Anda di halaman 1dari 19

Kehamilan dengan Psoriasis

Pustulosa Generalisata

Pendahuluan

Pengertian Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit
peradangan kulit bersifat kronik
residif, khas ditandai dominasi erupsi
pustula yang disertai dengan gejala
sistemik seperti demam yang
berlangsung beberapa hari
Pada psoriasis dapat menyebabkan
terjadinya abortus spontan, lahir
mati (stillbirth), dan kelahiran
prematur.

Tipe Psoriasis
Karakteristik

Tipe 1

Tipe 2

Puncak usia awitan

20-an

60-an

Riwayat Keluarga

sering

jarang

Asosiasi HLA

Cw-6 (pasti)
B13 & B17
(mungkin)

jarang

Perjalanan Penyakit cenderung


generalisata,
parah, dan
refrakter

ringan

Faktor Pencetus Psoriasis


1. Trauma fisik pada kulit, misalnya abrasi superfisial,
laserasi atau insisi, luka bakar, dan reaksi fototoksik
2. Aktivasi imunitas selular setempat, misalnya kontak
alergen dan infeksi pada kulit
3. Aaktivasi atau penyimpangan imunologik sistemik,
misalnya hipersensitivitas obat atau antigen lainnya,
infeksi streptokokus grupA, dan infeksi HIV
4. Obat sistemik, misalnya kortikosteroid, litium
karbonat, antimalaria (klorokuin, hidroksiklorokuin),
antihipertensi (betabloker, angiotensin converting
enzyme inhibitor), dan antiinflamasi nonsteroid
5. Stres emosional.

Maniestasi Klinis Psoriasis


Keluhan gatal kadang-kadang bisa muncul
atau tidak
Nyeri pada sendi kecil tangan dan kaki
Gejala toksisitas
Panas
Malaise , dan
Didapatkan lesi psoriasis khas berupa plak
eritematosa yang berbatas tegas dengan
permukaan tertutup skuama tebal,
transparan, dan berwarna perak

Gambaran Klinis Psoriasis


1. Psoriasis vulgaris (psoriasis tipe
plak)
Psoriasis bentuk ini paling sering
dijumpai. Gambaran lesinya khas,
yaitu terdiri dari plak
eritematoskuamosa yang berbatas
tegas.
Predileksi kelainan ini adalah kedua
siku dan lutut, kulit kepala
berambut, terutama daerah

2. Psoriasis gutata
Gambaran klinisnya berupa papula
atau plak eritematosa, tertutup
skuama berwarna perak, diameter
lesi 0,5 sampai dengan 1,5 cm yang
tersebar menyerupai gambaran
tetesan pada permukaan tubuh.
Batang tubuh merupakan bagian
yang paling sering terkena penyakit

3. Psoriasis pustulosa
Dibagi menjadi dua bentuk, yaitu psoriasis
pustulosa generalisata dan psoriasis
pustulosa lokalisata.
4. Artritis psoriatik
Kelainan ini diderita oleh 10% penderita
psoriasis, dan sekitar 35% penderita
psoriasis akan mengeluh nyeri sendi
walaupun tidak disertai dengan artritis
psoriatik.11

5. Eritroderma psoriatik
Kelainan ini merupakan bentuk
psoriasis yang berat, dimana hampir
seluruh kulit termasuk kulit muka
menjadi eritematosa disertai
pembentukan skuama halus,
terdapat gejala sistemik seperti
demam, menggigil, malaise, dan
letih, serta pembesaran kelenjar
getah bening.

Diagnosis Banding Psoriasis

dermatitis seboroik,
pitiriasis rosea,
penyakit eksematus pada tangan dan kaki
pitiriasis rubra pilaris
dermatitis eksfoliatif
likenoid dermatitis
infeksi amiloid dan dermatophyta
tinea korporis, sifilis sekunder atau tersier,
sindroma Reiter, dan mikosis fungoides.

Psoriasis pustulosa pada kehamilan sangat jarang terjadi.


Psoriasis pustulosa pada kehamilan tidak bersifat gatal
(pruritik).
Psoriasis pustulosa pada kehamilan biasanya mengalami
remisi secara cepat saat post partum, tetapi dapat juga
mengalami flare saat persalinan.17,18
Terjadi kekambuhan pada kehamilan berikutnya dan dapat
juga kambuh saat menstruasi atau penggunaan tablet
kontraseptif oral.
Penyakit cenderung menjadi lebih berat dan mengalami
onset yang lebih awal pada kehamilan berikutnya. 13,14,19
Insufisiensi plasenta dengan akibat seperti abortus dan
lahir mati juga dapat terjadi.20

Perubahan hormonal pada kehamilan


mempengaruhi derajat keparahan
psoriasis.

KASUS
Ny. N, usia 25 tahun datang pertama kali di Poli
Kulit dan Kelamin RSU Dr. Soetomo pada tanggal
1 September 2005 dengan keluhan adanya bercak
merah terasa panas yang dirasakan sejak 1 bulan
yang lalu, bercak tersebut sering kambuh sejak
10 tahun ini. Awalnya bercak hanya terdapat pada
perut kemudian meluas dan semakin melebar
disertai rasa meriang dan tidak enak badan.
Bercak meluas pada kedua tangan dan kaki,
pantat dan punggung, serta kepala disertai sisik
yang tebal. Terdapat rasa gatal ringan.

TATALAKSANA KASUS
Terapi topikal
Fototerapi
Terapi sistemik

PEMBAHASAN
Pengaruh psoriasis pustulosa pada kehamilan
adalah seperti penyakit lainnya yang
menyebabkan hipotermi, psoriasis yang
menyebabkan demam tinggi pada wanita
hamil (> 39C) dapat menginduksi terjadinya
kelainan (kardiak, abnormalitas sistem saraf
pusat), abortus spontan, lahir mati, dan
persalinan prematur. Oleh karena itu terapi
harus meliputi terapi penurunan demam
dengan parasetamol dan cara fisik lain. 24

Lanjutan
Diagnosis kerja penderita ini adalah
psoriasis pustulosa. Kemudian
dilakukan pemeriksaan PA dengan
hasil psoriasis pustulosa. Selanjutnya
dilakukan pula pemeriksaan darah
lengkap, fungsi hepar, dan fungsi
ginjal yang semuanya berada dalam
batas normal. Untuk sementara
penderita mendapatkan terapi HG
cream, biocream, dan asam folat.

KESIMPULAN
Selama kehamilan terjadi perubahan yang cukup
bermakna pada kondisi hormonal dimana
diketahui bahwa faktor hormonal berhubungan
dengan terjadinya psoriasis pustulosa, sehingga
kehamilan dapat mempengaruhi psoriasis
pustulosa. Kehamilan dapat memperburuk
psoriasis pustulosa. Sedangkan psoriasis
pustulosa sendiri dapat mempengaruhi
kehamilan, disamping itu psoriasis pustulosa
dapat mempengaruhi janin yang dikandung ibu
yang menderita psoriasis pustulosa.

TERIMAKASIH.