Anda di halaman 1dari 9

RPL BIMBINGAN DAN KONSELING

Kurikulum 2013
SMP NEGERI 1 DRIYOREJO
I.
IDENTITAS
A. Satuan Pendidikan
B. Tahun Ajaran
C. Sasaran Pelayanan
D. Pelaksana

: SMPN 2 RANDUDONGKAL
: 2015-2016, Semester 1
: Semua Kelas VIII
: Sri lutfiyati

II.
A.
B.
C.
D.

: 30 mei 2016
: Sesuai Jadwal
: 1 Jp (40 Menit)
: VIII (C,D,E.F,G,H)

WAKTU DAN TEMPAT


Tanggal
Jam Pelajaran/Pelayanan
Volume Waktu
Spesifikasi Tempat Belajar

III. MATERI PEMBELAJARAN


A. Tema/ Subtema
`: 1. Tema
B.

Sumber Materi

: Mencapai Pola Hubungan yang


Baik dengan Teman Sebaya
2. Subtema : Pergaulan yang Baik
: 1. Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Pengalaman Pribadi
3. Kondisi lingkungan siswa dan keluarga

IV. TUJUAN DAN ARAH PENGEMBANGAN


A. Pengembangan KES
1. Agar siswa memahami tentang pergaulan yang baik
2. Memahami dan mengenal suasana belajar/pembelajaran di SMP/SLTP dan
mengikutinya sebagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dengan sebaikbaiknya untuk dapat menerapkan secara optimal
3. Dapat menyampaikan kepada orang tua tentang pergaulan yang baik

B.

Penanganan KES-T
Untuk menghindari/menghilangkan dan mencegah kebiasaan yang tidak baik untuk
meningkatkan pergaulan yang baik

I.
METODE DAN TEKNIK
A. Jenis Layanan
: Layanan Informasi
B. Kegiatan Pendukung
: Lembar Kerja Siswa (LKS)
II.
SARANA
A. Media
B. Perlengkapan

: Jadwal pelajaran siswa SMP kelas VIII semester I


: Buku LKS

III. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN


Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari) dengan
unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-Sungguh).

A. KES
1. Acuan (A)
2.
3.
4.

5.
B.

: Adanya keinginan untuk melakukan pergaulan yang


baik
Kompetensi (K)
: Apa yang perlu dilakukan siswa agar mampu
Memahami pergaulan yang baik untuk dirinya
Sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Usaha (U)
: Kegiatan siswa untuk memanfaatkan dan
Menyampaikan kepada orang tua tentang sikap dan
Pergaulan yang baik
Rasa (R)
: Bagaiamana siswa merasa setelah mengetahui dan
Memahami tentang adanya perubahan dalam
Pergaulan yang baik serta perlunya
menyampaikan hal itu kepada orang tua
Sungguh-Sungguh (S) : Kesungguhan siswa untuk menyampaikan kepada
orang tua tentang adanya pergaulan yang baik
KES-T
Menghindarkan dan mencegah ketidak tahuan siswa menyampaikan kepada
orang tua tentang adanya pemahaman pergaulan yang baik yang mempengaruhi
kehidupan individu.

C.

Ridho Tuhan,Bersyukur, Ikhlas, dan Tabah


Memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk suksesnya para siswa dalam
mengenal tentang pergaulan yang baik

IV. LANGKAH KEGIATAN


A. LANGKAH PENGANTARAN
1. Mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa
2. Mengecek kehadiran siswa, dan mengajak mereka untuk berempati kepada yang
tidak hadir
3. Mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan perhatian,
semangat dan penampilan dengan melakukan kegiatan berpikir, merasa,
bersikap, bertindak, dan bertanggungjawab (BMB3) berkenaan dengan materi
pembelajaran yang akan di bahas.
4. Menyampaikan arah materi pokok pembelajaran, yaitu dengan judul mencapai
pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria dn
wanita.
5. Menyampaikan tujuan pembahasan yaitu dipahaminya oleh siswa tentang
adanya mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam
perannya sebagai pria dan wanita. Apa itu pergaulan yang baik?
B.

LANGKAH PENJAJAKAN
1. Menanyakan kepada siswa siapa yang sudah tahu tentang pergaulan yang baik.
2. Meminta respon siswa tentang pergaulan yang baik, Bagaimana cara meningkatkan
pergaulan yang baik ?
3. Meminta siswa mengemukakan pengaruh tentang pergaulan yang baik.
4. Memberikan ulasan umum dan penegasan-penegasan berkenaan dengan masukan
/respon/pengalaman siswa untuk no.1,2,dan 3 diatas.

C.

LANGKAH PENAFSIRAN
1. Pembahasan tentang makna pergaulan yang baik.
2. Siswa di beri kesempatan untuk merespon dan menanyakan pengaruh pergaulan
yang baik
3. Apakah manfaat pergaulan yang baik

D.

LANGKAH PEMBINAAN
1. Apa, bagaimana dan kapan siswa meningkatkan pergaulan yang baik.
2. Siswa di minta untuk melihat dan merasa apakah kondisi pribadi setiap orang tidak
pernah lepas dari pergaulan yang baik.
3. Pergaulan yang baik mempengaruhi kehidupan individu dapat merubah siswa menjadi
pribadi yang lebih baik.
4. Dengan pergaulan yang baik dapat melakukan hal-hal yang positif untuk dirinya
sendiri dan lingkungannya.
5. Apa yang perlu di sampaikan siswa kepada orang tua bahwa pergaulan yang baik serta
melaksankan kegiatan secara tanggungjawab dan disiplin.

E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT


1. Penilaian Hasil
Di akhir proses pembelajaran siswa diminta untuk merefleksikan (secara lisan dan
atau tertulis) apa yang mereka peroleh dengan pola BMB3 dalam unsur unsur
AKURS:

Berfikir : Apa yang mereka pikirkan tentang adanya dan kegunaan pergaulan yang
baik (unsur A).
Merasa : Apa yang mereka rasakan jika melakukan pergaulan yang baik (unsur R).
Bersikap : Bagaimana mereka bersikap dan akan melakukan apa yang telah siswa
dapatkan selama siswa mampu mengendalikan pergaulan yang baik (unsur K dan U).
Bertindak : Bagaimana siswa dapat merubah diri dan mengendalikan diri sesuai
dengan kondisi pergaulan yang baik (unsur K dan U).
Bertanggung jawab : Bagaimana mereka bersungguh sungguh untuk melakukan
pergaulan yang baik ( unsur S ).

2. Penilaian Proses
Melalui pengamatan di lakukan penilaian proses pembelajaran tentang pergaulan yang
baik serta memperoleh gambaran aktifitas siswa dan efektifitas pembelajaran dalam
meningkatkan pergaulan yang baik.
3. LAPELPROG dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai disusun Laporan pelaksanaan
program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian hasil dan proses, dengan
disertai arah tindak lanjutnya.
tegal, maret 2014
Mahasiswa
Sri Lutfiyati

NPM 111450010

Mencapai Hubungan Yang Baik Dengan Teman Sebaya


Memantapkan Pola Hubungan dan Peran Sebagai Pria dan Wanita
A. Menjalankan Peran Pribadi dalam Kelompok Sebaya
Bagi sebagian besar remaja, popularitas berarti memiliki banyak teman, dan setiap
remaja ingin mendapat popularitas. Remaja biasanya berfikir, Apa yang dapat saya
lakukan untuk membuat semua anak di sekolah saya menyukai saya? Bagaimana caranya
agar saya bisa populer di kalangan laki-laki dan perempuan? Apa yang salah pada diri
saya? Pasti ada sesuatu yang salah seharusnya saya bisa lebih populer. Kita semua
merasa ingin dipilih, diperhatikan, dilihat dan dihargai. Dalam dinamika kelompok, anak
yang paling banyak dipilih biasanya bertambah sering dipilih. Pada beberapa kasus,
terkadang remaja berusaha keras untuk dipilih atau menjadi populer. Orang juga
berusaha untuk menjaga anaknya agar terhindar dari penolakan dan meningkatkan usaha
agar anak bisa menjadi populer.
Remaja memiliki nilai tersendiri dalam menerima atau menolak seseorang untuk
masuk menjadi anggota kelompok. Nilai tersebut biasanya berbeda karena dibuat oleh
kelompok sebaya sendiri. Namun, ada sifat atau pola perilaku yang disenangi remaja tapi
ada juga yang membuat remaja dijauhkan dari teman sebayanya. Remaja cenderung
memilih teman yang memiliki kesamaan minat dan nilai-nilai, yang dapat mengerti dan
membuatnya merasa aman, yang kepadanya ia dapat mempercayakan masalah-masalah,
dan yang dapat membahas hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dengan orangtua atau
guru.
Strategi yang tepat mencari dan disenangi teman
John W. Santrock dalam buku psikologi perkembangan menyebutkan beberapa
strategi yang dianggap tepat untuk mencari dan disenangi teman, adalah sebagai berikut:
1. Menciptakan interaksi
Mempelajari teman untuk membangun interaksi, menentukan orang yang baik untuk
dijadikan teman, selanjutnya memulai perkenalan langsung yang diawali dengan
perkenalan diri.
2. Bersikap menyenangkan, baik dan penuh perhatian..
Kesan pertama adalah hal yang paling penting dalam berinteraksi, yang meliputi
penampilan yang menarik, sikap yang sopan, tenang dan gembira.
3. Tingkah laku proporsional

Yaitu tingkah laku yang dianggap baik oleh sebagian besar orang seperti jujur, dapat
dipercaya, menjaga janji, murah hati, mau berbagi, menolong, dan bekerja sama.
4. Menghargai diri sendiri dan orang lain
Yaitu orang yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif dengan menjadi diri
sendiri seperti mau menghargai orang lain, mendengarkan orang lain, terbuka pada orang
lain, ramah, lucu, menjaga reputasi diri, bersih rapi lebih disukai oleh orang lain.
5. Menyediakan dukungan sosial
Aktifitas yang menunjukkan kepedulian seperti memberi pertolongan, nasehat, pujian,
motivasi, melakukan kegiatan bersama seperti belajar, bermain, dll.
B. Perkembangan Sosial pada Teman Sebaya Remaja
Teman sebaya ialah anak-anak atau remaja yang memiliki usia tingkat kematangan
yang kurang lebih sama yang saling berinteraksi dengan kawan-kawan sebaya yang
berusia sama dan memiliki peran yang unik dalam budaya atau kebiasaannya.
Sifat yang khas pada kelompok anak sebelum masa remaja adalah bahwa kelompok
tadi terdiri dari jenis kelompok yang sama. Persamaan kelamin yang sama ini dapat
membantu timbulnya identitas jenis kelamin dan juga berhubungan dengan perasaan
identifikasi untuk mempersiapkan pengalaman identitasnya. Sedangkan pada masa remaja
ini, anak sudah mulai berani untuk melakukan kegiatan dengan lawan jenisnya dalam
berbagai kegiatan.
Seorang remaja cenderung memiliki keanggotaan yang lebih luas. Dengan kata lain,
tetangga atau teman-temannya seringkali menjadi anggota kelompoknya. Biasanya
kelompoknya lebih hiterogen daripada berkelompok dengan teman sebayanya. Misalnya,
kelompok teman sebaya pada masa remaja cenderung memiliki suatu campuran individuindividu dari berbagai kelompok. Interaksi yang semakin intens menyebabkan kelompok
bertambah kohesif. Dalam kelompok dengan kohesif yang kuat maka akan berkembanglah
iklim dan norma-norma tertentu. Namun, hal ini berbahaya bagi pembentukan identitas
dirinya. Karena pada masa ini, dia lebih mementingkan perannya sebagai anggota
kelompok daripada pola pribadinya. Tetapi terkadang adanya paksaan dari norma
kelompok membuatnya sulit untuk membentuk keyakinan diri.

Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja


Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang
dewasa, pada jenjang ini kebutuhan remaja telah cukup kompleks, cakrawala interaksi sosial
dan pergaulan remaja telah cukup luas.

Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungannya, remaja telah mulai memperhatikan


dan mengenal berbagai norma pergaulan, yang berbeda dengan norma yang berlaku
sebelumnya di dalam keluarganya, remaja menghadapi berbagai lingkungan, bukan saja
bergaul dengan berbagai umur. Dengan demikian, remaja mulai memahami norma pergaulan
dengan kelompok remaja, kelompok anak-anak, kelompok dewasa, dan kelompok orangtua.
Pada masa remaja, anak mulai memperhatikan dan mengenal berbagai norma
pergaulan. Pergaulan sesama teman lawan jenis dirasakan sangat penting, tetapi cukup sulit,
karena di samping harus memperhatikan norma pergaulan, sesama remaja juga terselip
pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih pasangan hidup. Kehidupan sosial
remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Remaja sering
mengalami sikap hubungan sosial yang tertutup sehubungan dengan masalah yang
dialaminya.
Peran Pribadi sebagai Pria atau Wanita dalam Kelompok Sebaya
Sejak dilahirkan anak akan selalu berkembang menuju perkembangan jenisnya. Sejak
dimulai masa pubertas perkembangan peran antara remaja putra dan putri mengalami
perbedaan yang besar. Hal ini menuntut peran dari masyarakat yang berbeda. Secara singkat
remaja putra memiliki kecenderungan sikap sebagai berikut:
1. Aktif melindungi, memberi menolong dan memperhatikan
2. Suka memberontak, menentang dan mengkritik
3. Mencari kemerdekaan berfikir, bertindak dan berbicara
4. Suka meniru perbuatan atau atribut tokoh yang dipuja
5. Minatnya tertuju pada hal yang abstrak dan intelektual
6. Memuja kepandaian seseorang
7. Perilakunya dilandasi pertimbangan yang rasional
Sedangkan remaja putri memiliki kecenderungan sikap sebagai berikut:
1. Lebih suka dilindungi, diberi, ditolong dan diperhatikan
2. Dorongan menentang di kendalikan perasaan dan terikat pada norma, yang berlaku
3. Ingin dicintai dan membuat orang lain senang
4. Minatnya tertuju pada hal yang nyata dan emosional
5. Suka memuja orang secara langsung
6. Perilakunya dilandasi oleh perasaan
Perbedaan sikap dasar remaja putra dan putri ini akan mempengaruhi peran
pribadinya dalam masyarakat. Peran remaja putra dituntut untuk seperti sebagai berikut:
Pada remaja putra
1.
2.
3.
4.

Berperan aktif dalam kegiatan sosial


Memberi, menolong dan melindungi pada yang membutuhkan
Berperilaku yang bersifat gagah
Bersikap mandiri dan tidak cengeng
Sedangkan remaja putri dalam masyarakat dituntut seperti sebagai berikut
1. Berperan aktif dalam kegiatan di dalam rumah
2. Berperilaku lembut dan halus dalam bertutur kata

3. Bersikap feminim
4. Berperan dalam kegiatan yang menuntut keindahan dan perasaan
Perbedaan tuntutan peran antara remaja putra dan putri dalam masyarakat ini akan
mempengaruhi peran pribadi remaja putra atau putri dalam kelompok sebayanya, yang akan
membentukkan pola hubungan yang baik antara remaja sesama jenis atau berlainan jenis.
C. Pengaruh Teman Sebaya terhadap Pembelajaran
Pengertian Temsn Sebaya
Anak-anak memerlukan interaksi yang positif dengan teman-teman sebaya mereka.
Teman sebaya adalah anak-anak yang tingkat usia dan kematangannya kurang lebih sama.
Kelompok teman sebaya akan terbentuk dengan sendirinya pada anak-anak yang tinggal
berdekatan rumah atau pergi ke sekolah bersama-sama.
Jenis-jenis kelompok sebaya
Ditinjau dari sifat organisasinya kelompok sebaya dapat dibedakan menjadi:
a. Kelompok sebaya yang bersifat informal
Kelompok sebaya ini dibentuk, diatur, dan dipimpin oleh anak itu sendiri misalnya,
kelompok permainan, gang, dan lain-lain. Di dalam kelompok ini tidak ada bimbingan
dan partisipasi orang dewasa.
b. Kelompok sebaya yang bersifat formal
Di dalam kelompok ini ada bimbingan, partisipasi atau pengarahan orang dewasa.
Kelompok sebaya ini dapat menjadi wahana proses sosialisasi nilai-nilai yang terdapat
dalam masyarakat. Misalnya, kepramukaan, klub, perkumpulan pemuda.
Adapun peran teman sebaya dalam proses belajar
a. Hubungan pertemanan menjadi sebuah medan pembelajaran dan pelatihan berbagai
keterampilan sosial seperti negoisasi, persuasi, kerjasama, kompromi, kendali emosional,
dan penyelesaian konflik.
b. Teman sebaya memberikan dukungan sosial, moral, dan emosional. Teman sebaya dapat
dijadikan sumber rasa nyaman dan aman karena teman sebaya bisa menjadi sebuah
kelompok tempat mereka dapat belajar bersama, aman dari anak-anak berandalan; bahkan
pada saat memasuki masa pubertas, teman sebaya sering kali menjadi andalan,
c.

mengalahkan orang tua sendiri, terutama ketika mengalami masa krisis atau kebingungan
Teman sebaya berperan terhadap perkembangan pribadi dan sosial, yaitu dengan menjadi
agen sosialisasi yang membantu membentuk perilaku dan keyakinan mereka. Dalam hal
ini teman sebaya menentukan pilihan tentang cara menghabiskan waktu senggang,

d.

misalnya dengan belajar bersama.


Dengan teman sebaya, anak mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk
bersosialisasi dan menjalin keakraban, anak mampu meningkatkan hubungan dengan
teman, anak mendapatkan rasa kebersamaan. Selain itu, anak termotivasi untuk mencapai
prestasi dan mendapatkan rasa identitas. Anak juga mempelajari keterampilan

kepemimpinan dan keterampilan berkomunikasi, bekerja sama, bermain peran, dan


membuat atau menaati aturan.
e. Teman sebaya menjadi model atau contoh tentang cara berperilaku terhadap teman-teman
sebaya. Kelompok teman sebaya menyediakan sumber informasi dan perbandingan
tentang dunia di luar keluarga. Anak-anak menerima umpan balik tentang kemampuankemampuan mereka dari kelompok teman sebaya dan belajar tentang dunia di luar
keluarga mereka.
D. Memilih Kelompok Karir Sesuai dengan Peran sebagai Pria dan Wanita
Pria dan wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan
mengembangkan karir. Telah disebutkan bahwa teman sebaya adalah kelompok sosial
yang berpengaruh bagi remaja, termasuk dalam pandangan, pilihan bahkan upaya
pengembangan karir seseorang.
Tujuan akhir dari proses pembelajaran adalah untuk mencapai karir atau bekerja.
Setiap orang mendambakan pekerjaan yang baik, nyaman, sesuai dengan keinginannya,
dapat menjamin kehidupan diri dan keluarganya serta dapat dinikmati dalam waktu lama,
bahkan mungkin selamanya. Tetapi sedikit orang yang mampu mewujudkan cita-cita
tersebut, karena tidak

mempersiapkannya sejak dini. Banyak orang yang tidak

mengetahui tujuan dia belajar atau sekolah. Banyak orang yang tidak memiliki persiapan
akan jadi apa dia kelak. Hidup hanya dijalani, tanpa program. Sehingga pada akhirnya
banyak orang kecewa karena tidak mendapat pekerjaan yang layak baginya atau hanya
sekedar bekerja, menghasilkan uang, tanpa kenyamanan dan kesejahteraan.
Bimbingan karir mengajak para siswa belajar mempersiapkan diri menghadapi dunia
karir, menyongsong masa depan yang gemilang, mendapat kehidupan yang layak,
sejahtera dan bahagia. Untuk itu, diperlukan banyak informasi tentang dunia kerja atau
dunia karir, agar para siswa memiliki wawasan luas dan banyak pilihan alternatif karir
atau pekerjaan yang dapat dijalani. Untuk mendapatkan informasi karir sebanyakbanyaknya, diperlukan sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Sumber
informasi dapat berupa media ceta, elektronik, orang-orang yang sudah bekerja, tokoh
masyarakat, teman yang memiliki pengetahuan atau pengalaman di bidang karir, dan
sebagainya. Salah satu sumber informasi yang dapat kita manfaatkan untuk manfaatkan
adalah kehadiran teman di sekitar kita.
Teman adalah sumber informasi yang tak ternilai harganya. Dari teman, kita bisa
mendapatkan banyak informasi tentang berbagai hal termasuk masalah karir. Semakin
banyak teman, akan semakin banyak pula informasi yang dapat kita manfaatkan untuk

mempersiapkan karir. Bahkan sampai dewasapun kita bisa mengajak teman untuk
bekerjasama dalam dunia karir.
Menggali informasi tentang pengembangan persiapan karir dapat dilakukan bersama teman
melalui:
1. Diskusi kelompok, atau sekedar ngobrol masalah karir yang diketahui.
2. Mengembangkan karir masing-masing orang tua siswa, atau karir saudara
3. Menceritakan perkembangan karir yang diketahui oleh masing-masing siswa
4. Membagi tugas untuk mencari informasi karir melalui media cetak
5. Membagi tugas untuk mencari informasi karir melalui media elektronik
6. Membagi tugas untuk mencari informasi karir melalui kunjungan kerja/belajar ke
perusahaan-perusahaan atau instansi terdekat
7. Membagi tugas untuk mencari informasi karir melalui wawancara dengan tokoh-tokoh
masyarakat
Dikatakan antara pria dan wanita tidak ada perbedaan dalam berkarir, contoh pria
berkarir sebagai perancang busana, wanita menjadi tentara, pria menjadi koki profesional,
wanita menjadi teknisi mobil dan sebagainya, yang terpenting tau yang dibutuhkan dalam
sebuah pekerjaan adalah kemampuan, keterampilan, kreativitas, wawasan dan pengalaman
dalam karier.
Karena itu kesempatan bagi pria atau wanita untuk mengembangkan karir tetap sama.
Yang menjadikan mereka bisa berhasil atau sukses adalah:
a. Mampu memanfaatkan kesempatan/peluang dalam karir
b. Lincah dan terus belajar agar lebih profesional
c. Mampu menjadikan hambatan sebagai peluang
d. Mampu dan tidak mudah putus asa
e.
Disiplin dalam menjalankan tugas serta aktif dan kreatif untuk mengikuti
( menyelesaikan ) tantangannya.
Yang terpenting di dalam pemilihan karir harus dilihat dulu apakah nantinya pekerjaan itu
akan melawan kodrat kita sebagai seorang pria atau seorang wanita. Jika tidak ada masalah
maka karir yang kita pilih akan berkembang sesuai dengan rencana kita.