Anda di halaman 1dari 1

Keadaan hipertensi pada kehamilan antara lain preeclampsia-eklampsia, hipertensi

kronik (baik hipertensi essensial maupun sekunder ), hipertensi kronik yang diikuti
preeklampsi, dan hipertensi gestasional. Preeklampsia merupakan hipertensi yang
diikuti proteinuri dan edema dan paling sering terjadi pada saat mendekati masamasa akhir kehamilan. Hipertensi kronik adalah hipertensi yang sudah ada bahkan
sebelum kehamilan, sebelum usia kehamilan 20 minggu atau bertahan bahkan
setelah 6 minggu post partum. Definisi hipertensi di sini adalah tekanan darah
140/90 mmHg atau peningkatan MAP sebanyak 20 mmHg. Yang dimaksud proteinuri
disini adalah ditemukannya protein sebanyak 300 mg pada urin 24 jam atau
30mg/dl pada urin sewaktu. Preeklampsi dapat terjadi pada wanita dengan
hipertensi kronik

(superimposed preeklampsi ); hal ini memiliki prognosis yang

buruk bagi sang ibu maupun bagi janin. Kriteria bagi superimposed preeclampsia
adalah hipertensi yang memburuk (sistol meningkat 30 mmHg atau diastol
meningkat 15 mmHg di atas nilai rata-rata pada saat usia kehamilan masih 20
minggu )dan disertai/tidak non dependent edema atau proteinuri. Hipertensi
gestasional dibagi lagi menjadi hipertensi kehamilan transien jika preeclampsia
ditemukan pada saat partus dan tekanan darah normal pada saat 12 minggu post
partum, dan hipertensi kronik jika peningkatan pada tekanan darah tetap ada
setelah 12 minggu post partum.