Anda di halaman 1dari 3

PEMERITAH KOTA SIBOLGA

DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS SAMBAS


JALAN TONGKOL NO. 11 TELP. (0631) 23103
SIBOLGA

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PEMBERIAN MP - ASI

I. PENDAHULUAN
Setelah pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan, bayi harus diberi makanan
pendamping ASI karena setelah 6 bulan ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi
bayi akan energy dan mikronutrien penting. ASI hanya memenuhi sekitar 65-80m
dan sangat sedikit mengandung mikronutrien. Karena itu kebutuhan energy dan
mikronutrien terutama zat besi dan zink harus diperoleh dari MP-ASI. Pemberian
MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semula hanya berupa susu
menuju makanan semi padat. Periode peralihan dari ASI eksklusif ke makanan
keluarga dikenal pula sebagai masa penyapihan (weaning period), yang merupakan
proses dimulainya pemberian makanan khusus selain ASI secara bertahap jenis,
jumlah, frekuensi, maupun tektur dan konsistensinya sampai seluruh kebutuhan zat
gizi anak dipenuhi dari makanan keluarga.
MP-ASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat
gizi yang diberikan kepada bayi selama periode penyapihan yaitu pada saat
makanan / minuman lain diberikan bersama pemberian ASI. Pada Global Strategy
for Infant and Young Child Feeding (GSIYCF, 2002) dinyatakan bahwa MP-ASI
harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Tepat waktu : MP ASI diberikan saat kebutuhan energy dan zat gizi melebihi
yang didapat dari ASI
2. Adekuat : MP-ASI harus mengandung cukup energy, protein, dan mikronutrien.
3. Aman : Penyimpanan, penyiapan dan sewaktu diberikan pada bayi MP ASI
harus higienis
4. Tepat cara pemberian : MP-ASI diberikan sejalan dengan tanda lapar dan ada
nafsu makan yang ditunjukkan bayi serta frekuensi dan cara pemberiannya
sesuai umur bayi.
MP-ASI ada dua jenis yaitu MP-ASI yang disediakan khusus (buatan
pabrik atau rumah tangga) dan makanan yang biasa dimakan keluarga yang
dimodifikasi sehingga mudah dimakan bayi dan cukup memenuhi gizi. Tekstur
makanan mulai dari yang halus / saring, encer (makanan lumat) bertahap menjadi
lebih kasar (lembik). MP-ASI buatan pabrik yang disediakan Kemenkes RI diberikan
dalam rangka pencegahan dan penanggulangan didaerah rawan gizi, dengan
sasaran yaitu balita usia 6-24 bulan khususnya balita gizi kurang, BGM dan berasal

dari keluarga GAKIN. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyediaan MPASI yaitu :
1. Mengingat Fe paling tidak terpenuhi setelah 6 bulan maka pilihlah bahan
makanan yang kaya zat besi
2. Makanan padat pertama yang terbaik adalah terbuat dari beras karena beras
merupakan makanan yang paling hipoalergenik. Gandum dan campuran
sereAlia lainnya sebaiknya ditunda sampai bayi berusia 8 bulan
3. Telur dapat diberikan sebelum bayi usia 1 tahun karena tidak CUKUP bukti telur
dapat menyebabkan alergi pada tubuh.
4. Tidak ada urutan tertentu tentang jenis / bahan makanan yang diberikan lebih
dahulu
LATAR BELAKANG
MP-ASI adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi disamping

II.

pemberian ASI eksklusif. pemberian MP-ASI yang salah akan berpengaruh


terhadap berat badan anak balita sehingga pemberian MP-ASI yang tepatakan
mengurangi kejadian penurunan berat badan pada anak balita. berdasarkan hal
tersebut dipandang perlu melakukan kegiatan konseling MP-ASI di
wilayah

kerja

memahami

Puskesmas

p e n ti n g n ya

Sambas
p e m b e ri a n

sehingga
MP-ASI

ibu
ya n g

balita

dapat

baik

dan

b e n a r kepada anak balita.

III.TUJUAN
-

Tujuan Umum :
Mencegah dan mengurangi bayi usia 6-24 bulan yang BGM, gizi kurang dan
gizi buruk
Tujuan Khusus :
1. Tersedianya MP-ASI bagi bayi usia 6-24 bulan terutama balita ysng terkena
Gizi kurang maupun gizi baik terutama balita Gakin
2. Keluarga balita memahami dan cara membuat MP-ASI secara lengkap.

IV. SASARAN
1. Anak BGM
2. Balita 2T dan gizi kurang
3. Balita sangat kurus

V. METODE
Pemberian MP-ASI buatan pabrik berupa biskuit

VI.

MEDIA
Biskuit MP-ASI buatan pabarik

VII.

TEMPAT DAN WAKTU


Di posyandu, di Puskesmas

VIII. PENYELENGGARA
Petugas Gizi

IX.

LUARAN (Output yang ingin dicapai kegiatan)


Hasil yang ingin dicapai :
1. MP-ASI terdistribusi semua

2. Keluarga balita memahami cara membuat MP-ASI yang benar dan bergizi,
serta cara memberikan yang benar pada bayinya.

Mengetahui
Kepala Puskesmas Sambas

dr. TUTI H. BATUBARA


NIP. 19820303 201001 2 023

Penanggung Jawab Program ....

........................