Anda di halaman 1dari 6

Mineral lempung merupakan silikat yang berlapis; struktur kristal

mineral-mineral tersebut tersusun dari lapisan tetrahedron SiO4. Di


tengah tetrahedron SiO4 yang bergelang-6 biasanya terdapat ion hidroksil
(OH).
Mineral-mineral lempung, terutama terdiri dari silikat aluminium
dan/atau besi dan magnesium. Beberapa diantaranya juga mengandung
alkali atau tanah alkalin sebagai komponen dasarnya. Mineral-mineral ini
terutama terdiri dari kristalin di mana atom-atom yang membentuknya
tersusun dalam suatu pola geometrik tertentu (Gambar 1.). Sebagian
besar

mineral

lempung

mempunyai

struktur

berlapis.

Beberapa

diantaranya mempunyai bentuk silinder memanjang atau struktur yang


berserat. Cluster adalah tumpukan satuan yang berlapis tipis atau
kumpulan satuan silinder atau serat. Massa tanah biasanya mengandung
campuran beberapa mineral, lempung yang diberi nama sesuai dengan
mineral lempung yang Iterbanyak dengan berbagai jumlah mineral bukan
lempung lainnya.

Gambar 1. Unit dasar mineral lempung

a.

Sebuah unit oktahedron tunggal, dalam gibsit Al dikelilingi oleh 6


oksigen

b.

Struktur unit-unit oktahedron

c.

Struktur tetrahedron silika

d.

Struktur tetrahedron silika tersusun dalam sebuah jaringan heksagonal

Kaolin adalah mineral lempung paling tidak aktif yang pernah


diamati. Kaolin dapat dihasilkan oleh pelapukan beberapa mineral
lempung yang lebih aktif atau dapat juga terbentuk langsung dari produk
sampingan pelapukan batuan.
Keluarga kaolin adalah haloisit (hauoysite). Mineral ini berbeda
dari kaolin, karena tertumpuk secara lebih acak sehingga satu molekul air
dapat masuk diantara satuan-satuan. Mineral ini juga berbeda dari kaolin
disebabkan lembaran-lembaran elemennya tergulung menjadi suatu
silinder. Dehidrasi akibat panas sebesar 60 sampai 70 C, dan bahkan
pengeringan udara, sering dapat mengubah haloisit ini secara permanen,
sehingga menjadi 2H20 atau sama sekali meniadakan molekul air dan
berubah menjadi kaolin. Sifat-sifat teknis dari haloisit sangat berbeda
dengan kaolin, karena pengeringan udara dapat mempengaruhi reaksireaksi kimia yang secara tidak langsung dapat di ukur dengan batas
Atterberg. Dalam analisis diperlukan ketelitian untuk mendapatkan contoh
yang realitis antara batas Atterberg dan analisis hidrometer.
Mineral lempung illit diturunkan dari muskovit (mika) dan biotit dan
kadang-kadang disebut lempung mika. Mineral lempung illit, terdiri atas
lapisan gibsit oktahedral yang terletak diantara dua lapisan silika
tetrahedra. Hal ini menghasilkan mineral 1 : 2, dengan tambahan
perbedaan dimana beberapa posisi silika akan terisi oleh atom-atom
aluminium dan ion-ion potasium ikut berada di antara lapisan-lapisan
untuk mengatasi kekurangan muatan. Rekatan seperti ini mengakibatkan

kondisi yang kurang stabil jika dibandingkan dengan kaolin, karena itu
aktivitas illit adalah lebih besar.
Vermikulit merupakan mineral lempung dalam keluarga illit yang
bersifat sama, kecuali molekul air lapisan-ganda di antara lapisanlapisannya diselangi dengan ion-ion kalsium atau magnesium, dengan
substitusi

oleh

brusit

sebagai

pengganti

gibsit

di

dalam

lapisan

oktahedralnya.
Lempung illit dan vermikulit serta serpih lempung banyak dipakai
untuk membuat agregat berbobot ringan (kadang-kadang disebut serpih
mengembang).

Vermikulit

terutama

sangat

mengembang

apabila

mengalami pemanasan yang tinggi, karena lapisan-lapisan airnya dengan


cepat

berubah

menjadi

uap

sehingga

mengakibatkan

terjadinya

pengembangan yang besar.


Sifatnya liat dan sering kali agak gembur. Disusun terutama dari
mineral kaolinit (Al2O3, 2SO3, 2H2O). Kaolin berasal dari felspar dan terjadi
dari proses

perapukan pada permukaan bumi atau hasil larutan

hidrotermal. Proses ini disebut dengan kaolinisasi, reaksi kimianya


sebagai berikut :
2KAlSi3 O8 + 2H2O + CO2

A12O3.2SiO2 + 4SiO2 +

K2CO3
(Felspar)

(Kaolin)

Di dunia ini banyak terdapat bentuk mineral lempung yang masingmasing berbeda dalam susunan, struktur dan perilakunya. Semua mineral
lempung tersebut memiliki butiran yang sangat halus (biasanya lebih kecil
dari 2u m), itulah sebabnya mengapa tanah dengan butiran yang sangat
halus < 2u dinamakan lempung. Pada umumnya lempung terdiri dari
sebagian besar dari mineral lempung, akan tetapi mineral lain, misalnya
kuarsa juga terdapat dengan butiran yang sangat halus. Karena mineral

lempung

memiliki

butiran

yang

sangat

halus,

maka

mineral

ini

mempunyai permukaan yang cukup besar per satuan massa.


Mineral lempung berukuran sangat kecil (kurang dari 2 m m) dan
merupakan partikel yang aktif asecara elektrokimiawi dan hanya dapat
dilihat secara mikroskop elektron. Walaupun berukuran kecil, mineral
lempung telah dipelajari dengan cukup mendalam karena kepentingan
ekonomisnya terutama dalam keramik, pengecoran logam, pemakaiannya
dilapangan

minyak

dan

dalam

mekanika

tanah.

Mineral

lempung

menunjukkan karakteristik daya tarik-menarik dengan air menghasilkan


plastisitas yang tidak ditunjukkan oleh material lain walaupun mungkin
material itu berukuran lempung. atau lebih kecil. Sebagai contoh, kuarsa
tanah yang halus tidak menunjukkan plastisitas apabila dibasahi. Perlu
dicatat bahwa setiap deposit lempung berbutir-halus mengandung
sekaligus mineral lempung dan berbagai ukuran partikel dari materialmaterial lainya yang dianggap sebagai pengisi (filler).
Pertukaran ion merupakan hal yang relatif sederhana dalam
struktur lempung. Dengan demikian pertukaran ion tersebut adalah aktifkimiawi. Ini misalnya akan merupakan sebuah persoalan dalam air yang
terkena pencemaran (banyak sekali ion di dalam larutan). Dalam keadaan
tertentu, dapat terjadi pertumbuhan mineral lempung yang berlangsung
dengan cepat (pembentukan lumpur dalam reservoar penjernih air,
penyumbatan pipa-pipa drainase).

3. Sumber
Sumber utama dari mineral lempung adalah pelapukan kimiawi dari
batuan yang mengandung : felspar ortoklas, felspar plagioklas dan mika
(muskovit), dapat disebut sebagai silikat aluminium komples. Mineral
lempung dapat terbentuk dari hampir setiap jenis batuan selama terdapat
cukup banyak alkali dan tanah alkali untuk dapat membuat terjadinya

reaksi kimia (dekomposisi). Pelapukan batuan menghasilkan sejumlah


besar mineral lempung dengan sifat-daya gabung (affinity) yang sama
terhadap air, tetapi dalam jumlah sangat berbeda.

4. Kegunaan
Lempung kualitas yang baik digunakan terutama di tembikar, tetapi
juga ditambahkan ke lempung lain untuk meningkatkan plastisitas
mereka. Lempung bola tidak biasa seperti varietas lempung lainnya.
Sepertiga dari lempung bola digunakan setiap tahun digunakan untuk
membuat ubin lantai dan dinding. Hal ini juga digunakan untuk membuat
sanitary ware, keramik dan penggunaan lainnya.
Bentonit

terbentuk

dari

abu

vulkanik

perubahan.

Bentonite

digunakan dalam kandang hewan peliharaan untuk menyerap cairan. Hal


ini digunakan sebagai lumpur di dalam pengeboran juga digunakan dalam
industri lainnya seperti "pelletizing" bijih besi.
Lempung yang umum digunakan untuk membuat bahan bangunan
seperti batu bata, semen, dan agregat ringan.
Lempung api semua lempung (tidak termasuk lempung bentonit
dan bola) yang digunakan untuk membuat berbagai jenis barang tahan
terhadap panas ekstrim. Produk-produk ini disebut produk refraktori.
Hampir semua (81%) dari lempung api yang digunakan untuk membuat
produk tahan api.
Fuller bumi terdiri dari mineral palygorskite (pada satu waktu
mineral ini disebut "atapulgit"). Bumi Fuller digunakan terutama sebagai
bahan penyerap (74%), tetapi juga untuk pestisida dan produk pestisida
yang terkait (6%).
Kaolinit

merupakan

lempung

kaolin

terdiri

dari

mineral.

Ini

merupakan unsur penting dalam produksi kertas berkualitas tinggi dan


beberapa porselen tahan api.

5. Penyebaran
Lempung yang umum di seluruh dunia. Beberapa daerah, seperti
yang diharapkan, menghasilkan jumlah besar jenis tertentu dari lempung.
Produsen lempung dunia adalah Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, Inggris,
Kanada, dan negara-negara lain macam. Amerika Serikat ekspor hampir
setengah dari seluruh dunia produksi.
Penyebaran lokasi lempung di Indonesia meliputi daerah yang
sangat luas seperti di Provinsi Bangka Belitung, Riau dan masih banyak
lagi (Tabel 1.). Berbagai jenis lempung dihasilkan dari beberapa daerah
tersebut.