Anda di halaman 1dari 4

SOAL 1

Internal Audit Proses


a. PKPT (Program Kerja Pengawasan Tahunan)
Berisi :
-

Rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam tahun berjalan yang berbasis resiko.
Siapa saja personel audit yang akan melaksanakan kegiatan audit tersebut
Susunan kegiatan tahun berjalan.
Ruang lingkup dan sasaran objek audit.
Waktu pelaksanaan audit.

Dasar pembuatan PKPT yaitu berasal dari rencana kegiatan dan anggaran perusahaan (RKAP).
PKPT fokus pada resiko yang mungkin akan muncul kedepannya dalam tahun berjalan atas
rencana kegiatan perusahaan. PKPT dibuat oleh pengurus satuan pengawasan internal.
b. Setelah dibuat PKPT maka selanjutnya dibuat surat perintah yang diotorisasi oleh Kepala
SPI dan juga Direktur Utama. Surat perintah tersebut berisi ruang lingkup dan sasaran
objek audit, personil audit dengan mempertimbangkan kemampuan dan keahlian auditor,
waktu pelaksanaan audit.
c. Selanjutnya dibuat tim internal audit yang akan melaksanakan pemeriksaan tiap-tiap
kegiatan untuk masing-masing object audit
d. Tim internal audit akan membuat Audit Plan dan Audit Program atas objek pemeriksaan
-

audit.
Audit Plan : Gambaran umum pemeriksaaan objek audit yang berisi tujuan pemeriksaan,

ruang lingkup audit, tim audit object audit serta waktu pelaksanaan audit
Audit Program : Prosedur yang akan dilaksanakaan atau teknis pelaksanaan pemeriksaan

objek audit
e. Setelah semua audit plan dan audit program dijalankan tim internal auditor melaksanakan
audit dengan cara melakukan dokumentasi, pengamatan langsung, wawancara, verifikasi,
konfirmasi, vouching, dan mendokumentasikan segala temuan-temuan dalam kertas
kerja pemeriksaan sebagai dasar pembuatan laporan hasil pemerikasaan.
f. Penyusunan konsep Internal Audit Report/ LHP yaitu berdasarkan rangkuman kertas
kerja pemeriksaan audit. Dan melakukan analisis dan evaluasi atas temuan-temuan audit.

Contohnya : prosedur apa saja yang dilaksanakan, temuannya apa, kelemahan sistem
pengendalian dan penyebabnya, rekomendasi diberikan pada temuan-temuan kelemahan
tersebut dan disusun didalam LHP.
g. Selanjutnya melakukan pembahasan konsep internal audit report dengan mengundang
Auditee mengenai apa saja yang terjadi dilapangan misalnya membahas kelemahankelemahan yang terjadi pada proses operasi bisnis perusahaan dalam sistem tersebut
beserta rekomendasi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut.
h. Setelah dilakukan pembahasan konsep internal audit report bersama auditee tim internal
auditor membuat final internal audit report/LHP. Laporan final hasil pemerikasaan audit
akan direview oleh kepala tim audit dan kepala satuan pengawasan internal dan
selanjutnya.
i. Tim internal auditor melaporkan hasil internal audit report/LHP ke Dirut dan selanjutnya
menunggu arahan dari Dirut apabila laporan hasil pemeriksaan (LHP) tidak disetujui
Dirut maka akan dilakukan pembahasan ulang konsep internal audit report bersama
auditee.
j. Apabila Dirut sudah setuju terhadap pembahasan Final Internal Audit Report. Dirut
memberikan arahan kepada internal auditor untuk menyampaikan LHP kepada dewan
komisaris atau komite audit untuk memberikan pertimbangan dan saran-saran.
k. Kemudian tim internal audit melakukan monitoring atas jalannya rekomendasi yang
sudah dibuat oleh tim audit internal.
l. Selanjutnya dilakukan tindak lanjut terhadap hasil rekomendasi yang telah dilaksanakan
oleh auditee. Apabila auditee tidak melaksanakan rekomnedasi maka tim auditor internal
akan mengingatkan auditte untuk melaksanakan rekomemdasi tersebut melalui surat
maupun lisan. Selama melakukan tindak lanjut tim auditor internal juga melakukan
dokumentasi yang akan di ungkapkan di kertas kerja hasil tindak lanjut rekomendasi.
m. Terakhir berdasarkan kertas kerja hasil tindak lanjut rekomendasi, tim internal auditor
membuat laporan hasil pemantauan pelaksanaan tindak lanjut terhadap

hasil

rekomendasi, yang dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi auditor untuk melaksanakan
audit pada tahun berikutnya.

SOAL 2
Audit Method

a. Pre Audit: membuat perencanaan, membuat surat perintah penugasan pemerikasaan yang akan
diotorisasi kepala satuan pengawasan internal dan direktur utama dan melaksanakan survey
pendahuluan terhadap

proses bisnis perusahaan dengan

mempelajari sistem yang sudah

dijalankan perusahaan yang akan dilaksanakan sebelum transaksi berjalan.


b. Current Audit:

melakukan wawancara, pengamatan langsung atas Sistem proses bisnis

perusahaan yang sudah dipelajari dan melakukan dokumentasi atau pengambilan bukti-bukti
transakasi dalam bentuk soft copy dan mencocokan bukti fisik dengan bukti-bukti transaksi
dalam bentuk soft copy
c. Post Audit: Internal Auditor menilai dan mengevaluasi sistem yang sudah dijalankan seperti
mengungkapkan kelemahan-kelemahan yang muncul dan juga memberikan gambaran resiko
yang muncul pada sistem yang sudah dijalankan dan hasilnya adalah rekomendasi pada sistem
yang berjalan yang akan dijelaskan dan internal audit report (LHP)
d. Internal Auditor melakukan pengawasan atau monitoring dan tindaklanjut rekomendasi atas
sistem proses bisnis yang berjalan tersebut.
Ada 3 Asumsi yang terjadi setelah internal auditor memberikan rekomendasi dan monitoring
tindak lanjut:
1. Apabila rekomendasi sudah berjalan baik dan auditee melaksanakan dengan baik maka
kasusnya akan selesai atau case closed
2. Apabila rekomendasi sudah baik tetapi auditee tidak menjalankan sepenuhnya maka akan
dilaksanakan pengawasan lebih lanjut
3. Apabila kedua faktor tersebut kurang berjalan dengan baik maka tidak dapat ditindak
lanjuti dari rekomendasi tersebut.

SOAL 3
Peran Internal Audit sebagai konsultan yang membantu manajemen perusahaan dalam:

1. Mengidentifikasi resiko yang muncul pada proses bisnis perusahaan dan sistem
pengendalian internal perusahaan.
2. Menemukan resiko yang muncul pada proses bisnis perusahaan dan sistem pengendalian
internal perusahaan melalui pemeriksaan yang dilakukan.
3. Menilai jalannya proses bisnis perusahaan yang tidak sesuai dengan standar operasi
perusahaan
4. Membuat rekomendasi atas kelemahan atas proses bisnis dan sistem pengendalian
internal perusahaan yang mencakup:
a. Kepatuhah terhadap peraturan dan standar yang berlaku.
b. Meningkatkan keandalan laporan keuangan.
c. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan.
d. Pengawasan terhadap aset.
Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan, meningkatkan tata kelola perusahaan
dan meningkatkan manajemen resiko perusahaan.