Anda di halaman 1dari 2

Konsep:

-Dualisme Cartesian :
Dualisme adalah konsep filsafat yang menyatakan adanya dua substansi. Dalam
pandangan tentang hubungan antara jiwa dan raga, dualisme mengklaim bahwa
fenomena mental adalah entitas non-fisik. Sedangkan Cartesian itu sendiri
hanyalah nama latin dari Descartes. Jadi, dualism Cartesian ialah konsep dualism
yg dikemukakan oleh Rene Descartes . Ia berpendapat bahwa budi adalah
substansi nonfisik. Descartes adalah yang pertama kali mengidentifikasi dengan
jelas budi dengan kesadaran dan membedakannya dengan otak, sebagai tempat
kecerdasan. Sehingga, dia adalah yang pertama merumuskan permasalahan
jiwa-raga dalam bentuknya yang ada sekarang. Konsep ini berakar dalam
pemikiran yunani . Dalam konsep ini Descartes mengutarakan Cogito ergo sum
. Ungkapan ini berarti "aku berpikir maka aku ada". Maksudnya kalimat ini
membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan
seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa
berpikir sendiri.
Jika dijelaskan, kalimat "cogito ergo sum" berarti, Descartes ingin mencari
kebenaran dengan cara pertama-tama ia meragukan semua hal. Ia meragukan
keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan
dirinya sendiri.
Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya
sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang
mungkin menuntunnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir
sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran. Mungkin saja bahwa pikiran
manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, namun
sebaliknya membawanya kepada kesalahan. Artinya, ada semacam kekuatan
tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu
mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah.

-Teologi negativa :
Teologi negativa bisa disebut juga dengan teologi apofatis . Teologi ini
dalah suatu teologi yang berusaha menjelaskan Tuhan Yang Maha Baik dengan
hanya berbincang mengenai apa yang tidak mungkin dikatakan mengenai
kebaikan sempurna, yaitu Tuhan. Singkatnya, teologi negativa adalah sebuah
usaha untuk menjelaskan pengalaman relijius dan bahasa mengenai Yang Maha
Baik melalui pemisahan, dan dengan demikian mengetahui Tuhan bukanlah apa
dan tidak Tuhan adalah apa. Tradisi apofatis seringkali, dihubungkan dengan
pendekatan mistisisme, yang menekankan pada pengalaman spontan atau
terpelajari seorang individual untuk menggapai realita surgawi hingga
melampaui batas-batas persepsi biasa. Pengalaman demikian seringkali tidak
dibantu oleh struktur agama terorganisir tradisional atau permainan peran

terkondisikan dan sikap defensif dari pihak lain.


adalah teologi katafatik.

Lawan pandangan ini

Hukum Kodrat:
Menurut Thomas, hukum kodrat membuat manusia mengetahui perbuatan mana
yang baik dan yang buruk. Kodrat mengacu pada realitas, atau struktur realitas,
hakikat realitas yang ada. Bentuk hukum kodrat yang pertama adalah hukum
alam yang memuat hukum alam fisika dan kimia, hukum perkembangan organik
dan vegetatif, serta struktur-struktur kesadaran seperti insting pada binatang.
Manusia bertindak sesuai dengan kodratnya apabila ia menyempurnakan diri
sesuai dengan kekhasannya, jadi dengan kerohaniannya. Ia harus
mengembangkan diri sebagai makhluk rohani.