Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN PENGELOLAAN HIGIENE DAN SANITASI

LABORATORIUM
Oleh :

Ni Made Inki Arianti

(P07134013004) ;

Ni Wayan Nia Ariska P.

(P07134013010) ;

Made Rina Rastuti

(P07134013016) ;

Ni Putu Yudi Yastrini

(P07134013023)

A. PENDAHULUAN
Higiene berasal dari Bahasa Yunani "hygieine" (artinya healthfull = sehat). Pengertian
higiene menurut Depkes adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi
kebersihan individu subyeknya.

Hygiene adalah ilmu yang berkaitan dengan pencegahan

penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Sanitasi adalah usaha kesehatan preventif yang
menitikberatkan kepada kegiatan usaha kesehatan hidup manusia. Sedangkan Manajemen
berasal dari Kata Perancis menagement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.
Fungsi dari manajemen adalah merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan
mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga[yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang
dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan instansi secara keseluruhan dan cara
terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi
manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan
tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas
tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan
mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola
laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa
faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium yang
canggih, beserta staff profesional yg terampil belum tentu berfungsi dengan baik, jika tidak
didukung oleh adanya manajemen laboratorium yg baik. Oleh karena itu manajemen
laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium. Suatu
manajemen laboratorium yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job

description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efisien, disiplin, dan administrasi lab
yang baik pula.
B. PEMBAHASAN
Manajemen higiene dan sanitasi laboratorium, dapat
(pelaksanaan, pengaturan dan

dikatakan sebagai pengelolaan

pengawasan) terhadap kondisi dan pekerjaan di dalam

laboratorium untuk menjaga kesehatan petugas laboratorium dan pencegahan penyebaran


penyakit pada petugas

laboratorium serta pengamanan fasilitas laboratorium, melalui

penanganan pembuangan limbah laboratorium/limbah medis (feces, darah, urine, jaringan, dll)
secara aman dan memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan dan berlaku. Untuk megelola
laboratorium yang baik harus dipahami perangkat-perangkat manajemen laboratorium, termasuk
juga manajemen higiene dan sanitasi laboratorium, yang meliputi antara lain:
1.

Tata letak/ruang

7. Pengamanan lab

2.

Peralatan

8. Disiplin yang tinggi

3.

Infrastruktur

9. Ketrampilan SDM

4.

Administrasi lab

10. Peraturan dasar

5.

Organisasi lab

11. Penanganan masalah umum

6.

Inventaris dan keamanan

12. Jenis-jenis pekerjaan

13.
1. Tata letak/ruang
14. Tata letak/ruang harus sedemikian rupa sehinngga dapat berfungsi dengan baik. Tata letak
yang sempurna, harus dimulai sejak perencanaan sampai pelaksanaan, misal:
1.

Ukuran bak cuci

4.

Penempatan autoclave

2.

Letak APD (alat pelindung diri)

5.

Penempatan sampah medis

3.

Letak bak cuci

6.

Penempatan ex-haust

7.
2. Peralatan
8. Pengenalan terhadap peralatan laboratorium merupakan kewajiban bagi setiap petugas
laboratorium, terutama mereka yang akan mengoperasikan peralatan tersebut. Setiap alat itu
harus benar-benar dalam kondisi:
1.

Siap digunakan

3.

Berfungsi dengan baik

2.

Bersih

4.

Terkalibrasi

5. Setiap peralatan harus terdapat manual-operation, disusun secara teratur pada tempat
tertentu dan dikelompokan berdasarkan penggunannya, misalnya Alat pelindung diri harus
terletak dengan tersusun rapi dan baik ; Mikroskop selalu tertutup cover jika tidak digunakan.

6.
3. Infrakstruktur
7. Infrakstruktur laboratorium sangat mempengaruhi keamanan daripada laboratorium itu
sendiri dalam melakukan pekerjaan untuk petugas laboratorium:
1.

Design laboratorium

5.

Intalasi lisrik

2.

Bahan laboratorium

6.

Intalasi udara/ventilasi

3. Tata letak di dalam laboratorium

7.

Intalasi pencucian/pembuangan

(meja, kursi, lemari, BSC, Lemari

8.

Instalasi air

asam, dan sebainya)

9.

Dan sebagainya

4.

Intalasi penerangan
10.

4. Administrasi
11. Semua kegiatan dalam laboratorium harus tercatat dan tersimpan dalam file yang akan
berguna untuk pemantauan kegiatan dalam laboratorium, antara lain:
a. Inventaris peralatan laboratorium
b. Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang rusak, alat yang dipinjam, dan sebainya
c. Surat masuk dan surat keluar
d. Daftar pemakai laboratorium
e. Daftar inventaris reagen
f. Daftar inventaris alat2 laboratorium
g. Sistem evaluasi dan pelaporan
12.
5. Organisasi
13. Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, diskripsi pekerjaan serta susunan
personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Kepala laboratorium bertanggung jawab
terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan
yang ada. Para anggota laboratorium yang berada di bawah kepala laboratorium juga harus
sepenuhnya bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya. Untuk
mengantisipasi dan menangani kerusakan peralatan diperlukan teknisi yang memadai
14.
6. Inventaris dan keamanan
15. Kegiatan inventaris dan keamanan laboratorium meliputi:
A. Semua kegiatan inventaris harus membuat semua peralatan yang terdapat di laboratorium
secara jelas, lengkap dan benar)

B. Keamanan perlatan laboratorium ditunjukkan agar peralatan laboratorium tersebut harus


tetap berada di laboratorium, jika hilang atau dicuru harus dilaporkan dan dicatat, tujuan dari
inventaris adalah:
a. Mencegah kehilangan dan penyalagahgunaan
b. Mengurangi biaya-biaya operasional
c. Meningkatkan proses pekerjaan dan hasilnya
d. Meningkatkan kualitas kerja
e. Mengurangi resiko kehilangan
f. Mencegah pemakaian yang berlebihan
g. Meningkatkan kerjasama
h.
7. Pengamanan laboratorium
i.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengamanan laboratorium, agar

setiap petugas laboratorium/pekerja/asisten dapat bekerja secara aman dan lingkungan dapat
terjaga dengan aman, prinsip umum yang harus dijalankan adalah:
1.

Tanggung jawab

6. Pakaian

2.

Kerapian

7. Berlari dilaboratorium

3.

Kebersihan

8. Pintu-pintu

4.

Konsentrasi terhadap pekerjaan

9. Alat-alat laboratorium

5.

Pertolongan pertama (First-Aid)


10.

8. Disiplin yang tinggi


11. Pengelola laboratorium harus menerapkan disiplin yang tinggi pada seluruh pengguna
laboratorium (mahasiswa, asisten, laboran/teknisi) agar terwujud efisiensi kerja yang tinggi.
Kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh pola kebiasaan dan perilaku dari manusia itu sendiri. Oleh
sebab itu setiap pengguna laboratorium harus menyadari tugas, wewenang dan fungsinya.
Sesama pengguna laboratorium harus ada kerjasama yang baik, sehinnga setiap kesulitan dapat
dipecahkan/diselesaikan bersama
12.
9. Kemampuan SDM
13. Pengelola laboratorium harus meningkatkan ketrampilan/kemampuan semua tenaga
laboran/teknisi. Peningkatan ketrampilan dapat diperoleh melalui pendidkan tambahan seperti
pendidikan ketrampilan khusu, pelatihan (workshop) maupun magang di tempat lain.
Peningkatkan ketrampilan juga dapat dilakukan melalui bimbingan dari staff dosen, tenaga ahli,
senior lab dan lain sebagainya

14.
10. Peraturan dasar
15. Beberapa peraturan umum untuk menjamin kelancaran jalannya pekerjaan di
laboratorium, antara lain:
1. Dilarang makan/minum didalam laboratorium
2. Dilarang merokok
3. Dilarang meludah
4. Jangan panik menghadapi bahaya di laboratorium
5. Dilarang menggunakan alat laboratorium yang belum diketahui penggunaannya.

6.
11. Penanganan masalah umum
7. Penanganan masalah umum didalam laboratorium wajib diketahui petugas laboratorium
guna mendukung terciptnya keamanan bekerja di laboratorium:
1. Mencampur reagen/zat kimia
2. Zat baru/kurang diketahu
3. Material Bio-Hazard Tumpahan
8.
12. Jenis-jenis pekerjaan
9. Berbagai pekerjaan laboratorium harus didiskusiakn dulu sebelum dilaksanakan.
Pemahaman ini penting untuk jenis pekerjaan di laboratorium untuk:
1.

Meningkatkan efisiensi penggunaan reagen, air, listrik dan sebagainya

2.

Meningkatkan efisiensi biaya

3.

Meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu

4.

Meningkatkan kualitas dan ketrampilan

5.

Bekerja sebagai Team-Work

6.

Meningkatkan pendapatan/menekanan biaya pengeluaran


10.
C.

KESIMPULAN

11. Agar semua kegiatan yang dilakukan didalam laboratorium dapat berjalan dibutuhkan

sistem pengolahan/manajemen yang baik, memenuhi syarat dan sesuai dengan kondisi setempat.
Untuk itu perlu diperhatikan dan dijalankan apa yang telah dijelaskan diatas. Peran kepala
laboratorium sangat penting dalam proses manajemen laboratorium, termasuk didalamnya semua
elemen pendukung yang ada di dalamnya.