Anda di halaman 1dari 58

KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III

A.

OKSIGEN
Oksigen adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses
metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel
tubuh. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang
mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan karbon dioksida
sebagai hasil oksidasi (Ambarwati, Eny Retna dan Tri Sunarsih. 2009. KDPK
Kebidanan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Nuha Medika)
Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk ibu hamil
berbagai gangguan pernafasan bias terjadi saat ibu hamil sehingga akan
mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu dan pengaruh pada bayi
yang dikandung (Perry A. Potter. 2008. Fundamental Keperawatan Konsep,
Proses, dan Praktik Edisi 4. Jakarta : Buku Kedokteran EGC)
Kebutuhan oksigen berhubungan dengan perubahan system perapasan
pada masa kehamilan. Kebutuhan oksigen selama kehamilan meningkat
sebagai respon tubuh terhadap akselerasi metabolisme rate perlu untuk
menambah masa jaringan pada payudara, hasil konsepsi dan masa uterus dll
(Yuliati, Lia., dkk. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta : Trans
Info Media)
Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk ibu hamil
berbagai gangguan pernafasan bias terjadi saat ibu hamil sehingga akan
mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu dan pengaruh pada bayi
yang dikandung (Eka, Maulitha Listian dan Noerma Ismayucha. 2013. Asuhan
Kebidanan 1 (kehamilan). Yogyakarta: Lingkar Media)

1 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

B. NUTRISI

Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai gizi
bermutu tinggi meskipun tidak berarti makanan yang mahal. Gizi pada waktu
hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori per hari, ibu hamil harusnya
mengonsumsi yang mengandung protein, zat besi, dan minum cukup cairan (menu
seimbang).
1. Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Trimester Pertama
a. Minggu 1 sampai minggu ke-4
Selama trimester 1 (hingga minggu ke-12), ibu harus mengonsumsi berbagai
jenis makanan berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan kalori yang
bertambah 170 kalori (setara 1 porsi nasi putih).
b. Minggu ke-5
Contoh porsi yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi per
hari pada trimester 1, antara lain roti, sereal, nasi 6 porsi, buah 3 - 4 porsi, sayuran
4 porsi, daging, sumber protein lainnya 2 - 3 porsi, susu atau produk olahannya 3 4 porsi, camilan 2 - 3 porsi
c. Minggu ke-7
Konsumsi

aneka

jenis

makanan

sumber

kalsium

untuk

menunjang

pembentukan tulang kerangka tubuh janin yang berlangsung saat ini. Kebutuhan
kalsium Anda 1000 miligram/hari
d. Minggu ke-9
Penuhi kebutuhan asam folat 0,6 miligram per hari, diperoleh dari hati, kacang
kering, telur, brokoli, aneka produk whole grain, jeruk, dan jus jeruk. Konsumsi

2 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

juga vitamin C untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi, dan
mencegah pre-eklampsia.
e. Minggu ke-10
Saatnya makan banyak protein untuk memperoleh asam amino bagi
pembentukan otak janin, diitambah kolin dan DHA untuk membentuk sel otak
baru. Sumber kolin; susu, telur, kacang-kacangan, daging sapi dan roti gandum.
Sumber DHA: ikan, kuning telur, produk unggas, daging, dan minyak kanola.
f. Minggu ke-12
Sejumlah vitamin yang harus Anda penuhi kebutuhannya adalah vitamin A, B1,
B2, B3, dan B6, semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang, vitamin
B12 untuk membentuk sel darah baru, vitamin C untuk penyerapan zat besi,
vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi, vitamin E untuk metabolisme
2. Kebutuhan Nutrisi pada Ibu Hamil Trimester II
a. Minggu ke-13
Kurangi atau hindari minum kopi. Sebab kafeinnya (juga terdapat di teh, kola
dan cokelat) berisiko mengganggu perkembangan sistem saraf pusat janin yang
mulai berkembang.
b. Minggu ke-14
Ibu perlu menambah asupan 300 kalori per hari untuk tambahan energi yang
dibutuhkan untuk tumbuh-kembang janin. Penuhi antara lain dari 2 cangkir nasi
atau penggantinya. Juga perlu lebih banyak ngemil, 3-4 kali sehari porsi sedang.
c. Minggu ke-17
Makan sayur dan buah serta cairan untuk mencegah sembelit. Penuhi kebutuhan
cairan tubuh yang meningkat. Pastikan minum 6-8 gelas air setiap hari.
d. Minggu ke-24

3 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

Batasi garam, karena memicu tekanan darah tinggi dan mencetus kaki bengkak
akibat menahan cairan tubuh
e. Minggu ke-28
Konsumsi aneka jenis seafood untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega
-3 bagi pembentukan otak dan kecerdasan janin. Vitamin E sebagai antioksidan
harus dipenuhi pula. Pilihannya, bayam dan buah kering.
3. Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Pada Trimester III
a. Kalori
Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 - 80.000 kilo kalori
(kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg.
b. Lemak
o
o
o
o
o

20% hingga 35% dari asupan kalori seorang wanita perari


Asam linoleat
Merupakan asam lemak esensial bagi pertumbuhan sel yang baru
Harus diperoleh dari makanan
Ditemukan dalam minyak nabati seperti minyak jagung, minyak zaitun,
minyak kacang, dan safflower (minyak biji rami)

c. Vitamin
Asupan semua vitamin harus ditingkatkan karena:
o Diperlukan bagi sintesis jaringan dan produksi energy
o Kebutuhan akan vitamin yang larut-lemak dan air akan meningkat
d. Yodium
Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang berperan
mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk. Bila kekurangan senyawa
ini, akibatnya proses perekembagan janin, termasuk otaknya terhambat dan
terganggu. Janin akan tumbuh kerdil

4 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

e. Air
Kebutuhan ibu hamil di trimester III ini bukan hanya dari makanan tapi juga
dari cairan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru, mengatur suhu
tubuh, melarutkan dan mengatur proses metabolisma zat-zat gizi, serta
mempertahankan volume darah yang meningkat selama masa kehamilan.

C. PERSONAL HYGIENE

Personal hygiene pada ibu hamil adalah kebersihan yang dilakukan oleh ibu
hamil untuk mengurangi kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor yang
banyak mengandung kuman-kuman. Kehamilan merupakan suatu proses
kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahanperubahan yang meliputi perubahan fisik, mental, psikologis dan sosial.
Tujuan

perawatan

personal

hygiene

(Tarwoto

dan

Wartonah.

2006 dan Ambarwati, E.R dan Sunarsih T. 2009)


o
o
o
o
o
o

Meningkatkan derajat kesejahteraan seseorang


Memelihara kebersihan diri seseorang
Memperbaiki personal hygiene yang kurang
Pencegahan penyakit
Meningkatkan percaya diri seseorang
Menciptakan keindahan

Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene (Tarwoto dan Wartonah.


2006 dan Ambarwati, E.R dan Sunarsih T. 2009)
I. Body image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri
misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap
kebersihannya.
5 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

II. Praktik Sosial


Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan
terjadi perubahan pola personal hygiene
III. Status sosial ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat
gigi, shampoo, sabun mandi yang semuanya memerlukan uang untuk
menyediakannya.
IV. Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik
dapat meningkatkan kesehatan.
V. Budaya
Disebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh
dimandikan.
VI. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri
seperti penggunaan sabun, shampoo dan lain-lain.
VII. Kondisi Fisik
Pada keadaan sakit tentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu
bantuan untuk melakukannya.
Manfaat Personal Hygiens dan Aktivitas pada Ibu Hamil (Rio. 2011)
a.

Dengan mandi dan membersihkan badan ibu akan mengurangi kemungkinan

adanya kuman yang masuk selama ibu hamil. Hal ini mengurangi terjadinya
Infeksi, khususnya sesudah melahirkan.
b.

Ibu akan merasa nyaman selama menjalani proses persalinan

6 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

o Saat ini, ibu yang akan melahirkan, tidak di-huknah untuk mengeluarkan
tinja
o Bulu kemalauan tidak dicukur seluruhnya, hanya bagian yang dekat anus
yang akan dibersihkan karena hal tersebut akan mempermudah penjahitan
jika ibu ternyata diepisiotomi
o Selama menunggu persalinan tiba ibu diperbolehkan untuk berjalan-jalan
disekitar kamar bersalin
o Ibu boleh minum dan makan makanan ringan, disarankan untuk tidak
mengkonsumsi makanan yang berbau menyengat seperti pete dan
jengkol
Hal-hal yang Perlu diperhatikan pada Personal Hygiens Ibu Hamil (Rio. 2011)
Pada personal hygiens ibu hamil, adapun hal-hal yang perlu diperhatikan
dalampersonal hygiens pada ibu hamil adalah dimulai dari kebersihan rambut
dan kulit kepala, kebersihan payudara, kebersihan pakaian, kebersihan vulva,
kebersihan kuku tangan dan kaki.

D. PAKAIAN
Pada dasarnya pakaian apa saja bisa dipakai, baju hendaknya yang longgar
dan mudah dipakai serta bahan yang mudah menyerap keringat. Ada dua hal yang
harus diperhatikan dan dihindari yaitu :
o Sabuk dan stoking yang terlalu ketat. Karena akan mengganggu aliran
balik
o Sepatu dengan hak tinggi, akan menambah lordosis sehingga sakit
pinggang akan bertambah. (Kusmiyati Y, dkk.2008)
Menurut Lusysulistriawati,2012 personal hygine pada ibu hamil :
1. Bra
a. Pilih bra yang biasa dipakai untuk berolahraga
b. Ada bra yang bisa dipakai sejak masa hamil hingga menyusui

7 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

c. Pilih yang bahan dasarnya katun


d. Pastikan penyangga bra di bagian bawah cup nyaman dipakai.
2. Celana Dalam
a. Pilih celana dalam berbahan dasar katun
b. Perhatikan ukuran dan karet celana
c. Celana dalam yang pas

E. ELIMINASI
Eliminasi pada Ibu Hamil
o Trimester I : frekuensi BAK meningkat karena kandung kencing tertekan
oleh pembesaran uterus, BAB normal konstitensi lunak.
o Trimester II : frekuensi BAK normal kembali karena uterus telah keluar
dari rongga panggul
o Trimester III : frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP
(Pintu Atas Panggul), BAB sering obstipasi (sembelit) karena hormone
progesterone meningkat
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi
adalah konstipasi dan sering buang air kemih. Konstipasi terjadi karena
adanya pengaruh hormone progesterone yang mempunyai efek rileks terhadap
otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran
janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi.
Defekasi menjadi tidak teratur karena :
o Pengaruh relaksasi otot polos oleh estrogen
o Tekanan uterus yang membesar
o Pada kehamilan lanjut karena pengaruh tekanan kepala yang telah masuk
panggul
Konstipasi di cegah dengan :
o Cukup banyak minum
8 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

o Olahraga
o Pemberian laksatif ringan seperti jus buah-buahan
Hal-hal untuk mengatasi terjadinya masalah eliminasi pada masa kehamilan:
o BAK : untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu
dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin
o BAB : perubahan hormonal mempengaruhi aktifitas usus halus dan usus
besar sehingga pada ibu hamil sering mengalami obstipasi, untuk
mengatasi di anjurkan meningkatkan aktifitas jasmani dan makan bersehat.
(Manuaba, 1998:96)
Faktor yang Memengaruhi Eliminasi Urine
o Diet dan asupan
Jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang memengaruhi
output urine (jumlah urine). Protein dan natrium dapat menentukan jumlah
urine yang dibentuk.selain itu, minum kopi juga dapat meningkatkan
pembentukan urine.
o Respon keinginan awal untuk berkemih
Kebiasaan mengabaikan keinginan awal utnuk berkemih dapat urin banyak
tertahan di vesika urinaria, sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria
dan jumlah pengeluaran urine

o Gaya hidup
Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan
eliminasi. Hal ini terkait dengan tersedianya fasilitas toilet.
o Stress psikologis
Meningkatkan stres dapat meningkatkan frekuensi keinginan berkemih.

9 | U N I V E R S I TA S PAT R I A A RT H A

F. SEKSUAL
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada
riwayat penyakit seperti berikut ini.
o Sering abortus dan kelahiran premature
o Perdarahan pervaginam
o Coitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir
kehamilan
1. Kebutuhan Seksual pada Tiap Trimester
Trimester pertama:
Minat menurun pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks
menurun karena gangguan rasa nyaman dan rasa cepat lelah. Jangankan
kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas,
malas, segala hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido.
Fluktuasi, kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk
melakukan hubungan seks.
Trimester kedua:
Gairah seksual dapat meningkat ketika gangguan rasa nyaman berkurang.
Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga
ibu hamil dapat menikmati aktifitas dengan lebih leluasa dari pada di trimester
pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada
trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah
jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman
Trimester ketiga:
Minat menurun lagi libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki
trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegel di punggung dan
pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena
10 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah
penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika termasuk yang tidak
mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang normal,
apalagi jika termasuk yang menikmati masa kehamilan
2. Bahaya Melakukan Hubungan Seksual pada ibu hamil
o Hal diatas berlaku bila selama kehamilan tidak ada masalah, namun bila
kehamilan berisiko seperti:
o Ancaman keguguran atau riwayat keguguran, akan berisiko terjadi
keguguran berulang
o Plasenta letak rendah (ari-ari tertanam di segmen bawah rahim),
o Khawatir terjadi perdarahan hebat saat hubungan seksual Riwayat
kelahiran prematur, ini juga terjadinya persalinan sebelum waktunya.
o Keluar cairan ketuban, bila ketuban sudah keluar berarti selaput ketuban
yang berfungsi sebagai pelindung janin dari kuman yang ada di daerah
vagina robek, akibatnya hubungan seksual akan mengantarkan kuman di
vagina ke dalam rahim melalui sel-sel sperma, risikonya dapat
menyebabkan infeksi pada janin
o Penyakit hubungan seksual (PHS),seperti: GO, siphilis, HIV/Aids, dll.

G. MOBILISASI BODY MEKANIK

1.

Kebutuhan Mobilisasi
Kemampuan bergerak bebas, melangkah dengan baik, dan berirama, dengan

maksud dan tujuan tertentu merupakan hal yang penting dalam melakukan
kegiatan hidup atau suatu usaha dari manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya melalui bergerak. Kemampuan seseorang bergerak dalam upaya
memenuhi
pergerakan

kebutuhan
oleh

sehari-hari

karena

dengan Imobilisasi. Pergerakan

suatu

disebut

dengan Mobilisasi. Pembatasan

kondisi

seseorang

yang

disebut Ambulasi.
11 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

dan

keadaan

dibantu

disebut

dengan

alat

a.

Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi adalah suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan keegiatan

dengan bebas (Kosier, 1989).


b. Tujuan Mobilisasi
Tujuan dari mobilisasi antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.

Memenuhi kebutuhan dasar manusia,


Mencegah terjadinya trauma,
Mempertahankan tingkat kesehatan,
Mempertahankan interaksi sosial dan peran sehari-hari, dan
Mencegah hilangnya kemampuan fungsi tubuh.

c.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi

1)

Gaya Hidup
Gaya hidup seseorang sangat tergantung dari tingkat pendidikannya. Makin

tinggi tingkat pendidikan seseorang akan di ikuti oleh perilaku yang dapat
meningkatkan kesehatannya. Demikian halnya dengan pengetahuan kesehatan
tetang mobilitas, seseorang akan senantiasa melakukan mobilisasi dengan cara
yang sehat misalnya; seorang ABRI akan berjalan dengan gaya berbeda dengan
seorang pramugari atau seorang pemabuk.
2) Proses Penyakit dan Injuri
Adanya penyakit tertentu yang diderita seseorang akan mempengaruhi
mobilitasnya misalnya; seorang yang patah tulang akan kesulitan untuk mobilisasi
secara bebas. Demikian pula orang yang baru menjalani operasi, karena adanya
nyeri mereka cenderung untuk bergerak lebih lamban. Ada kalanya klien harus
istirahat di tempat tidur karena mederita penyakit tertentu misalnya; CVA yang
berakibat kelumpuhan, typoid dan penyakit kardiovaskuler.
3)

Kebudayaan

12 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Kebudayaan dapat mempengaruhi pola dan sikap dalam melakukan aktifitas


misalnya; seorang anak desa yang biasa jalan kaki setiap hari akan berbeda
mobilitasnya dengan anak kota yang biasa pakai mobil dalam segala
keperluannya. Wanita keraton akan berbeda mobilitasnya dibandingkan dengan
seorang wanita madura dan sebagainya.
4)

Tingkat Energi
Setiap orang mobilisasi jelas memerlukan tenaga atau energi, orang yang

sedang sakit akan berbeda mobilitasnya di bandingkan dengan orang sehat apalagi
dengan seorang pelari.
5)

Usia dan Status Perkembangan


Seorang anak akan berbeda tingkat kemampuan mobilitasnyadibandingkan

dengan seorang remaja. Anak yang selalu sakit dalam masa pertumbuhannya akan
berbeda pula tingkat kelincahannya dibandingkan dengan anak yang tidak sering
sakit.

d. Tipe Persendian dan Pergerakan Sendi


Dalam sistim muskuloskeletal dikenal 2 maca persendian yaitu sendi yang
dapat digerakkan (diartroses) dan sendi yang tidak dapat digerakkan (siartrosis).
e. Toleransi Aktifitas
Penilaian tolerasi aktifitas sangat penting terutama pada klien dengan
gangguan kardiovaskuler, seperti Angina Pektoris, Infark, Miocard atau pada klien
dengan immobiliasi yang lama akibat kelumpuhan. Hal tersebut biasanya dikaji
pada waktu sebelum melakukan mobilisai, saat mobilisasi dan setelah mobilisasi.
Tanda-tanda yang dapat di kaji pada intoleransi aktifitas antara lain (Gordon,
1976):

13 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

f.

1)

Denyut nadi frekuensinya mengalami peningkatan dan irama

2)

tidak teratur,
Tekanan darah

3)

sistol/hipotensi orthostatic,
Pernafasan terjadi peningkatan frekuensi, pernafasan cepat dan

4)
5)

dangkal,
Warna kulit dan suhu tubuh terjadi penurunan,
Kecepatan dan posisi tubuh akan mengalami kecepatan aktifitas

6)

dan ketidak stabilan posisi tubuh, dan


Status emosi labil.

biasanya

terjadi

penurunan

tekanan

Masalah Fisik
Masalah fisik yang dapat terjadi akibat immobilitasi dapat dikaji / diamati

pada berbagai sistim antara lain:


1) Masalah Musculoskeletal
Menurunnya kekuatan dan kemampuan otot, atropi, kontraktur, penurunan
mineral, tulang dan kerusakan kulit.
2) Masalah Urinaria
Terjadi statis urine pada pelvis ginjal, pengapuran infeksi saluran kemih dan
inkontinentia urine.
3) Masalah Gastrointestinal
Terjadinya anoreksia / penurunan nafsu makan, diarrhoe dan konstipasi.
4) Masalah Respirasi
Penurunan ekspansi paru, tertumpuknya sekret dalam saluran nafas, ketidak
seimbangan asam basa (CO2 dan O2).
5) Masalah Kardiofaskuler
Terjadinya hipotensi orthostatic, dan pembentukan trombus.

14 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

g. Upaya Mencegah Terjadinya Masalah akibat Kurangnya Mobilisasi


Upaya mencegah terjadinya masalah akibat kurangnya mobilisasi antara lain:
1)
2)
3)
4)

Perbaikan status gizi,


Memperbaiki kemampuan mobilisasi,
Melaksanakan latihan pasif dan aktif,
Mempertahankan posisi tubuh dengan benar sesuai dengan body aligmen

5)

(struktur tubuh), dan


Melakukan perubahan posisi tubuh secara periodik (mobilisasi untuk
menghindari terjadinya dekubitus / pressure area akibat tekanan yang
menetap pada bagian tubuh.

h.

Macam-Macam Posisi Klien di Tempat Tidur


1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

i.

Posisi fowler (setengah duduk)


Posisi litotomi
Posisi dorsal recumbent
Posisi supinasi (terlentang)
Posisi pronasi (tengkurap)
Posisi lateral (miring)
Posisi sim
Posisi trendelenbeg (kepala lebih rendah dari kaki).
Manfaat Mobilisasi
1) Meningkatkan harga diri dan body image,
2) Memperbaiki sistem tubuh dan aktifitas yang teratur,
3) Meningkatkan derajat kesehatan,
4) Mencegah ketidakmampuan, dan
5) Memperlambat serangan penyakit degenerative.

H. SENAM HAMIL
Olah raga sangat penting bagi ibu hamil, untuk tetap mendapatkan tubuh
yang sehat dan bugar. Namun olah raga yang dilakukan juga harus yang sesuai
dengan perubahan fisik. Senam yang pas dilakukan saat kehamilan adalah
senam hamil.
Senam hamil biasanya dimulai saat kehamilan memasuki trisemester
ketiga, yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. Selain untuk menjaga

15 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik


dan mental calon ibu selama proses persalinan.
1. Pengertian Senam Hamil
Senam hamil adalah suatu gerak atau olah tubuh yang dilaksanakan oleh
ibu hamil sehingga ibu tersebut menjadi siap baik fisik maupun mental untuk
menghadapi kehamilan dan persalinannya dengan aman dan alami (Hamilton
P. (1995)).
2.

Tujuan Senam Hamil

a.

Tujuan Umum Senam Hamil


1) Melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot
dan persediaan yang berperan dalam mekanisme persalinan.
2) Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan diri sendiri
dalam menghadapi persalinan.
3) Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.

b.

Tujuan Khusus Senam Hamil


1)

Memperkuat

dan

mempertahankan

elastisitas

otot-otot

dinding

perut,otot-otot dasar panggul, ligamen, dan jaringan serta fasia yang

3.

2)

berperan dalam mekanisme persalinan.


Melonggarkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses

3)

persalinan.
Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu

4)
5)
6)

mengatasi keluhan-keluhan, letak janin, dan mengurangi sesak nafas.


Memperoleh cara kontraksi dan relaksasi yang sempurna.
Menguasai teknik-teknik pernafasan dalam persalinan.
Dapat mengatur diri dalam ketenangan.

Syarat Melakukan Senam Hamil

16 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

a. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter


atau bidan.
b. Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu.
c. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, sebaiknya latihan
dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan
instruktur senam hamil. (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH.1998)
4.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Senam Hamil


a.

Petugas kesehatan sebaiknya mengadakan pengawasan selama

b.

melatih.
Latihan fisik atau olahraga dapat dianjurkan, dimulai mulai

c.

kehamilan 7 bulan.
Makan yang cukup agar tenaga selalu ada. Tidak ada kontra
indikasi melakukan senam hamil (Hamilton P. (1995)).

5.

Tujuan Senam Hamil


Berikut beberapa tujuan senam hamil:
a.

Menguasai teknik pernapasan.


Latihan pernapasan sangat bermanfaat untuk mendapatkan oksigen,

sedangkan teknik pernapasan dilatih agar ibu siap menghadapi persalinan.


b. Memperkuat elastisitas otot.
Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut,
sehingga dapat mencegah atau mengatasi keluhan nyeri di bokong, di
perut bagian bawah dan keluhan wasir.
c.

Mengurangi keluhan.

17 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Melatih sikap tubuh selama hamil sehingga mengurangi keluhan yang


timbul akibat perubahan bentuk tubuh.
d.

Melatih relaksasi.
Proses relaksasi akan sempurna dengan melakukan latihan kontraksi

dan relaksasi yang diperlukan untuk mengatasi ketegangan atau rasa sakit
saat proses persalinan.
e.

Menghindari kesulitan.
Senam ini membantu persalinan sehingga ibu dapat melahirkan tanpa

kesulitan, serta menjaga ibu dan bayi sehat setelah melahirkan.


6.

Beberapa Petunjuk dalam Melakukan Senam Hamil

a.

Latihan Otot Kaki

1)

Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua

lengan yang diletakkan di belakang pantat.


2)

Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian

tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.


3)

Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap

ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.


4)

Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka

ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.


5)

Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali

ke posisi semula, dan seterusnya.


Fungsi: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada
pergelangan kaki.
b.

Latihan Pernapasan

18 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

1)

Pernapasan Perut

Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan

dibuka kurang lebih 20 cm.


Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai

perangsang.
Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang
mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan
pernafasan dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang
kempis).

Fungsi: Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter/bidan.


2)

Pernapasan Iga

Tidur terlentang (seperti pada pernafasan perut), letakkan kedua tangan

dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang.

Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan

menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah
samping luar.
Fungsi: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.
3)

Pernapasan Dada

Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua

tangan di dada bagian atas.


Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke

arah dalam.
Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang
mendorong ke dua tangan ke atas.

Fungsi: Mengurangi rasa sakit saat bersalin.


4)

Pernapasan Panting (Pendek-Pendek dan Cepat)

19 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih
cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam,
pendek-pendek saja).
Fungsi: Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan. Juga dilakukan
saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap,
supaya jalan lahir tidak bengkak atau sobek. Semua gerakan latihan pernapasan di
atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan
malam hari sebelum tidur.
c.

Latihan Otot Panggul

Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan.


Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan

pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur.


Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan

tulang panggul bergerak ke belakang.


Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke
depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.

Fungsi: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan


mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha.
d.

Latihan Otot Betis

Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap.


Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas.
Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan.
Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa

mengangkat tumit dari lantai.


Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan
kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam
sehari.

Fungsi: Mencegah kejang di betis.


e.

Latihan Otot Pantat

20 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak

diregangkan.
Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan.
Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke

atas sejauh mungkin.


Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi
enam kali sehari.

Fungsi: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan.

f.

Latihan Anti Sunsang

Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar

panggul dan agak diregangkan.


Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan.
Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke
kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15-20
menit/kali.

Fungsi: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala


tetap di bawah.

I. ISTIRAHAT DAN TIDUR


Istirahat dan tidur yang sesuai adalah sama pentingnya bagi kesehatan
yang baik, dengan nutrisi yang baik dan olah raga yang cukup. Tiap individu
membutuhkan jumlah yang berbeda untuk istirahat dan tidur. Kesehatan fisik
dan emosi tergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
manusia. Tanpa jumlah istirahat dan tidur yang cukup, kemampuan untuk
berkonsentrasi membuat keputusan dan berpartisipasi dalam aktivitas harian
akan menurun dan meningkatkan iritabilitas (Potter, dkk, 2005).

21 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kelelahan jasmani dan
kelelahan mental. Dengan tidur semua keluhan hilang atau berkurang dan akan
kembali mendapatkan tenaga serta semangat untuk menyelesaikan persoalan
yang dihadapi. Tidur yang cukup dapat memainkan peranan dalam membantu
tubuh kita untuk pulih dari penyakit atau luka. Penelitian menunjukkan bahwa
kurang tidur mengakibatkan kehilangan kekuatan, kerusakan pada sistem
kekebalan dan meningkatkan tekanan darah (Nancy W, 2006).
Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar yang dialami oleh seseorang, yang
dapat dibandingkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup (Robert
Priharjo, 1993).
Memperoleh kualitas tidur yang terbaik adalah penting untuk peningkatan
kesehatan yang baik dan pemulihan individu yang sakit. Perawat memperhatikan
klien yang seringkali mengalami gangguan tidur yang ada sebelumnya dan klien
yang mengalami masalah tidur karena penyakit atau hospitalisasi. Kadang-kadang
mencari pelayanan kesehatan karena mereka mempunyai masalah tidur yang
mungkin telah hilang untuk disadari beberapa tahun. Klien yang sakit seringkali
membutuhkan lebih banyak tidur dan istirahat daripada klien yang sehat sifat
alamiah dari penyakit mencegah klien untuk mendapatkan istirahat dan tidur yang
cukup lingkungan institusi Rumah sakit atau fasilitas peralatan jangka panjang
aktivitas petugas pelayanan kesehatan dapat menyebabkan sulit tidur (Potter, dkk
2005).
Secara umum, sebagian besar orang dewasa yang sehat rata-rata memerlukan
tujuh sampai sembilan jam tidur setiap malam, walaupun kebutuhan tidur setiap
orang berbeda. Kebutuhan akan tidur tidak berkurang karena usia, walaupun
kemampuan untuk mempertahankannya mungkin menurun (Nancy W, 2006).
Semua makhluk hidup mempunyai irama kehidupan yang sesuai dengan
beredarnya waktu dalam siklus 24 jam. Irama yang seiring dengan rotasi bola
dunia disebut sebagai irama sirkadian. Pusat control irama sirkadian terletak pada
bagian ventral anterior hypothalamus. Bagian susunan saraf pusat yang

22 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

mengadakan kegiatan sinkronisasi terletak pada substansia ventrikulo retikularis


medulo oblogata yang disebut sebagai pusat tidur. Bagian susunan saraf pusat
yang menghilangkan sinkronisasi/ desinkronisasi terdapat pada bagian rostral
medulo oblogata disebut sebagai pusat penggugah atau aurosal state(Iskandar J,
2002).
Tidur juga penting bagi fungsi emosional dan mental. Kurang tidur dapat
mempengaruhi konsentrasi dan merusak kemampuan untuk melakukan kegiatan
yang melibatkan memori, belajar, pertimbangan logis, dan penghitungan
matematis. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilaporkan dalam New York
Times mengesankan bahwa kurang tidur yang kronis bisa semakin membuat
proses penuaan terasa menyulitkan. Bagi Odha, ganggauan tidur dapat
mengakibatkan kemerosotan mutu hidup. Misalnya, gangguan tidur dapat
menyebabkan kelelahan pada siang hari dan mempengaruhi status fungsional dan
mutu hidup (Nancy W, 2006).
Hampir semua orang pernah mengalami gangguan tidur selama masa
kehidupannya. Diperkirakan tiap tahun 20%-40% orang dewasa mengalami
kesukaran tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius. Prevalensi
gangguan tidur setiap tahun cenderung meningkat, hal ini juga sesuai dengan
peningkatan usia dan berbagai penyebabnya. Kaplan dan Sadock melaporkan
kurang lebih 40-50% dari populasi usia lanjut menderita gangguan tidur.
Gangguan kronik (10-15%) disebabkan oleh gangguan psikiatri, ketergantungan
obat dan alkohol (Iskandar J, 2002).
Menurut data International of Sleep Disorder, prevalensi penyebabpenyebab gangguan tidur adalah sebagai berikut: Penyakit asma (61-74%),
gangguan pusat pernafasan (40-50%), kram kaki malam hari (16%),
psychophysiological (15%), sindroma kaki gelisah (5-15%), ketergantungan
alkohol (10%), sindroma terlambat tidur (5-10%), depresi (65%). Demensia (5%),
gangguan perubahan jadwal kerja (2-5%), gangguan obstruksi sesak saluran nafas

23 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

(1-2%), penyakit ulkus peptikus (<1%), narcolepsy (mendadak tidur) (0,03%0,16%) (Iskandar J, 2002).
1.

Istirahat / Tidur
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak

boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak


disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam
waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan
tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebiasaan
tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan
kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam + sekitar 8
jam/ istirahat/ tidur siang 1 jam. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan
dengan baik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan
jasmani, dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.
2.

Posisi Tidur Ibu Hamil


Posisi aman untuk ibu hamil sekitar 16 minggu sebaiknya ibu tidur dengan

posisi miring ke sisi kiri karena posisi ini memberi keuntungan untuk janin untuk
mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya
vena cava inferior di bagian belakang sebelah kanan spina yang mengembalikan
darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Juga dapat membantu ginjal untuk
membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi
pembengkakan (edema) di tangan, kaki dan pergelangan kaki. Tips untuk tidur
dengan posisi yang lebih nyaman letakkan bantal diantara dengkul dan satu di
punggung atau memilih bantal tidur untuk ibu hamil.
Hal utama yang menyebabkan kesulitan tidur ibu hamil, hal ini terjadi karena
peningkatan ukuran janin berubah, yang membuat ibu hamil sulit menentukan
posisi tidur yang enak. Buat ibu yang terbiasa tidur terlentang atau tengkurap
sebelum hamil, kehadiran janin tentu akan menyulitkan. Selain persoalan
kenyamanan, ada cukup banyak pula penyebab lainnya. Beberapa diantaranya,
ada yang bersumber dari factor fisik, dan psikologis.
24 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Factor fisik, misalnya:


a. Sering berkemih pada ibu hamil, ginjal bekerja lebih berat dari biasanya
karena organ harus menyaring volume darah yang lebih banyak 30-50% dari
sebelum hamil, proses penyaringan inilah yang menghasilkan lebih banyak
urine. Selain itu, karena janin dan plasenta membesar maka tekanan kandung
kemih juga meningkat keseringan berkemih juga akan bertambah.
b. Peningkatan detak jantung, selama hamil kerja jantung juga meningkat,
jantung akan memompa lebih banyak darah selain mengirim suplay ke rahim,
darah juga akan didistribusikan ke seluruh tubuh.
c. Pernafasan lebih pendek karena rahim membesar, maka kondisi ini
menghasilkan tekanan pada rongga diafragma.
d. Kram kaki dan nyeri punggung.

J. IMUNISASI
1.

Pengertian Imunisasi
Imunisasi berasal dari kata imun, yang berarti kebal atau resisten. Jadi

Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara


memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia. Sedangkan kebal adalah suatu
keadaan dimana tubuh mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan
penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu. Kebal atau resisten
terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain (Depkes RI,
1994).
Dalam ilmu kedokteran, imunitas adalah suatu peristiwa mekanisme
pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing hingga terjadi interaksi antara tubuh
dengan benda asing tersebut. Adapun tujuan imunisasi adalah merangsang sistim
imunologi tubuh untuk membentuk antibody spesifik sehingga dapat melindungi

25 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

tubuh dari serangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)
(Musa, 1985).
Departemen Kesehatan RI (2004), menyebutkan imunisasi adalah suatu
usaha yang dilakukan dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga
dapat menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

2.

Program Imunisasi
Di Indonesia, program imunisasi telah dimulai sejak abad ke 19 untuk

membasmi penyakit cacar di Pulau Jawa. Kasus cacar terakhir di Indonesia


ditemukan pada tahun 1972 dan pada tahun 1974 Indonesia secara resmi
dinyatakan Negara bebas cacar. Tahun 1977 sampai dengan tahun 1980 mulai
diperkenalkan imunisasi BCG, DPT dan TT secara berturut-turut untuk
memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit TBC anak, difteri, pertusis dan
tetanus neonatorum. Tahun 1981 dan 1982 berturut-turut mulai diperkenalkan
antigen polio dan campak yang dimulai di 55 buah kecamatan dan dikenal sebagai
kecamatan Pengembangan Program Imunisasi (PPI) (Depkes RI 2000).
Pada tahun 1984, cakupan imunisasi lengkap secara nasional baru
mencapai 4%. Dengan strategi akselerasi, cakupan imunisasi dapat ditingkatkan
menjadi 73% pada akhir tahun 1989. Strategi ini terutama ditujukan untuk
memperkuat infrastruktur dan kemampuan manajemen program. Dengan bantuan
donor internasional (antara lain WHO, UNICEF, USAID) program berupaya
mendistribusikan seluruh kebutuhan vaksin dan peralatan rantai dinginnya serta
melatih tenaga vaksinator dan pengelola rantai dingin. Pada akhir tahun 1989,
sebanyak 96% dari semua kecamatan di tanah air memberikan pelayanan
imunisasi dasar secara teratur (Abednego, 1997).
Dengan status program demikian, pemerintah bertekad untuk mencapai
Universal Child Immunization (UCI) yaitu komitmen internasional dalam rangka
Child Survival pada akhir tahun 1990. Dengan penerapan strategi mobilisasi
social dan pengembangan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), UCI ditingkat

26 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

nasional dapat dicapai pada akhir tahun 1990. Akhirnya lebih dari 80% bayi di
Indonesia mendapat imunisasi lengkap sebelum ulang tahunnya yang pertama
(Depkes RI, 2000).
3.

Pentingnya Imunisasi dan Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi


Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien dalam

mencegah

penyakit

dan

merupakan

bagian

kedokteran

preventif

yang

mendapatkan prioritas. Sampai saat ini ada tujuh penyakit infeksi pada anak yang
dapat menyebabkan kematian dan cacat, walaupun sebagian anak dapat bertahan
dan menjadi kebal. Ketujuh penyakit tersebut dimasukkan pada program
imunisasi yaitu penyakit tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak dan
hepatitis-B.
Kehamilan bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap
berbagai penyakit yang dapat dicegah. Hal ini karena kemungkinan adanya akibat
yang membahayakan janin. Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya
imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus neonatorum. Imunisasi TT
harus diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal
1bulan, dan ibu hamil harus sudah diimunisasi lengkap pada umur kehamilan 8
bulan. Vaksinasi dengan toksoid dianjurkan untuk dapat menurunkan angka
kematian bayi Karena infeksi tetanus. Vaksinasi toksoid tetanus dilakukan dua kali
selama hamil.
Imunisasi
TT1

Interval
Selama kunjungan antenatal pertama

Durasi Perlindungan
-

TT2

4 minggu setelah TT1

3 tahun

TT3

6 bulan setelah TT2

5 tahun

TT4

1 tahun setelah TT3

10 tahun

TT5

1 tahun setelah TT4

25

tahun

hidup)

K. TRAVELLING

27 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

(seumur

Bumil harus hati-hati dalam membuat rencana perjalanan yang cenderung


melelahkan.

Kenakan sabuk pengaman tanpa menekan perut.

Biasanya asupan makanan akan berbeda dari biasanya.

Duduk lama akan menyebabkan kaki bengkak karena status vena (vena
stagnan)

Bepergian dengan pesawat udara boleh saja dilakukan, karena tidak akan
membuat hypoksia

Liburan dapat memberikan suasana tenang, udara yang bersih dan istirahat
cukup

L. PERSIAPAN LAKTASI
ASI (Air Susu Ibu) merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar
payudara wanita melalui proses laktasi. ASI terdiri dari berbagai komponen
gizi dan non gizi. Komposisi ASI tidak sama selama periode menyusui, pada
akhir menyusui kadar lemak 4-5 kali dan kadar protein 1,5 kali lebih tinggi
daripada awal menyusui. Juga terjadi variasi dari hari ke hari selama periode
laktasi. Keberhasilan laktasi dipengaruhi oleh kondisi sebelum dan saat
kehamilan. Kondisi sebelum kehamilan ditentukan oleh perkembangan
payudara saat lahir dan saat pubertas. Pada saat kehamilan yaitu trimester II
payudara mengalami pembesaran karena pertumbuhan dan difrensiasi dari
lobuloalveolar dan sel epitel payudara. Pada saat pembesaran payudara ini
hormon prolaktin dan laktogen placenta aktif bekerja yang berperan dalam
produksi ASI.
Sekresi ASI diatur oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin
menghasilkan ASI dalam alveolar dan bekerjanya prolaktin ini dipengaruhi
oleh lama dan frekuensi pengisapan (suckling). Hormon oksitosin disekresi
oleh kelenjar pituitary sebagai respon adanya suckling yang akan

28 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

menstimulasi sel-sel mioepitel untuk mengeluarkan (ejection) ASI. Hal ini


dikenal dengan milk ejection reflex atau let down reflex.
ASI dari simpanan alveoli ke lacteal sinuses sehingga dapat dihisap bayi
melalui puting susu. Terdapat tiga bentuk ASI dengan karakteristik dan
komposisi berbeda yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matang (mature).
Kolostrum adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar payudara setelah
melahirkan (4-7 hari) yang berbeda karakteristik fisik dan komposisinya
dengan ASI matang dengan volume 150 300 ml/hari. ASI transisi adalah
ASI yang dihasilkan setelah kolostrum (8-20 hari) dimana kadar lemak dan
laktosa lebih tinggi dan kadar protein, mineral lebih rendah.
ASI matang adalah ASI yang dihasilkan 21 hari setelah melahirkan
dengan volume bervariasi yaitu 300 850 ml/hari tergantung pada besarnya
stimulasi saat laktasi. Volume ASI pada tahun pertama adalah 400 700
ml/24 jam, tahun kedua 200 400 ml/24 jam, dan sesudahnya 200 ml/24 jam.
Dinegara industri rata-rata volume ASI pada bayi dibawah usia 6 bulan adalah
750 gr/hari dengan kisaran 450 1200 gr/hari (ACC/SCN, 1991). Pada studi
Nasution.A (2003) volume ASI bayi usia 4 bulan adalah 500 800 gr/hari,
bayi usia 5 bulan adalah 400 600 gr/hari, dan bayi usia 6 bulan adalah 350
500 gr/hari.
Produksi ASI dapat meningkat atau menurun tergantung pada stimulasi
pada kelenjar payudara terutama pada minggu pertama laktasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI
1.

Frekuensi Penyusuan
Pada ibu dengan bayi prematur disimpulkan bahwa produksi ASI akan

optimal dengan pemompaan ASI lebih dari 5 kali per hari selama bulan pertama
setelah melahirkan. Pemompaan dilakukan karena bayi prematur belum dapat
menyusu. Studi lain yang dilakukan pada ibu dengan bayi cukup bulan
menunjukkan bahwa frekuensi penyusuan 10 3 kali perhari selama 2 minggu

29 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

pertama setelah melahirkan berhubungan dengan produksi ASI yang cukup.


Berdasarkan hal ini direkomendasikan penyusuan paling sedikit 8 kali perhari
pada periode awal setelah melahirkan. Frekuensi penyusuan ini berkaitan dengan
kemampuan stimulasi hormon dalam kelenjar payudara.
2.

Berat Lahir
Mengamati hubungan berat lahir bayi dengan volume ASI. Hal ini berkaitan

dengan kekuatan untuk mengisap, frekuensi, dan lama penyusuan dibanding bayi
yang lebih besar. Berat bayi pada hari kedua dan usia 1 bulan sangat erat
berhubungan dengan kekuatan mengisap yang mengakibatkan perbedaan intik
yang besar dibanding bayi yang mendapat formula. Menemukan hubungan positif
berat lahir bayi dengan frekuensi dan lama menyusui selama 14 hari pertama
setelah lahir. Bayi berat lahir rendah (BBLR) mempunyai kemampuan mengisap
ASI yang lebih rendah dibanding bayi yang berat lahir normal (> 2500 gr).
Kemampuan mengisap ASI yang lebih rendah ini meliputi frekuensi dan lama
penyusuan yang lebih rendah dibanding bayi berat lahir normal yang akan
mempengaruhi stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin dalam memproduksi
ASI.
3.

Umur Kehamilan saat Melahirkan


Umur kehamilan dan berat lahir mempengaruhi intik ASI. Hal ini

disebabkan bayi yang lahir prematur (umur kehamilan kurang dari 34 minggu)
sangat lemah dan tidak mampu mengisap secara efektif sehingga produksi ASI
lebih rendah daripada bayi yang lahir tidak prematur. Lemahnya kemampuan
mengisap pada bayi prematur dapat disebabkan berat badan yang rendah dan
belum sempurnanya fungsi organ.
4.

Umur dan Paritas


Umur dan paritas tidak berhubungan atau kecil hubungannya dengan

produksi ASI yang diukur sebagai intik bayi terhadap ASI.Menemukan bahwa
pada ibu menyusui usia remaja dengan gizi baik, intik ASI mencukupi

30 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

berdasarkan pengukuran pertumbuhan 22 bayi dari 25 bayi. Pada ibu yang


melahirkan lebih dari satu kali, produksi ASI pada hari keempat setelah
melahirkan lebih tinggi dibanding ibu yang melahirkan pertama kali.
5.

Stres dan Penyakit Akut


Ibu yang cemas dan stres dapat mengganggu laktasi sehingga

mempengaruhi produksi ASI karena menghambat pengeluaran ASI. Pengeluaran


ASI akan berlangsung baik pada ibu yang merasa rileks dan nyaman. Studi lebih
lanjut diperlukan untuk mengkaji dampak dari berbagai tipe stres ibu khususnya
kecemasan dan tekanan darah terhadap produksi ASI. Penyakit infeksi baik yang
kronik maupun akut yang mengganggu proses laktasi dapat mempengaruhi
produksi ASI.
6.

Konsumsi Rokok
Merokok dapat mengurangi volume ASI karena akan mengganggu hormon

prolaktin dan oksitosin untuk produksi ASI. Merokok akan menstimulasi


pelepasan adrenalin dimana adrenalin akan menghambat pelepasan oksitosin.
Studi Lyon,(1983); Matheson, (1989) menunjukkan adanya hubungan antara
merokok dan penyapihan dini meskipun volume ASI tidak diukur secara
langsung.
Ada dua cara untuk mengukur produksi ASI yaitu penimbangan berat
badan bayi sebelum dan setelah menyusui; dan pengosongan payudara. Kurva
berat badan bayi merupakan cara termudah untuk menentukan cukup tidaknya
produksi ASI, meliputi protein, karbohidrat, dan lemak berasal dari sintesis dalam
kelenjar payudara dan transfer dari plasma ke ASI, sedangkan vitamin dan
mineral berasal dari transfer plasma ke ASI. Semua fenomena fisiologi dan
biokimia yang mempengaruhi komposisi plasma dapat juga mempengaruhi
komposisi ASI. Komposisi ASI dapat dimodifikasi oleh hormon yang
mempengaruhi sintesis dalam kelenjar payudara.

31 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Aspek gizi ibu yang dapat berdampak terhadap komposisi ASI adalah
intik pangan aktual, cadangan gizi, dan gangguan dalam penggunaan zat gizi.
Perubahan status gizi ibu yang mengubah komposisi ASI dapat berdampak
positif, netral, atau negatif terhadap bayi yang disusui. Bila asupan gizi ibu
berkurang tetapi kadar zat gizi dalam ASI dan volume ASI tidak berubah maka
zat gizi untuk sintesis ASI diambil dari cadangan ibu atau jaringan ibu.
Komposisi ASI tidak konstan dan beberapa faktor fisiologi dan faktor non
fisiologi berperan secara langsung dan tidak langsung. Faktor fisiologi meliputi
umur penyusuan, waktu penyusuan, status gizi ibu, penyakit akut, dan pil
kontrasepsi. Faktor non fisiologi meliputi aspek lingkungan, konsumsi rokok dan
alkohol (Matheson, 1989).

M. PERSIAPAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN BAYI


Agar persalinan berjalan lancar dan tidak lagi perlu khawatir terhadap apa
dan bagaimana persiapan selama persalinan berjalan, tidak ada salahnya jika
jauh-jauh hari mempersiapkan kebutuhan persalinan tersebut.
Berikut beberapa hal yang wajib untuk persiapkan ;
1. Membuat rencana persalinan, meliputi :
a.
b.
c.
d.

tempat persalinan
memilih tenaga kesehatan terlatih
bagaimana cara menghubungi tenaga kesehatan terlatih tersebut
bagaimana transportasi yang bisa digunakan untuk ke tempat

persalinan tersebut
e. siapa yang akan menemani persalinan
f. berapa biaya yang dibutuhkan, dan bagaimana cara megumpulkannya
g. siapa yang kan menjaga keluarganya jika ibu melahirkan
2. Membuat rencana pembuatan keputusan jika kegawat daruratan pada
saat pembuat keputusan utama tidak ada
a. siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga
b. siapa yang akan membuat keputusan jika si pembuat keputusan utama
tidak ada saat terjadi kegawat daruratan
3. Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawat daruratan

32 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

a.

dimana ibu akan melahirkan

b.

bagaimana cara menjangkaunya

c.

kemana ibu mau dirujuk

d. bagaimana cara mendapatkan dana


e.

bagaimana cara mencari donor darah

4. Mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan


a. kain panjang 4 buah
b. pembalut wanita
c. handuk, waslap, alat mandi, alat make up
d. pakaian terbuka depan, gurita ibu, BH
e.

pakaian bayi, minyak telon

f.

tas plastik

1). yang harus disiapkan


Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan waktu persiapan akan terasa
begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan terjadi kadang tak dapat
dipastikan. Adalah lebih baik jika sudah mempersiapkan apa saja yang harus
dibawa ke rumah sakit pada saat hari yang ditunggu tersebut tiba.
Setelah kehamilan mencapai sekitar 7 bulan atau akhir kehamilan 28 minggu
persiapkanlah barang-barang untuk persalinan yang akan dibawa ke rumah sakit
dan masukkan kedalam satu tas khusus. Dan tidak boleh lupa memberitahukan
suami mengenai tas khusus yang telah persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba
semuanya telah siap dan suami tidak lupa untuk membawa serta tas besar yang
telah di persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya ini.

Beberapa barang yang diperlukan untuk IBU di rumah sakit

a. Baju tidur

33 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Bawalah baju tidur yang nyaman untuk anda pakai, sebaiknya yang
mempunyai kancing di bagian depan sehingga mempermudah untuk menyusui
bayi. Bawalah baju tidur dengan jumlah yang cukup dapat memperkirakan untuk
persalinan normal atau alamiah biasanya 2 hari dan untuk persalinan operasi
Caesar dibutuhkan 4-5 hari.

b. 1 set baju untuk pulang dari rumah sakit


mungkin masih tetap terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk
tubuh kembali ke bentuk semula. Untuk itu bawalah baju yang nyaman, dan tidak
sempit.
c. Sandal
Untuk anda berjalan sepanjang koridor rumah sakit dan juga menjaga kaki
anda untuk tetap hangat.
d. Pakaian dalam
Bawalah

BH

untuk

menyusui

dan

celana

dalam

secukupnya.

e. Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.


f. Gurita atau korset untuk ibu baru bersalin.
2. Keperluan untuk BAYI

Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit.Kita cukup


menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.
a. Popok
b. Baju bayi
c. Selimut atau Bedong.
d. Kaos kaki dan tanggan.
e. Gendongan.

34 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Persiapkanlah apa yang perlu anda bawa ke Rumah Sakit untuk persiapan
persalinan dalam 1 tas dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau dan jangan
lupa memberitahu pasangan tentang tas itu

2). Persiapan Dana


Persalinan normal umumnya membutuhkan biaya yang relatif ringan.
Namun, bila persalinan diperkirakan harus dilakukan dengan tindakan operatif,
maka persiapan dana yang lumayan besar harus segera dilakukan. Untuk
mengetahui apakah nanti akan dilakukan sesar, pasangan harus selalu
berkonsultasi ke dokter.

Lewat konsultasi ini diharapkan, segala kemungkinan

yang

terjadi

bakal

bisa

lebih

dicermati.

Bila diperkirakan lahir dengan sesar, pasangan tentunya sudah bisa berancangancang mempersiapkan dananya sejak jauh hari. Bila dana sudah terkumpul,
otomatis

beban

mental

suami

juga

bisa

lebih

teratasi

3). Suami SIAGA


Persiapan mental suami, sangat diperlukan dalam menghadapi hal-hal
berikut

ini.

1. Perubahan Fisik & Mental Istri


Di trimester awal biasanya perubahan pada ibu terjadi secara menyolok.
Meningkatnya produksi hormon progesteron membuat sikapnya sering berubahubah sesuai mood yang sedang dialaminya saat itu. Kadang gembira, sedih,
marah-marah, ketus, dan sebagainya.
2. Fase Ngidam

35 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Bukan hanya mual-muntah, seringkali masih di trimester pertama, istri


juga memiliki permintaan yang aneh-aneh. Tengah malam misalnya, tahu-tahu
istri ingin minum air kelapa.
3. Mengantar Istri ke Dokter
Tak kalah penting, meskipun sibuk sebaiknya suami menyediakan waktunya
untuk mengantar istri ke dokter karena ini merupakan salah satu hal yang dapat
mengangkat

psikis

ibu

dalam

memelihara

kehamilannya.

Jadi, baik suami maupun istri, keduanya harus saling berusaha menepati jadwal
yang sebelumnya bisa disesuaikan bersama. Dengan menyaksikan dan terlibat
dalam proses pemeriksaan, akan timbul empati suami terhadap istri dan anak yang
tengah

dikandungnya.

Hal

ini

penting

untuk

kelanjutan

pemeliharaan

kandungannya. Selain itu, suami pun bisa bertanya ke dokter tentang hal-hal yang
sering ditemukan dan dikeluhkan istri. Dari penjelasan yang diberikan dokter,
otomatis

kondisi

mental

suami

bisa

lebih

terjaga.

Tak hanya ke dokter, bila ada waktu, suami pun sebaiknya menemani istri
menjalani program senam hamil. Senam ini diyakini sangat membantu ibu
menghadapi persalinan. Tidak hanya istri, suami pun perlu mengetahui berbagai
tahapan dan kendala yang mungkin terjadi saat persalinan. Bila nanti istri panik,
suami akan tahu cara menghadapinya. Suami juga bisa memantau perilaku istri
ketika bersalin. Bila terjadi kesalahan, suami bisa langsung mengoreaksinya. Bila
hal ini dapat dilakukan dengan baik, tentu beban istri saat melahirkan bisa
dikurangi dan kondisi mentalnya akan naik sehingga persalinan bisa berjalan
lancar.
Bayangkan kalau istri tidak pernah ikut senam hamil dan suami tidak punya
pengetahuan sedikit pun tentang persalinan. Ketika istri berteriak-teriak, misalnya,
suami bisa-bisa bukannya membantu tapi malah ikut panik.

4. Beban Menghadapi Persalinan

36 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Memasuki bulan-bulan terakhir, dimana istri sudah bersiap menghadapi


persalinan, sang suami harus mempersiapkan mentalnya lebih kuat lagi. Pada
periode trimester ke tiga akhir, selain beban tubuh istri semakin berat, dia juga
sering mengalami perasaan takut karena membayangkan proses persalinan yang
sulit dan kamar operasi. Oleh karena itu, suami harus hadir sebagai pendamping
yang

bisa

menyamankan

kondisi

istri.

5. Menemani Istri Bersalin


Dukungan suami sangat diperlukan agar psikis istri bisa terangkat saat
menjalani proses persalinan. Dengan begitu istri bisa lebih kuat, nyaman, percaya
diri, dan ringan ketika bersalin. Saat itu, rasa empati suami pun dapat tumbuh
lebih dalam, sehingga penghargaan terhadap perjuangan istri dan rasa sayang
kepadanya bisa tumbuh lebih sempurna.

N.

MEMANTAU KESEJAHTERAAN BAYI


Biasanya pada ibu hamil trimester I belum terlalu memperhatikan tentang

perkembangan janin mereka. Namun baru pada trimester II ibu hamil lebih
memperhatikan janin mereka dan memantau perkembangannya. Contohnya
seperti pemeriksaan USG. Ibu itu dapat melihat gerakan janin yang ada pada
perutnya meraka baik dengan 3 dimensi maupun 4 dimensi. Jika terjadi ketidak
normalan pada janin mereka pun dapat terlihat sehingga dapat untuk mengetahui
sejak awal.
Ibu hamil pun juga bisa memantaunya dengan cara memeriksa pada bidan,
dan disitu akan di periksa leopold akan di gelar DJJ oleh bidan. Selain itu ibu
hamil dapat konsultasi baik keluhan maupun saran kepada ibu bidan.
Ibu hamil dapat memantau tumbuh kembang janinnya sendiri dengan cara lebih
memperhatikan makannya apakah sudah cukup gizi atau belum. Pola di jaga

37 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

karena sebaiknya ibu hamil tidak boleh terlalu lelah, faktor lingkungan yang
bersih dan nyaman pun sangat di perlukan bagi ibu hamil.
O.

KETIDAKNYAMANAN DAN CARA MENGATASINYA


Ketidaknyamanan pada kehamilan terutama terjadi pada hamil muda.
Dengan makin tua kehamilan keluhan akan semakin berkurang, kecuali varises
dan kaki bengkak makin meningkat.

a.

Trimester Pertama

1). Perubahan payudara,sensasi baru nyeri dan perasaan geli.


Fisiologi

: Hipertensi

jaringan

glandula

mammae

dan

penambahan

vaskularisasi, pigmentasi dan ukuran serta penonjolan puting susu dan alveoli
yang disebabkan oleh stimulasi hormon.
Solusi

: - Kompres hangat pada payudara


- Mandi air hangat atau berendam
- memijat payudara dengan lembut
- menghindari

kopi dan minuman lain yang mengandung

caffein.
- menggunakan BH yang memyangga
2). Dinamika psikososial, perasaan sayang, perasaan kacau
Fisiologi

: adaptasi hormonal dan metabolik, perasaan mengenali peran

wanita, seksualitas, waktu kehamilan, dan jarak perubaahan dalam satu kehidupan
dan gaya hidup.
Solusi

: - Ibu diberi suport dan ditenangkan hatinya

- Memeperbaiki komunikasi (patner, keluarga, dll)


3). Leukoria
Fisiologi

: adanya peningkatan kadar hormon estrogen yang tinggi, stimulasi

cervix secara hormonal menjadi hipertropy dan hiperaktif, produksi mucus dalam
jumlah berlebihan
Solusi

: - Sering ganti celana selama dalam


- Hygienie memakai pembalut perineum, menerangkan hati rujuk

ke dokter bila diikuti dengan, bau busuk, perubahan warna.

38 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

4). Urgensi dan frekwensi kencing


Fisiologi

: Perubahan fungsi kandung kencing yang disebabkan oleh hormon,

berkurangnnya kapsitas kandung kemih oleh pembesaran uterus.


Solusi

: - Batasi intake cairan sebelum tidur


- Rujuk ke dokter untuk nyeri atau sensasi panas

5). Nausea, vommiting, morning sickness


Fisiologi

: Perubahan hormon dan faktor psikologis, refleksi kebahagian

atau bisa juga karena rasa penolakan terhadap kehamilan.


Solusi

: - Menghindari perut kosong atau berlebihan


- Makanan dalam jumlah sedikit tapi sering
- Makan biskuit, jahe, roti panggang kering, dan segala sesuatu

yang mengandung pepermint.


- Makan teratur meski tidak nafsu makan
- Sering minum hangat (teh hangat, susu atau minuman bebas kopi)
- Bangun perlahan-lahan di pagi hari, istirahat di siang hari.
- Hindari segala sesuatu atau bau yang membuat mual.
6). Kurang energi/kelelahan
Fisiologi

: Peningkatan kadar estrogen, progesteron serta merupakan respon

fisiologi dari kehamilan.


Solusi

: - Menenangkan diri
- istirahat yang cukup
- keseimbangan nutrisi untuk mencegah anemia

7). Gingivitas dan epulis


Fisiologi

: Peningkatan vascularisasi dan poliferasi terhadap jaringan konektif

dari stimulasi estrogen.


Solusi

: - Makan cukup buah dan sayur


- sikat halus
- Hygiene gigi dan hindari infeksi

8). Konstipasi
Fisiologi

: Peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot

sehingga usus kurang efisien

39 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Solusi

: - banyak minum air


- Makan makanan berserat tinggi (sayur buah)
- Olahraga (jalan-jalan)
9). Sakit Kepala

Fisiologi

: Sakit kepala yang sering lebih dari biasa, hal ini mungkin karena

keadaan rasa mual, kelelahan,lpar, tekanan darah rendah, dan dapat juga karena
perasaan tegang/depresi.
Solusi

: - Atasi dengan istirahat


- makan sedikit tapi sering
- Bila semakin parah hubungi dokter

10).Pusing
Fisiologi

: Merasa pusing karena pada awal kehamilan ini karena adanya

peningkatan tuntutan darah ketubuh, sehingga sewaktu berubah posisi dari tidur
atau duduk ke posisi berdiri secara tiba-tiba, sistem sirkulasi darah kesulitan untuk
beradaptasi.
Solusi

: Bila rasa pusing timbul ketika sedang duduk ini biasanya karena

menurunnya level gula darah, makanlah sedikit tapi sering. Bila pusing terlalu
sering periksa ke doketer, kemungkinan anemia.
11).Peningkatan berat badan
Fisiologi

: Hormon estrogen menyebabkan pembesaran rahim dan hormon

progesteron yang menyebabkan tubuh menahan air.


Solusi

: Jangan

terlalu

banyak

makan-makanan

yang

mengandung

karbohidrat, tapi perbanyak makan makanan yang berprotein.(diet ibu hamil)


b. Trimester Kedua
1). Rasa nyeri ulu hati
Fisiologi

: peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi

otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang
mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke
kerongkongan.

40 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Solusi

: - jangan makan dalam jumlah yang besar terutama sebelum mau

tidur.
- jauhi makanan pedas berminyak/berlemak
- Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala
2). Pembengkakan
Fisiologi

: Hal ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang

bersifat menahan cairan. Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit
pembengkakan kaki dan tangan, hal ini sering terjadi karena psosisi duduk atau
berdiri yang terlalu lama.
Solusi

: - Jangan melakukan posisi duduk dan berdiri yang terlalu lama.


- Biasakan jalan-jalan di pagi hari

3). Pusing
Fisiologi

: Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester

kedua. Hal ini dapat terjadi ketika pembesaran rahim ibu menekan pembuluh
darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
Solusi

: Atasi dengan melakukan perpindahan posisi perlahan-lahan atau

bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah mendadak.


4). Perubahan kulit
Fisiologi

: Perenggangan kulit yang berlebih biasannya pada perut dan

payudara akibat perenggangan kulit ini ibu hamil dapat merasa gatal.
Solusi

: - Krim yang mengandung vitamen E juga dapat membantu

menghilangkan garis - garis rengangan pasca lahir.


- Jika saat hamil merasa gatal didaerah rengangan, bisa dikompres dengan air
hangat untuk mengurangi rasa gatal
5). Kram pada kaki
Fisiologi

: Kram otot ini timbul karena pembesaran uterus yang memberikan

tekanan pada pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lambat saat
kehamilan.
Solusi

: - Atasi dengan istirahat dengan jalan kaki diangkat ke atas


- Minum-minuman cukup kalsium

41 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

- Bila kram saat duduk atau tidak, coba untuk menggerakan jarijari ke arah atas.
c.

Trimester Ketiga

1). Cairan Vagina


Fisiologi

: Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal.

Cairan biasanya jernih, pada awal kehamilan biasanya agak kental dan mendekati
persalinan lebih cair.
Solusi

: - Tetap juga kebersihan.


- Hubungi dokter bila cairan berbau, terasa gatal dan sakit

2). Bengkak (edema)


Fisiologi

: Pertumbuhan bayi akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki

dan pergelangan kaki ibu, disebabkan oleh perubahan hormonal yang


menyebabkan retensi cairan.
Solusi

: - Menghindari makanan asin


- Ganjal kaki dengan bantal ketika berbaring/duduk
- jangan berdiri terlalu lama

3). Sesak Nafas


Fisiologi

: Hal ini terjadi karena rahim mendesak paru-paru dan diafragma.

Solusi

: - Atasi dengan tidak membawa berat


- berjalan tegak
- menarik nafas dalam-dalam
- tidur miring kiri dan olahraga teratur yang ringan seperti jalan-

jalan dipagi hari


4). Varises
Fisiologi

: Sirkulasi darah selama hamil lebih banyak sehingga tidak teratasi

oleh katub yang mengalirkan darah ke jantung. Akibatnya, pembuluh darah kaki
mekar, bahkan sampai menonjol agar tertampung darah lebih banyak.
Solusi

: - Jangan berdiri atau duduk terlalu lama


- Duduk atau berbaring dengan kaki diganjal bantal, sehingga

posisi kaki lebih tinggi dari jantung.


- cobalah sering berjalan-jalan

42 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

- sebagian besar varises akan lenyap 2-3 bulan setelah melahirkan


5). Merasa Kepanasan
Fisiologi

: Hal ini terjadi karena kecepatan metabolisme ibu hamil rata-rata

meningkat 20% selama kehamilan sehingga suhu tubuh juga tinggi.


Solusi

: - Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, seringlah mandi.


- Gunakan pakaian yang mudah menyerap keringat
- Jangan lupa untuk minum lebih banyakuntuk menggantikan

cairan yang keluar melalui pori-pori tubuh bumil.


6). Kontraksi Perut
Fisiologi

: Broxton Hick kontraksi palsu, kontraksi berupa rasa sakit ringan,

tidak teratur dan hilang bila duduk atau istirahat.


Solusi

: - Istirahat cukup
- hindari pekerjaan yang memberatkan
- Berdiri dan berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak
- pakailah kasur yang nyaman

7). Konstipasi
Fisiologi

: Selain karena adanya peningkatan hormon progesteron konstipasi

juga karena tekanan rahim yang semakin membesar ke daerah usus.


Solusi

: - Makan makanan berserat tinggi (buah dan sayur)


- Minum air yang banyak dan olahraga ringan.

8). Sering Kencing


Fisiologi

: Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi turun ke rongga panggul

akan makin menekan kandung kencing ibu hamil.


Solusi

: - Batasi intake cairan sebelum tidur


- Tenangkan hati
- Memakai pembalut perineum

9). Terganggunya Tidur (Insomnia)


Fisiologi

: Setelah perut membesar, bayi menendang semakin sering,

sehingga ibu sulit untuk tidur nyenyak selain itu ada perasaan cemas menanti
waktu persalinan.

43 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Solusi

: - Menenangkan hati ibu


- Message atau memijat pinggang
- Minum susu hangat atau mandi hangat sebelum tidur.
- Batasi minum setelah jam 4 sore agar saat tidur tidak terbangun

karena sering BAK.


Kunjungan ulang yaitu setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah
kunjungan antenatal pertama
Bumil seharusnya melakukan kunjungan antenatal selama kehamilan minimal 4
kali, yaitu :
1 kali trimester I
1 kali trimester II
2 kali trimester III
Riwayat ibu dan pemeriksaan fisik telah lengkap pada kunjungan pertama,
maka kunjungan ulang berikutnya difokuskan pada pendeteksian komplikasi,
mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan

Riwayat kehamilan pertama


Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan kunjungan ulang
Mendiskusikan rencana persiapan kelahiran dan kegawatdaruratan
Mengajari ibu mengenai tanda-tanda bahaya
Jadwalkan kunjungan ulang berikutnya

P. PEKERJAAN
1.

Pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rutin dapat dilaksanakan


Bekerjalah sesuai kemampuan
Makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan

2. Wanita pekerja di luar rumah

44 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Wanita hamil boleh bekerja, tapi jangan terlalu berat


Istirahatlah sebanyak mungkin
Menurut uu perburuhan, wanita hamil berhak mendapat cuti hamil
selama 3 bulan, yaitu 1,5 bulan sebelum bersalin dan 1, 5 bulan sesudah

bersalin.
Selama hamil perhatikan hal-hal yang dapat membehayakan kandungan

dan segera memeriksakan diri


Pada minggu-minggu terkahir kehamilan, beritahukan tanda-tanda
permulaan persalinan

Kasus kegawatdaruratan obstetri adalah kasus obstetri yang apabila tidak segera
ditangani akan berakibat kematian ibu dan janinnya. Kasus ini menjadi penyebab
utama kematian ibu, janin serta bayi baru lahir. Empat penyebab utama kematian
ibu ialah:

Perdarahan
infeksi dan sepsis
hipertensi dan preeklamsi/eklamsia
persalinan macet (distosia)

Persalinan macet hanya terjadi pada saat persalinan berlangsung, sedangkan


ketiga penyebab lain dapat terjadi dalam kehamilan, persalinan, dan dalam masa
nifas. Berikut ini hanya akan dibahas mengenai tanda-tanda bahaya atau
kegawatdaruratan yang terjadi dalam kehamilan. Tanda-tanda bahaya yang perlu
diwaspadai dalam kehamilan muda antara lain:

Perdarahan pervaginam
Hipertensi Gravidarum
Nyeri perut bagian bawah

Mengingat manifestasi klinik kasus gawat darurat obstetri berbeda-beda dalam


rentang yang cukup luas, mengenal kasus tersebut tidak selalu mudah dilakukan,
tergantung pada pengetahuan, kemampuan daya pikir dan daya analisis, serta
pengalaman tenaga penolong. Kesalahan atau pun keterlambatan dalam
menentukan kasus dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, saat menerima kasus,
haruslah dianggap sebagai kasus gawat darurat atau setidaknya berpotensi menjadi

45 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

gawat darurat, sampai hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kasus tersebut


bukan gawat darurat.
A.

Perdarahan Pervaginam

Perdarahan yang terjadi pada hamil muda dapat disebabkan oleh berbagai
kemungkinan. Oleh karena itu, diperlukan analisis dan pemeriksaan yang cermat
untuk menentukan penyebabnya.
o Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih dari 5 menit untuk
membasahi pembalut atau kain bersih
o Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang dari 5 menit untuk
membasahi pembalut atau kain bersih
1. Abortus Imminens
Abortus Imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada
kehamilan sebelum 20 minggu, hasil konsepsi masih di dalam uterus, dan tanpa
adanya dilatasi serviks. Diagnosis abortus imminens ditentukan bila pada wanita
hamil terjadi perdarahan melalui ostium uteri eksternum, disertai mules-mules
sedikit atau tidak sama sekali, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan,
serviks belum membuka, dan tes kehamilan positif. Pada beberapa wanita hamil
dapat terjadi perdarahan sedikit seperti pada saat haid. Hal ini disebabkan oleh
penembusan villi koriales ke dalam desidua, pada saat implantasi. Perdarahan
implantasi biasanya sedikit, warnanya merah dan cepat berhenti, tidak disertai
mules-mules.
2. Kehamilan ektopik terganggu
Kehamilan ektopik terjadi bila ovum yang telah dibuahi berimplantasi dan tumbuh
di luar kavum uteri. Pada keadaan ini besar kemungkinan terjadi keadaan gawat.
Keadaan gawat ini dapat terjadi apabila kehamilan ektopik terganggu. Nyeri
merupakan keluhan utama pada kehamilan ektopik terganggu. Pada ruptur tuba,
nyeri perut bagian bawah terjadi secara tiba-tiba dan intensitasnya disertai dengan
perdarahan yang menyebabkan penderita pingsan dan masuk dalam keadaan syok.

46 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Perdarahan pervaginam merupakan tanda penting kedua pada kehamilan ektopik


terganggu.
Perdarahan yang berasal dari uterusbiasanya tidak banyak dan berwarna coklat
tua. Pada kehamilan ektopik terganggu ditemukan bahwa usaha menggerakkan
serviks uteri menimbulkan rasa nyeri, demikian pula kavum Douglas menonjol
dannyeri pada perabaan. Kehamilan ektopik terganggu sangat bervariasi, dari
yang klasik dengan gejala perdarahan mendadak dalam rongga perut dan ditandai
oleh abdomen akut sampai gejala samar-samar, sehingga sulit membuat diagnosis.
3. Abortus komplit
Pada abortus kompletus semua hasil konsepsi sudah keluar, ditemukan perdarahan
sedikit, ostium uteri telah menutup, dan uterus sudah mulai mengecil. Diagnosis
dapat dipermudah bila hasil konsepsi yang telah keluar dapat diperiksa apakah
sudah keluar semua dengan lengkap. Penderita dengan abortus kompletus tidak
memerlukan pengobatan secara khusus, hanya apabila ditemukan anemia perlu
diberi sulfas ferrosus (tablet Fe) atau transfusi.
4. Abortus insipiens
Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20
minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi
masih dalam uterus. Rasa mules lebih sering dan kuat, perdarahan bertambah.
5. Abortus inkomplit
Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan
sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal di dalam uterus. Pada
pemeriksaan vaginal, kanalis servikalis terbuka dan jaringan dapat diraba dalam
kavum uteri atau kadang-kadang sudah menonjol dari ostium uteri eksternum.
Perdarahan yang terjadi pada abortus inkompletus dapat banyak sekali, sehingga
dapat menyebabkan syok dan perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil
konsepsi dikeluarkan. Apabila abortus inkompletus disertai syok karena

47 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

perdarahan, segera atasi syok segera, setelah keadaan membaik baru dilakukan
pengeluaran sisa konsepsi.
6. Abortus mola
Mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tanpa janin dan
ditemukan jaringan seperti buah anggur. Secara makroskopik, mola hidatidosa
mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi
cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa millimeter sampai 1 atau 2
sentimeter.
B.

Hipertensi Gravidarum

Klasifikasi hipertensi dalam kehamilan meliputi:

Hipertensi (tanpa proteinuria dan edema)

Preeklampsia ringan

Preeklampsia berat

Eklampsia

C.

Nyeri Perut Bagian Bawah

Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang kemungkinan merupakan


gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus, dapat juga disebabkan oleh
sebab lain. Nyeri perut bagian bawah dapat ditemukan pada Apendisitis,
Peritonitis, Kista ovarium, Sistitis, Pielonefritis akut, Peritonitis. Pada keadaankeadaan tersebut, nyeri perut mungkin disertai dengan berbagai gejala dan tanda,
seperti di bawah ini.
1.

Kista ovarium
o Nyeri perut
o Tumor adneksa pada periksa dalam

48 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

o Massa tumor di perut bawah


o Perdarahan vaginal ringan
2.

Apendisitis

3.

Sistitis

4.

Disuria
Sering berkemih
Nyeri perut
Nyeri retro/suprapubik

Pielonefritis akut
o
o
o
o
o
o
o
o
o

5.

Nyeri perut bawah


Demam
Nyeri lepas
Perut membengkak
Anoreksia
Mual/muntah
leus paralitik
Lekositosis

Disuria
Demam tinggi/menggigil
Sering berkemih
Nyeri perut
Nyeri retro/suprapubik
Nyeri pinggang
Sakit di dada
Anoreksia
Mual/muntah

Peritonitis
o
o
o
o
o
o
o
o

Demam
Nyeri perut bawah
Bising usus (-)
Nyeri lepas
Perut kembung
Anoreksia
Mual/muntah
Syok

49 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

KEBUTUHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER 1, 2, 3

A. Support keluarga
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita
yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru
pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan
adanya dukungan dan perhatian dari orang orang terdekat.
(Jensen.2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas)

50 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

1. Suami
a) Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan
kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan, bahkan
juga memicu produksi ASI. Suami sebagai seorang yang paling dekat, dianggap
paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik
maupun mental. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina
hubungan baik dengan istri, sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan
setiap masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama
mengalami kehamilan.
(Allina Hospitals & Clinics, tahun 2001)
b) Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan
mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi
berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok manusia
mungil di dalam perutnya.
Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan, dapat
mempengaruhi keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk
si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami
dalam masa-masa kehamilannya.
(Allina Hospitals & Clinics, tahun 2001)
c) Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita, jadi sebisa
mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri,
misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan, menemani istri ke dokter untuk
memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi.
Diperoleh tidaknya dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan, ada
tidaknya komunikasi yang bermakna, dan ada tidaknya masalah atau
kekhawatiran akan bayinya.
(Allina Hospitals & Clinics, tahun 2001)
2. Keluarga
51 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

a) Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang


kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Wanita hamil
sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama
pada ibu primigravida. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan
pasangan menjadi orang tua.
b) Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk :

Ayah ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini.

Ayah ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini.

Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi.

Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak
boleh ditinggalkan. (Allina Hospitals & Clinics, tahun 2001)

3. Lingkungan
Dukungan Lingkungan Dapat Berupa :

Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu ibu pengajian/
perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan sosial/ keagamaan.

Membicarakan

dan

menasehati

tentang

pengalamaan

hamil

dan

melahirkan.

Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk periksa.

Menunggui ibu ketika melahirkan.

Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil. (Allina Hospitals &
Clinics, tahun 2001)

B.

Support dari Tenaga kesehatan

52 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikologi adalah dengan


memberi support atau dukungan moral bagi klien, meyakinkan bahwa klien dapat
menghadapi kehamilannya dan perubahan yang dirasakannya adalah sesuatu yang
normal. Bidan harus bekerjasama dan membangun hubungan yang baik dengan
klien agar terjalin hubungan yang terbuka antara bidan dan klien. Keterbukaan ini
akan mempermudah bidan memberikan solusi terhadap permasalahan yang
dihadapi klien.
Bidan juga berfungsi sebagai fasilitator bag i kliennya. Bidan dapat membagi
pengalaman yang pernah dirasakan bidan itu sendiri, misalnya jika bidan tersebut
juga pernah merasakan kehamilan, hal ini akan membuat klien mengerti akan
fungsi bidan yang disatu sisi sebagai seorang bidan dan disisi lain sebagai
manusia biasa yang juga merasakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
siklus kehidupan. Bidan juga dapat menceritakan pengalaman orang lain sehingga
klien

mampu

membayangkan

bagaimana

cara

mereka

sendiri

untuk

menyelesaikan dan menghadapi masalahnya.


Bidan juga berperan sebagai seorang pendidik, bidan yang memutuskan
apa yang harus di beritahukan kepada klien dalam menghadapi kehamilannya agar
selalu waspada terhadap perubahan yang terjadi, perilakunya dan bagaimana
menghadapi permasalahnnya yang timbul akibat kehamilannya.
Tenaga kesehatan juga dapat memberikan peranannya melalui dukungan, yaitu:
a) Dukungan Aktif : melalui kelas antenatal
b) Dukungan Pasif : dengan memberikan kesempatan kepada ibu hamil yang
mengalami masalah untuk berkonsultasi.
Tenaga kesehatan harus mampu mengenali tentang keadaan yang ada disekitar ibu
hamil atau pasca bersalin, yaitu:bapak, kakak, dan pengunjung (Buku
Keperawatan Ibu Hamil)
C. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan

53 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Orang yang paling penting bagi seorang wanita hamil biasanya ialah ayah sang
anak. Semakin banyak bukti menunjukan bahwa wanita yang diperhatikan dan
dikasihi oleh pasangan prianya selama hamil akan menunjukan lebih sedikit gejala
emosi dan fisik, lebih sedikit komplikasi persalinan, dan lebih mudah melakukan
penyesuaian selam masa nifas. Ada dua kebutuhan utama yang ditunjukan wanita
selama ia hamil, kebutuhan pertama ialah menerima tanda-tanda bahwa ia dicintai
dan dihargai. Kebutuhan kedua ialah merasa yakin akan penerimaan pasangannya
terhadap sang anak dan mengasimilasi bayi tersebut kadalam keluarga.
Peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil.
Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan
mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh
oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya.
Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. Dukungan yang dapat diberikan
oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi
keinginan ibu hamil yang ngidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun
membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun
suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam
meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik (Buku
Keperawatan Ibu Hamil)
D. Persiapan Menjadi Orang Tua
1. Kehamilan dan peran sebagai orang tua dapat dianggap sebagai masa transisi
atau peralihan
2. Terlihat adanya peralihan yang sangat besar akibat kelahiran dan peran yang
baru, serta ketidak pastian yang terjadi sampai peran yang baru ini dapat disatukan
dengan anggota keluarga yang baru.
Untuk pasangan baru, kehamilan merupakan kondisi perubahan dari masa anak
menjadi orang tua, dan apabila kehamilan berakhir maka akan bertambah
tanggung jawab keluarga.

54 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

Suami akan mengalami perubahan menjadi orang tua, seperti bertambahnya


tanggung jawab. Selama periode prenatal, ibu ialah satu-satunya pihak yang
membentuk lingkungan tempat janin tumbuh dan berkembang.
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui dirinya akan menjadi seorang
ayah maka timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan
bercampur dan keprihatinan akan persiapannya menjadi seorang ayah dan pencari
nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah mungkin akan sangat
memperhatikan keadaan ibu yang sedang hamil dan menghindari se ks karena
takut akan mencederai bayinya. Disamping respon yang diperhatikannya, seorang
ayah perlu dapat memahami keadaan ini dan menerimanya.
Steele dan Pollack (1968) menyatakan bahwa menjadi orang tua merupakan
proses yang terdiri dari dua komponen. Komponen pertama, bersifat praktis dan
mekanis, melibatkan keterampilan kognitif dan motorik. Komponen kedua,
bersifat emosional, melibabkan keterampilan kognetif dan efektif. Kedua
componen ini penting untuk perkembangan dan keberadaan bayi.
3. Keterampilan Kognitif Motorik
Dalam proses ini orang tua melibatkan aktifitas perawatan anak, seperti memberi
makan, menjaganya dari bahaya, memungkinkannya untuk bisa bergerak.
Kemampuan ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya dan budayanya. Banyak
orang tua harus belajar untuk melakukan tugas ini dan proses belajar ini mungkin
sukar bagi mereka. Akan tetapi, hampir semua orang tua memiliki keinginan
untuk belajar dan dibantu dukungan orang lain menjadi terbiasa dengan aktifitas
merawat anak.
4. Keterampilan Kognitif-Efektif
Komponen psikologis menjadi orang tua, sifat keibuan atau kebapakkan
tampaknya berakar dari pengalaman orang tua dimasa kecil saat mengalami dan
menerima kasih sayang dari ibunya. Dalam hal ini orang tua bisa dikatakan
mewarisi

kemampuan

untuk

menunjukkan

perhatian

55 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

dan

kelembutan.

Keterampilan kognitif-efektif menjadi oarang tua ini meliputi sikap yang lembut,
waspada dan memberi perhatian lepada bayinya.
(Buku Keperawatan Ibu Hamil)
E. Persiapan sibling
Kehadiaran seorang adik yang baru dapat merupakan krisis utama bagi seorang
anak. Anak sering mengalami perasaan kehilangan atau merasa cemburu karena
digantikan oleh bayi yang baru. Beberapa faktor yang mempengaruhi respon
seorang anak adalah umur, sikap orang tua, peran ayah, lama wakt berpisah
dengan ibu, peraturah kunjungan dirumah sakit dan bagaimana anak itu
dipersiapkan untuk suatu perubahan.
Ibu yang mempunyai anak harus menyediakan banyak waktu dan tenaga untuk
mengorganisasi

kembali

hubungannya

dengan

anak-anaknya

ia

perlu

mempersiapkan anak-anaknya untuk menyambut kelahiran sang bayi dan melalui


proses perubahan peran dalam keluarga dengan melibatkan anak-anaknya yang
lebih besar karena mereka kehilangan tempat.
Usia dan tingkat perkembangan anak mempengaruhi respon mereka. Oleh karena
itu persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak. Anak yang berusia kurang
dari dua tahun menunjukan minat kecil terhadap kehamilannya. Bagi anak yang
lebih tua, pengalaman ini akan mengurangi rasa takut dan konsep yang salah.
Dengan diberi penjelasan dan pengertian anak biasanya tidak akan merasa
disisihkan dan akan merasa senang dengan kehadiran adiknya yang bisa dijadikan
teman.

56 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

DAFTAR PUSTAKA
http://sriagustin25h5.blogspot.co.id/2012/07/kebutuhan-fisik-ibu-hamil-trimesteri.html
http://www.davishare.com/2015/01/kebutuhan-istirahat-tidur-imunisasi-travelingpada-ibu-hamil.html
http://emayamidwifery.blogspot.com/2012/04/pola-seksual-dan-eliminasi-pada-ibu.html

57 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A

http://rohmahjasmin.blogspot.com/2011/06/kebutuhan-eliminasi-terhadap-ibu-hamil.html

Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : P.T. Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo
Persis Mary Hamilton, 1995:84 Manuaba, 1998:96, Ibrahim, 1993 :59

Romauli, Suryati. 2011. Buku Ajar ASKEB I: Konsep Dasar Asuhan Kehamilan.
Yogyakarta : Nuha Medika

58 | U N I V E R S I T A S P A T R I A A R T H A