Anda di halaman 1dari 21

PANDUAN PELAKSANAAN KAMPANYE PENDISTRIBUSIAN MASAL

KELAMBU ANTI NYAMUK DI WILAYAH TIMUR INDONESIA


(PAPUA, PAPUA BARAT, MALUKU, MALUT, NTT)

BAB

I
II
III
IV
V

PENDAHULUAN
TUJUAN
KEBIJAKAN TEKNIS
LOKASI DAN SASARAN
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN DAN PEMBIAYAAN
A. TINGKAT PUSAT
1. PERSIAPAN
2. PELAKSANAAN
3. EVALUASI
B. TINGKAT PROVINSI
1. PERSIAPAN
2. PELAKSANAAN
3. EVALUASI
C. TINGKAT KABUPATEN /KOTA
1. PERSIAPAN
2. PELAKSANAAN
3. EVALUASI
D. TINGKAT PUSKESMAS
1. PERSIAPAN
2. PELAKSANAAN
3. EVALUASI
E. TINGKAT DESA
VI. PENCATATAN DAN PELAPORAN

I.

PENDAHULUAN

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat di Indonesia karena dapat menyebabkan tingginya angka kesakitan dan
kematian serta sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sekitar 80 % dari Kabupaten /
Kota di Indonesia termasuk kategori endemis dan lebih dari 45 % penduduknya berdomisili di
desa endemis.
Setiap tahun terdapat 46 kematian balita per 1000 kelahiran hidup dimana 76% dari
kematian tersebut terjadi pada anak usia di bawah 1 tahun yang sebagian besar disebabkan
oleh penyakit menular. Di beberapa daerah terpencil angka kematian balita mencapai 103 per
1000 kelahiran hidup per tahunnya.Sedangkan angka kematian ibu adalah 228 per100.000
kelahiran hidup sebagian besar disebabkan perdarahan, preeklamsi, infeksi (SDKI 2007). Hal
ini menunjukan bahwa ibu hamil, bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan
terhadap malaria dan memiliki kecenderungan lebih besar untuk menderita malaria berat yang
dapat menimbulkan kematian.
Secara nasional jumlah kasus malaria selama priode tahun 2005 2012 cenderung
menurun yaitu pada tahun 2005 angka API sebesar 4,10 per 1000 penduduk turun menjadi
1,69 per 1000 penduduk pada tahun 2012 dengan jumlah kasus 417.819. Sebanyak 328.461
kasus dari 417.819 kasus tersebut (78,61%) berasal dari 5 provinsi wilayah timur Indonesia
(Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT). Dengan jumlah penduduk yang hanya
9 % dari total penduduk Indonesia berarti API di 5 provinsi tersebut masih tinggi ( > 5 per
1000 penduduk), sementara target MDGs tahun 2015 dan salah satu syarat untuk masuk dalam
fase eliminasi adalah API < 1 per 1000 penduduk . Untuk menurunkan API menjadi < 1 per
1000 penduduk pada tahun 2015 perlu dilaksanakan akselerasi pengendalian malaria di 5
provinsi wilayah timur Indonesia tersebut.
Salah satu kegiatan akselerasi yang akan dilaksanakan adalah kampanye
pendistribusian masal kelambu anti nyamuk di 52 kabupaten / kota endemis tinggi malaria di
Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT pada bulan Agustus 2014.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pencegahan malaria melalui penggunaan kelambu anti
nyamuk dengan baik dan benar sehingga dapat memberikan perlindungan yang optimal
terhadap masyarakat terutama kepada ibu hamil, bayi dan balita yang merupakan kelompok
yang rentan terhadap penularan malaria. Pelaksanaan kampanye pendistribusian masal
kelambu anti nyamuk diintegrasikan dengan program-program imunisasi, distribusi vitamin A,
obat cacing , eliminasi Filariasis dan lain-lain.
Dalam tahap awal menuju eliminasi malaria, cakupan pemakaian kelambu anti nyamuk
di masyarakat harus mencapai sekurang-kurangnya 80% dari jumlah penduduk yang tinggal di
daerah endemis malaria. Hal ini dapat dicapai dengan kampanye penggunaan kelambu anti
nyamuk secara masal dan pembagian kelambu anti nyamuk secara rutin melalui kegiatan
integrasi. Pada tahap selanjutnya pembagian kelambu anti nyamuk akan difokuskan kepada
daerah kantong (fokus) endemis malaria.

Merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam kampanye pendistribusian


masal kelambu anti nyamuk adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang
cara penggunaan kelambu anti nyamuk yang baik dan benar termasuk pemeliharaannya.
Untuk itu diperlukan panduan pelaksanaan kampanye pendistribusian masal kelambu anti
nyamuk yang berisi langkah-langkah pendistribusian kelambu anti nyamuk mulai dari pusat,
propinsi, kabupaten / kota sampai kepada Puskemas dan masyarakat.

II. TUJUAN
1. Terselenggaranya kampanye pendistribusian masal kelambu anti nyamuk di 52
kabupaten/kota di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT.
2. Adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat, lintas program dan lintas sektor
terkait serta masyarakat dalam pendistribusian masal kelambu anti nyamuk.
3. Terdistribusinya kelambu anti nyamuk sampai ke masyarakat di daerah berisiko tinggi
4. Meningkatnya pemahaman dan kemampuan petugas dalam pendistribusian kelambu
anti nyamuk secara massal kepada masyarakat.
5. Meningkatnya pemahaman petugas dalam pencatatan dan pelaporan hasil kampanye
kelambu anti nyamuk secara massal termasuk pertanggungjawaban keuangan
6. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan dan
pemeliharaan kelambu anti nyamuk dengan baik dan benar

III. KEBIJAKAN TEKNIS


1. Penggunaan kelambu anti nyamuk merupakan salah satu cara pengendalian malaria
agar masyarakat tidak tertular penyakit malaria
2. Kelambu yang didistribusikan dalam kegiatan kampanye pendistribusian masal kelambu
anti nyamuk diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak diperjual belikan
3. Sasaran kampanye pendistribusian kelambu secara massal adalah semua masyarakat
di 52 kabupaten / kota di 5 provinsi wilayah timur Indonesia (Papua, Papua Barat,
Maluku, Maluku Utara dan NTT
4. Jumlah kelambu yang diberikan untuk setiap keluarga adalah sebanyak 2 atau 3
kelambu (1,8 orang / kelambu).
5. Dalam kegiatan kampanye pendistribusian masal kelambu anti nyamuk diawali dengan
penjelasan oleh petugas kesehatan atau kader kesehatan atau petugas pendistribusi
kelambu kepada masyarakat tentang cara penggunaan dan pemeliharaan kelambu
tersebut.
6. Petugas kesehatan atau kader kesehatan atau petugas pendistribusi kelambu
melakukan monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan terhadap penggunaan
dan pemeliharaan kelambu anti nyamuk oleh masyarakat dan memberikan penyuluhan
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung upaya pengendalian
malaria.
3

IV. LOKASI , SASARAN DAN WAKTU .


1. Lokasi
Lokasi kampanye pendistribusian masal kelambu anti nyamuk adalah 52 kabupaten/kota di
Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku , Maluku Utara dan NTT sebagai berikut :
Lokasi kampanye pendistribusian masal kelambu anti nyamuk

PROVINSI
No

PAPUA

PAPUA
BARAT

MALUKU

MALUKU
UTARA

NTT

Keerom

Fak fak

Maluku Barat
Daya

Halmahera Timur

Lembata

Mimika

Teluk Wondama

Seram Bagian
Barat

Halmahera Utara

Sumba Tengah

Jayapura

Manowari

Seram Bagian
Timur

Morotai

Sumba Timur

Nabire

Sorong Selatan

Kepulauan
Aru

Sula Kepulauan

Sumba Barat

Boven
Digoel

Raja Ampat

Buru Selatan

Taliabu

Sumba Barat
Daya

Kota
Jayapura

Kota Sorong

Manggarai Barat

Keplauan
Yapen

Kab. Sorong

Ende

Supiori

Kaimana

Alor

Sarmi

Teluk Bintuni

Nagekeo

10

Asmat

Tambraw

Rote Ndao

11

Mappi

Maybrat

Sabu Raijua

12

Biak Numfor

Flores Timur

13

Merauke

Sikka

14

Membramo
Raya

Belu

15

Dogiyai

Malaka

16

Deiyai

2. Sasaran
Semua penduduk yang berdomisili di 52 kabupaten / kota lokasi pendistribusian kelambu
anti nyamuk ( 6.295.442 orang ). Setiap keluarga mendapat 2 3 buah kelambu ( 1,8
orang / kelambu ).
3. Waktu
Pendistribusian masal
kelambu anti nyamuk (dari titik distribusi ke masyarakat )
dilaksanakan secara serentak pada tanggal 14 20 Agustus 2014 (Pekan kelambu KTI).
Langkah-langkah persiapan menuju Pekan kelambu KTI mulai dilaksanakan sejak tanggal 9
Desember 2013. Rencana jadual kegiatan terlampir.

V. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
A. TINGKAT PUSAT
.
TAHAP PERSIAPAN
1. Penyusunan Panduan Pelaksanaan Kampanye Pendistribusian masal kelambu
anti nyamuk (2X pertemuan)
a) Tujuan
b)
c)

d)
e)

Tersedianya panduan pelaksanaan kampanye pendistribusian masal


kelambu anti nyamuk mulai dari tingkat pusat hingga masyarakat.
Waktu
: Tanggal 10 dan 15 Januari 2014
Peserta : Subdit Malaria, Lintas Program terkait (Filaria & Kecacingan,
Imunisasi, Gizi Mikro, DTPK, Puskomlik, Promkes), Ahli (Expert), Perwakilan WHO
dan Unicef, dan 5 prov. Timur.
Metode
: Diskusi dan Tanya Jawab.
Biaya
: Ref.8A Interim
5

2. Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kampanye pendistribusian masal kelambu anti


nyamuk kepada LP dan LS terkait di tkt pusat.
a) Tujuan
: Difahaminya panduan pelaksanaan kampanye pendistribusian masal
kelambu anti nyamuk dan peran Ls dalam mensukseskan kegiatan ini.
b). Waktu : 18 20 Februari 2014.
c). Peserta : LP/LS (TNI, Polri, Kementerian non kesehatan terkait (Daerah
tertinggal,Transmigrasi),FNGM
(Ketua
dan
Sekretaris
6
Komisi),
swasta
(APINDO,Freeport, ASTRA,Menara), NGO (Yaspem), FBO (Perdhaki, Muhammadiyah,
NU, Aisyiah, Pelkesi), Menko Kesra.
d). Biaya : Ref 8 A interim
3. Pencanangan Kelambu Massal oleh Menkes
a) Tujuan
:
b). Waktu
: 14 Agustus 2014
Pekan Kelambu Massal di KTI : 14 20 Agustus 2013
c). Tempat
: Provinsi NTT / Papua
d). Biaya
: Ref. 8A interim
4. Konfirmasi Kesiapan dan Kapasitas Gudang
a) Tujuan
: Tersedianya gudang penyimpanan kelambu anti nyamuk yang
memenuhi syarat dan ukurannya sesuai dengan jumlah kelambu yang
akan diterima (Standar gudang penyimpanan kelambu terlampir).
b) Waktu
: - Minggu ke 1 4 Mei 2014
c) Petugas : - Tim Surveyor Kesiapan Gudang.
- Petugas Logistik GF ATM Komponen Malaria.
d) Metode
: - Berkunjung ke Kabupaten /Kota di 5 Provinsi kawasan timur Indonesia.
- Mengkonfirmasi ulang ke semua provinsi dan kabupaten tentang
tersedianya gudang penyimpanan kelambu yang memenuhi syarat
dan ukurannya sesuai dengan jumlah kelambu yang diterima
e) Biaya
: Ref.8 B interim
5. Sosialisasi dan advokasi kegiatan Kampanye pendistribusian masal kelambu anti
nyamuk di 5 Provinsi dan 50 Kabupaten/Kota (sample)
a) Tujuan
: - Meningkatnya pemahaman pejabat penentu di provinsi dan
kabupaten /kota tentang pendistribusian masal kelambu anti nyamuk
sebagai upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian
malaria..
- Meningkatnya komitmen Pemda untuk mensukseskan kegiatan ini .
b) Waktu
: Minggu ke 4 Januari (27 30 Januari 2014)
c) Peserta : - Pusat : Subdit Malaria, Lintas Program terkait, Malaria Expert,
Perwakilan WHO dan Unicef,SR Pusat, PR Perdhaki, LSM yang
terlibat.
6

d) Metode
e) Biaya

- Provinsi : Gubernur, DPRD, Bappeda, LS terkait, NGO, FBO, PKK,


Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang P2PL atau Kepala Seksi
yang membidangi Malaria, Pengelola Program Malaria, Project Officer
(PO) GF ATM Komponen Malaria.
- Kabupaten/Kota: Bupati / Walikota, DPRD, Bappeda, LS terkait,
NGO,FBO, PKK,Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang P2PL atau
Kepala Seksi yang membidangi Malaria, Pengelola Program Malaria
dan Pengelola Program Promosi Kesehatan
: Paparan,Diskusi dan Tanya Jawab
: Ref. 8 A interim

6. Pendistribusian Kelambu dari Pusat ke Kabupaten / Kota


a) Tujuan

: - Terlaksananya pemeriksaan secara sampling jumlah kelambu per bal


dan ukuran kelambu di Pusat.
- Terlaksananya konfirmasi kesiapan gudang penerima kelambu di
kabupaten/kota
- Terlaksananya pemantauan pelaksanaan pendistribusian kelambu
dari gudang rekanan di pusat sampai ke kabupaten/kota
b) Waktu
: - Pemeriksaan secara sampling :
- Pemantauan pendistribusian :
c) Pelaksana : - Bagian Penerimaan Barang/Logistik Pusat
- Bagian Logistik GF ATM Pusat
j) Metode
: - Pemeriksaan secara sampling dari kelambu yang akan didistribusikan
- Pemantauan terhadap kesiapan daerah dalam penerimaan kelambu
anti nyamuk (gudang penyimpanan kelambu)
- Pemantauan pendistribusian sampai ke kabupaten/kota melalui
telepon atau kunjungan ke kabupaten/kota
k) Biaya
: Ref 2 Interim
TAHAP PELAKSANAAN
Pencanangan dimulainya kampanye pendistribusian masal kelambu anti nyamuk
oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 15 Agustus 2014 di Provinsi Papua atau
salah satu provinsi dari 5 provinsi dengan pemberian kelambu secara simbolis
kepada Gubernur ( Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara
Timur)

TAHAP MONITORING DAN EVALUASI


1. Monitoring
a) Tujuan : - Memonitor pelaksanaan pendistribusian masal kelambu anti nyamuk
b) Peserta : Subdit Malaria, GF ATM dan program terkait
c) Methoda : Kunjungan lapangan
d) Waktu : Agustus 2014
7

e) Biaya : Ref 9B Interim

2. Evaluasi dan penyusunan laporan akhir kegiatan


a) Tujuan

b)
c)
d)
e)

Peserta
Metode
Waktu
Biaya

: - Untuk menilai tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan


pendistribusian
kelambu secara menyeluruh.
- Tersusunnya laporan kegiatan pendistribusian kelambu dan
pertanggungjawaban keuangan secara menyeluruh
- Sebagai informasi untuk pelaksanaan pendsitribusian kelambu pada
tahap berikutnya
: Subdit Malaria, GF ATM Malaria dan program terkait.
: Analisis data laporan dan Penyusunan laporan akhir
: Nopember 2014.
: SSF Ref. 36

B. TINGKAT PROVINSI
TAHAP PERSIAPAN
1. Advokasi tingkat provinsi (1 hari)
a) Tujuan

b) Waktu
c) Peserta

:
:

d) Metode
e) Biaya
f) unit cost

:
:
:

Dipahaminya rencana kegiatan kampanye pendistribusian kelambu


anti nyamuk secara massal
Juni Juli 2014
Gubernur, Bappeda, lintas program terkait,Dinas Kesehatan
Provinsi(10 org) dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota (3 orang /
kab./kota)
Audiensi
-

2.Rapat teknis pendistribusian kelambu (hanya diikuti oleh peserta Dinas


sehatan Provinsi dan Kabupaten / Kota) : (1 hari)
3.Pencanangan kampanye pendistribusian kelambu anti malaria secara massal di
Provinsi di integrasikan dengan kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI
(Penyerahan secara simbolis kelambu berinsektisida dari Gubernur kepada
Bupati /Walikota )
TAHAP PELAKSANAAN
Bimbingan Teknis ke tingkat Kabupaten/Kota
a) Tujuan

b) Waktu
:
c) Pelaksana :
d) Metode
e) Biaya

:
:

f) Unit cost

Membantu pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, dan pendistribusian


kelambu secara massal.
Agustus 2014
Kabid P2M, Kasie P2B2, Pengelola Program Malaria, Kesga,
Imunisasi dan Promkes serta pengelola proyek GF Malaria
Kunjungan ke lapangan
Ref 9B Interim (bersama dengan Pusat, Provinsi dan Kab/kota) atau
Ref 34 SSF (dana supervisi di Provinsi ke Kab/Kota)

TAHAP EVALUASI
1. Evaluasi dan penyusunan laporan akhir kegiatan
a) Tujuan

: - Untuk menilai
pendistribusian

tingkat keberhasilan pelaksanaan


kelambu secara menyeluruh.

kegiatan

b)
c)
d)
f)
g)

- Tersusunnya laporan kegiatan pendistribusian


pertanggungjawaban keuangan secara menyeluruh
- Adanya dokumentasi kegiatan(foto)
Pelaksana : Dinas Kesehatan Provinsi, GF ATM Malaria
Metode
: Analisis data laporan dan Penyusunan laporan akhir
Waktu
: Nopember 2014
Unit cost :
Biaya
: Ref. 37 SSF

kelambu

dan

C. TINGKAT KABUPATEN
TAHAP PERSIAPAN
1. Penyusunan rencana pelaksanaan (PoA) kampanye pendistribusian massal
kelambu berinsektisida
a) Tujuan

b) Metode
c) Waktu
d) Peserta

e) Biaya

: - Tersusunnya rencana aksi (PoA) kampanye pendistribusian massal


kelambu berinsektisida .
- Adanya koordinasi dengan program terkait (vit A, Imunisasi, obat
cacing, filarial, SSR Perdhaki dan LSM lain yang terkait dalam
pembagian wilayah desa sasaran yang akan mendapat
pendistribusian kelambu
: Rapat Internal dan diskusi
: Februari 2014
: Internal Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (bersama program terkait) ,
SSR Perdhaki dan LSM lain yang akan berpartisipasi dalam
pendistribuasian kelambu berinsektisida ke desa-desa.
: Ref. 9A Interim

2. Pendistribusian Kelambu dari Kabupaten / Kota ke Desa Sasaran


a) Tujuan
:
b) Waktu
:
c) Pelaksana :

Terlaksananya pengiriman kelambu sampai ke desa sasaran


Agustus 2014
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bersama dengan Puskesmas
setempat atau melalui (LSM /FBO)

d) Biaya

Ref. 3 interim (biaya distribusi), Sewa gudang Ref 8 C, perbaikan


gudang Ref. 8 D.

e) Unit cost

10

3. Sosialisasi dan Pencanangan Kampanye Pendistribusian massal Kelambu


berinsektisida oleh Bupati/Walikota
a) Tujuan

b) Waktu
:
c) Pembicara:
d) Peserta

e) Metode
:
f) Biaya
:
g) Unit costs :

Mendapatkan dukungan lintas sector, lintas program dan LSM/FBO


terkait dalam pendistribusian kelambu secara massal.
Juni 2014
Bupati/Walikota,
Kadinkes
kab/kota,
dan
Nara
sumber
provinsi/pusat(bila diperlukan)
Camat dan Sekcam (2 org ),
Kepala
Puskesmas,
Pengelola
program malaria, Bidan Koordinator, Koordinator imunsasi, Vit.A,
Obat Cacing, Filaria, Petugas Promkes(5 org). Petugas puskesmas ini
selanjutnya akan mengikuti pelatihan
Lintas Program terkait di Dinkes Kabupaten/kota (5 org)
Lintas Sector terkait(5 org)
Perdhaki, NU, Muhammadiyah, Aisiyah, PMI, LSM /ORMAS (7 org)
Ref. 9 C Interim

4. Pelatihan Tenaga Puskesmas yang akan melaksanakan


kelambu berinsektisida secara masal

pedistribusian

a) Tujuan

b)
c)

d)
e)
f)
g)

: - Meningkatkan
pemahaman
petugas
puskesmas
dalam
pendistribusian kelambu secara massal
- Meningkatkan kemampuan petugas puskesmas untuk melatih
tenaga / kader pendistribusi kelambu
Waktu
:
Peserta : - Kepala Puskesmas, Pengelola Program Malaria, Bidan Koordinator,
petugas Imunisasi, VIT A, Kecacingan, Filariasis, Promkes (5 org)
- Perdhaki(3 og), NU, Muhamadiah, Aisyiah dan LSM lain yang akan
berpartisipasi.
Fasilitator :
Tenaga yang mengikuti pertemuan sosialisasi dan penyusunan PoA di
tingkat pusat
Metode
: Ceramah, Peragaan, Tanya - Jawab
Biaya
: Ref. 9 C Interim
Unit cost :

TAHAP PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan KIE/Penyuluhan di tingkat kabupaten/kota dan pendistribusian
media.
a) Tujuan

: - Meningkatkan pemahaman, penerimaan dan dukungan


pelaksanaan pendistribusian kelambu secara massal

dalam
11

b) Waktu
:
c) Pelaksana :
d) Metode
:

e) Biaya
f) Unit cost

:
:

- Terdistribusinya media KIE sampai puskesmas


Juli Agustus 2014
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
- Penyuluhan/sosialisasi melalui media (wawancara TV lokal, Leaflet,
Radio, spanduk, poster, pertemuan kelompok)
- Distribusi Media KIE melalui petugas puskesmas yang mengikuti
pelatihan di tingkat kabupaten
Ref. 3 Interim

2. Bimbingan teknis dan monitoring evaluasi ke Puskesmas secara selektif


(40% dari jumlah puskesmas yang mendapat pendistribusian kelambu)
a) Tujuan
b)
c)
d)
e)
f)

Waktu
:
Pelaksana :
Metode
:
Biaya
:
Unit cost :

Membantu dan memantau pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, dan


pendistribusian kelambu secara massal di tingkat puskesmas.
Juli September 2014
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Kunjungan ke lapangan
Ref. 35 SSF

TAHAP EVALUASI
1. Evaluasi dan penyusunan laporan akhir kegiatan
a) Tujuan
: - Untuk menilai tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan
pendistribusian
kelambu secara menyeluruh.
- Tersusunnya laporan kegiatan pendistribusian kelambu dan
pertanggungjawaban keuangan secara menyeluruh
- Adanya dokumentasi kegiatan(foto)
b) Pelaksana : Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, GF ATM Malaria
c) Metode
: Analisis data laporan dan Penyusunan laporan akhir
d) Waktu
: Nopember 2014
e) Biaya
f) Unit cost

:
:

Ref. 3 Interim

D. Tingkat Puskesmas
TAHAP PERSIAPAN
1. Penyusunan rencana pelaksanaan
kelambu berinsektisida.

(PoA) kampanye pendistribusian masal

12

a) Tujuan
b)
c)
d)
e)

Metode
Waktu
Peserta
Biaya

: Tersusunnya rencana aksi


berinsektisida.
: Rapat Internal dan diskusi
:
: Internal Puskesmas
: Ref 9C Interim

(PoA) pendistribusian masal kelambu

2. Sosialisasi Pendistribusian masal kelambu berinsektisida.


a) Tujuan

b) Waktu
:
c) Pembicara :
d) Peserta :

e) Metode
f) Biaya
g) Unit cost

:
:
:

Mendapatkan dukungan lintas sektor dan lintas program terkait dalam


pendistribusian masal kelambu berinsektisida.
Camat, Kepala Puskesmas, dan Narasumber kabupaten/kota(bila
diperlukan)
Kapolsek, Danramil, dan 3 orang Staff Kecamatan
Kepala Desa,Sekdes, Badan Perwakilan Desa (BPD), , Kepala Pos
Kepolisian, Babinsa, PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat(Tokoh
Agama,adat), Organisasi Kemasyarakatan termasuk Perdhaki dan
Organisasi Keagamaan(15 org)
Pengelola program malaria, Bidan Koordinator, Koordinator imunisasi,
Petugas Promkes.
Ceramah, Tanya - Jawab
Ref 9C Interim

3. Pelatihan Tenaga Pembagi kelambu (Kader)


a) Tujuan

b) Waktu
c) Peserta

:
:

d) Fasilitator :
e) Metode
:
f) Biaya
:

Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan tenaga pembagi kelambu


(kader) secara massal kepada masyarakat.
2(dua) hari termasuk mengikuti sosialisasi .
Tenaga pembagi kelambu (kader/ LSM/Organisasi keagamaan)
secara massal dari setiap desa /titik pendistribusian .
Tenaga Puskesmas yang telah dilatih ditingkat kabupaten/kota
Ceramah, Peragaan, Tanya - Jawab
Ref 9C Interim

TAHAP PELAKSANAAN
1. Membantu pelaksanaan pendistribusian kelambu sampai ke desa dan titik
pendistribusian yang di koordinasi oleh DInas Kesehatan kabupaten/kota atau
memantau pendistribusian yang dilaksanakan oleh pihak ke 3
(LSM/FBO/ORMAS)
a) Tujuan

: - Terlaksananya pengiriman kelambu sampai ke desa sasaran


13

- Terpantaunya pengiriman kelambu oleh pihak ke 3 sampai ke desa


sasaran.
b) Waktu
: Agustus Oktober 2014
c) Pelaksana : Kepala Puskesmas , Pengelola Program Malaria, Imunisasi,Filaria,
Vit.A
d) Biaya
: Ref 3 Interim
f) Unit cost :
2. Bimbingan teknis dan Monitoring
a) Tujuan

b)
c)
d)
e)
f)

: - Memantau pelaksanaan pendataan penduduk, penyuluhan/peragaan


dan pendistribusian kelambu kepada masyarakat.
- Verifikasi kelengkapan catatan hasil pembagian kelambu dari kader.
Waktu
: Agustus Oktober 2014
Pelaksana : Tenaga Puskesmas yang sudah mendapat pelatihan di
kabupaten/kota
Metode
: Kunjungan ke lapangan
Biaya
: Ref 3 Interim
Unit cost :

TAHAP EVALUASI
1. Evaluasi dan penyusunan laporan akhir kegiatan
a) Tujuan

b)
c)
d)
e)
f)

: - Untuk menilai tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan


pendistribusian
kelambu secara menyeluruh.
- Tersusunnya laporan kegiatan pendistribusian kelambu dan
pertanggungjawaban keuangan secara menyeluruh
- Adanya dokumentasi kegiatan(foto)
Pelaksana : Petugas Puskesmas yang mendapat pelatihan di kabupaten/kota
Metode
: Analisis data laporan dan Penyusunan laporan akhir
Waktu
: Nopember 2014
Biaya
:
Unit cost :

E. TINGKAT DESA

Mekanisme pendistribusian kelambu : (dilengkapi Pak Ali).


14

Dalam 1 desa bisa terdiri lebih dari 1 titik pendistribusian, dimana tiap titik
pendistribusian minimal terdiri dari 20 KK (50 kelambu/1 bal).
Alur pelayanan pendistribusian kelambu massal Integrasi dengan imunisasi, Vitamin A,
:

Biaya : Kelambu dari program malaria, untuk kegiatan intergrasi bersumber dari dana
masing-masing program terkait.
Melalui posyandu, BIAS,
Filariasis : saat pemberian MDA tahun 2014.
Vitamin A :Saat bulan vitamin A
Kepala Desa
1. Tugas Kepala Desa sebagai berikut :
Mengirim ke Puskesmas Daftar Nama Tenaga Pembagi Kelambu (kader) sesuai
jumlah yang ditetapkan puskesmas .
Kepala desa membagi wilayah kerja setiap Kader berdasarkan titik
pendistribusian, (sekitar 100 KK per Kader )
Memantau pelaksanaan pendistribusian kelambu yang dilakukan oleh kader
Membagikan sisa kelambu pembagian dari kader kepada Kepala Keluarga yang
belum menerima atau jumlah jiwanya lebih dari 5 (lima) orang. .
Mengembalikan sisa kelambu kepada petugas puskesmas.
Mengetahui dan mencap catatan hasil pembagian kelambu secara massal dari
kader.
2. Uang harian/honor untuk Kepala Desa : .......................... ??(4 hr X Rp.50.000)
Biaya Kader/Kepala Desa Sensus : Ref. 9C Interim
Tenaga Pembagi Kelambu (kader)
1. Tugas Kader sebagai berikut :

Menyusun jadwal kerja pendistribusian kelambu di wilayah kerjanya


15

Pembagian kelambu oleh kader dilaksanakan di satu tempat yang disepakati


(point distribusi) misalnya di rumah RT, Posyandu, Pos Ronda, di halaman
tempat ibadah, dll.

Sebelum pembagian kelambu, kader mencatat nama KK, Alamat, Jumlah Jiwa,
Jumlah Bumil dan Bayi pada formulir Catatan Hasil Pembagian Kelambu Secara
Massal (terlampir), serta memberitahukan tempat dan waktu pembagian
kelambu.

Sebelum membagikan kelambu, Kader memberikan penyuluhan tentang tujuan


pemakaian kelambu, cara memasang, cara menggunakan dan cara merawat
(menjahit bila berlubang, mencuci bila kotor dan mengeringkan).

Ditempat pembagian kelambu sebaiknya diperagakan cara memasang dan


menggunakan kelambu yang benar.

Setiap KK menerima 2 -3 buah kelambu, dengan catatan :


- Jika jumlah anggota keluarga dalam 1(satu) KK hanya 2 jiwa, atau 2 jiwa
tambah 1 balita hanya mendapat 1 buah kelambu
- Kelebihan kelambu yang ada diberikan kepada KK yang jumlah jiwanya lebih
dari 5 jiwa atas persetujuan Kepala Desa.

Kepala Keluarga atau penerima kelambu diminta tanda tangan pada formulir
Catatan Hasil Pembagian Kelambu berinsektisida secara masal.

Bila ada KK yang tidak datang waktu pembagian kelambu, maka Kader harus
mendatangi KK tersebut ke rumahnya.

Formulir Catatan Hasil Pembagian Kelambu Secara Masal yang sudah ditanda
tangani lengkap oleh semua KK atau penerima kelambu diserahkan kepada
Kepala Desa untuk ditanda tangani dan dicap dengan stempel desa.

3. Honor untuk kader :


Biaya Kader Sosialisasi : Ref 9C Interim

I. PENCATATAN PELAPORAN

16

1. Hasil pembagian kelambu berinsektisida secara massal oleh Tenaga Pembagi


Kelambu (Kader) kepada setiap Kepala Keluarga dicatat dalam Formulir 1
(rangkap 2) sebagai berikut :

Formulir 1
CATATAN HASIL PEMBAGIAN KELAMBU BERINSEKTISIDA SECARA MASSAL
DI RT......, KAMPUNG/DUSUN ....................., DESA ........................
PUSKESMAS : .........................
KECAMATAN : .........................
KAB/KOTA : .........................

TANGGAL/BULAN/TAHUN : ..................
NAMA KADER
: ...................

No

Nama KK

Alamat

JML
Jiwa

JML
Bumil

JML
Bayi

JML
Kelambu
Diterima
(Buah)

Nama
Penerima
kelambu
8

Tanda
Tangan
/ Cap
Jempol
penerima
9

JUMLAH

Mengetahui,
*)Kepala Desa ..................

.........................., tgl .........................

........................................
*) (Cap dan Tanda Tangan Kades)

..........................................................
(Kader/Petugas Pembagi Kelambu)

Dibuat 2 rangkap (1 untuk desa dan 1 untuk puskesmas).


Catatan:

*) Mengetahui Kepala Desa atau yang mewakili

2.Catatan Hasil Pembagian Kelambu berinsektisida secara massal dari Kader


(formulir 1) yang dikirim oleh Kepala Desa atau diambil dari Kepala Desa, di rekap
oleh Petugas Puskesmas dalam Formulir 2, sebagai berikut :
17

Formulir 2
LAPORAN HASIL PEMBAGIAN KELAMBU BERINSEKTISIDA SECARA MASSAL
DI PUSKESMAS .................................................
KABUPATEN/KOTA
PROVINSI

: ...............................
: ...............................

TANGGAL/BULAN/TAHUN : ......................

No

Nama Desa

Jumlah KK

JML
Jiwa

JML
Bumil

JML
Bayi

JML
Kelambu
Dibagikan
(Buah)
7

JUMLAH

Mengetahui,
Kepala Puskesmas ..................

........................................

................., tgl ................


Pengelola Malaria Pukesmas

.........................................

Laporan ini dikirim ke Dinkes Kab/Kota

3.Laporan Hasil Pembagian Kelambu Berinsektisida


Secara Massal dari
Puskesmas (formulir 2) di rekap oleh Petugas Dinkes Kabupaten/Kota kedalam
Formulir 3, sebagai berikut :
18

Formulir 3
LAPORAN HASIL PEMBAGIAN KELAMBU BERINSEKTISIDA SECARA MASSAL
DI KABUPATEN/KOTA .................................................
PROVINSI : ...............................

TANGGAL/BULAN/TAHUN : ......................

No

Nama
Puskesmas

Jumlah Desa

Jumlah
KK

JML
Jiwa

JML
Bumil

JML
Bayi

JML
Kelambu
Dibagikan
(Buah)
8

JUMLAH

Mengetahui,
Kepala Dinkes Kab/Kota............

........................................

................., tgl ................


Pengelola Malaria Kab/Kota ...........

.........................................

Laporan ini dikirim ke Dinkes Provinsi, dengan tembusan Pusat ( Subdit Malaria )
4. Laporan Hasil Pembagian Kelambu anti nyamuk Secara Massal dari Dinkes
Kab/kota (formulir 3) di rekap oleh Petugas Dinkes Provinsi kedalam Formulir
4, sebagai berikut :
Fomulir 4
LAPORAN HASIL PEMBAGIAN KELAMBU BERINSEKTISIDA SECARA MASSAL
DI PROVINSI .................................................
19

TANGGAL/BULAN/TAHUN : ......................

No

Nama Kabupaten

Jumlah
Puskesmas

JML
Desa
4

JML KK

JML
Jiwa

JML
Bu
mil

JML
Bayi

JML
Kelambu
Dibagikan
(Buah)
9

JUMLAH

Mengetahui,
Kepala Bid.P2 Dinkes Provinsi............

........................................

................., tgl ................


Pengelola Malaria Provinsi ...........

.........................................

Laporan ini dikirimkan ke Pusat (Subdit Malaria)

20

21