Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah semata karena Dialah yang memberikan
kekuatan dan kesempatan bagi kita semua sehingga kita dapat merasakan udara
sejuk pada pagi hari dan merasakan kegelapan malam, subhanalllah Maha Suci
Allah tuhan semesta alam.
Sholawat berangkaikan salam, semoga selalu tercurahkan kepada
junjungan alam Nabi akhir zaman pembawa salam dan islam Nabi besar
Muhammad SAW, beliau bagaikan embun penyejuk pada setiap insan karena
beliau telah membawa kita dari jurang kebathilan sehingga kita dapat merasakan
nimat iman, islam dan ihsan.
Alhamdulillah, berkat izin Allah SWT. Penulisan makalah

yang di

berikan oleh dosen kami, walaupun dalam penyelesaiannya kami rasakan banyak
sekali rintangan yang menghalangi, tapi pada akhirnya, kami bisa juga
menyelesaikannya, kami sadar dalam penulisan makalah

ini banyak sekali

kekurangan dan kesalahan.


Semoga dengan terselesaikannya penulisan makalah ini, dapat menjadi
kaca perbandingan bagi kami dan para

pembaca umumnya, untuk lebih

mengembangkan diri serta dapat mengambil hikmah dari penulisan makalah ini.
Dan juga untuk menentukan langkah-langkah yang akan ditempuh dikemudian
hari demi meningkatkan kualitas.
Layaknya sebagai seorang manusia yang tidak pernah putus dari
kesalahan-kesalahan. Maka dari itu kami mengharap adanya kritik dan saran yang
bersifat membangun, sehingga dapat dijadikan bahan perbaikan nantinya.
Jakarta, April 2016

Penyusun
1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. 1
DAFTAR ISI............................................................................................. 2
BAB I...................................................................................................... 3
A.

Latar Belakang.................................................................................. 3

B.

Rumusan Masalah.............................................................................. 4

C.

Tujuan............................................................................................. 4

BAB II..................................................................................................... 5
A.

Pengertian Analisis SWOT...................................................................5

B.

Faktor-faktor Analisis SWOT................................................................6

C.

Manfaat Analisis SWOT......................................................................9

D. Hubungan antara Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Treaths dalam


Analisis SWOT........................................................................................ 9
E.

Contoh Analisis SWOT.....................................................................11

BAB III.................................................................................................. 16
A.

Kesimpulan.................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 19

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) telah
menjadi salah satu alat yang berguna dalam dunia industri. Namun demikian
tidak menutup kemungkinan untuk digunakan sebagai aplikasi alat Bantu
pembuatan keputusan dalam pengenalan program-program baru di lembaga
pendidikan kejuruan.
Proses penggunaan manajemen analisa SWOT menghendaki adanya suatu
survei internal tentang strengths (kekuatan) dan weaknesses (kelemahan)
program, serta survei eksternal atas opportunities (ancaman) dan threats
(peluang/kesempatan). Pengujian eksternal dan internal yang terstruktur
adalah sesuatu yang unik dalam dunia perencanaan dan pengembangan
kurikulum lembaga pendidikan.
Lingkungan eksternal mempunyai dampak yang sangat berarti pada
sebuah lembaga pendidikan. Selama dekade terakhir abad ke duapuluh,
lembaga-lembaga ekonomi, masyarakat, struktur politik, dan bahkan gaya
hidup perorangan dihadapkan pada perubahan-perubahan baru. Perubahan dari
masyarakat industri ke masyarakat informasi dan dari ekonomi yang
berorientasi manufaktur ke arah orientasi jasa, telah menimbulkan dampak
yang signifikan terhadap permintaan atas program baru.
Para administrator atau pengelola sekolah kejuruan harus berperan sebagai
penggagas atau inovator dalam merancang masa depan lembaga yang mereka
kelola. Strategi-strategi baru yang inovatif harus dikembangkan untuk
memastikan bahwa lembaga pendidikan akan melaksanakan tanggung jawab
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mendatang khusunya pada abad 21
dan setelahnya. Untuk melakukan hal ini, antara lain dibutuhkan sebuah
pengujian mengenai bukan saja lingkungan lembaga pendidikan itu sendiri
tetapi juga lingkungan eksternalnya (Brodhead, 1991).

B. Rumusan Masalah
3

1. Apa itu Analisis SWOT ?


2. Apa manfaat Analisis SWOT ?
3. Bagaimana contoh analisis SWOT ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui maksud analisis SWOT
2. Untuk mengetahui manfaat analisis SWOT
3. Untuk Mengetahui contoh analisis SWOT

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis
atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah
berbagai

hal

yang

mempengaruhi

keempat

faktornya,

kemudian

menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah


bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses)

yang

mencegah

keuntungan

(advantage)

dari

peluang

(opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu


menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats)
menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland analisis SWOT adalah instrumen
perencanaaan strategis yang klasik dengan menggunakan kerangka kerja
kekuatan dan kelemahan serta kesempatan ekternal dan ancaman. Instrumen
ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk
melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa
yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.
Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang
melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan
analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune500. Meskipun demikian,
jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an sebagai

bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di Harvard Business


School.

Namun,

pada

saat

pertama

kali

digunakan

terdapat

beberapa kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat


deskriptif serta belum bahkan tidak menghubungkan dengan strategi-strategi
yang mungkin bisa dikembangkan dari analisis kekuatan-kelemahan yang
telah dilakukan.
Hasil analisis biasanya adalah arahan/rekomendasi untuk mempertahankan
kekuatan dan menambah keuntungan

dari peluang yang ada, sambil

mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Jika digunakan dengan


benar, analisis SWOT akan membantu kita untuk melihat sisi-sisi yang
terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Analisis ini bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif, karena
bisa jadi dua orang yang menganalisis sebuah organisasi akan memandang
berbeda keempat bagian tersebut. Hal ini wajar terjadi, karena analisis SWOT
adalah sebuah analisis yang akan memberikan output berupa arahan dan tidak
memberikan solusi ajaib dalam sebuah permasalahan.
B. Faktor-faktor Analisis SWOT
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
1. Strengths (kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga

pendidikan

adalah

kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada


nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut. Hal
ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau
keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik atau
hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang dapat membuat
sekolah

tersebut

unggul

dari

pesaing-pesaingnya

serta

dapat

memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang tua,


masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh dari bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada
sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyrakat,
loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan.
Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan
atara lain yaitu sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya
6

saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan


pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana
pendidikan yang cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan lembaga
pendidikan

adalah

kebutuhan

masyarakat

terhadap

yang

bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan


dari proses pendidikan lembaga pendidikan yang agamis.
Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengenali kekuatan dasar
lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan
yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang sangat penting.
Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah
besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.
2. Weakness (kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi yang
terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga
pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau
bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki
oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan
dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik,
lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan
dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain
Oleh karena itu, ada beberapa faktor kelemahan yang harus segera
dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antara lain yaitu:
a. Lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan
b. Sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja
c. Lembaga pendidikan swasta yang pada umumya kurang bisa
menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan
yang dihadapi sekarang ini.
d. Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya bersaing
dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.
3. Opportunities (peluang)
Peluang adalah

suatu

kondisi

lingkungan

eksternal

yang

menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan.


Situasi lingkungan tersebut misalnya:

a.
b.
c.
d.

Kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik.


Identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian.
Perubahan dalam keadaan persaingan.
Hubungan dengan pengguna atau pelanggan dan sebagainya.
Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat

dilakukan antara lain yaitu:


a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini
diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan.
b. Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung
konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajiankajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi salah
satu peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan ke depan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah
muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar di seluruh
dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi pentingnya
manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
4. Threats (ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman
meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah
lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan
menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya
sebuah lembaga pendidikan itu sendiri.
Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang
menurun, motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurangnya
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan lainlain.
C. Manfaat Analisis SWOT
Secara umum, analisis SWOT dipakai untuk :
1. Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi
2. Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
3. Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal
perusahaan
4. Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
5. Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain
6. Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya
dihadapkan dengan para pesaingnya.
8

D. Hubungan antara Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Treaths dalam


Analisis SWOT
Menurut Said,

2013

menggambarkan

hubungan

antara Strength,

Weaknesses, Opportunities, dan Treaths dalam analisis SWOT adalah sebagai


berikut :
1. Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan adalah faktor internal yang ada di dalam institusi yang
bisa digunakan untuk menggerakkan institusi ke depan. Suatu kekuatan
(strenghth) atau distinctive competence hanya akan menjadi competitive
advantage bagi suatu institusi apabila kekuatan tersebut terkait dengan
lingkungan sekitarnya, misalnya apakah kekuatan itu dibutuhkan atau bisa
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Jika pada institusi lain
juga terdapat kekuatan yang memiliki core competence yang sama, maka
kekuatan harus diukur dari bagaimana kekuatan relatif suatu institusi
tersebut dibandingkan dengan institusi yang lain. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak semua kekuatan yang dimiliki institusi harus
dipaksa untuk dikembangkan karena ada kalanya kekuatan itu tidak terlalu
penting jika dilihat dari lingkungan yang lebih luas.
Hal-hal yang menjadi opposite dari kekuatan adalah kelemahan.
Sehingga sama dengan kekuatan, tidak semua kelemahan dari institusi
harus

dipaksa

untuk

diperbaiki

terutama

untuk

hal-hal

yang

tidak berpengaruh pada lingkungan sekitar.


2. Peluang dan Ancaman.
Peluang adalah faktor yang didapatkan dengan membandingkan
analisis internal yang dilakukan di suatu institusi (strenghth danweakness)
dengan analisis internal dari kompetitor lain. Sebagaimana kekuatan,
peluang juga harus diranking berdasarkan success probbility, sehingga
tidak semua peluang harus dicapai dalam target dan strategi institusi.
Peluang dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan yaitu:
a. Low, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang
pencapaiannya juga kecil.

b. Moderate, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun
peluang pencapaian kecil atau sebaliknya.
c. Best, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta peluang
tercapaianya besar.
Sedangkan,

ancaman

adalah

segala

sesuatu

yang

terjadi

akibat trend perkembangan (persaingan) dan tidak bisa dihindari. Ancaman


juga bisa dilihat dari tingkat keparahan pengaruhnya (seriousness) dan
kemungkinan terjadinya (probability of occurance).
Sehingga ancaman tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Ancaman utama (Major Threats) adalah ancaman yang kemungkinan
terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama ini,
diperlukan beberapa planning yang harus dilakukan institusi untuk
mengantisipasi.
b. Ancaman tidak utama (Minor Threats) adalah ancaman yang dampaknya
kecil dan kemungkinan terjadinya kecil.
c. Ancaman moderate (Moderate Threats) berupa kombinasi tingkat
keparahan yang tinggi namun kemungkinan terjadinya rendah dan
sebaliknya.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan beberapa kategori situasi institusi
dilihat dari keterkaitan antara peluang dan ancamannya, yaitu sebagai berikut:
a. Suatu institusi dikatakan unggul jika memiliki major opportunity yang
besar dan major threats yang kecil.
b. Suatu
institusi
dikatakan

spekulatif

jika

memiliki high

opportunity dan threats pada saat yang sama.


c. Suatu institusi dikatakan mature jika memiliki low opportunitydan low
threat.
d. Suatu institusi dikatakan in trouble jika memiliki low opportinity dan high
threats.
Tidak ada satu cara terbaik untuk melakukan analisis SWOT. Yang paling
utama adalah membawa berbagai macam pandangan/perspektif bersama-sama
sehingga akan terlihat keterkaitan baru dan implikasi dari hubungan tersebut.
10

E. Contoh Analisis SWOT


Tabel Komponen A : Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran
Kekuatan

1.
2.

Memiliki visi, misi, dan tujuan yang tegas dan realistis


Terakreditasi oleh BAN-PT.

Kelemahan

1.

Masih kurang selarasnya implementasi antara visi, misi, dan


tujuan Akbid X
Visi, misi, tujuan, dan sasaran Akbid X belum tersosialisasi
dengan baik, terutama bagi mereka yang baru masuk ke system

2.
Peluang

1.

Meningkatnya permintaan dari pengguna lulusan

Ancaman

1.

Perkembangan ilmu dan kebutuhan pengguna lulusan yang cepat


membutuhkan penyesuaian visi, misi, tujuan dan sasaran

Tabel Komponen B: Kepengurusan, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan


Mutu
Kekuatan

1.
2.
3.
4.

Kelemahan

1.
2.
3.
4.

Peluang

1.
2.
3.
4.

Ancaman

1.
2.
3.

Adanya struktur organisasi dan pendeskripsian tugas dan


tanggung jawab secara jelas
Tersedianya pedoman kerja bagi para pengurus
Adanya implementasi umpan balik dari mahasiswa atas
pelaksanaan PBM
Adanya implementasi umpan balik pengguna lulusan terhadap
kinerja lulusan
Pengaturan kerja jabatan fungsional dan struktural belum
dilaksanakan secara efektif
Pelaksanaan program kegiatan belum efektif dan efisien
Hasil evaluasi program kegiatan belum ditindaklanjuti secara
professional
Jadwal yang sering tidak sesuai dengan kalender akademik.
Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
Adanya kerjasama dengan berbagai stakeholders dan organisasi
masyarakat lainnya
Adanya komitmen dosen dan mahasiswa dalam peningkatan
kualitas
Interaksi dosen dan mahasiswa yang saling mendukung
Biaya operasional besar
Tuntutan mahasiswa terhadap layanan yang cepat dan efisien
Daya saing dan mutu lulusan yang tinggi dan berbasis hasil
penilaian akreditasi (BAN-PT)

11

4.

Tuntutan semakin besar terhadap kualitas pengelolaan program

Tabel Komponen C : Mahasiswa dan lulusan


Kekuatan

1.

Program Studi yang ada di Akbid X banyak diminati lulusan


SLTA dan SMK Kebutuhan daerah akan tenaga kesehatan
semakin tinggi

Kelemahan

1.
2.

Kurangnya minat mahasiswa untuk mengembangkan diri


Kurang aktifnya mahasiswa dalam kegiatan ekstra dan intra
kurikuler
Kurangnya kemampuan bahasa ingris
Kurangnya keinginan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas
yang ada

3.
4.
Peluang

1.
2.
3.

4.

Ancaman

1.
2.

Banyaknya permintaan lulusan tenaga kesehatan dari berbagai


lembaga terkait
Berbagai pelatihan untuk meningkatkan softskill mahasiswa
Dengan kompetisi yang ketat dalam proses seleksi dan kualitas
akademik yang baik calon mahasiswa semasa di
SLTA sederajat, ada peluang bagi Akbid X untuk menghasilkan
lulusan yang berkualitas
Lulusan dapat dimanfaatkan dalam memberikan informasi
lowongan pekerjaan Akreditasi memberi nilai tambah bagi
lulusan Akbid X untuk bersaing di bursa tenaga kerja
Munculnya lembaga pendidikan yang menjamin lapangan kerja
Dalam waktu beberapa tahun ke depan kompetisi memperoleh
pekerjaan di daerah semakin ketat seiring meningkatnya jumlah
lulusan

Tabel Komponen D : SDM


Kekuatan

1.
2.

Komitmen yang tinggi dari dosen dalam pelaksanaan Tridharma


Sistem rekruitmen dan seleksi dosen dan tenaga pendukung yang
jelas dan terstruktur

Kelemahan

1.
2.

Rasio dosen dengan mahasiswa belum sesuai


Kualifikasi pendidikan dosen tetap dan tenaga penunjang belum
memenuhi tuntutan pasar
Implementasi umpan balik terhadap kurikulum dari masyarakat
pengguna lulusan belum dilaksanakan secara optimal

3.
Peluang

1.

Akbid X berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum pada


program studi melalui penyediaan sarana, prasarana dan
pengingkatan kualitas SDM

Ancaman

1.

Perkembangan ilmu dan bidang kesehatan yang sangat cepat

12

2.

Tuntutan masyarakat dan pengguna lulusan terhadap relevansi


kurikulum dengan dunia kerja

Tabel untuk Komponen E: Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik


Kekuatan

1.
2.
3.
4.

Kelemahan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Peluang

1.
2.

3.

Ancaman

1.
2.
3.

Kurikulum yang secara berkala disesuaikan dengan kebutuhan


di lapangan kerja
Adanya regulasi dalam proses pengerjaan tugas akhir untuk
mempercepat kelulusan
Kurikulum dirancang untuk mengembangkan potensi
kemampuan mahasiswa
Penggunaan fasilitas multimedia pada proses belajar mengajar
Suasana akademik dan lingkungan yang masih belum kondusif
Peralatan laboratorium yang masih kurang memadai
GBPP dan SAP belum lengkap untuk seluruh mata kuliah
Ketidak sesuaian antara silabus dengan mata kuliah yang
disampaikan.
Banyak mata kuliah piliha yang kurang tepat untuk diadakan
Instrumen monitoring aktivitas staf dan mahasiswa masih lemah
Mekanisme umpan balik dari mahasiswa dalam pelaksanaan
pengajaran masih lemah
Kurangnya fasilitas laboratorium dapat mengurangi penguasaan
dan pemahaman mahasiswa
Adanya kebijakan DIKTI mengenai otonomi progam studi
Untuk revisi kurikulum dapat menjalin kerjasama
dengan institusi yang lebih mapan dan dengan institusi
pemerintah maupun swasta sebagai pengguna lulusan sekaligus
menjaring umpan balik
Kerjasama dengan institusi swasta dan pemerintah, dapat
dimanfaatkan sebagai tempat magang atau praktek untuk
menambah pemahaman dan wawasan mahasiswa
Perkembangan teknologi yang cepat menyebabkan kompetensi
lulusan yang dibutuhkan di lapangan kerja berubah
Kebutuhan pasar yang cepat berubah mengharuskan perubahan
kurikulum mengikuti perubahan pasar
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat
menyebabkan proses pedidikan harus terus menyesuaikan diri
agar up-to-date

13

Tabel Komponen F: Pembiayaan, Sarana, Prasarana dan Sistem Informasi


Kekuatan

1.
2.
3.

Kelemahan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Peluang

1.
2.
3.

4.
5.
Ancaman

1.
2.
3.

Adanya dana hibah untuk pengembangan kegiatan dan fasilitas


laboratorium
Mahasiswa memiliki opsi koleksi bahan ajar di perpustakaan, juga ejournal terakreditasi nasional dan internasional
Tersedianya hibah kompetisi untuk penelitian dan pengabdian
masyarakat
Koleksi buku untuk mata kuliah masih minim
Kurangnya peralatan laboratorium yang menunjang penelitian dosen
Belum optimalnya aplikasi hasil penelitian ke masyarakat
Kuantitas kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen masih rendah
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen masih rendah
Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang lomba karya ilmiah /PKM
masih rendah
Belum semua dosen mempublikasikan hasil penelitiannya pada
tingkat internasional
Kurangnya buku/jurnal terbaru bidang kesehatan di perpustakaan
Kesempatan mendapatkan dana penelitian dan pengabdian baik dari
DIKTI maupun lembaga lain cukup tinggi
Kebutuhan masyarakat akan aplikasi teknologi dari ilmu kesehatan
sangat tinggi
Banyak
komponen
masyarakat
yang
memerlukan
sosialisasi/bimbingan terkait bidang keilmuan dan profesi kesehatan
yanng ada di Akbid X
Adanya permintaan dari berbagai instansi terhadap ahli
bidangkesehatan
Pesatnya perkembangan teknologi di bidang kesehatan sebagai
pendorong terciptanya penelitian inovatif
Banyaknya program studi di universitas lain
Tingkat kepedulian dan penghargaan masyarakat terhadap hasil-hasil
penelitian masih rendah
Persaingan untuk mendapatkan dana penelitian/pengabdian semakin
tinggi

14

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
1. Strengths (kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah
kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat
pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan
tersebut.
Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus
memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta
didik, lulusan terbaik atau hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan
lain yang dapat membuat sekolah tersebut unggul dari pesaingpesaingnya serta dapat memuaskan steakholders maupun pelanggan
(peserta didik, orang tua, masyarakat dan bangsa).
2. Weakness (kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi yang
terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam
lembaga pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan
tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan
yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain.
Kelemahan ini dapat berupa kelemahan dalam sarana dan
prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya
kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan
kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain
15

3. Opportunities (peluang)
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang
menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan.
Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat
dilakukan antara lain yaitu:
a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini
diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan.
b. Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung
konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga
kajian-kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini
menjadi salah satu peluang bagi pengembangan lembaga
pendidikan ke depan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah
muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar di seluruh
dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi pentingnya
manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
4. Threats (ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman
meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi
sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi
maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju
dan peranannya sebuah lembaga pendidikan itu sendiri.
Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang
menurun, motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurangnya
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan
lain-lain.
Kegunaan Analisis SWOT
1. Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi
2. Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal
lembaga
3. Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal
Perusahaan
4. Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
5. Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain

16

6. Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan


bisnisnya dihadapkan dengan para pesaingnya.

DAFTAR PUSTAKA

David Fred R 2006, Manajemen strategi. Buku 1, edisi kesepuluh. Jakarta :


Salemba empat

17

Giriffin, ricky W. 2004 Manajemen, jilid 1, Edisi ketujuh. Jakarta : Erlangga


https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT
http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-analisis-swot-danmanfaatnya.html
http://izzaucon.blogspot.co.id/2014/06/analisis-swot-strengthsweaknesses.html
http://putracijaty.blogspot.co.id/2012/03/makalah-analisis-swot.html
http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2009/04/balanced-scorecard-definisikonsep-dan.html
http://sienconsultant.ucoz.com/publ/balanced_scorecard/1-1-0-6
http://alit159a.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-balancedscorecard.html
http://skripsi-manajemen.blogspot.co.id/2011/02/balance-scorecardpengertian-definisi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_skor_berimbang

18

Anda mungkin juga menyukai