Anda di halaman 1dari 35

CASE REPORT

ODS KATARAK SENILIS


MATUR
Pembimbing : dr. Ida Nughrahani, Sp.M

Oleh :
Nurlaely Ameliasari, S.Ked
J510155051
KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU PENYAKIT MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama

Penglihatan kedua mata kabur

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Ny. W
Usia
: 81 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama
: Islam
Status Pernikahan : sudah menikah
Pekerjaan
: Tidak bekerja
Alamat
: Ngasem Karangbangun, Jumapolo
No RM
: 351052
Tanggal Pemeriksaan : 4 November 2015

Riwayat
Penyakit
Sekarang

Pasien datang ke poli Mata RSUD Karanganyar


didampingi oleh anak perempuan pasien
dengan penglihatan kedua mata kabur.
Keluhan dirasakan sudah sejak lama. Kurang
lebih 10 hari yang lalu, pasien mengeluh
penglihatan pada kedua mata kabur seperti
ada kabut, perlahan lahan, semakin lama
dirasakan semakin kabur. Penglihatan kabur
ini didahului tanpa adanya mata merah,
pandangan kabur terkadang mendadak,
dirasakan terus menerus sepanjang hari saat
pasien melihat dekat maupun melihat jauh.
Pasien tidak mengeluhkan silau saat melihat
cahaya, mata merah (-), nyeri (-), cekot-cekot
(-), mata berair (-), gatal (-), keluar kotoran air
mata (-), melihat ganda (-), melihat pelangi
disekitar sumber cahaya (-). Pasien belum
mengobati kedua matanya. Pasien merasakan
penglihatan kedua matanya semakin kabur
hingga mengganggu aktivitas. Keluhan yang
dirasakan semakin memberat sehingga pasien
berobat ke RSUD Karanganyar.

Riwayat Penyakit
Dahulu
Riwayat keluhan serupa : disangkal
Riwayat menggunakan kacamata :
disangkal
Riwayat operasi mata sebelumnya :
disangkal
Riwayat trauma pada mata : disangkal
Riwayat penyakit mata lain sebelumnya:
disangkal
Riwayat hipertensi
: diakui
Riwayat diabetes melitus : disangkal

Riwayat Penyakit
keluarga

Riwayat
Penyakit
lingkungan

Riwayat keluhan serupa :disangkal


Riwayat menggunakan kacamata :
disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat diabetes melitus :
disangkal

Riwayat penyakit

serupa:disangkal

Pemeriksaan Fisik
Status generalis
KU : Tampak Cukup baik
Kesadaran : Compos
mentis, E4V5M6

TD : 130/80 mmHg
Nadi : tidak dilakukan
Pernapasan : tidak
dilakukan
Suhu : tidak dilakukan

Pemeriksaan Fisik
Status Oftalmologis

Pemeriksaan Fisik Status Oftalmologikus

RESUME
Seorang wanita 81 tahun datang ke poli mata RSUD
Karanganyar dengan keluhan penglihatan kabur sudah
sejak lama. + 10 hari yang lalu pasien mengeluh
penglihatan kedua mata kabur seperti berkabut, perlahanlahan, semakin lama dirasakan semakin kabur.
Penglihatan kabur dirasakan terus menerus sepanjang
hari, saat melihat dekat maupun jauh. Pasien belum
mengobati kedua matanya. Pasien merasakan penglihatan
kedua matanya semakin kabur hingga mengganggu
aktivitas. Keluhan yang dirasakan semakin memberat
sehingga pasien berobat ke RSUD Karanganyar.

Status Generalisata : dalam batas normal


Status Oftalmologikus :
OD

OS

1/

Visus

1/

Keruh merata

Lensa

Keruh merata

Diagnosis Banding :
ODS Katarak Senilis Matur
ODS Katrak Senilis Hipermatur

Diagnosis Kerja :
ODS Katarak Senilis Matur

PENATALAKSANAAN
Medikamentosa :
Rencana OD ekstraksi katarak ekstra kapsular dan pemasangan Intra Ocular Lens (IOL)
Pre Op :
Levofloxacin tablet 500 mg 1x1
Metil prednisolon tablet 4 mg 2-2-0
C.polydex tetes mata per 2 jam x1 tetes
C.Fenicol zalf mata tube 1 x 1
Injeksi Diazepam 1 amp
Injeksi Lidokain 1 amp
Injeksi Dexametason 1 amp
Injeksi Gentamisin 1 amp
Post Op :
Levofloxacin tablet 500 mg 1x1
Metil prednisolon tablet 4 mg 2-2-0
C.polydex tetes mata per 2 jam x1 tetes
C.Fenicol zalf mata tube 2x1, pagi dan malam sebelum tidur

PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa :
Memberikan penjelasan pada pasien bahwa pandangan kedua
mata yang kabur disebabkan katarak pada kedua lensa mata,
Memberikan penjelasan pada pasien bahwa katarak tidak
dapat diobati dengan obat tetapi dapat disembuhkan dengan
operasi dan pemberian lensa tanam pada mata,,
Memberikan penjelasan tentang komplikasi yang akan terjadi
apabila tidak dioperasi, kemungkinan lensa akan mencair, isi
lensa akan keluar, menimbulkan reaksi peradangan dan
peningkatan tekanan bola mata,
Memberikan penjelasan tentang komplikasi yang mungkin
timbul selama operasi dan pascaoperasi.

Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad visam
Quo ad functionam
Qua ad cosmeticam

: ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: bonam

TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Bulbus Okuli

Bulbus oculi orang dewasa normal hampir bulat dengan diameter


Anatomi
Bulbus Okuli
anteroposterior sekitar 24.2 mm. Terdiri dari 3 lapis yaitu
sklera, koroid beserta corpus siliare dan retina.
1. Sklera
Sklera adalah pembungkus fibrosa pelindung mata di bagian
luar yang hampir seluruhnya terdiri atas kolagen. Pita kolagen
dan jaringan elastin membentang di sepanjang foramen sklera
posterior membentuk lamina cribosa, diantarana dilalui oleh
berkas akson nervus optikus.
2. Limbus
Jaringan yang membatasi antara kornea dan konjungtiva.
Didekatnya terdapat sel punca yang mempunyai karakteristik
dimana sel tersebut dapat beregenerasi
3. Konjungtiva
. Konjungtiva yang menutupi kelopak mata bagian dalam atas
dan bawah disebut konjungtiva palpebra, menutupi sklera
disebut konjungtiva bulbi dan perlihan diantaranya disebut

4. Kornea
Adalah selaput bening mata yang tembus cahaya mempunyai beberapa
lapisan. Lapisan pertama terdiri 5-6 lapisan epitel, lapisan kedua adalah
membran Bowman, lapisan ketiga adalah stroma, lapisan keempat adalah
membran Descement dan dibawah itu terdapat lapisan endotel
5. Iris
Bagian mata yang berwarna berdasarkan jumlah pigmen. Berfungsi untuk
menyaring cahaya dengan cara melebarkan dan mengecilkan pupil.
Permukaan anterior iris berkripta sedangkan permukaan posterior iris
dilapisi oleh sel epitel.
6. Pupil
bagian dari tepi iris dengan pembukaan secara sirkular untuk menyesuaikan
jumlah cahaya yang masuk.
7. Bilik mata depan
Ruangan yang berada diantara posterior kornea dan anterior iris.
8. Lensa
Adalah suatu struktur bikonveks, avaskular dan tak berwarna. Terlihat
hampir transparan. Lensa tergantung pada zonula zinii yang
menghubungkannya dengan corpus siliaris. Lensa mampu menebal dan
menipis untuk berakomodasi.

Lapisan Bola Mata

Definisi

Katarak senilis merupakan kekeruhan lensa yang terjadi


pada usia diatas 40 tahun. Biasanya kekeruhan mengenai
kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak
mengalami perubahan dalam waktu yang lama.
Kekeruhan lensa ini mengakibatkan lensa tidak
transparan sehingga mengganggu fungsi penglihatan

Etiologi
Penyebab paling sering dari katarak adalah proses
degenerasi, yang menyebabkan lensa mata menjadi
keras dan keruh. Pengeruhan lensa dapat dipercepat
oleh faktor risiko seperti merokok, paparan sinar UV
yang tinggi, alkohol, defisiensi vit E, radang menahun
dalam bola mata, dan polusi asap motor/pabrik yang
mengandung timbal. Cedera pada mata seperti
pukulan keras, tusukan benda, panas yang tinggi, dan
trauma kimia dapat merusak lensa sehingga
menimbulkan gejala seperti katarak (Ocampo, 2009).

Patofisiologi
A.
B.
C.
D.

Proses Penuaan
Obat Yang dapat menginduksi perubahan lensa
Trauma
Kondisi Metabolik

Klasifikasi

Berdasarkan stadiumnya, katarak senilis dibagi menjadi :


1. Katarak Senilis insipien
2. Katarak Senilis matur
3. Katarak Senilis imatur
4. Katarak Senilis hipermatur

Diagnosis

Anamnesis : pasien datang dengan keluhan penglihatan


turun secara perlahan, penglihatan seperti tertututp
kabut/ asap. Keluhan disertai dengan ukuran kacamata
yang semakin bertambah, silau dan sulit membaca.

Pemeriksaan Fisik Oftalmologis, didapatkan :


Visus menurun, refleks pupil dan tekanan
intra okular normal, tidak ditemukan
kekeruha kornea, terdapat kekeruhan lensa
yang tampak lebih jelas dengan tets mata
tropikamid 0,5%, pemeriksaan iris shadow
test positif.

Diagnosis Banding
ODS Katarak Senilis Matur
ODS Katarak Hipermatur

Penatalaksanaan
EKEK

Terapi definitif : Ekstraksi Lensa

Komplikasi
Komplikasi operasi katarak bervariasi berdasarkan
waktu dan luasnya. Komplikasi dapat terjadi intra
operasi atau segera sesudahnya atau periode pasca
operasi lambat. Oleh karenanya penting untuk
mengobservasi pasien katarak paska operasi dengan
interval waktu tertentu yaitu pada 1 hari, 1 minggu, 1
bulan, dan 3 bulan setelah operasi katarak. Angka
komplikasi katarak adalah rendah. Komplikasi yang
sering terjadi endoftalmitis, ablasio retina, dislokasi
atau malposisi IOL, peningkatan TIO, dan edema
macula sistoid

Prognosis
Quo ad vitam : Ad bonam
Quo ad sanam : Dubia ad bonam
Quo ad fungsionam : Ad bonam

Daftar Pustaka
Bobrow JC, Mark HB, David B et al. Section 11: Lens and Cataract. Singapore : American
Academy of Ophthalmology, 2008.
Ilyas, Sidarta. 2010. Ilmu Penyakit Mata. Edisi 3. Jakarta: Penerbit FKUI. pp : 300-1
Kanski J.J, Bowling B. Clinical Ophthalmology : A Systemic Approach. 7th ed. China: Elsevier :
2011. (e-book)
Keith LM, Anne MR. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta : Hipokrates. 2002. hal: 367 378
Khailullah, S. A. 2010. Patologi dan Penatalaksanaan pada Katarak Senilis. Version 1. 2010.
pp:15-1
Ocampo, VVD. 2009. Cataract, Senile : Differential Diagnosis and Workup. Diakses dari
http://emedicine.medscape.com/article/1210914-overview
Vaughan D.G, Asbury T, Eva P.R. 2000. Oftalmologi Umum. Edisi 17. Jakarta : Widya Medika.
hal: 12 4
Widya A, Johan AH, Yudisianil. Pemeriksaan Dasar Mata. Jakarta: Departemen Ilmu
Kesehatan Mata RSCM FKUI. 2011;107
Zorab, A.R, Straus, H., Dondrea L.C, Arturo C., Mordic R., Tanaka S., et all. 2005-2006. Lens
and Cataract. Chapter 5. Pathology page 45-69. Section 11. American Academy of oftalmology :
San Fransisco.

TERIMA KASIH