Anda di halaman 1dari 5

STATISTIK

INFERENSIL
PARAMETRIK
(TEKNIK KORELASI)
PENGERTIAN KORELASI
a. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui (1) hubungan antara dua atau lebih
variabel
untuk mencari (2) besarnya hubungan dan (3) arah hubungan
b. Besarnya hubungan dinyatakan dengan koefisien/index korelasi (0 sampai +1
atau 0 sampai 1)
c. Tanda positif atau negatif menunjukkan arah hubungan
Koefisien korelasi antara 0 sampai + 1 disebut korelasi positif, yang berarti
kenaikan value pada variabel pertama akan diikuti kenaikan value pada variabel
kedua atau sebaliknya
Koefisien korelasi antara 0 sampai - 1 disebut korelasi negatif, yang berarti
kenaikan value pada variabel pertama akan diikuti menurunnya value pada
variabel kedua atau sebaliknya
d. Analisis korelasi terdiri dari Korelasi Parametrik dan Korelasi Non Prametrik
Analisis korelasi parametric data bersifat kontinum, yaitu data Rasio dan
Interval
Analisis korelasi non parametrik data bersifat katagori, yaitu data Ordinal dan
Nominal
e. Persyaratan analisis korelasi parametrik antara lain adalah: 1) data kontinum,
2)varian homogen, 3)distribusi data normal dan 4) regresinya linier

A. KORELASI BI VARIATE (DUA VARIABEL)


Korelasi antara masa kerja dan gaji
Res
p

1
2
3

Mas
a
kerj
a
2
3
5

Gaji

300
400
550

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

8
9
10
12
10
15
15
17
18
19
20
21

750
825
875
950
850
1000
950
1100
1050
1200
1300
1300

1. RUMUSAN HIPOTESIS
H1 : 0
(Ada korelasi antara masa kerja dan gaji)
H0 : = 0
(Tidak ada korelasi antara masa kerja dan gaji)
2. KRITERIA PENERIMAAN HIPOTESIS
H0 ditolak jika p < ( = 0.05) (dua ekor)
3. UJI STATISTIK
Uji Hipotesis
Dari tabel korelasi didapat r = 0.974; db = 15; p = 0.000 ( = 0.05)
Kesimpulan: H0 ditolak
4. INTERPRETASI
Dengan derajat kepercayaan 95 % terbukti bahwa hasil pengujian
mendukung hipotesis (H1) yang menyatakan ada korelasi antara masa kerja
dan gaji
Dengan kata lain terbukti bahwa masa kerja berkorelasi positif dengan gaji

B. KORELASI MULTI VARIATE (BANYAK VARIABEL)


Res
p

Mat

1
2
3
4
5
6

70
65
75
85
60
65

Nilai
Statisti Metpe
k
n
80
60
70
55
70
60
80
80
65
65
60
55

Skripsi
75
75
70
80
75
70

7
8
9
10
11
12
13
14
15

60
75
70
55
80
50
65
85
60

60
70
70
55
85
55
70
80
65

65
70
75
65
80
55
70
85
65

85
75
70
75
85
85
80
80
75

1. RUMUSAN HIPOTESIS
H1 : 0
(Ada korelasi antar variabel)
H0 : = 0
(Tidak ada korelasi antar variabel)
2. KRITERIA PENERIMAAN HIPOTESIS
H0 ditolak jika p < = 0.05 (dua ekor)
3. UJI STATISTIK
Uji Hipotesis
Dari tabel korelasi antara Mat dgn Stat didapat r =0.875 ; p = 0.000 ( =
0.05)
Kesimpulan: H0 ditolak
Dari tabel korelasi antara Mat dgn Metpen didapat r =0.717 ; p = 0.003 (
= 0.05)
Kesimpulan: H0 ditolak
Dari tabel korelasi antara Mat dgn Skrip didapat r = - 0.019 ; p = 0.945 >
( = 0.05)
Kesimpulan: H0 gagal ditolak
Dari tabel korelasi antara Stat dgn Metpen didapat r = 0.644; p = 0.010 (
= 0.05)
Kesimpulan: H0 ditolak
dst
4. INTERPRETASI
Dengan derajat kepercayaan 95 % terbukti bahwa hasil pengujian mendukung
hipotesis (H1) yang menyatakan
Dengan kata lain terbukti bahwa

C. KORELASI PARTIAL
Uji Partial digunakan untuk menguji hubungan dua variabel dengan mengeluarkan
variabel lain/pengganggu (variabel control) yang berpengaruh terhadap korelasi.
Contoh
Re
sp
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Masa
kerja
2
3
5
8
9
10
12
10
15
15
17
18
19
20
21

Presta
si
65
70
80
56
90
80
65
75
60
80
85
70
60
50
75

Gaji
300
400
550
750
825
875
950
850
1000
950
1100
1050
1200
1300
1300

1. RUMUSAN HIPOTESIS
H1 : 0
(Ada korelasi antara prestasi kerja dan gaji dengan mengkontrol masa kerja)
H0 : = 0
(Tidak ada korelasi antara prestasi kerja dan gaji dengan mengkontrol masa
kerja)
2. KRITERIA PENERIMAAN HIPOTESIS
H0 ditolak jika p < ( = 0.05) (dua ekor)
3. UJI STATISTIK
Uji Hipotesis
Dari tabel korelasi didapat r = 0.075; db = 12; p =0.800 > ( = 0.05)
Kesimpulan: H0 gagal ditolak
4. INTERPRETASI
Dengan derajat kepercayaan 95 % terbukti bahwa hasil pengujian tidak
mendukung hipotesis (H1) yang menyatakan ada korelasi antara prestasi
kerja dengan gaji dengan mengontrol masa kerja

Dengan kata lain terbukti bahwa prestasi kerja tidak berkorelasi dengan gaji