Anda di halaman 1dari 3

ALERGI MAKANAN

SPO

NO Dokumen
NO. Revisi
TanggalTerbit
Halaman

:
:
:
:

KABUPATEN
BANYUMAS

PUSKESMAS
PEKUNCEN

Dr. Teguh Ariyanto. MPH


NIP.197502212008011004

1. Pengertian
Makanan dapat menimbulkan beraneka ragam gejala yang ditimbulkan reaksi imun
terhadap alergen asal makanan. Reaksi tersebut dapat disebabkan oleh reaksi alergi
atau non alergi. Reaksi alergi makanan terjadi bila alergen makanan menembus sawar
gastro intestinal yang memacu reaksi IgE. Gejala dapat timbul dalam beberapa menit
sampai beberapa jam, dapat terbatas pada satu atau beberapa organ, kulit, saluran
napas dan cerna, lokal dan sistemik.
2. Tujuan
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah agar.........
3. Kebijakan
SK Kepala Puskesmas 2 Wangon nomer.............
4. Referensi
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015
5. Prosedur
Anamnesis (Subjective)
Keluhan
1. Pada kulit: eksim dan urtikaria.
2. Pada saluran pernapasan: rinitis dan asma.
3. Keluhan pada saluran pencernaan: gejala gastrointestinal non spesifik dan berkisar
dari edema, pruritus bibir, mukosa pipi, mukosa faring, muntah, kram, distensi,dan
diare.
4. Diare kronis dan malabsorbsi terjadi akibat reaksi hipersensitivitas lambat non Ig-Emediated seperti pada enteropati protein makanan dan penyakit seliak
5. Hipersensitivitas susu sapi pada bayi menyebabkan occult bleeding atau frank colitis.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

PUSKESMAS
PEKUNCEN

ALERGI

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

MAKANAN

NIP.197502212008011004

SPO

NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada kulit dan mukosa serta paru.
Pemeriksaan Penunjang: Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis dan pemeriksaan fisik
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Medika mentosa
Riwayat reaksi alergi berat atau anafilaksis:
1. Hindari makanan penyebab
2. Jangan lakukan uji kulit atau uji provokasi makanan
Rencana Tindak Lanjut
1. Edukasi pasien untuk kepatuhan diet pasien
2. Menghindari makanan yang bersifat alergen secara sengaja mapun tidak sengaja
(perlu konsultasi dengan ahli gizi)
3. Perhatikan label makanan
4. Menyusui bayi sampai usia 6 bulan menimbulkan efek protektif terhadap alergi
makanan
Kriteria Rujukan
Pasien dirujuk apabila pemeriksaan uji kulit, uji provokasi dan eliminasi makanan terjadi
reaksi anafilaksis.
Prognosis
Umumnya prognosis adalah dubia ad bonam bila medikamentosa disertai dengan
perubahan gaya hidup.
6. Diagram Alur

No

Yang diubah

Isi Perubahan Tanggal mulai


diberlakukan

ALERGI
PUSKESMAS
PEKUNCEN

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

MAKANAN
SPO

7. Unit Terkait
Semua Ruangan
8. Rekaman Historis Perubahan

NIP.197502212008011004
NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman