Anda di halaman 1dari 25

Sarah Inderayanti, MD

Pengertian
ElektroAkupunktur
ELEKTROAKUPUNKTUR ( EAP ) atau
akupunktur listrik adalah penggunaan arus
listrik berdenyut untuk merangsang jarum
akupunktur
EAP adalah pemberian rangsang listrik pada
titik akupunktur melalui jarum atau elektroda
rangsang lain untuk mendiagnosa, dan
meningkatkan derajat kesehatan, mencegah
dan menyembuhkan penyakit, serta
memulihkan penyakit atau kondisi tubuh

Dasar-dasar EAP
Tubuh manusia merupakan generator, resistor,

kapasitor, konduktor listrik ELECTRICAL VOLUME


CONDUCTOR
Peristiwa biolistrik ion2 ekstrasel & intrasel
Kepekaan tubuh terhadap listrik ambang
rangsang
EAP memberikan rangsang listrik pada tubuh
manusia
Memberikan stimulasi dgn gelombang listrik sbg
pengganti stimuli mekanis yg dilakukan secara
manual

Anatomi Titik
Akupunktur
Terletak di subkutan , otot, fascia
1-2 mm
Memiliki ujung saraf lebih banyak
Memiliki vaskularisasi, mioglobin, mitokondria,

limfe superficial >>


Mast cell >>

Fisiologi Titik Akupunktur


Suhu lbh >>
Cutaneus visceral reflex
Daya hantar kelistrikan & gelombang >>
Tahanan listriknya <<
Ambang rangsang lbh <<
Cutaneus respiration >>

Sumber tenaga listrik ac, dc


Satuan2 dlm kelistrikan
Intensitas : kuatnya rangsangan amplitudo
Frequensi : jumlah putaran tiap detik Hertz

< 10 : rendah tonif


10 50 : N
> 50 : tinggi sedasi

Durasi / lama rangsangan


Jenis2 gelombang listrik sudut 30-60 ( tonif ), 90

( sedasi )
Irama rangsang : cont., discont., dense disperse
Elektrode

Elektroda
Elektrode dapat bersifat negatif ( katoda )

atau positif ( anoda )


Anoda adalah kutub listrik positif yang
didatangi oleh ion yang bermuatan negatif
Katoda adalah kutub listrik negatif yang
didatangi oleh ion yang bermuatan positif
KNAP

Efek rangsangan pada titik


akupunktur
Perbaikan vaskularisasi, limfe, qi
Memperbaiki proses metabolisme & sekresi
Peningkatan daya tahan tubuh
Memperbaiki fungsi organ
Perbaikan kondisi lokal
Mengkontrol tingkat kecemasan

Aliran arus listrik arah aliran Qi meridian /

organ
Arus listrik mengalir dari (+) anode (-) katode
Elektron dlm tbh mengalir dari katode anode
Aliran qi di dalam meridian menurut horary

LU LI ST SP HT SI
BL KI PC TE GB LR
cycles :

Katode di LU , Anode di LI tonif ( searah )


Katode di LR , Anode di TE sedasi ( berlawanan

arah )

Penempatan elektrode
menurut Woolerton & Mc

I
Lean
II
III
IV

Woollerton I
Bila titik terpilih

adalah titik pada


anggota tubuh
setiap sisi tubuh
diletakkan elektrode
yg polarisasinya sama

Bila titik terpilih adalah titik pada anggota tubuh


setiap sisi tubuh diletakkan elektrode yg
polarisasinya sama

Woollerton II

Bila titik terpilih pada tubuh di atas GV-4,


Titik di atas GV-4 dihubungkan dgn anode, sedangkan di bwh
GV-4 dihubungkan dgn katode, tetapi setiap sisi tubuh berasal
dari outlet yg sama

Bila titik terpilih pada

tubuh di atas GV-4,

Titik di atas GV-4


dihubungkan dgn
anode, sedangkan di
bwh GV-4
dihubungkan dgn
katode tetapi setiap
sisi tubuh berasal
dari outlet yg sama

Woollerton II
Bila titik terpilih pada

tubuh di bawah GV-4

Setiap sisi tubuh yg


sama dihubungkan
dgn elektrode
polarisasinya sama

Woollerton III
Tidak memberikan rangsang

listrik pada titik-titik


meridian jantung dan
pericardium

Woollerton IV
1 titik telinga dihubungkan dgn anode

sedangkan katode dihubungkan pada titik


tubuh
+

Woollerton IV
Pada 1 telinga tidak boleh ada 2 polaritas

yang berbeda

+
-

Woollerton IV
1 titik telinga dihubungkan dgn anode dan

katode dihubungkan dgn titik telinga sisi lain


+

Pemeliharaan EAA
Tempat khusus, jauhkan dari peralatan

elektronik lain di ruang praktek


Kabel tidak digulung digantung

Sebelum menggunakan
EAA
Perhatikan titik akupunktur yg hendak dirangsang
kering, lembab, keloid, jar. Parut
Bersihkan permukaan kulit dari keringat, lemak,
kosmetika
Kabel elektrode cukup panjang
Sumber tenaga
Kondisi elektrode
Pastikan alat dalam kondisi off
Memasang penjepit elektrode pada jarum
Hidupkan pengatur waktu
Putar tombol intensitas perlahan

Setelah penggunaan EAA


Matikan EAA pda tanda off
Periksa tombol2 intensitas, frequensi, macam

gelombang, irama rangsang kembali pada angka nol


Tombol timer dlm kondisi angka nol
Lepas elektrode satu persatu dimulai dari yg plg dekat
dgn pemeriksa
Cabut jarum
EAA yg menggunakan batere bila diperkirakan tidak
digunakan dalam jangka waktu lama sebaiknya batere
dikeluarkan
Tidak menancapkan kabel elektrode terus menerus pd
outlet EAA
Soket2, outlet & penjepit elektrode sering dibersihkan

Kontra indikasi
Gangguan hantaran listrik pada jantung
Demam tinggi
Wanita hamil
Kelainan saraf pusat yg berhub dgn gangg

kelistrikan
Jaringan tumor
Terlalu lemah, lapar, lelah, kenyang
Emosional

Efek samping
Fibrilasi myocardium
Acushock
Jarum terjepit
Jarum bengkok
Jarum patah
Hematoma & nekrosis jaringan
Polarisasi