Anda di halaman 1dari 29

Journal Reading :

Effect of partial tonsillectomy on the immune function of


children with osbtructive sleep apnea-hypopnea
syndrome at early

Imania Lidya Pratiwi


11.2014.100
Koas THT RSUD Koja periode 21
September 2015 24 Oktober2015

Background

Fungsi tonsil
Tonsil

adalah
bagian yang cukup
penting dalam
sistem saluran
pernafasan atas.
Hal ini dikarenakan
tonsil adalah organ
imun yang aktif,
yang berperan
memunculkan
sistem imunitas
humoral dan selular

sistem imunitas tubuh

www.highlands.edu

Cara kerja imunitas


Cara

kerja imunitas
humoral :

Apabila

distimulasi
antigen, limfosit B
proliferasi dan
berubah menjadi sel
plasma dengan
bantuan sel T helper.

Sel

yang dihasilkan
IgA, IgG, IgM

Cara

kerja
imunitas selular :

Apabila

distimulasi
antigen, limfosit
T berubah
menjadi CD4,
CD8.

Sistem kripta
Berfungsi

untuk menahan
antigen dari ingesti / inhalasi
sampai diatasi oleh sistem imun.

Ukuran tonsil

TONSILEKTOMI

TONSILEKTOM
I
pengangkatan
tonsil palatina
uni-bilateral

http://image.slidesharecdn.com/tonsillectomy120108080530-phpapp02/95/tonsillectomy-9-728.jpg?
cb=1326031710

Semua pasien menerima anestesi umum


Untuk
kelompok
reseksi
parsial,
menghilangkan
sepertiga
sampai
setengah porsi tonsil bilateral dan
sisanya ditangani oleh ablasi pada
bagian atas, tengah, dan bawah kutub.
Untuk
kelompok
reseksi
lengkap,
menghilangkan tonsil bilateral sepanjang
kapsul tonsil.

Kriteria Inklusi
Keadaan apnea (henti aliran udara)
dan hipopnea (pengurangan aliran
udara) selama 10 detik akibat
hambatan repetitif dari jalan napas
atas

Akibatnya:

hipoksia
berkepanjangan
waktu tidur
terpotong
keletihan siang hari

Dikatakan

sebagai suatu Obstructive Sleep


Apnea apabila:
Respiratory Disturbance Index (RDI) 5
kejadian/jam
Ringan (5-15 kejadian/jam), Sedang (15-30
kejadian/jam, Berat ( >30 kejadian/jam)

ETIOLOGI

Subjek dan metode


Subjek

adalah 57 anak yang menderita


OSAS yang dipilih melalui kriteria inklusi.

Kriteria inklusi :
AHI > 5x/jam dan/atau apnea index
>1x/jam, dengan saturasi O2 terendah
92%.
PF tonsil grade III
Nasopharyngeal lateral radiograph yang
memberikan adenoid hypertrophy

Kriteria eksklusi :
Tidak ada rhinitis allergic, tidak
ada tonsilitis akut rekuren, tidak
ada ISPA.

Subjek
37

subjek dimasukkan ke operasi


partial tonsilektomi.

20

subjek dimasukkan ke operasi


total tonsilektomi.

Pemeriksaan Darah
Metode

penelitian diukur kadar


IgM, IgA, IgG, CD 3, CD 4, CD 8,
CD 4/ CD 8.
Diambil dari darah vena pasien
yang telah dipuasakan sebanyak
4ml, 2 hari sebelum operasi, 1
bulan setelah operasi, 3 bulan
setelah operasi

Hasil penelitian

Diskusi

KOMPLIKASI

Dari

hasil penelitian Arens et al


(2001), Fregosi et al (2003),
Arens et al (2005). Dengan
ukuran tonsil yang semakin besar
maka ada penyempitan jalan
nafas, yang bisa menimbulkan
apnea/hipopnea.

Pada

bagian mukosa tonsil sel limfosit B


memiliki jumlah lebih banyak dibanding sel
limfosit T.
Sel limfosit B yang berperan dalam sistem
imunologi
humoral
banyak
mensekresi
imunoglobulin A sebagai faktor pertahanan
terpenting kekebalan mukosa lokal terhadap
infeksi.
Terjadinya penurunan level serum IgA yang
dikenal dengan istilah defisiensi serum IgA akan
menyebabkan berkurangnya pertahanan pada
mukosa.

Kami

menemukan bahwa pasca-operasi


tingkat IgA, IgM, IgG pada kelompok
tonsilektomi menurun secara signifikan dari
yang
sebelum
operasi,
dan
dapat
dikembalikan ke tingkat awal 3 bulan setelah
operasi.
Untuk kelompok reseksi parsial tingkat IgA,
IgM, IgG dalam 1 bulan setelah operasi tidak
berubah
secara
signifikan.
Hal
ini
menunjukkan bahwa tonsil sisa memiliki
beberapa
kekebalan
fungsi yang bisa
menghindari defisiensi imun setelah operasi.

Teknik

radiofrekuensi
plasma
yang
digunakan
memiliki
keuntungan
pendarahan yang sedikit, kerusakan
jaringan yang lebih sedikit, waktu operasi
singkat, dan penyembuhan lebih cepat..

Dari

hasil penelitian, dengan teknik


reseksi parsial dengan radiofrekuensi
tidak didapatkan perubahan bermakna
dari fungsi imunitas tonsil anak.

Kesimpulan
Tonsilektomi

merupakan terapi
operasi untuk mengatasi OSAS
pada anak, pada penelitian
didapatkan bahwa setelah
operasi imunitas humoral anak
akan berkurang, namun akan
kembali normal setelah 3 bulan
setelah operasi. Teknik
radiofrekuensi memberikan efek
preservasi fungsi tonsil yang
lebih baik.