Anda di halaman 1dari 21

BLIGHTED OVUM

Pendahuluan
Blighted ovum disebut sebagai kehamilan kosong, dimana sel telur yang sudah dibuahi
membenamkan diri pada dinding rahim, namun embrio tidak berkembang. Biasanya terjadi
pada trimester pertama. Blighted ovum ini merupakan suatu kelainan dalam kehamilan di mana
kantong kehamilan tumbuh tanpa disertai pertumbuhan janin, sehingga hanya kantong
kehamilannya yang tumbuh. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala
kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning
sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes
kehamilan hasilnya positif. Ibu yang mengalami kehamilan Blighted Ovum biasanya tidak
menyadari sampai adanya pemeriksaan USG yang dapat mendeteksi embrio yang tidak
berkembang
Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Seorang
wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan
USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia
6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter
sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang
kosong dan tidak berisi janin. BO ini terjadi sedikitnya 60% dari semua keguguran dari setiap
trimester kehamilan. Namun, karena BO terjadi sangat awal, banyak wanita tidak
menyadarinya
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur
dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes
mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti
adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat
bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.
Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah
akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut

yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim
atau penyakit usus.
Berdasarkan penelitian, keguguran spontan itu sekitar 50 persen merupakan kehamilan blighted
ovum.

Definisi
Blighted Ovum (kehamilan kosong) merupakan salah satu jenis keguguran yang terjadi pada
awal kehamilan. Disebut juga anembryonic pregnancy, blighted ovum terjadi ketika telur yang
dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, tetapi tidak berisi embrio, hanya terbentuk
plasenta dan kulit ketuban. Sebagian besar kasus Blighted Ovum akan dikeluarkan secara
alamiah, tetapi kadang-kadang jaringan dalam rahim memerlukan tindakan medis.
Seorang wanita yang mengalaminya

hamil blighted ovum juga merasakan gejala-gejala

kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning
sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran abdomen, bahkan saat dilakukan tes
kehamilan hasilnya positif
Kehamilan kosong terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berhasil berkembang secara
sempurna. Meski kantong kehamilan terus membesar, namun perkembangan janinnya sama
sekali tidak terjadi. Sehingga saat kehamilan berusia kurang lebih 8 minggu, saat dilakukan
pemeriksaan ultrasonografi (USG), hanya akan terlihat kantung kehamilan saja tanpa ada
gambaran janin. Blighted ovum terjadi di kehamilan yang sangat dini, pada umumnya pasien
datang ke dokter karena keluhan berupa bercak pendarahan di usia kehamilan kurang lebih 6-8
minggu.
Setiap pasangan dapat mengalami jenis keguguran yang satu ini. Risiko Anda untuk mengalami
keguguran pada umumnya bertambah dengan bertambahnya usia (hal ini dikarenakan kualitas
sel telur menurun dengan bertambahnya usia). Namun, umur tidak dapat dijadikan indikator
seseorang akan menderita blighted ovum.
Sebagian besar wanita yang menderita Blighted Ovum mendapatkan kehamilan sehat di masa
depan. Meskipun ada kemungkinan untuk menderita abortus/keguguran berulang, ini sangat
2

dimungkinkan ada beberapa penyebab/masalah reproduksi. Untuk memberikan waktu tubuh


Anda untuk normal kembali, disarankan menunggu satu sampai tiga siklus haid sebelum
mencoba untuk hamil kembali. Gunakan kontrasepsi selama waktu tersebut untuk mencegah
kehamilan terlebih dahulu.

Anatomi Uterus
Uterus adalah suatu organ yang berbentuk seperti buah pear yang berfungsi untuk menampung
hasil konsepsi.Pada keadaan normal uterus berada dalam posisi anteversioflexi dan terletak
diantara anus dan kandung kemih. Diantara kornu rahim kanan dan kiri terdapat fundus uteri
yaitu bagian yang berperan penting dalam kehamilan. Diantara korpus uteri dan servik uteri
terdapat itsmus atau segmen bawah rahim yang penting artinya dalam persalan.
Uterus ini dilapisi oleh 3 lapisan yaitu:
1. Lapisan serosa (perimetrium) lapisan yang paling luar
2. Lapisan otot (miometrium) lapisan tengah
3. Lapisan mukosa (endometrium) lapisan dalam
Uterus mempunyai 3 rongga yaitu:
1. Badan rahim (korpus uteri) berbentuk segitiga
2. Leher rahim (Servik uteri) berbentuk slinder
3. Rongga rahim (Kavum uteri)

Sikap dan letak rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengan baik karena disokong dan
dipertahankan oleh:
1. Tonus rahim sendiri
2. Tekanan intra abdominal
3. Otot-otot dasar panggul
4. Ligamen-ligamen, yaitu:
1) Lig.Kardinal kanan dan kiri
2) Lig.Sakro-uterina
3) Lig.Rotundum
4) Lig.Latum
5) Lig.Infundibulo-pelvikum
Fungsi uterus adalah:
1. Setiap bulan berfungsi dalam siklus haid
2. Tempat janin tumbuh dan berkembang
3. Berkontraksi terutama sewaktu bersalin dan sesudah bersalin

Etiologi
4

Penyebab dari Blighted ovum ini adalah


1. 60% disebabkan adanya kelainan kromosom pada saat proses pembuahan sel telur dan
sel sperma
2. Infeksi dari TORCH,
3. Kelainan imunologi
4. Diabetes Melitus
5. Faktor usia suami dan istri. (semakin tinggi usia suami atau istri, semakin tinggi
peluang terjadinya BO)
6. Rendahnya kadar hormone
Beberapa tips-tips untuk memperkecil resiko kehamilan kosong atau blighted ovum.
1. Test darah untuk mengetahui apakah terinfeksi virus TORCH kalau terinfeksi maka
lakukan terapi penyembuhan dan imunisasi
2. Melakukan pemeriksaan kromosom bila hamil pertama kali di atas usia 35 tahun,
karena risiko kelainan genetik lebih tinggi.
3. Biasakan hidup sehat antara lain, menghentikan kebiasaan merokok dan minum
alcohol baik istri maupun suami.
4. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, karena BO biasanya terdeksi pada usia kandungan
dibawah 8 minggu dengan pemeriksaan USG
5. Sembuhkan dahulu penyakit yang diderita oleh calon ibu. Setelah itu pastikan bahwa
calon ibu benar-benar sehat saat akan merencanakan kehamilan.

Patofisiologi

Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma dan terjadilah pembuahan,
dari pembuahan ini terjadi nidasi dalam rahim dan terbentuk embrio. Namun akibat berbagai
faktor maka embrio yang telah terbentuk

tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya

terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di
dalam rahim. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana
hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai
pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG inilah yang
menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan
menyebabkan tes kehamilan menjadi positif.
Meskipun embrio sudah terbentuk, tetapi tidak tumbuh dan berkembang sebagaimana
mestinya. Kehamilan hanya berupa kantung rahim yang berisi cairan, uterus akan berhenti
pembesarannya. Kemudian embrio juga akan terhenti perkembangannya lalu mati. Embrio
yang nekrosis itu dianggap uterus benda asing sehingga uterus akan berkontraksi untuk
mengeluarkan benda asing tersebut sehingga keluarlah bercak-bercak kecoklatan atau bahkan
pendarahan dalam jumlah banyak. Tak jarang pula keguguran terjadi secara spontan. Pada
kehamilan normal, embrio sudah terlihat sejak di USG pada usia kehamilan 6,5 minggu.

Setelah keguguran tanpa tindakan kurretage biasanya haid akan kembali datang setelah 4 - 6
minggu tetapi keguguran dengan tindakan kurretage biasanya haid akan kembali datang setelah
2-3 bulan karena perlu penyesuaian hormonal. Beberapa dokter menyarankan lebih baik

menunggu hingga 2-3 kali periode menstruasi baru hamil lagi, tetapi bisa juga untuk hamil
sebulan kemudian, itu semua tergantung pada kondisi kesehatan penderita.

Gambaran Klinis
Sebagian besar wanita yang menderita Blighted Ovum sering tidak menyadari bahwa mereka
sedang hamil pada saat itu karena gejala Blighted Ovum dapat ringan atau bahkan tidak ada.
Keadaan Blighted Ovum ini seringnya diketemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan
USG (Ultrasonografi) dilakukan pada usia kehamilan lebih dari 8 minggu. Seringkali
kehamilan berjalan normal sampai kemudian ditemukan keadaan Blighted Ovum secara tidak
sengaja melalui pemeriksaan USG tersebut. Blighted Ovum dapat juga menimbulkan gejala,
namun gejala tersebut tidak khas yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Perdarahan spotting (bercak-bercak) coklat kemerah-merahan


Kram perut
Bertambahnya ukuran rahim yang lambat
Terlambat haid
Planotes positif

Diagnosa
Diagnosa blighted ovum ditegakkan berdasarkan:
A. Anamnesa
1.
2.
3.
4.

Terlambat haid
Perdarahan pervagina yang berwarna coklat kemerah-merahan
Nyeri perut bagian bawah
Tanda-tanda hamil muda ( mual-muntah, mengidam, payudara yang membesar,tidak
tahan bau-bauan dll)

B.Pemeriksaan Fisik
1. Inspeksi
1) Tampak darah keluar dari vagina
2) Kelihatan anemis bila perdarahan sudah banyak
7

2. Inspekulo
Tampak darah keluar dari rahim bukan dari kelainan servik atau yang laen
3. Palpasi Abdomen
1) Nyeri abdomen bagian bawah
2) Fundus uteri tidak teraba
C.Pemeriksaan Penunjang
1. USG
1) Tampak kantong kehamilan
2) Tidak tampak bagian-bagian janin
2. Laboratorium
1) Leukosit normal dan kadang-kadang tinggi
2) Hemoglobin normal dan kadang-kadang rendah kalau pendaran sudah banyak
3) Hematokrit normal
4) Trombosit normal
5) Protein urin negative
6) Planotest positif
Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan hasil USG

Diagnosa Banding
1.KET
8

2.Abortus
3.Mola Hidatidosa

Planotest
Perdarahan

BO
+
Ada

KET
+/Ada

Abortus
+
Ada

Mola Hidatidosa
+
Ada berupa buah

pervagina

anggur atau mata

Warna

Coklat kemerah-

Merah segar

ikan
Coklat spt bumbu

Nyeri abdomen

merahan
Ada

ada

rujak
Ada

Ada

kanan
Ada

Ada

Ada

Ada
- Tampak kantong

Ada
- Tampak kantong

Ada
- Tampak sisa

Ada
- Tampak bayangan

kehamilan tapi janin

kehamilan dan

kantong

seperti badai salju

kosong

bagian-bagian janin

kehamilan tidak

diluar cavum uteri

utuh lagi

bahkan kadang -

- Tampak sisa

kadang tampak

plasenta

Merah kehitaman
Ada biasanya
sebelah kiri atau

Tanda-tanda hamil
muda
Terlambat haid

USG

denyut jantung janin

Penanganan
Kalau diagnosa Blighted Ovum sudah ditegakkan maka penanganannya adalah
1. Atasi keadaan umum dengan pemberian cairan seperti ringer laktat
9

2. Mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim dengan cara kurretage. Keadaan janin gagal
tumbuh biasanya akan menimbulkan keguguran spontan. Kalaupun tidak, begitu ada
kecurigaan terjadinya blighted ovum, tetap perlu dilakukan penguretan. Tindakan ini
bermanfaat untuk menghindari perdarahan atau infeksi yang mungkin terjadi jika kelak
si ibu benar-benar hamil. Hasil kuretase selanjutnya akan diperiksa/dianalisa untuk
memastikan apa penyebab blighted ovum.
3. Mencari penyebab. Setelah hasil konsepsi dikeluarkan maka cari penyebab blighted
ovum di antaranya kelainan kromosom, rendahnya kadar hormon beta HCG, kualitas
sperma atau sel telur yang buruk, embrio mengandung cacat berat sehingga gagal
tumbuh, infeksi bakteri streptokokus, infeksi virus rubela dan toksoplasma. Melalui
berbagai pemeriksaan bisa diketahui penyebab mengapa janin gagal tumbuh.
4. Terapi post kurretage
1) Antibiotik
2) Analgetrik
3) Anti pendarahan
4) Vitamin
5. Tranfusi jika hemoglobin rendah
6. Istirahat yang cukup
Hal-hal yang perlu diperhatikan jika seseorang merencanakan kehamilan :
1.
2.
3.
4.

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat agar dapat mengurangi
risiko gangguan perkembangan otak embrio.

10

Pencegahan
1. Melakukan imunisasi pada si ibu untuk menghindari masuknya virus rubella ke dalam
tubuh. Selain imunisasi, ibu hamil pun harus selalu menjaga kebersihan diri dan
lingkungan tempat tinggalnya.
2. Sembuhkan dahulu penyakit yang diderita oleh calon ibu. Setelah itu pastikan bahwa
calon ibu benar-benar sehat saat akan merencanakan kehamilan.
3. Melakukan pemeriksaan kromosom
4. Tak hanya pada calon ibu, calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan
merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.
5. Periksakan kehamilan secara rutin. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang terdekteksi
saat usia kandungan masih di bawah delapan bulan.

Komplikasi
1. Perdarahan
Perdarahan dapat diatasi dengan megosongkan uterus dari sisa-sisa hasil konsepsi
2. Perforasi
Perforasi uterus bisa terjadi pada saat kurretage, kalau hal ini terjadi maka perlu
dilakukan tindakan laparotomi, penjahitan luka perfarasi atau perlu dilakukan
histerektomi.
3. Infeksi
Infeksi terjadi bila semua hasil konsepsi tidak dikeluarkan semuanya, dan hal ini dapat
diatasi dengan pemberian antibiotik

11

DAFTAR PUSTAKA
1. Prawirobihardjo, Sarwono, Ilmu Kebidanan, Edisi II, Jakarta. Yayasan Bina Pustaka,
1999.
2. Elstar, Ossset, Obstetri Patologi, Bandung. FK UNPAD, 1984
3. Sudoyo W Aru, Bambang Setiyohadi, dkk ; Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jilid I.
Jakarta. FKUI, 2007
4. Rayburn, William F, Obstetri & Ginekologi, Jakarta. Widya Medika, 2001

5. http://ceplas--ceplos.blogspot.com/2008/02/blighted-ovum.html,
6. http://victor-health.blogspot.com/2007/08/gejala-normal-kehamilan-kosong.html
7. http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/during_pregnancy/article.php?
article_id=5733
8. http://www.google.co.id/images?hl=id&q=blighted+ovum&um=1&ie=UTF8&source=univ&ei=VVlFTcfcMYfqrQeR2pVQ&sa=X&oi=image_result_group&ct=tit
le&resnum=2&ved=0CCkQsAQwAQ&biw=1366&bih=578
9. http://www.klikdokter.com/tanyadokter/read/2010/02/02/7810/hamil-kosong
10. http://www.resep.web.id/kehamilan/mengenal-lebih-jauh-kehamilan-kosong-blightedovum.htm
11. http://www.tanyadokter.com/consultationtopic.asp?
zona=CONS&discussionID=4829&discussionTypeID=9

12

STATUS PASIEN
ANAMNESA PRIBADI
Nama

: Nurainun

Umur

: 32 Tahun

Pekerjaan

: Wiraswasta

Agama

: Islam

Suku/bangsa : Mandailing/Indonesia
Pendidikan

: SMA

Alamat

: Jl. Bandung No. 1 Kec. Binjai Selatan

Nama Suami : Muhammad Taufiq Hasibuan


Tgl. Masuk

: 18 September 2011 pukul 19:30 WIB

ANAMNESA PENYAKIT
KU

: Perdarahan pervagina

Telaah

: Os datang ke RSUD.DR.R.M.DJOELHAM dengan keluhan keluar


darah dari vagina berwarna coklat kemerah-merahan, berupa flak-flak (+) , satu
13

kali ganti doek lebih kurang 15 cc.,Hal ini dialami os sejak minggu ke 8 dan
minggu ke 12 berupa flek-flek.Os juga mengaku perutnya mules(+), os ada
riwayat terlambat haid sebelumnya os pernah tes urin dan hasilnya positif.
Badan os tidak demam.
Riwayat mentruasi sebelumnya:
Menarche
Siklus
Banyak
Lamanya
HPHT
TTP

: 13 Tahun
: 28 hari
: 2 kali ganti doek
: 7 hari
: 4 Juli 2011
: 11 April 2012

Riwayat persalinan:

Perempuan, Aterem, PSP, Bidan, 3100 gr, Hidup 2 tahun


Hamil ini dengan blighted ovum

RPT

: (-)

RPO

: (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Status Present
1. Keadaan Umum
Sensorium

: Compos Mentis

Tekanan darah

: 120/80mmHg

Respirasi Rate

: 20x/menit

Heart Rate

: 86x/menit

Suhu

: 36,7 0 C

14

2. Keadaan Penyakit
Anemia

: (-)

Sianosis

: (-)

Dyspnoe

: (-)

Ikterus

: (-)

Edema

: (-)

Status Lokalisata
1. Kepala
Mata
Telinga

: conjungtiva palpebra superior pucat (-/-)


: dbn

Hidung

: dbn

Leher

: pembesaran kelenjar getah bening (-/-)

2. Thorax
Inspeksi

: Simetris

Palpasi

: Sterm fremitus kanan dan kiri sama

Perkusi

: Sonor (+/+)

Auskultasi

: Vesikuler (+/+),suara tambahan (-/-)

3. Abdomen
Inspeksi

: Massa (-), striae gravidarum (-), bekas operasi (-)

Palpasi

: Hati tidak teraba, Lien tidak teraba, nyeri tekan abdomen (+)

Perkusi

: Timpani
15

Auskultasi

: Peristaltic usus normal

4. Ektremitas
Superior

: dbn

Inferior

: dbn

Status Obstetri dan Ginekologi


1. Abdomen
Inspeksi

: Abdomen sudah tampak membesar, massa (-), striae


gravidarum (-), bekas operasi (-)

Palpasi

: Fundus uteri tidak teraba, nyeri tekan abdomen (+)

Perkusi

: Timpani

Auskultasi

: Peristaltik usus normal

2. Genetalia Ekterna
Inspeksi
3. Genetalia Interna
Vaginal Thoucer

: Perdarahan (+),Massa (-),Lesi (-),Udem (-)


: Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG
Dilakukan pada tanggal 19 September 2011 hasilnya adalah :
Uterus BB (uterus lebih besar dari biasa)
GS (+)
Janin (-)
Kesan Blighted Ovum
2. Laboratorium
Dilakukan pada tanggal 19 September 2011 Pukul 09:49 WIB.
Darah rutin
:
Hb
: 13,1 gr/dl
Leukosit
: 7200 mm3
Hematokrit : 36,8%
Trombosit
: 226.000 mm3
16

Golongan Darah
Urin rutin
Planotest

: O
: Negatif
: Positif

RESUME
ANEMNESA
KU

: Perdarahan pervagina

Telaah

: Os datang ke RSUD.DR.R.M.DJOELHAM dengan keluhan keluar


darah dari vagina berwarna coklat kemerah-merahan, berupa flak-flak (+) , satu
kali ganti duk lebih kurang 15 cc.,Hal ini dialami os sejak 8 minggu yang lalu
dan minggu ke 12 berupa flek-flek, os juga mengaku perutnya mules(+), os ada
riwayat terlambat haid sebelumnya os pernah tes urin dan hasilnya positif.
Badan os tidak demam.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Lokalisata
1. Abdomen
Palpasi

: Nyeri tekan abdomen (+)

Status Obstetri dan Ginekologi


1. Abdomen
Inspeksi

: Abdomen sudah tampak membesar

Palpasi

: Fundus uteri tidak teraba, nyeri tekan abdomen (+)

2. Genetalia Ekterna
Vagina

: Ada darah keluar dari vagina


17

3. Genetalia Interna
Vaginal Thoucer

: Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG
Dilakukan pada tanggal 19 September 2011
Uterus BB (uterus lebih besar dari biasa)
GS (+)
Janin (-)
Kesan Blighted Ovum
2. Laboratorium
Dilakukan pada tanggal 19 September 2011
Darah rutin normal
Golongan Darah
: O
Urin rutin
: Negatif
Planotest
: Positif

DIAGNOSA BANDING

Abortus Inkomplit + SG + KDR + (12-14minggu)


KET + SG + KDR + (12-14minggu)
Molahidatidosa + SG + KDR + (12-14minggu)

DIAGNOSA KERJA

Blighted Ovum + SG + KDR ( 12-14 minggu)

PENATALAKSANAAN
-

IVFD RL 20 gtt/ menit


Inj.Cefotaxim I gr /12 Jam
MB

RENCANA
-

Kurretage
18

LAPORAN KURRETAGE
Dilakukan pada tanggal 19 September 2011 pukul 13.00 wib
Operator

:Dr. Sugianto Sp.OG

Ibu dalam posisi litotomi


Operator melakukan teknik sterilisasi
Dilakukan anestesi local sebelumnya infuse terpasang baik
Dilakukan hygiene vulva
Vagina dibuka denghan menggunakan inspekulo sehingga tampak darah dan mulut

rahim dijepit dengan menggunakan cunam cervik


Dimasukkan sonde uterus untuk menentukan kedalamam uterus
Setelah sonde uterus dikeluarkan maka dimasukkan alat untuk mengikis konsepsi yang

ada dalam janin


Setelah uterus bersih dikikis maka inspekulo dikeluarkan dan dikasih betadin
Kesan : Bersih

TERAPI POST KURRETAGE


-

IVFD RL + 1 ampul pytogin 20 gtt/ menit


Inj.Miomergin 1 ampul (sekali pemberian)
Asam Mefenamat 500 mg 3x1
Ciprofloksasin 500 mg 3x1
Metronidazol 500 mg 3x1
Viferron 1 x 1
Diet MB

FOLLOW UP
FOLLOW UP

Tgl 19 September 2011

Tgl 19 September 2011

Tg l19 September 2011

KU
Kesadaran
Keluhan

pukul 14:00 Wib


Baik
CM
Darah masih keluar (+)

pukul 17.00 Wib


Baik
CM
Nyeri bekas kurretage(+)

pukul 19.20 Wib


Baik
CM
Tidak ada keluhan

19

Mules (+)

Pusing(-)

Mual (-)
Vital Sign

Terapi

TD :120/70 mmhg

TD :110/70 mmHg

TD :120/80 mmHg

RR :24x/i

RR :24x/i

RR :24x/i

HR :96x/i

HR :84x/i

HR :80x/i

T :36,5 0 C
T : 37,2 0 C
T : 36,5 0 C
-IVFD RL + 1 ampul -IVFD RL + 1 ampul -IVFD RL + 1 ampul
pytogin 20 gtt/ menit

pytogin 20 gtt/ menit

pytogin 20 gtt/ menit

-Inj.Miomergin 1 ampul -Inj.Miomergin 1 ampul -Inj.Miomergin


(sekali pemberian)

(sekali pemberian)

ampul

1
(sekali

-Asam Mefenamat 500 -Asam Mefenamat 500 pemberian)


mg 3x1

mg 3x1

-Asam Mefenamat 500

-Ciprofloksasin 500 mg -Ciprofloksasin 500 mg mg 3x1


3x1

3x1

-Ciprofloksasin

500

-Metronidazol 500 mg -Metronidazol 500 mg mg 3x1


3x1

3x1

-Metronidazol 500 mg

-Diet MB

-Diet MB

3x1
-Diet MB

KESIMPULAN

Pada tanggal 19 September 2011 pukul 19.30 WIB Pasien PBJ


Terapi PBJ adalah
Ciprofloksasin 500 mg 3x1
Asam Mefenamat 500 mg 3x1
Metronidazol 500 mg 3x1
Viferron 1x1
Pasien PBJ dalam kondisi sehat

20

21