Anda di halaman 1dari 36

Laporan Praktek Lapangan Industri

CV. BARA MITRA KENCANA, TANAH KUNING, PERAMBAHAN, KECAMATAN


TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO

(Topik Bahasan : KAJIAN TEKNIS MINE DEWATERING PADA TAMBANG


BATUBARA BAWAH TANAH BMK-14 CV.BARA MITRA KENCANA)
Oleh
Evansharsal Suedi 1206386

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

Latar Belakang PLI

Adapun latar belakang dari PLI yaitu :


1.Mata kuliah wajib pada Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang .
2.Mengaplikasan ilmu-ilmu teoritis yang didapatkan dan dipelajari selama perkuliahan
3.Pengalaman praktis lapangan
4.Membuat lulusan dari universitas siap bersaing untuk menghadapi dunia kerja

Deskripsi Perusahaan
Profil perusahaan
Nama

: CV. Bara Mitra Kencana

Status

: Swasta

Lokasi perusahaan : Desa Batu Tanjung, Perambahan, Kecamatan Talawi,


Kota Sawahlunto

Sejarah Perusahaan

CV. Bara Mitra Kencana berdiri pada hari Selasa tanggal 19 January 2007
dengan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) seluas 70,53 Ha.

Status lahan yang dimanfaatkan bagi rencana kegiatan penambangan


batubara ditanah kuning Desa Batu Tanjung, Kec. Talawi, kota
Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, merupakan bekas tambang PT.BAUPO yang telah diserahkan pengelolanya kepada pemerintahan daerah
Kota Sawahlunto.

Secara geografis daerah penambangan tersebut terletak pada koordinat


100 47 12- 100 46 58 Bujur Timur (BT) dan 00 37 11 - 00 3611
Lintang Selatan (LS)

Struktur Organisasi

Koordinat Batas Wilayah IUP


Koordinat
No

Bujur Timur

Lintang (LU/LS)

1000 46 38,27

000 36 45,84

1000 47 04,70

000 36 45,84

100 47 04,70

000 36 52,32

1000 47 18,39

000 36 52,32

1000 47 18,39

000 36 58,36

1000 47 11,32

000 36 58,36

1000 47 11,32

000 37 08,22

1000 46 38,27

000 37 08,22

Lokasi dan Kesampaian Daerah


Secara administratif CV.
BMK terletak di Tanah
Kuning Desa Batu Tanjung
KecamatanTalawi Kota
Sawahlunto Propinsi
Sumatera Barat.
Lokasi tambang tersebut
dapat dicapai dengan
menggunakan kendaraan
roda empat dari Padang
jaraknya + 117 Km ke Kota
Sawahlunto serta menuju
ke lokasi tambang dengan
jarak tempuh +6 Km
selebihnya +3 Km
merupakan jalan tambang
yang akan digunakan
untuk menunjang
kelancaran kegiatan
operasional
penambangan.

Geologi dan stratigrafi

Layout Tamda BMK-14

Kegiatan penambangan
Proses pengambilan batubara

Proses pemuatan Transportasi

Penunjang Kegiatan Penambangan


Penyanggaan

Ventilasi

Penyaliran

Pelaksanaan PLI
Pengecekan kualitas udara

Pengukuran tamda

Pemasangan Duct dan Selang

Reparasi alat

Hambatan dan Penyelesaian


Selama melaksanakan kegiatan PLI pada CV. Bara Mitra Kencana
penulis menemukan hambatan berupa :
1.Minimnya alat pengukuran seperti kompas geologi yang membuat
pengukuran tidak efisien.
2.Banyaknya lumpur pada akses tambang menyulitkan penulis dalam
bergerak dengan luwes dan cepat sementara bak lori bisa naik dan
turun kapan saja
3.Penyanggan yang rendah membuat penulis harus berjalan
membungkuk dan bahkan pada jalur manual ada pemasangan
penyanggaan yang sangat rendah sehingga penulis harus berjalan
jongkok untuk masuk kedalam tambang.

Temuan menarik
1. Disiplin pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) bagi seluruh pekerja.
2. Sistem pengontrolan yang dilakukan sacara rutin oleh Pengawas K3
dan pengawas Operasional, sehingga bisa mengantisipasi apabila
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Kurang maksimalnya kerja alat angkut lori yang digunakan CV.Bara
Mitra Kencana yang berdampak pada hasil produksi, sehingga
menyebabkan hasil produksi tidak mencapai target yang telah
ditentukan.
4. Tergenangnya air pada jalan dan front kerja pada tambang bawah
tanah yang diakibatkan oleh rembesan air pada dinding tunnel .
5. Masih ada ditemukannya gas-gas berbahaya pada saat melakukan
pengecekan terhadap kondisi didalam lubang tambang.

7. Tingginya gas metan yang menyebabkan aktifitas pekerjaan sering


terganggu, sehingga menghambat proses penambangan.
8. Adanya sistem ventilasi estafet pada beberapa lubang tambang
bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana, dimana hal ini dimaksudkan
untuk melanjutkan udara segar dari permukaan hingga front kerja.
9. Adanya system pemompaan estafet yang dimaksudkan untuk
menyalirkan air keluar tambang bawah tanah
10. Pada lantai stockyard dilakukan pemasangan plat besi atau
pengecoran dengan semen dengan tujuan mempermudah proses
Loading
11. Penggunaan bambu sebagai pembantu sambungan duct ventilasi

Bahasan
Dari temuan menarik yang penulis amati
dilapangan, maka penulis mengangkat
topik Poin no 4 yang mana penulis akan
melakukan pembahasan tentang
Kajian Teknis Mine Dewatering Pada
Tambang Batubara Bawah Tanah CV.
Bara Mitra Kencana

Kajian teoritis
Batasan Kajian Teoritis
Hidrologi
- air permukaan
- airtanah
Sistem penyaliran tambang
- mine drainase
- mine dewatering

Diagram alir pengerjaan

Data
1) Luas catchment area Pit
2) Jarak terjauh aliran
3) Elevasi titik tertinggi pada pemompaan
4) Elevasi muka air di sump
5) Data curah hujan selama 10 tahun belakang.
6) Kala ulang
7) Jam kerja pompa dalam satu hari
8) Luas front penambangan yang tergenang air
9) Tinggi kenaikan air
10) Debit pompa schimizu pada saat operasional
11)Debit pompa disesel operasional
12) Debit pompa diesel maksimal
13) Elevasi pipa hisap pada sump
14) Volume air yang tergenang pada sump
15) Elevasi pipa buang pada pit sum
16) Panjang pipa pada sump
17) Diameter pipa (D) pada sump
18)Diameter pipa pada tamda
19) Waktu yang direncanakan

=7,65Ha=0,0765 Km
= 130 m
= 259 mdpl
= 240 mdpl
=2005-2014
= 2 tahun
= 10 jam
= 14,2 m
= 1,6 m/jam
= 28 l/min = 0,00046
=0,058 m3/s
= 0,19 m/s
= 236,26 mdpl
= 1102,5 m
= 259 mdpl
=129,67 m
= 4 = 0,1016 m
= 1 = 0,0255 m
= 5 hari

Pembahasan
1) Curah hujan rancangan
(Log Xi - Log )2

(Log Xi - Log )3

No

Tahun

CH

Log Xi

2005

283,17

2,452

0,0167

0,0021

2006

265,83

2,4246

0,0104

0,00106

2007

151,70

2,1809

0,02006

-0,0028

2008

198,63

2,298

0,0006

-0,000014

2008

184,50

2,2569

0,0043

-0,000283

2010

183,96

2,611

0,0037

0,000232

2011

132,583

2,1224

0,0400

-0,00801

2012

208,83

2,3182

0,000019

0,00000008

2013

397

2,598

0,0758

0,02089

10

2014

205,833

2,3135

0,000082

0,0000007

Jumlah

23,2256

0,17195

0,012735

Rata-rata

2,3226

Si
Cs

0,13822
0,669

3) Menghitung Debit Air Hujan


Q = 0,278 x C x I x A
Nilai C ( koefisien limpasan ) adalah 0,8 karena catchment area- nya merupakan
hutan yang memiliki tumbuhan yang jarang. Debit curah hujan rancangan:
Dimana: Q = 0,278 x 0,8 x 51,87 x 0,0765
= 0,882 m/s

4) Menghitung Debit Air Tanah


Untuk mengetahui debit air tanah (Qtanah) dalam menghitung Qtotal perhitungan
debit air tanah yaitu dengan menghitung jumlah air yang dikeluarkan pada
pemompaan tambang bawah tanah BMK-14 yang mana pada tambang bawah tanah
ini terdapat 2 outlet pemompaan air .
Dimana: Q = 14,2 m2 x 1,68 m/jam
= 23,85 m3/jam = (0,0066 m3/s x 2)=0,0132 m3/s
Jumlah pompa yang dibutuhkan untuk removal air pada tambang bawah tanah BMK14 jika tambang menggunakan pompa schimizu dengan debit 28 L/menit = 0,00046 m 3/s

Setelah kita dapat mengetahui debit air tanah yang masuk ke sump, kita akan
merencanakan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan debit ait yang masuk
ke sump , waktu yang telah direncanakan adalah 5 hari dengan 10 jam operasional
pompa per hari, maka dalam 5 hari melakukan aktifitas pemompaan adalah berjumlah
100 jam = 180.000 detik, dengan volume air yang tergenang adalah 700 m.

5) Volume Air Tanah

= Q x Waktu yang direncanakan


= 0,0132 m3/s x 180.000 s
= 2.376 m

6) Volume Air Limpasan = Q x waktu yang di rencanakan


= 0,882 m3/s x 180.000 s
= 158760 m
7) Volume air total ke dalam front penambangan
= Volume air tergenang+Volome air tanah+Volume air limpasan
= 1102,5 + 2376 + 158760
= 162.238,5 m,

Analisa Pemompaan

Head Total Pemompaan


Untuk mengetahui kemampuan pompa untuk mengangkat air maka perlu
dihitung head total dari pompa tersebut
Pada perhitungan head total pada masing-masing pompa yang terdapat pada
tunnel perbedaan pada perhitungan hanya dipengaruhi oleh elevasi, yang mana
elevasi masing-masing 5 tahap pemompaan ini dimulai dari elevasi terendah
sebesar 207.30 , 212.75 , 216.5 , 221.45 , 227.7 , 236 mdpl
Pemompaan pada sump dilakukan dengan menggunakan 2 pompa yang
dihubungkan seri dengan elevasi masing2 dimulai pada yang terendah sebesar
236 dan 245 mdpl

Head Total Pemompaan pada Tamda


Pemompaan

Hs

hf

hsv

hv

Head total

5,46 m

1,084 m

0,0208 m

0,011 m

6,5601 m

3,8 m

0,7506 m

0,021 m

0,011 m

4,582 m

4,95 m

1,0008 m

0,02081 m

0,011 m

5,972 m

5,65 m

1,1259 m

0,02083 m

0,011 m

6,79 m

8,9 m

1,3761 m

0,0208 m

0,011 m

10,29 m

Head Total Pemompaan pada sump


Pemompaan

Hs

Hf

Hsv

hv

Head total

9m

77,53 m

2,498 m

2,82 m

91,84 m

14 m

84,43 m

4,995 m

2,82 m

106,245 m
198,08 m

Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil analisa data yang diperoleh penulis dari tambang
batu bara bawah tanah BMK-14 pada CV.Bara Mitra Kencana yang telah
dilakukan, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan dari
penulisan proyek akhir ini adalah :
Untuk melakukan aktifitas pemindahan air keluar dari tambang batubara
bawah tanah BMK-14 menggunakan pompa SHIMIZU model PS-226 BIT.
Dari hasil analisa aktifitas penanggulangan air yang berada di front
tambang bawah tanah BMK-14 menggunakan pompa sebanyak 11 unit
dengan waktu yang digunakan setiap harinya ialah 24 jam/hari,penulis
menyarankan penambahan 3 unit pompa lagi untuk melakukan
pemompaan dalam waktu kerja yang di rencanakan untuk mengeringkan
air yang berada difront 10jam selama 5 hari kerja.

Head total pada tambang bawah batubara bawah tanah BMK-14 yang
melakukan 5 tahap pemompaan masing-masing bernilai 6,5601 m, 4,582
m, 5,972 m, 6,79 m , 10,29 m
Head total pemompaan air dari sump yang mana menggunakan rangkaian
pemompaan seri adalah sebesar 198,08 m
Pemompaan pada sump menggunakan pompa dongfeng dengan Jumlah
debit air yang di pompakan ialah 0,19 m/s
Pembuatan sump buatlah sebaik mungkin dan ukuran yang cukup
menampung air yang dipompakan pada pelaksanaan pemompaan

Saran
Untuk kelancaran kegiatan penambangan dan terjaganya lingkungan
sekitar dari efek yang timbul akibat adanya kegiatan penambangan, antara
lain:
Penggunaan pompa sebaiknya dilihat dari debit air yang terbentuk dan
waktu pengoperasian dari pompa harus juga disesuaikan dengan
kapasitas dari pompa yang digunakan.
Waktu pengoperasian pompa yang berada dalam pit harus diatur dengan
kemampuan pompa sehingga pompa tidak bekerja terlalu berat untuk
tidak menimbulkan kerugian seperti kerusakan pada alat pompa.
Sebelum air dari penambangan dialirkan menuju aliran sungai sebaiknya
air dari penambangan di treatment terlebih dahulu walaupun pada saat
pengukuran dari PH air penambangan terlihat aman atau normal.
Untuk mengantisipasi air limpasan perlu dibuatnya saluran drainage dan
pembuatan saluran ini pun harus dihubungkan dengan debit air limpasan
yang dimaksimalkan sehingga pada saluran tidak terjadinya penjebolan

Sebaiknya jalur masuk untuk para pekerja maupun staf pengawas mesti di
perbaiki sehingga dalam akses keluar masuk dapat dilakukan dengan
cepat dan luwes dan juga dapat meminimalisirkan resiko seperti terkena
lori ,tergelincir dan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian lainya
Untuk rembesan pada dinding dan lantai sebaiknya dilakukan penyemenan
atau pun pelapisan daerah rembesan dengan lapisan kedap air .

Terimakasih