Anda di halaman 1dari 3

PEDOMAN KERJA SURVEILANS HAJI

TAHUN 2016

UPT PUSKESMAS ASTANAJAPURA

JLN. KH WAHID HASYIM DESA MERTAPADA WETAN


KECAMATAN ASTANAJAPURA CIREBON

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang nomer 13 tahu
2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah wajib
menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji agar jamaah haji
dapat menunaikan ibadah dengan baik sesuai dengan ajaran agama
islam. Kementerian kesehatan bertanggung jawab untuk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji sejak sebelum
keberangkatan ke Arab Saudi dan setelah kembali ke Indonesia.
Penyelenggaraan kesehatan haji bertujuan untuk memberikan
pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi
jmaah haji pada bidang kesehatan, sehingga jamaah haji dapat
menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama
islam. Tujuan tersebut dicapai melalui upaya-upaya peningkatan
kondisi kesehatan sebelum keberangkatan, menjaga kondisi sehat
selama menunuaikan ibadah sampai tiba kembali ke Indonesia,
serta mencegah transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa
atau masuk oleh jamaah.
Kesehatan adalah modal perjalanan ibadah haji, tanpa kondisi
kesehatan yang memadai, niscaya prosesi ritual peribadan menjadi
tidak maksimal. Oleh karena itu setiap jamaah haji perlu
menyiapkan diri agar memiliki status kesehatan optimal dan
mempertahankannya. Untuk itu, upaya pertama yang perlu
ditempuh adalah pemeriksaan kesehatan.
Pedoman teknis pemeriksaan kesehatan jamaah haji ini selanjutnay
digunakan sebagai acuan dan standar dalam penyelenggaraan
pemeriksaan kesehatan jamaah haji sebelum keberangkatan.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terselenggaranya pemeriksaan, perawatan, dan pemeliharaan
kesehatan jamaah haji sebelum keberangkatan melalui
pendekatan etika, moral, keilmuan, dan profesionalisme dengan
menghasilkan kualifikasi data yang tepat dan lengkap sebagai
dasar pembinaan dan perlindungan kesehatan jamaah haji di
wilayah kerja UPT Puskesmas Astanajapura.
2. Tujuan Khusus
a. Tercapainya identifikasi status kesehatan jamaah haji
berkualitas.
b. Tersedianya data kesehatan sebagai dasar upaya perawatan
dan pemeliharaan serta upaya-upaya pembinaan dan
perlindungan jamaah haji.

c. Terwujudnya pencatatan data status kesehatan dan faktor


resiko jamaah haji secara benar dan lengkap dalam buku
kesehatan jamaah haji indonesia.
d. Terwujudnya BKJH sebagai sumber informasi medik jamaah
haji untuk kepentingan pelayanan kesehatan haji.
e. Tersedianya bahan keterangan bagi penetapan laik kesehatan
(istithoah) jamaah haji.
f. Tercapainya peningkatan kewaspadaan terhadap transmisi
penyakit menular berpotensi kejadian luar biasa (KLB) pada
masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Astanajapura
khususnya dan Indonesia pada umumnya.
C. RUANG LINGKUP
Pemeriksaan kesehatan jamaah haji adalah penilaian status
kesehatan bagi jamaah haji yang telah memiliki nomer porsi
sebagai upaya penyiapan kesanggupan ber-haji melalui mekanisme
baku pada sarana pelayanan kesehatan berstandar yang
diselenggarakan secara kontinum (berkesimanbungan) dan
komprehensif (menyeluruh).
Yang dimaksud kontinum dan komprehensif yaitu bahwa proses dan
hasil pemeriksaan selaras dan bermanfaat bagi pelayanan
kesehatan dalam rangka perawatan dan pemeliharaan, serat upayaupaya pembinaan dan perlindungan jamaah haji.
D. BATASAN OPERASIONAL