pengumpul makanannya (biasanya tentakel).
Dengan tubuh berjaringan tipis, hewan-hewan dari filum coelenterata butuh alat
perlindungan yang biasanya berupa sel penyengat yang berada pada tentakelnya.
Sama seperti porifera, coelenterata juga mengalami 2 fase kehidupan. Yang
pertama adalah fase polip di mana coelenterata tidak akan banyak bergerak karena
tertambat pada suatu tempat, lalu polip bisa berubah menjadi medusa yang dapat
berenang bebas. Bisa hidup secara berkoloni dan soliter. Misalnya ubur-ubur yang
NAMA

NIM : 111 120 086


PLUG : 4

: ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO

MACROPALEONTOLOGY LABORATORY

hidup soliter dan terus bergerak bebas. Namun, bisa juga dijjmpai berkoloni saat
masih dalam fase polip.

Daur hidup coelenterata


Stromatoporoidae sendiri terdapat pada batuan gamping non-klastik
bersama koral dan hewan marin lainnya. Gamping non-klastik atau rombakan
koral ini tentunya dulu berasal dari lautan. Ia bisa naik dan mengalami proses
sedimentasi karena adanya gaya dorong ke atas atau uplift. Gaya dorong ke atas
ini membuat gamping tersebut tersingkap ke permukaan daratan. Karena gamping
merupakan batuan yang kaya akan karbonat, otomatis fosil ini juga kaya akan
karbonat. Tulang-tulang dari stromatoporoidae banyak mengandung karbon yang
biasanya akan tersedimen dan menjadi mineral kalsit maupun aragonit.
Pada permukaan tubuhnya, stromatoporoidae memiliki 2 bagian tubuh,
yaitu mamelon dan artrorhizae. Permukaan dari stromatoporoidae cukup khas.
Tubuh luar memiliki projektil membundar yang mengerucut seperti gunung kecilkecil dengan lubang di ujungnya. Kerucut-kerucut yang kecil ini disebut sebagai
mamelon. Sedangkan kulit luar yang lebih rendah dari mamelon disebut
atrorhizae. Bagian luar ini digunakan sebagai jalan masuk dari air yang
dibutuhkan oleh stromatoporoidae untuk mendapatkan makanan dan oksigen.
NAMA

NIM : 111 120 086


PLUG : 4

: ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO

MACROPALEONTOLOGY LABORATORY

Bagian dalamnya terdapat sel-sel untuk mencerna makanan, mengangkut oksigen,


serta menyebarkan makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Daftar Pustaka

http://kepalabatu43.blogspot.com/2011/02/komponen-dalam-batuankarbonat.html

http://www.ucmp.berkeley.edu/porifera/stromatoporoids.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Stromatoporoidea

http://www.mpm.edu/content/collections/learn/reef/stromatoporoids.html

http://woostergeologists.scotblogs.wooster.edu/2011/10/30/wooster
%E2%80%99s-fossil-of-the-week-a-stromatoporoid-middle-devonian-ofcentral-ohio/

http://palaeos.com/metazoa/porifera/stromatoporoidea.html

http://biarkanakumenulis.blogspot.com/2009/10/porifera.html

http://samuelmodeon.blogspot.com/2011/11/coelentrata.html

Buku Panduan Praktikum 2012/2013

NAMA

NIM : 111 120 086


PLUG : 4

: ALVIAN KRISTIANTO SANTOSO