Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY.

W UMUR 2 HARI
DENGAN BBLR DI RUANG NEONATUS 4
RSIA BUDI KEMULIAAN JAKARTA PUSAT
TANGGAL 1 APRIL 2016

Tanggal Masuk

: 30-02-2016

No. MR

: 560072

Tanggal Pengkajian

: 01-04-2016

Tempat

: Ruang Neonatus 4 RSIA Budi Kemuliaan

A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas
a. Identitas bayi
Nama
: Bayi Ny.W
Umur
: 2 hari
Tanggal lahir : 30-03-2016
b. Identitas orang tua
Nama ibu
: Ny.W
Nama Ayah : Tn.M
Umur
: 37 tahun
Umur
: 26 tahun
Pekerjaan
: Karyawan Swasta
Pekerjaan
: Wiraswasta
Pendidikan
: S1
Pendidikan
: S1
Agama
: Islam
Agama
: Islam
Alamat
: Kmp. Rawalele Jomban Ciputat Tangerang Selatan
2. Alasan Masuk
Bayi masuk karena lahir SC atas indikasi ibu PEB. Berat badan bayi saat lahir 2256
gram.
3. Riwayat Kehamilan
- Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan pertamanya dan tidak pernah
-

keguguran. Ibu biasa melakukan ANC di dokter.


Ibu mengatakan lupa HPHT.
Ibu mengalami komplikasi kehamilan yaitu PEB.

4. Riwayat Persalinan

Ibu melahirkan secara Sectio Caesarea pada tanggal 30-03-2016 pukul 14.40 WIB ,
persalinan ditolong oleh dokter SpOG.
5. Keadaan Bayi Baru Lahir
Bayi lahir SC tanggal 30-03-2016 pukul 14.40 WIB dengan Jenis kelamin laki-laki ,
BB : 2256 gram , PB : 43 cm, LK : 33 cm , Apgar Score 8-9.
B. DATA OBYEKTIF
1. Keadaan umum bayi
: stabil
2. Antropometri
- BB : 2256 gram
- PB : 43 cm
- LK : 33 cm
3. TTV : Nadi : 146 kali/menit , Pernafasan : 48 kali/menit, Suhu : 36,90 C
4. Pemeriksaan Fisik
- Kepala
: Tidak ada kelainan.
- Telinga : Tulang rawan sudah terbentuk sempurna , tidak ada kelainan.
- Hidung
: Tidak ada pengeluaran secret, tidak ada pernafasan cuping.
- Mulut
: Tidak sianosis, reflek sucking (+) , reflek swallowing (+)
- Dada
: Tidak ada retraksi dinding dada saat bernafas.
- Abdomen
: Tali pusat bersih, tidak kembung , tidak ada kelainan.
- Punggung
: Lanugo tipis, tidak ada kelainan.
- Ekstremitas : Gerakan aktif
- Genitalia
: Jenis kelamin laki-laki , testis sudah turun.
- Anus
: Berlubang , pengeluaran mekonium (+).
5. Pemeriksaan Penunjang
- Hemoglobin : 12,5 gr/dl
- Lekosit
: 37,0 10^3/L
- Trombosit
: 263 ribu/ L
- HbSAg
: Negatif
- HIV
: Negatif
- GD
: 97
C. ANALISA
Diagnosa
:
Neonatus Cukup Bulan Kecil Masa Kehamilan umur 2 hari dengan BBLR.
1. Masalah potensial :
a. Risiko hipotermi atau hipertermi berhubungan dengan prematuritas atau
perubahan suhu lingkungan.
Kriteria hasil : Suhu stabil (36,5-37,20C), akral hangat.
Intervensi kebidanan
1. Memberitahu orang tua tentang hasil pemeriksaan bahwa keadaan bayinya
baik, tetapi berat badan bayi masih dibawah batas normal yaitu 2256 gram.
2. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital bayi.
3. Menjaga kehangatan bayi dengan memantau dan mempertahankan suhu
inkubator.

4. Melindungi bayi terapapar dari udara panas atau dingin dan ambil langkahlangkah untuk mempertahankan suhu tubuh bayi seperti mempertahankan
tetap kering dan menutupi kepala bayi dan menghindari membuka pintu
inkubator terlalu sering.
5. Rawat gabung bayi jika keadaan bayi dan ibu stabil.
b. Risiko gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan tidak adekuatnya cadangan glikogen, besi, kalsium, dan tidak
adekuatnya kalori, sedangkan bayi mempunyai kebutuhan metabolisme yang

tinggi.
Kriteria hasil :
1. Turgor kulit elastis
2. Tidak ada edema
3. Produksi urin 1-2 cc/KgBB/Jam
4. Hasil elektrolit darah dalam batas normal
5. Berat badan meningkat 10-30 gram perhari
6. Protein albumin dalam batas normal
Intervensi :
1. Kaji refleks hisap dan menelan, mulai berikan minum atau oral saat bayi
stabil dan pernapasan terkontrol
2. Kaji dan hitung kebutuhan kalori bayi
3. Susukan bayi pada ibu bila penghisapan kuat, serta menelan dan refleks

muntah ada (biasanya pada usia gestasi 35 minggu)


4. Timbang BB bayi setiap hari dan catat intake output
5. Pertahankan cairan parenteral sesuai instruksi dokter
c. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan immaturitas imunologi bayi dan
kemungkinan transmisi infeksi dari ibu atau personal kesehatan
Kriteria hasil :
1. Tidak ada tanda-tanda infeksi (dolor, kalor, tumor, rubor, fungsiolaesa)
2. Suhu stabil (36,5-37,5oC)
3. Tidak ada letargi, sklerema, iritable.
4. Toleransi minum baik, tidak ada gangguan saluran cerna (distensi
abdomen, Cairan Magslang Perdarahan)
5. Hasil laboratorium : Hb, leukosit, trombosit, eritrosit, Crp (C reaktif
protein) (0-8 mg), IT dalam batas normal, hasil kultur steril.
Intervensi :
1. Kaji fluktuasi suhu. Letargi, apneu, intake yang kurang, irritabilitas,
dan jaundice
2. Kaji riwayat ibu, kondisi bayi saat lahir dan infeksi selama
keperawatan
3. Melakukan tindakan keperawatan aseptik dan antiseptik

4. Kaji data laboratorium termasuk darah rutin dan trombosit. Catat


adanya kadar leukosit kurang dari 5000/lebih dari 35.000/Ul, trombosit
kurang dari 80.000/uL, rasio immatur terhadap neutrofil 0,25-0,49
5. Berikan lingkungan yang melindungi bayi dari infeksi
Ikuti protokol tukar atau ganti baju dan mencuci tangan sebelum

dan sedudah merawat bayi


Ikuti protokol isolasi bayi-bayi atau dilarang masuk ke ruang

perawatan
Ikuti teknik yang benar-benar steril dalam merawat bayi dan

melakukan tindakan
Ikuti protokol untuk melindungi bayi dari kontak orang pembawa

kuman infeksi
Menentukan standar tindakan pencegahan yang diinginkan
Beritahu ke orang tua bagaimana cara mencegah kontaminasi
antar bayi dan transmisi kuman

D. Evaluasi
Evaluasi dilakukan setiap hari dan terus-menerus untuk menilai setiap tindakan yang
dilakukan. Hasil akhir : bayi bugar, bayi dapat dilakukan rawat gabung sebelum 2x24
jam
E. Penyuluhan
Penyuluhan diberikan pada ibu dan keluarga, hasil yang diharapkan:
1. Ibu dan keluarga dapat mengerti serta menerapkan materi penyuluhan yang
diberikan
2. Dapat mendeteksi secara dini jika ditemukan kelainan
3. Bayi mendapat perawatan yang baik di rumah
Materi penyuluhan
1. Cara perawatan bayi di rumah, memandikan, perawatan tali pusat, cara dan indikasi
2.
3.
4.
5.

menjemur bayi
Pemberian ASI Eksklusif atau minum bayi, perawatan payudara
Pemijatan bayi dan metode kangguru
Tanda-tanda bahaya pada bayi
Konsul perkembangan bayi ke poliklinik resti, bila perlu home visit