Anda di halaman 1dari 45

BAB

BAB13
13
PENGUJIAN
PENGUJIANHIPOTESIS
HIPOTESISSAMPEL
SAMPELBESAR
BESAR

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

OUTLINE
Bagian
Bagian 33 Statistik
StatistikInduktif
Induktif
Metode dan Distribusi Sampling
Metode dan Distribusi Sampling
Teori Pendugaan Statistik
Teori Pendugaan Statistik
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda

Pengertian Teori dan Kegunaan


Pengertian Teori dan Kegunaan
Pendugaan
Pendugaan
Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Uji Signifikansi
Uji Signifikansi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Sampel Besar
Sampel Besar
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Menguji
HipotesisRata-rata
Selisih Rata-Rata
dan
Interval
Keyakinan
dan Proporsi
Sampel
Besar
IntervalProporsi
Keyakinan
Rata-rata
dan
Proporsi
Proporsi Sampel Besar
Jenis Kesalahan I dan II
Jenis Kesalahan I dan II

Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam


Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Analisis Regresi
Analisis Regresi
2

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

DEFINISI

Hipotesis:
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai nilai suatu
parameter populasi yang dimaksudkan untuk pengujian dan
berguna untuk pengambilan keputusan.

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

DEFINISI

Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah prosedur yang didasarkan pada
bukti sampel yang dipakai untuk menentukan apakah
hipotesis merupakan suatu pernyataan yang wajar dan oleh
karenanya tidak ditolak, atau hipotesis tersebut tidak wajar
dan oleh karena itu harus ditolak.

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

OUTLINE
Bagian
Bagian 33 Statistik
StatistikInduktif
Induktif
Metode dan Distribusi Sampling
Metode dan Distribusi Sampling
Teori Pendugaan Statistik
Teori Pendugaan Statistik
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Analisis Regresi
Analisis Regresi

Pengertian dan Pengujian Hipotesis


Pengertian dan Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Uji Signifikansi
Uji Signifikansi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Sampel Besar
Sampel Besar
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Proporsi Sampel Besar
Proporsi Sampel Besar
Jenis Kesalahan I dan II
Jenis Kesalahan I dan II
5

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

PROSEDUR PENGUJIAN HIPOTESIS


Langkah 1. Merumuskan Hipotesis
(Hipotesis nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (H1))
Langkah 2. Menentukan Taraf Nyata
(Probabilitas menolak hipotesis)
Langkah 3. Menentukan Uji Statistik
(Alat uji statistik, uji Z, t, F, X2 dan lain-lain)
Langkah 4. Menentukan Daerah Keputusan
(Daerah di mana hipotesis nol diterima atau
ditolak))
Langkah 5. Mengambil Keputusan

Menerima H0

Menolak H0 Menerima H1
6

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MERUMUSKAN HIPOTESIS

Hipotesis Nol
Satu pernyataan mengenai nilai parameter populasi.

Hipotesis Alternatif
Suatu pernyataan yang diterima jika data sampel
memberikan cukup bukti bahwa hipotesis nol adalah salah.

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENENTUKAN TARAF NYATA

Taraf Nyata
Probabilitas menolak hipotesis nol, apabila hipotesis
nol tersebut adalah benar.

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENENTUKAN UJI STATISTIK


Uji Statistik
Suatu nilai yang diperoleh dari sampel dan digunakan untuk memutuskan apakah
akan menerima atau menolak hipotesis.

Nilai Z diperoleh dari rumus berikut:

Di mana:
Z : Nilai Z
: Rata-rata hitung sampel
: Rata-rata hitung populasi
sx : Standar error sampel, di mana sx = /n apabila standar
deviasi populasi diketahui dan sx =s/n apabila standar
deviasi populasi tidak diketahui

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

OUTLINE
Bagian
Bagian 33 Statistik
StatistikInduktif
Induktif
Metode dan Distribusi Sampling
Metode dan Distribusi Sampling
Teori Pendugaan Statistik
Teori Pendugaan Statistik
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Analisis Regresi
Analisis Regresi

Pengertian dan Pengujian Hipotesis


Pengertian dan Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Uji Signifikansi Satu Arah dan Dua
Uji Signifikansi Satu Arah dan Dua
Arah
Arah
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Sampel Besar
Sampel Besar
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Proporsi Sampel Besar
Proporsi Sampel Besar
Jenis Kesalahan I dan II
Jenis Kesalahan I dan II

10

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENENTUKAN DAERAH KEPUTUSAN


Daerah Keputusan Uji Satu Arah

Daerah penolakan
Ho
Daerah tidak
menolak Ho
Skala z
1,65
Probabilitas 0,95 Probabilitas 0,5

Daerah Keputusan Uji Dua Arah

Daerah penolakan
Ho

Daerah penolakan
Ho

0,025
-1,95

Daerah tidak
menolak Ho
0,95
0

0,025
1,95

11

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

UJI SIGNIFIKANSI SATU ARAH DAN DUA ARAH

Pengujian Satu Arah


Adalah daerah penolakan Ho hanya satu ,yaitu terletak di ekor sebelah kanan saja
atau ekor sebelah kiri saja. Karena hanya satu daerah penolakan berarti luas daerah
penolakan tersebut sebesar taraf nyata yaitu , dan untuk nilai kritisnya biasa
ditulis dengan Z.

Sedangkan Pengujian Dua Arah


Adalah daerah penolakan Ho ada dua daerah, yaitu terletak di ekor sebelah kanan
dan kiri. Karena mempunyai dua daerah, maka masing-masing daerah mempunyai
luas dari taraf nyata yang dilambangkan dengan , dan nilai kritisnya biasa
dilambangkan dengan Z .

12

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH UJI SIGNIFIKANSI MENGGUNAKAN


TANDA LEBIH BESAR DAN LEBIH KECIL
1. Ujilah beda rata-rata populasi, misalkan hipotesisnya adalah rata-rata hasil investasi lebih
kecil dari 10,5%. Maka perumusan hipotesisnya menjadi:
H0 : 10,5
H1 : > 10,5
Untuk tanda pada H0 menunjukkan daerah penerimaan H 0, sedang tanda > pada H1
menunjukkan daerah penolakan di sebelah ekor kanan seperti Gambar A.
2. Ujilah beda selisih dua rata-rata populasi, misalkan hipotesisnya adalah selisih dua rata-rata
populasi lebih besar sama dengan 0.
H0 : pa pl 0
H1 : pa pl < 0
Untuk tanda pada H0 menunjukkan daerah penerimaan H0, sedang tanda < pada H1
menunjukkan daerah penolakan di sebelah ekor kiri seperti Gambar B.

13

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

DAERAH KEPUTUSAN UNTUK UJI SATU ARAH


(ONE TAIL TEST) DENGAN TARAF NYATA () 5%

Daerah penolakan H0

Daerah penolakan H0

Daerah tidak menolak H0

Daerah Tidak menolak H0

1,65

Gambar A
H0 : x 10,5
H1 : x > 10,5

1,65

Gambar B
H0 : pa pl 0
H1 : pa pl < 0
14

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH PENGUJIAN DUA ARAH

1. Ujilah nilai rata-rata sama dengan 10,5%. Maka hipotesisnya dirumuskan


sebagai berikut:
H0 : 10,5%.
H1 : 10,5%.
2. Ujilah nilai koefisien untuk b sama dengan 0. Maka hipotesanya
dirumuskan sebagai berikut:
H0 : b = 0
H1 : b 0.

15

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH PENGUJIAN DUA ARAH

0,5
Daerah penolakan H0
Tidak menolak H0

Daerah penolakan
H0

0,4750

0,025
-1,96

0,025
0,95

1,96

16

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

OUTLINE
Bagian
Bagian 33Statistik
StatistikInduktif
Induktif
Metode dan Distribusi Sampling
Metode dan Distribusi Sampling
Teori Pendugaan Statistik
Teori Pendugaan Statistik
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Analisis Regresi
Analisis Regresi

Pengertian dan Pengujian Hipotesis


Pengertian dan Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Uji Signifikansi
Uji Signifikansi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan
Proporsi Sampel Besar
Proporsi Sampel Besar
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Proporsi Sampel Besar
Proporsi Sampel Besar
Jenis Kesalahan I dan II
Jenis Kesalahan I dan II

17

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH MENGUJI HIPOTESIS RATA-RATA


SAMPEL BESAR
Perusahaan reksa dana menyatakan bahwa hasil investasi reksa dana saham sepanjang 2014, rata-rata
mencapai 10,5%. Untuk menguji apakah pernyataan tersebut benar, maka lembaga konsultan Humanika
Consultindo mengadakan penelitian pada 30 perusahaan reksa dana dan didapatkan hasil bahwa ratarata hasil investasi adalah 16,32% dan standar deviasinya 10,46%. Ujilah apakah pernyataan
perusahaan reksa dana tersebut benar dengan taraf nyata 5%.

Langkah 1

Merumuskan hipotesis. Hipotesis yang menyatakan bahwa rata-rata hasil


investasi sama dengan 10,5%. Ini merupakan hipotesis nol, dan hipotesis
alternatifnya adalah rata-rata hasil investasi tidak sama dengan 10,5%.
Hipotesis tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
H0 : = 10,5%.
H1 : = 10,5%.

18

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH MENGUJI HIPOTESIS RATA-RATA


SAMPEL BESAR

Langkah 2

Langkah 3

Menentukan taraf nyata. Taraf nyata sudah ditentukan sebesar 5%, apabila
tidak ada ketentuan dapat digunakan taraf nyata lain. Taraf nyata 5%
menunjukkan probabilitas menolak hipotesis yang benar 5%, sedang
probabilitas menerima hipotesis yang benar 95%.
Nilai kritis Z dapat diperoleh dengan cara mengetahui probabilitas
daerah keputusan H0 yaitu Z/2 = /2 0,5/2 = 0,025 dan nilai kritis Z dari
tabel normal adalah 1,96.

Melakukan uji statistik dengan menggunakan rumus Z. Dari soal diketahui


bahwa rata-rata populasi = 10,5%, rata-rata sampel 16,32%, dan standar
deviasi 10,46%. Mengingat bahwa standar deviasi populasi tidak diketahui
maka diduga dengan standar deviasi sampel, dan standar error sampel
adalah sx = s/n sehingga nilai Z adalah

19

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH MENGUJI HIPOTESIS RATA-RATA


SAMPEL BESAR

Daerah penolakan
H0

Daerah penolakan H0
Tidak menolak H0
0,025
Z=-5,11

Langkah 4

-1,96

0,95

0,025
1,96

Menentukan daerah keputusan dengan nilai kritis Z=1,96

20

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENGUJI HIPOTESIS RATA-RATA SAMPEL


BESAR

Langkah 5

Mengambil Keputusan. Nilai uji Z ternyata terletak pada daerah


menolak H0. Nilai uji Z = 3,06 terletak disebelah kanan 1,96. Oleh
sebab itu, dapat disimpulkan bahwa menolak H0, dan menerima
H1, sehingga pernyataan bahwa hasil rata-rata reksa dana
saham sama dengan 10,5% tidak terbukti.

21

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENGUJI HIPOTESIS PROPORSI SAMPEL BESAR

Di mana:
Z : Nilai uji Z
p : Proporsi sampel
P : Proporsi populasi
n : Jumlah sampel

22

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

OUTLINE
Bagian
Bagian 33 Statistik
StatistikInduktif
Induktif
Metode dan Distribusi Sampling
Metode dan Distribusi Sampling
Teori Pendugaan Statistik
Teori Pendugaan Statistik
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda

Pengertian dan Pengujian Hipotesis


Pengertian dan Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Uji Signifikansi
Uji Signifikansi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Sampel Besar
Sampel Besar
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata
dan Proporsi Sampel Besar
dan Proporsi Sampel Besar
Jenis Kesalahan I dan II
Jenis Kesalahan I dan II

Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam


Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Analisis Regresi
Analisis Regresi
23

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

RUMUS STANDAR DEVIASI


Distribusi sampling dari selisih rata-rata proporsi memiliki distribusi normal
dan mempunyai standar deviasi sebagai berikut:

x1 x 2 n1 n2
2
1

2
2

Di mana:
x1-x2
: Standar deviasi selisih dua populasi
1

: Standar deviasi populasi 1

: Standar deviasi populasi 2

n1

: Jumlah sampel pada populasi 1

n2

:Jumlah sampel pada populasi 2


24

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

RUMUS NILAI UJI STATISTIK Z


Sedangkan nilai uji statistik Z dirumuskan sebagai berikut:

Di mana
Z

: Nilai uji statistik


: Selisih dua rata-rata hitung sampel 1 dan sampel 2

1 - 2

: Selisih dua rata-rata hitung populasi 1 dan populasi 2


: Standar deviasi selisih dua populasi
25

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

RUMUS STANDAR DEVIASI SELISIH DUA SAMPEL


Standar deviasi selisih dua sampel adalah sebagai berikut:

s x1 x 2 s n1 s n2
2
1

2
2

Di mana:
sx1-x2
: Standar deviasi selisih dua sampel
s1

: Standar deviasi sampel 1

s2

: Standar deviasi sampel 2

n1

: Jumlah sampel 1

n2

: Jumlah sampel 2

26

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENGUJI HIPOTESIS SELISIH PROPORSI


SAMPEL BESAR
Untuk standar deviasi proporsi populasi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Di mana:
sp1-p2
: Standar deviasi selisih dua proporsi populasi
P1

: Proporsi populasi 1

P2

: Proporsi populasi 2

n1

: Jumlah sampel pada populasi 1

n2

: Jumlah sampel pada populasi 2


27

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

MENGUJI HIPOTESIS SELISIH PROPORSI


SAMPEL BESAR
Sedangkan nilai uji statistik Z dirumuskan sebagai berikut:

Di mana:
Z
p1 p2

: Nilai uji statistik selisih dua proporsi populasi


: Selisih dua proprosi sampel 1 dan sampel 2

P1 P2

: Selisih dua proporsi populasi 1 dan populasi 2

sp1-p2

: Standar deviasi selisih dua proprosi populasi

Standar deviasi selisih dua sampel adalah sebagai berikut:

Di mana P = (x1 + x2)/(n1 + n2); x1 dan x2 adalah kejadian sukses pada sampel 1 dan 2.
28

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH UJI SATU ARAH SELISIH PROPORSI


Tidak bisa dipungkuri kehadiran media sosial (Facebook, Twitter, Google +, Linkedin, Pinterest,
Instagram, dan lainnya) dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengubah pola hidup masyarakat.
Meski perubahan tersebut juga berbeda-beda bergantung pada geografi, budaya, dan kondisi
ekonomi masing-masing. Di samping berbagai perannya tersebut, yang semakin digemari
masyarakat, media sosial juga menjadi masalah baru di tengah masyarakat. Para sosiolog menyebut
media sosial sebagai pisau bermata dua yang memiliki sisi positif, sekaligus dampak negatifnya.
Salah satu dampak buruknya adalah meningkatnya kejahatan dunia maya (cybercrime) di media
sosial (http://indonesian.irib.ir/headline2/, Senin, 28 April 2014, 17:09). Untuk mengetahui seberapa
besar kejahatan dunia maya, maka dilakukan survei terhadap remaja dan orang dewasa pengguna
media sosial. Dari 350 responden remaja, sebanyak 150 orang menyatakan pernah menjadi korban
kejahatan dunia maya, sedangkan dari 400 responden orang dewasa, sebanyak 205 orang
menyatakan pernah menjadi korban kejahatan dunia maya. Dengan taraf nyata 5%, ujilah apakah
proporsi remaja dan dewasa sama dalam mengalami kejahatan dunia maya!
29

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH UJI SATU ARAH SELISIH PROPORSI


Merumuskan hipotesis. Kita akan menguji pernyataan bahwa proporsi
remaja (p1) sama dengan proporsi dewasa (p2) yang mengalami kejahatan
dunia maya. Hipotesis tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

Langkah 1

H0 : P1 P2 = 0
H1 : P1 P2 5

Langkah 2

Menentukan taraf nyata. Taraf nyata sudah ditentukan sebesar 5%.


Nilai kirits Z dapat diperoleh dengan cara mengetahui probabilitas
daerah keputusan H0 yaitu Z/2 = 0,5 (0,05/2) = 0,4750 dan nilai
kritis Z dari tabel normal adalah 1,96.

30

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH UJI SATU ARAH SELISIH PROPORSI


Melakukan uji statistik dengan menggunakan rumus Z untuk selisih dua
proporsi sampel.
Diketahui:
x1 = 150, n1 = 350, p1 = 150/350 = 0,43
x2 = 205, n2 = 400, p2 = 205/400 = 0,51
p1 p2 = 0,43 0,51 = 0,07
P = (x1 + x2)/(n1 + n2) = (150 + 205)/(350 + 400) = 0,473

Langkah 3

Nilai standar error selisih dua proporsi:

Nilai uji statistik

31

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH UJI SATU ARAH SELISIH PROPORSI

Langkah 4

menentukan daerah keputusan dengan nilai kritis Z = 1,96

32

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

CONTOH UJI SATU ARAH SELISIH PROPORSI

Menentukan keputusan dengan nilai kritis Z = 1,96, sedang nilai


uji statistik 2,29 berada di daerah penolakan Ho. Ini berarti Ho

Langkah 5

ditolak dan H1 diterima. Terdapat cukup bukti bahwa selisih


proporsi remaja dan dewasa tidak sama dengan nol, atau proporsi
remaja dan dewasa berbeda. Kejahatan di dunia maya banyak
dialami oleh orang dewasa.

33

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

OUTLINE
Bagian
Bagian 33 Statistik
StatistikInduktif
Induktif
Metode dan Distribusi Sampling
Metode dan Distribusi Sampling
Teori Pendugaan Statistik
Teori Pendugaan Statistik
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Besar
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Pengujian Hipotesis Sampel Kecil
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Linier
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda
Analisis Regresi dan Korelasi Berganda

Pengertian dan Pengujian Hipotesis


Pengertian dan Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis
Uji Signifikansi
Uji Signifikansi
Menguji Hipotesis Rata-Rata dan Proporsi
Menguji Hipotesis
SampelRata-Rata
Besar dan Proporsi
Sampel Besar
Menguji Hipotesis Selisih Rata-Rata dan
Menguji
HipotesisRata-rata
Selisih Rata-Rata
dan
Interval
Keyakinan
dan Proporsi
Sampel
Besardan Proporsi
IntervalProporsi
Keyakinan
Rata-rata
Proporsi Sampel Besar
Jenis Kesalahan I dan II
Jenis Kesalahan I dan II

Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam


Fungsi, Variabel, dan Masalah dalam
Analisis Regresi
Analisis Regresi
34

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

PENGERTIAN KESALAHAN JENIS I DAN II

Kesalahan Jenis I
Adalah apabila keputusan menolak H0, pada
hal seharusnya H0 benar.

Kesalahan Jenis II
Adalah apabila keputusan menerima H0,
padahal seharusnya H0 salah.
35

Teori Pendugaan Statistik

Bab 13

PENGERTIAN KESALAHAN JENIS I DAN II


Situasi H0
Keputusan
Terima H0
Tolak H0

H0
Benar

Sala

Keputusan tepat (1 ) Kesalahan Jenis


Kesalahan Jenis I ()
Keputusan tepat

36

TERIMA KASIH

37

LATIHAN SOAL

1. PT Pangan Sehat Abadi merupakan perusahaan


yang bergerak pada makanan nonkolesterol.
Perusahaan ini menjamin bahwa konsumen akan
turun berat badannya lebih 2 kg selama dua minggu.
Dari 100 orang yang mengikuti program ini ternyata
penurunan rata-rata hitung berat badan mencapai 1,5
kg dan deviasi standar 0,23 kg. Dengan taraf nyata
5%, apakah pernyataan dari perusahaan ini benar?

38

LATIHAN SOAL

Jawab:

b.
Taraf nyata 1% dengan uji satu arah. Nilai Z = 0,5
0,05 = 0,45 dan nilai Z kritis = 1,66. Karena uji satu
arah, maka ekor akan di sebelah kanan, apabila Zhitung
< 1,66 maka Ho diterima dan apabila Zhitung > 1,66
maka Ho ditolak.

39

LATIHAN SOAL

c. Menentukan uji statistik:

d. Nilai Zhitung 21,7 < 1,66 berarti Ho diterima dan H1


ditolak. Dengan demikian, pernyataan perusahaan
tersebut tidak benar,
produk tersebut tidak dapat
menurunkan berat badan lebih 2 kg.
40

LATIHAN SOAL

2. PT Astra memperkenalkan dua mobil baru,


yaitu Xenia dan Avanza. Dari 1500 konsumen
Xenia, 1100 menyataan suka, sedangkan dari
3000 konsumen Avanza, 2500 menyatakan
suka. Dengan taraf nyata 5% apakah proporsi
kedua mobil tersebut sama atau tidak?

41

LATIHAN SOAL

JAWAB :
a. Merumuskan hipotesis.
H0 : P1 P2 = 0
H1 : P1 - P2 0
b. Menentukan taraf nyata. Taraf nyata 5%
dengan dua arah. Nilai kirits Z, yaitu Z = 0,5
(0,05/2) = 0,4750 dan nilai kritis Z dari tabel
normal adalah 1,96.
42

LATIHAN SOAL

JAWAB :
c.
Melakukan uji statistik dengan menggunakan
rumus Z untuk selisih dua proporsi sampel. Diketahui:
x1 = 1100, n1 = 1500, p1 = 1100/1500 = 0,73
x2 = 2500, n2 = 3000, p2 = 2500/3000 = 0,83
p1 p2 = 0,73 0,83 = 0,1
P = (x1 + x2)/(n1 + n2) = (1100 + 2500)/(1500 + 3000)
= 0,80
43

LATIHAN SOAL

44

LATIHAN SOAL

Kesimpulan :
d.
Menentukan daerah keputusan dengan nilai
kritis Z= 1,96, daerah penolakan hipotesis nol adalah
<1,96 dan >1,96. Nilai uji Z= 7,90 dan lebih kecil
dari 1,65. Jadi kesimpulannya adalah menolak
hipotesis nol dan menerima hipotesis alternatif.
Terdapat cukup bukti bahwa proporsi antara yang
suka Xenia dan Avanza berbeda

45

Anda mungkin juga menyukai