Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN :


KOPING INDIVIDU TIDAK EFEKTIF

Disusun oleh :
1. Ani Fitriyani (P17320313011)
2. Bagjalia Agustina (P17320313032)
3. Dela Wagenda (P17320313039)
4. Dian Khoerunnisa (P173203130
5. Dina Nurfajrin (P17320313077)
6. Enung Siti Nurjanah (P17320313017)
7. Ersa Rizky Septyarini (P17320313026)
8. Eva Ferani Putri (P17320313062)
9. Faradita Putri Barliana (P17320313027)
10. Hasna Oktaviani (P17320313074)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PRODI KEPERAWATAN BOGOR
2016

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

a. Topik
Terapi Aktivitas Kelompok dengan diagnosa keperawatan : koping
individu tidak efektif.
b. Latar Belakang
Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan
satu dengan yang lain, saling bergantung dan mempunyai norma yang sama
(Stuart & Laraia, 2001). Kelompok berfungsi sebagai tempat berbagi
pengalaman dan saling membantu satu sama lain, untuk menemukan
cara

menyelesaikan masalah. Terapi

aktivitas

kelompok

adalah

suatu

psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien bersama-sama dengan jalan


berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seorang therapist
atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih. Fokus terapi aktivitas
kelompok adalah membuat sadar diri, peningkatan hubungan interpersonal,
membuat

perubahan

atau

ketiganya. Terapi aktivitas kelompok dibagi

kedalam 4, yaitu terapi aktivitas kelompok stimulasi kognitif/persepsi, terapi


aktivitas kelompok sensori, terapi aktivitas kelompok realita dan terapi
aktivitas kelompok sosialisasi.
Dalam penyusunan proposal ini, kami akan membahas terapi aktivitas
kelompok stimulasi persepsi. Dalam terapi aktivitas kelompok ini, klien
dilatih mempersepsikan stimulus yang disediakan/stimulasi yang pernah
dialami. Dengan proses ini diharapkan respon klien terhadap berbagai
stimulasi dalam kehidupan menjadi adaptif.

c. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat mengenal koping yang konstruktif.
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat mengenal koping yang konstruktif : bicara terus terang
dengan orang lain.
b. Klien dapat mengenal koping yang konstruktif : melakukan kegiatan
yang konstruktif.
c. Klien dapat mengenal koping yang konstruktif : kegiatan fisik dan
olahraga.
d. Landasan Teori
iii.

Pengertian Koping individu Tidak Efektif


Ketidakefektifan

Koping

adalah

ketidakmampuan

untuk

membentuk penilaian valid tentang stresor, ketidakadekuatan pilihan


respons yang dilakukan , dan/ atau ketidakmampuan untuk menggunakan
sumber daya yang tersedia (Herdman,T.Heather.2012.hal;451).
Koping individu inefektif adalah kerusakan perilaku adaptif dan
kemampuan untuk memecahkan masalah pada seseorang dalam
memenuhi tuntutan-tuntutan dan peran-peran kehidupan.(Townsend,Mary
C.hal;374)
Koping individu inefektif adalah keadaan dimana seorang
individu mengalami atau beresiko mengalami suatu ketidakmampuan
dalam menangani stressor internal atau lingkungan dengan adekuat
karena ketidakadekuatan sumber-sumber (fisik, psikologis, perilaku dan
atau kognitif) (Carpenito,Lynda Juall.:79).

iv. Penyebab Koping Individu Tidak Efektif


a. Krisis maturasi

b. Krisis situasional
c. Sistem pendukung yang tidak memadai
d. Harga diri rendah
e. Kelainan fungsi dan sistem keluarga
f. Lingkungan yang tidak terorganisir dan semrawut
g. Penganiayaan dan pengabaian anak (Ademal 2012).
5. Terapi Aktivitas Kelompok
Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu upaya untuk
memfasilitasi psikoterapis terhadap sejumlah klien pada waktu yang sama
untuk memantau dan meningkatkan hubungan antar anggota (Depkes RI,
1997). Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas
yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai
masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagi terapi, dan
kelompok digunakan sebagai target asuhan (Kelliat, 2005)
e. Karakteristik/Kriteria Klien
1. Klien dengan koping individu tidak efektif yang sudah mulai mampu
bekerja sama dengan perawat.
2. Klien dengan koping individu tidak efektif yang dapat berkomunikasi
dengan perawat.
f. Proses Seleksi
1. Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
2. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
3. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
4. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi :
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok, dan
aturan main dalam kelompok

g. Pengorganisasian
1. Jumlah klien
No

: 11 orang

Nama

Ny. Ni

Tn. Ar

Tn. Ba

Tn. Do

Tn. He

Tn. Ag

Tn. Re

Tn. Ta

Tn. Ri

10

An. Ts

11

An. Ke

2. Waktu
3. Tempat

: Jam 13.00-14.00 WIB


: Ruang Medical Phychiatry Evaluation (MPE) atau
ruang detoksifikasi.

4. Tim Pelaksana TAK


1. Leader
Tugas

:
: Dina Nurfajrin
:

1) Menjelaskan tujuan pelaksanaan TAK.


2) Menjelaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai.
3) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok.
4) Mampu memimpin TAK dengan baik

2. Co. Leader

: Ani Fitriyani

Tugas

1) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas


klien.
2) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.
3) Mengingatkan leader tentang waktu.
4) Mengoperasikan Tape Recorder.
3. Fasilitator :
1) Bagjalia Agustina
2) Dela Wagenda
3) Dian Khoerunnisa
4) Enung Siti Nurjanah
5) Ersa Rizky Septyarini
6) Eva Ferani Putri
7) Faradita Putri Barliana
Tugas

1) Memfasilitasi klien yang kurang aktif.


2) Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan
berlangsung.
3) Mempertahankan kehadiran peserta.
4. Observer : Hasna Oktaviani
Tugas

1) Mengobservasi jalannya/proses kegiatan.


2) Mencatat perilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan
berlangsung

v. Setting

Keterangan :
= Leader

= Fasilitator

= Co Leader

= Klien

= Observer

Uraian tugas :
a. Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok.
b. Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan.
c. Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan.
d. Membimbing kelompok selama permainan diskusi.
e. Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan.
f. Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah.
6. Metode dan Media
a. Alat :
1) Nametag
2) Bola
3) Sound
4) Laptop
2. Metode :
1) Dinamika kelompok

2) Diskusi dan tanya jawab


3) Mengungkapkan perasaan atau masalah yang dialaminya kepada
orang lain
4) Melakukan koping yang konstruktif : gaya hidup sehat
h. Proses pelaksanaan
1. Sesi 1 dan 2 :
Mengenal koping individu yang tidak efektif dan melakukan kegiatan
yang konstruktif.
a. Tujuan

1) Klien dapat menceritakan perasaan dan masalah yang dialaminya


kepada orang lain.
2) Klien dapat mengungkapkan unek-unek kepada orang yang dituju.
3) Klien dapat mengontrol keinginan menggunakan zat dengan gaya
hidup sehat
2. Setting

1) Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.


2) Ruangan nyaman dan tenang.
3) Ruangan Kamar Klien
2. Langkah Kegiatan :
a. Persiapan
1) Memilih klien dengan diagnosis : koping individu tidak efektif yang
sudah kooperatif
2) Membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Tata Tertib
1) Peserta bersedia mengikuti terapi aktivitas kelompok

2) Peserta berpakaian rapi dan bersih


3) Peserta tidak diperbolehkan makan, minum, merokok selama
mengikuti terapi aktivitas kelompok
4) Peserta harus hadir 5 menit sebelum acara berlangsung
5) Peserta tidak boleh meninggalkan ruangan selama terapi aktivitas
kelompok berlangsung, kecuali atas izin dari leader
6) Jika ada pertanyaan peserta mengangkat tangan terlebih dahulu dan
berbicara setelah dipersilahkan oleh leader
7) Anggota harus berperan aktif dalam terapi aktivitas kelompok
8) Anggota harus bersikap terbuka
9) Waktu sesuai dengan yang sudah disepakati
3. Orientasi
1) Salam teraupetik
a) Salam dari terapis kepada klien
b) Perkenalkan nama panggilan terapis kepada klien (pakai papan
nama)
c) Menanyakan nama panggilan semua klien (beri papan nama)
2) Evaluasi /validasi
a) Menanyakan perasaan klien saat ini
3) Kontrak
a) Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu melatih koping individu yang
efektif/konstruktif
b) Menjelaskan aturan main, sebagai berikut :
(1) Jika ada peserta yang ingin meninggalkan kelompok, harus
minta izin kepada leader.
(2) Lama kegiatan 2 menit.
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
4. Tahap Kerja

10

1) Mendiskusikan apa yang dimaksud dengan koping individu tidak


efektif
a) Tanyakan pengalaman peserta dalam menyelesaikan masalah
b) Peserta mengungkapkan secara verbal
2) Menceritakan perasaan dan masalah yang dialami kepada orang lain
3) Mengungkapkan unek-unek kepada orang yang dituju
4) Mengontrol keinginan menggunakan zat dengan gaya hidup sehat
5. Tahap Terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan peserta setelah mengikuti TAK.
b) Memberikan reinforcement positif terhadap perilaku klien yang
positif.
2) Tindak lanjut
a) Menganjurkan

peserta

mengungkapkan

perasaan

serta

masalahnya kepada orang lain dan kepada orang yang dituju


b) Menganjurkan peserta untuk melakukan gaya hidup sehat

3. Evaluasi dan Dokumentasi


a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya
pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien
sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1, kemampuan yang
diharapkan adalah klien dapat mengungkapkan unek-unek yang sedang
dirasakannya. Sedangkan untuk sesi 2 kemampuan yang diharapkan
adalah klien mampu mengenal dan mempraktekan gaya hidup sehat.
4. Formulir evaluasi sebagai berikut :

11

a. Sesi 1 dan 2 TAK


No

Nama Klien

Mengungkapkan

Mempraktekan gaya hidup sehat

Unek-Unek

(membereskan tempat tidur


peserta)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Petunjuk :
1) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2) Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengungkapkan
perasaan dan unek-uneknya kepada orang lain serta mempraktekkan
gaya hidup sehat dengan membereskan tempat tidur. Beri tanda (+)
jika mampu dan beri tanda (-) jika tidak mampu.
2. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada
catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh : Klien mengikuti TAK
dengan

diagnosa

koping

individu

tidak

efektif.

Klien

mampu

mengungkapkan perasaan dan unek-uneknya kepada orang lain serta


mempraktekkan gaya hidup sehat dengan membereskan tempat tidur

12

i. Kriteria Hasil
1. Evaluasi Struktur
a) Kondisi lingkungan tenang, dilakukan di tempat tertutup, dan
memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan.
b) Klien dan terapis duduk bersama membentuk lingkaran.
c) Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan.
d) Alat yang digunakan dalam kondisi baik.
e) Leader, co-leader, fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya
2. Evalusi Proses
a) Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal sampai akhir.
b) Leader mampu memimpin acara.
c) Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
d) Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
e) Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung
jawab dalam antisipasi masalah.
f) Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok.
g) Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal sampai akhir.

3. Evalusi Hasil
Diharapkan 80% dari kelompok mampu :
a. Memperkenalkan diri
b. Mengemukakan perasaan, masalah, dan unek-uneknya.
c. Mempraktekan gaya hidup sehat dengan membereskan tempat tidur.
d. Bekerja sama dengan perawat selama berinteraksi.
e. Mengevaluasi kemampuan klien latihan koping individu yang efektif.